Jumat, 23 Mei 2014

download Materi RELASI & FUNGSI



l  Widita Kurniasari
l  PENGERTIAN FUNGSI
l  Suatu relasi yang mempunyai ciri khusus :
–      Setiap anggota A hrs dipasangkan dgn anggota B tetapi belum tentu semua anggota B dapat dipasangkan dengan anggota A
–      Setiap anggota A hanya boleh satu kali dipasangkan dgn anggota B
l  Fungsi = pemetaan (mapping) dari himpunan A (domain) ke himpunan B (codomain)
l  JENIS-JENIS FUNGSI
l  Cara penulisan :
–      Fungsi Eksplisit : Y = f (X)
–      Fungsi Implisit : f (X, Y) = C
l  Banyaknya variabel :
–      Fungsi dengan 1 variabel à F. Konstan
–      Fungsi dengan 2 variabel à F. Tunggal
–      Fungsi dengan >2 variabel  F. Multivariabel
l  JENIS-JENIS FUNGSI
l  Menurut Bentuknya :
–     Fungsi Linier (lurus)
–     Fungsi Non-linier
lKuadratis/parabola
lEksponensial
lLogaritma
lPecahan
l  FUNGSI & KURVA LINIER
l  Persamaan garis lurus :
         Y – Y1 = m (X – X1)
         m = gradien/slope à



l  Hubungan dua garis lurus :
–           Sejajar à m1 = m2
–           Berpotongan  m1≠ m2
–      Tegak lurus  m1= - 1/m2 atau  m1.m2= -1

l  CONTOH SOAL
•     A(0,4), B(2,8), C(-4,6). Tentukan persamaan garis melalui :
•    Titik B dan sejajar dengan garis AC
•    Titik C dan tegak lurus dengan garis AB
•     Diketahui garis 4x – 3y = 24 dan y = 32 – 2x. Tentukan koordinat titik potong kedua garis tersebut !


l  FUNGSI & KURVA PARABOLA
l  Bentuk : aX2+ bX + C = 0 (a≠0)
l  Sumbu simetri :

l  Jika a < 0 à titik maksimum
         jika a > 0  titik minimum
l  Jika b = 0, sb simetri ketika X = 0  à Y
         Jika b dan a sama tanda (+/-), sb simetri di sebelah kiri sb Y
         Jika b dan berlainan tanda, sb simetri di sebelah kanan sb Y



l  FUNGSI & KURVA PARABOLA
l      Jika c = 0, kurva melalui titik origin
l      Diskriminan
–               Jika D > 0 à memotong sumbu X
–               Jika D = 0  menyinggung sumbu X
–               Jika D < 0  tidak akan memotong sumbu X
l      Contoh : gambarkan kurva dari fungsi berikut :
•                Y = X2 + 2X - 48
•                Y = -X2 + 10X - 16
•                Y = X2 – 25

l  FUNGSI & KURVA EKSPONENSIAL
l     Bentuk : Y = ax
l  Untuk setiap X yg riil, Y selalu positif dan terletak di atas sb X
l  Untuk X = 0, Y = 1

l  FUNGSI & KURVA LOGARITMA
l     Bentuk : Y = alogX
l  X harus positif
l  a > 1  à kurva di bawah sb X
–      Interval 0<x<1 memotong sb X di titik (1,0)
–      Interval x>1 di atas sb X
l  0<a<1  kurva di atas sb X
–      interval 0<x<1 memotong sb X di titik (1,0)
–      Interval x>1 di bawah sb X


l  FUNGSI & KURVA PECAHAN
l  Ciri khusus : kurva terdiri dari dua bagian yang dibatasi oleh asimtot mendatar dan asimtot tegak à Hiperbola ortogonal
l  FUNGSI & KURVA
l  Monoton Naik
         Untuk fungsi Y = f(X), berlaku : X1<X2 à f(X1)<f(X2) atau X1>X2à f(X1)>f(X2)
l  Monoton Turun
         Untuk fungsi Y = f(X), berlaku : X1<X2 à f(X1)>f(X2) atau X1>X2à f(X1)<f(X2)



l  FUNGSI KOMPOSISI & FUNGSI INVERS
l  Fungsi Komposisi
         Jika diketahui fungsi dari A ke B : Y = f(X) dan fungsi dari B ke C : Z = g (Y), maka fungsi dari A ke C : k = g(f(X))
l  Fungsi Invers
         Jika diketahui fungsi dari A ke B : Y = f(X), maka fungsi invers dari B ke A : f-1 (X)
l  CONTOH SOAL
•     Jika f(x) = X2+ 1 dan g(x) = 3X – 7, maka tentukan :
•    f (g (x))
•    g (f (x))
•          Diketahui Y = f(x) = 4X – 8, tentukan f-1
l  APLIKASI FUNGSI DALAM EKONOMI
l  Fungsi Permintaan
         D : Q = f (P) ; P = f (Q)
l  Fungsi Penawaran
         S : Q = f (P) ; P = f (Q)
l  Fungsi Penerimaan
         TR = f(Q)
l  Fungsi Biaya
         TC = f(Q)

l  FUNGSI PERMINTAAN & PENAWARAN
                
                  ●Fungsi Permintaan & Penawaran (linier)




l  Market Equilibrium (ME) : D = S
Qd = Qs ; Pd = Ps
l  Excess Demand
–      Terjadi jika P < Pe
–      Excess Demand = Qd - Qs
l  Excess Supply
–      Terjadi jika P > Pe
–      Excess Supply = Qs - Qd
l  Contoh Soal
–               Ketika harga 160, jumlah barang yang diminta konsumen 110 unit sedangkan yang ditawarkan produsen 50 unit
–               Ketika harga naik menjadi 240, jumlah barang yang diminta konsumen turun menjadi 30 unit sedangkan yang ditawarkan produsen naik 40 unit
                Pertanyaan :
•                 Tentukan fungsi permintaan dan penawaran (linier)
•                 Tentukan Market Equilibrium
•                 Jika harga turun menjadi 100, tentukan besarnya Excess Demand/Excess Supply yang terjadi
•                 Pada tingkat harga berapa terjadi Excess Supply sebesar 30 unit.
l  Contoh Soal
•     Permintaan dan penawaran barang Q ditunjukkan oleh fungsi sebagai berikut  D : Q = 270 – 0,5P dan S: P = Q2 + 4Q + 20.
 Tentukan Market Equilibrium
•     Fungsi permintaan barang Q adalah D : P = - 1,5Q + 240. Keseimbangan pasar terjadi pada harga sebesar 120. Jika harga turun 10 dari harga keseimbangan, maka banyaknya barang yang ditawarkan sebesar 60 unit.
 Tentukan fungsi penawaran (linier)
•     Fungsi permintaan barang Q adalah D : Q = 1300 – 0,5P. Market equilibrium terjadi pada kuantitas sebesar 550 unit. Jika harga naik 10% dari harga keseimbangan, maka terjadi excess supply sebesar 150 unit.
•              Tentukan fungsi penawaran (linier)
•              Pada tingkat harga berapakah terjadi excess demand sebesar 100 unit.
l  PENGARUH PAJAK TERHADAP KESEIMBANGAN
l     Setiap penjualan brg/jasa akan dikenakan pajak oleh Pemerintah
l     Pemerintah menarik pajak dari penjual (supplier) → pajak penjualan
l     Menggeser kurva penawaran (S) ke atas
l     Jenis Pajak
•                Pajak satuan Rupiah/per unit (t)
•                Pajak proporsional/persentase (r%)

l  PAJAK SATUAN
l  BEBAN PAJAK SATUAN
l  Fungsi Penawaran Setelah Pajak (St)
–      Jika S : P = f(Q) à St : P = f(Q) + t
–      Jika S : Q = f(P)  St : Q = f(P – t)
l  Beban Pajak
–      Diterima pemerintah                : T = Q2 x t
–      Ditanggung konsumen           : Td = Q2 x (P2– P1)
–      Ditanggung produsen             : Ts = Q2 x (P1– Ps)
                                    T = Td + Ts
Catt : Ps = P2 – t

l  PAJAK PROPORSIONAL
l  BEBAN PAJAK PROPORSIONAL
l  Fungsi Penawaran Setelah Pajak (Sr)
–      Jika S : P = f(Q) à Sr : P = (1 + r/100) f(Q)
–      Jika S : Q = f(P)  St : Q = f(100P/(100+r))
l  Beban Pajak
–      Diterima pemerintah                : T = Q2 x P2(r/(100+r))
–      Ditanggung konsumen           : Td = Q2 x (P2– P1)
–      Ditanggung produsen             : Ts = Q2 x (P1– Ps)
                                    T = Td + Ts
Catt : Ps = (100/(100+r))P2


l  PENGARUH SUBSIDI TERHADAP KESEIMBANGAN
l      Menggeser kurva penawaran (S) ke bawah
l      Jenis Subsidi
•                Subsidi satuan/per unit (t)
•                Subsidi proporsional/persentase (r)
l      Pengaruh subsidi terhadap keseimbangan merupakan kebalikan/ lawan dari pajak


l  Tugas Rumah
                Fungsi penawaran barang Q, S : P = 3Q + 10. Keseimbangan pasar terjadi pd tk hrg $70. Ketika hrg turun $4 dari hrg keseimbangan, jml yg dibeli konsumen sebesar 22 unit.
•                Tentukan fungsi permintaan (linier)
•                Jika pemerintah mengenakan pajak satuan $15 per unit barang Q, hitung beban pajak yg ditanggung oleh konsumen dan produsen.                
l  Contoh Soal 1
Jika diketahui fungsi S dan D
D: 2x = -2p + 160 dan S: 2p = x +70
Dan thd brg ini pemerintah membebani pajak $15 per unit, maka tentukan:
•  ME sebelum dibebani pajak
•  ME setelah dibebani pajak dan berapa % dari seluruh total tax yg ditanggung konsumen
•  Gambarkan kurva D, S dan fungsi supply setelah dibebani pajak (St)
l  Contoh Soal 2
Jika diketahui pemerintah membebani pajak 10% thd brg dgn fungsi supply sbb:
a). P = 22x² + x + 4
            11
b). X = 3p – 6
Maka dapatkan fungsi St untuk masing-masing fungsi tersebut.


0 komentar:

Posting Komentar

Posting Kami