Jumat, 21 Februari 2014

Download materi Aljabar Linier



}  Aljabar Linier
Pertemuan 1
} Jadwal Kuliah
}  Hari  : Rabo        jam : 15.30

} Sistem Penilaian
}  UTS  30 %
}  UAS  30 %
}  Tugas 40 %
}  Silabus
       Bab I Matriks dan Operasinya
       Bab II Determinan Matriks
       Bab III Invers Matriks
       Bab IV Sistem Persamaan Linear
       Bab V Sistem Persamaan Linear Homogen
       Bab VI Matlab (SPL)
       Bab VII  Vektor
       Bab VIII Perkalian Vektor
       Bab IX Ruang Vektor
       Bab X Proses Gram Schmidt
       Bab  XI Transformasi Linier Kernel
       Bab XII Nilai Eigen , Vektor Eigen
       Bab XIII MATLAB
}  Sub Pokok Bahasan 1
1. Matriks dan Operasinya
       Sub Pokok Bahasan
            – Matriks dan Jenisnya
            – OperasiMatriks
            – Operasi Baris Elementer
             –Sifat OperasiMatriks
       Beberapa Aplikasi Matriks
            – Representasi image (citra)
            – Chanel/Frequency assignment
            Operation Research
            dan lain-lain.
}  Pengertian Matrix
Beberapa pengertian tentang matriks :
1. Matriks adalah himpunan skalar (bilangan riil atau kompleks) yang disusun atau dijajarkan secara empat persegi panjang menurut baris-baris dan kolom-kolom.
2. Matriks adalah jajaran elemen (berupa bilangan) berbentuk empat persegi panjang.
3. Matriks adalah suatu himpunan kuantitas-kuantitas (yang disebut elemen), disusun dalam bentuk persegi panjang yang memuat baris-baris dan kolom-kolom.

Notasi yang digunakan


                             Atau                            Atau





}  Matriks
}  Notasi Matriks

     A  =
}  Jenis Matriks
(i)  MATRIKS NOL, adalah matriks yang semua elemennya nol
Sifat-sifat :
}  A+0=A, jika ukuran matriks A = ukuran matriks 0
}  A*0=0, begitu juga 0*A=0.
(ii) MATRIKS BUJURSANGKAR, adalah matriks yang jumlah baris dan jumlah kolomnya sama. Barisan elemen a11, a22, a33, ….ann disebut diagonal utama dari matriks bujursangkar A tersebut.
}  Contoh : Matriks berukuran 2x2

            A =

}  Jenis Matriks
(iii) MATRIKS DIAGONAL, adalah matriks bujursangkar yang semua elemen diluar diagonal utamanya nol.
Contoh :                                 


(iv) MATRIKS SATUAN/IDENTITY, adalah matriks diagonal yang semua elemen diagonalnya adalah 1.
}  Contoh :


}  Sifat-sifat matriks identitas : A*I=A  ,  I*A=A

}  Jenis Matriks
(v) MATRIKS SKALAR, adalah matriks diagonal yang semua elemennya sama tetapi bukan nol atau satu.
     Contoh :  
                  A=

(vi) MATRIKS SEGITIGA ATAS (UPPER TRIANGULAR), adalah matriks bujursangkar yang semua elemen dibawah diagonal elemennya = 0.

         A =


(Vii)  MATRIKS SEGITIGA BAWAH (LOWER TRIANGULAR), adalah matriks   bujursangkar yang semua elemen diatas diagonal elemennya = 0.
                                                A=


(viii) MATRIKS SIMETRIS, adalah matriks bujursangkar yang elemennya simetris secara diagonal. Dapat juga dikatakan bahwa matriks simetris adalah matriks yang transposenya sama dengan dirinya sendiri.
 Contoh :
                        A =                                          =


(ix) MATRIKS ANTISIMETRIS, adalah matriks yang trnsposenya adalah negatif dari matriks tersebut. Maka AT=-A dan aij=-aij, elemen diagonal utamanya = 0
Contoh :
}      
}   TRANSPOSE MATRIKS
}  Jika diketahui suatu matriks A=aij berukuran mxn maka transpose dari A adalah matriks AT =nxm yang didapat dari A dengan menuliskan baris ke-i dari A sebagai kolom ke-i dari AT.

}  Beberapa Sifat Matriks Transpose :
}  (A+B)T = AT + BT 
}  (AT) T = A
}  k(AT) = (kA)T
}  (AB)T = BT AT

}  Operasi Matrix
Penjumlahan Matriks
       Syarat : Dua matriks berordo sama dapat dijumlahkan
Contoh =

a.


b.
}  Operasi Matrix
Pengurangan Matriks
       Syarat : Dua matriks berordo sama dapat dkurangkan
Contoh =

   a.


   b.
}  Operasi Matrix
Perkalian Matriks
       • Perkalian Skalar dengan Matriks
                                    Contoh :
                                          
• Perkalian Matriks dengan Matriks
   Misalkan A berordo pxq dan B berordo mxn
      Syarat : A X B  haruslah q = m , hasil perkalian AB , berordo pxn
}  Hukum Perkalian Matriks :

}  Hukum Distributif, A*(B+C) = AB + AC
}  Hukum Assosiatif, A*(B*C) = (A*B)*C
}  Tidak Komutatif, A*B ¹ B*A
}  Jika A*B = 0, maka beberapa kemungkinan
}  (i)   A=0 dan B=0
}  (ii)  A=0 atau B=0
}  (iii) A¹0 dan B¹0
}  Bila A*B = A*C, belum tentu B = C

}  Operasi Baris Elementer (OBE)
Operasi baris elementer meliputi :
1. Pertukaran Baris
2. Perkalian suatu baris dengan konstanta tak nol
3. Penjumlahan hasil perkalian suatu baris dengan konstanta tak nol (seperti butir 2) dengan baris yang lain.
Contoh : OBE 1




                  OBE2

OBE3
}  Definisi yang perlu diketahui :
}  OBE
}   Sifat matriks hasil OBE :
       1. Pada baris tak nol maka unsur tak nol pertama adalah 1 (dinamakan satu utama).
       2. Pada baris yang berturutan, baris yang lebih rendah memuat 1 utama yang lebih ke kanan.
       3. Jika ada baris nol (baris yang semua unsurnya nol), maka ia diletakkan pada baris paling bawah.
       4. Pada kolom yang memuat unsur 1 utama, maka unsur yang lainnya adalah nol.


Matriks dinamakan esilon baris jika dipenuhi sifat 1, 2, dan 3 (Proses Eliminasi Gauss)
Matriks dinamakan esilon baris tereduksi jika  dipenuhi semua sifat  (Proses Eliminasi Gauss-Jordan)


0 komentar:

Posting Komentar

Posting Kami