Kamis, 27 Februari 2014

Download buku pengantar manajemen



PENGANTAR  MANAJEMEN
 
               
1.  PENDAHULUAN
Siapa yang membutuhkan manajemen ?
                        à Perusahaan (bisnis)
                         Semua tipe organisasi
                         Semua tipe kegiatan

Mengapa manajemen dibutuhkan ?
                     Untuk mencapai tujuan organisasi
                     Untuk menjaga keseimbangan di antara tujuan-tujuan yang saling bertentangan
                     Untuk mencapai efisiensi dan efektifitas

Efisiensi
Adalah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar
Derajat atau tingkat pengorbanan dari suatu kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan
Konsep matematika : Ratio antara output (keluaran) dan input (masukan)
Output :
                        > Hasil
                        > Produktivitas
                        > Performance
Input :
                        > Tenaga Kerja
                        > Bahan Baku
                        > Uang
                        > Mesin dan Waktu
Seorang Manajer Efisien :

Manajer yang bisa mencapai Output lebih tinggi  dari input yang digunakan
Manajer yang dapat meminimumkan biaya penggunaan sumberdaya–sumberdaya untuk mencapai output yang telah ditentukan
Manajer yang bisa memaksimumkan output dengan jumlah input yang terbatas

Efektifitas
Merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
Derajat atau tingkat pencapaian hasil yang diharapkan
Manajer yang efektif :
            Dapat memlilih pekerjaan yang harus dilakukan atau metode/ cara yang tepat untuk mencapai tujuan
Peter Drucker mengatakan bahwa:
Efektifitas adalah melakukan pekerjaan yang benar (doing the right things)
Efisiensi adalah melakukan pekerjaan dengan benar           (doing things right)
Pengertian Manajemen

Manajemen merupakan proses perencanaan (Planning),pengorganisasian (Organizing), pengarahan (Actuating)dan pengawasan (Controlling) usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan

Ilmu tentang upaya manusia untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien
            Skema Pengertian Manajemen
Skema Pengertian Manajemen
Manajemen :
Sebagai Ilmu (Science) à ilmu terus berkembang
                                                            à utk  pembuatan keputsn
Sebagai Seni  (Art)à perencanaan,                                                           kepemimpinan,                                                                komunikasi &
                                                            segala sesuatu yang                                                     menyangkut manusia
Sebagai Profesi
             Profesional  :   pembuatan   keputusan       berdasarkan prinsip umum à             pendidikan      formal
             Para profesinal mendapatkan status karena            prestasi bukan  favorit, suku dan kriteria lain

2. MANAJEMEN DAN MANAJER
MANAJER à setiap orang yang mempunyai tanggung jawab atas bawahan dan sumberdaya-sumberdaya organisasi lainnya
Manajer diklasifikasikan menjadi 2, yaitu :
                     Menurut tingkatannya :
                * Tinggi (Top Manager)
                * Menengah (Middle Manager)
                * Bawah (Lower Manager)
                     Menurut tanggungjawab dalam organisasi :
                * Manajer Umum (General Manager)
                * Manajer Fungsional (Functional Manager)
Tingkatan Manajer :
                     Manajer Puncak
                Bertanggungjawab atas keseluruhan manajemen organisasi
                Contoh : Direktur, Presiden, Kepala dsb
                     Manajer Menengah
                Membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya juga karyawan operasional
                Contoh : Kepala Seksi, Kepala Bagian dsb
                     Manajer Bawah
                Memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional
                Contoh : Mandor, pengawas lapangan
MANAJER FUNGSIONAL DAN UMUM

               Manajer Fungsional
                Mempunyai tanggungjawab hanya atas satu kegiatan organisasi à produksi, pemasaran, personalia dan keuangan
               Manajer Umum
                Mengatur, mengawasi dan bertanggungjawab atas satuan kerja keseluruhan  divisi operasi yang mencakup semua atau beberapa kegiatan funsional satuan kerja
APA YANG DILAKUKAN MANAJER
                     Manajer bekerja dengan dan melalui orang lain
                     Manajer memadukan dan menyeimbangkan tujuan-tujuan yang saling bertentangan dan menetapkan prioritas-prioritas
                     Manajer bertanggungjawab dan mempertanggungjawabkan
                     Manajer harus berpikir secara analistis dan konseptual
3. PERKEMBANGAN TEORI MANAJEMEN
Ada 3 aliran pemikiran manajemen yaitu
1.  Aliran Klasik :
                a. Manajemen Ilmiah
                b. Teori Organisasi Klasik
2.             Aliran Hubungan Manusiawi (Neo Klasik)
3.             Aliran Manajemen Modern
I.     ALIRAN KLASIK :
                     Kelompok Manajemen Ilmiah, Tokoh-tokohnya antara lain :
                     1.     Robert Owen (1771-1858)
                     Menekankan pentingnya :
                     a).    Umur manusia         dalam produksi
                     b).    Perbaikan dalam kondisi kerja
                     c).   Melalui perbaikan kondisi karyawan akan       menaikkan produksi dan keuntungan dan                  investasi paling menguntungkan adalah                              pada karyawan atau “ vital Machines


2. Charles Babbage dari Inggris (1792-1871)
             Menekankan pentingnya :
            a).  Pembagian kerja melalui spesialisasi
            b). Setiap  tenaga  kerja  harus  diberi latihan             ketrampilan sesuai operasi pabrik
            c).  Mengembangkan program-program permainan
            d). Menganjurkan  kerjasama   yang    saling menguntungkan antara kepentingan karyawan           dan pemilik pabrik
            e).  Merencanakan skema pembagian keuntungan

Kelompok Teori Organisasi Klasik, tokohnya :
Henry Fayol (1841-1925)
                Fayol membagi operasi perusahaan menjadi kegiatan yang semuanya saling tergantung satu dengan yang lain :
                       Teknik - produksi & manufacturing produk
                       Komersial – Pembelian  bahan baku dan penjualan produk
                       Keuangan – Perolehan dan penggunaan modal
                       Keamanan – Perlindungan karyawan dan kekayaan
                       Akuntansi – Pelaporan, pencatatan biaya, laba dan hutang, pembuatan neraca, pengumpulan data
                       Manajerial – Perencanaan, Pengorganisasian, Pemberian perintah, Pengkoordinasian,dan Pengawasan

II. ALIRAN HUBUNGAN MANUSIAWI
Tokohnya yaitu Elton Mayo (1880-1949)
            Untuk menciptakan hubungan manusiawi yang baik, manajer harus mengerti mengapa karyawan bertindak seperti yang mereka lakukan dan faktor-faktor sosial dan psikologi apa yang memotivasi mereka
III. ALIRAN MANAJEMEN MODERN
                Prinsip dasar Perilaku Organisasi  dari tokoh manajemen modern :
Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat
Manajemen harus sistematik dan pendekatan yg digunakan harus dgn pertimbangan secara hati-hati
Organisasi sebagi suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai situasi
Pendekatan motivasional yg menghasilkan komitmen pekerja thd tujuan organisasi sangat dibutuhkan
4. MANAJER  DAN
LINGKUNGAN  ORGANISASI
1. Lingkungan      Internal         Organisasi         (Internal Environment) yaitu Lingkungan yang berada di dalam organisasi yang terdiri dari karyawan, manajemen dan budaya organisasi
2. Lingkungan    Eksternal    Organisasi/   Lingkungan Organisasi (Organizational Environment) yaitu meliputi semua elemen yang berada di luar organisasi tetapi berpotensi mempengaruhi organisasi. Lingkungan ini terdiri atas :
 a. Lingkungan Umum (General Environment) merupakan Lapisan   lingkungan eksternal yang mempengaruhi organisasi secara tidak langsung. Termasuk dalam lingkungan ini antara lain dimensi internasional, teknologi, sosiokultur, ekonomi dan legal politik.
 b. Lingkungan Tugas (Task Environment) yaitu Lapisan lingkungan eksternal yang secara langsung mempengaruhi operasi dan kinerja organisasi. Lingkungan ini meliputi pesaing, pemasok, pelanggan dll.
                       
Lingkungan dalam Organisasi



5. PROSES PERENCANAAN
(PLANNING)
Pengertian :
Ø Adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh siapa.
Ø Salah satu aspek penting perencanaan adalah pembuatan keputusan (decision making), proses pengembangan dan penyeleksian sekumpulan kegiatan untuk memecahkan suatu masalah tertentu
EMPAT TAHAP DASAR PLANNING
EMPAT TAHAP DASAR PERENCANAAN (PLANNING):
Tahap 1, Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan èdimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja
Tahap 2, Merumuskan keadaan saat ini tahap ini memerlukan informasi terutama tentang keuangan dan data statistik, yang diperoleh melalui komunikasi
Tahap 3, Mengidentifikasikan segala kemudahan dan hambatan  segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan
Tahap 4, Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan è Pengembangan berbagi alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif terbaik dan paling memuaskan
MANFAAT PERENCANAAN
               Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan
               Membantu kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama
               Memungkinkann manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas
               Membantu penempatan tanggungjawab lebih cepat
                                                                                    lanjutan
5.             Memberikan cara pemberian perintah untuk operasi
6.  Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi
7. Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami
               Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti
               Menghemat waktu, usaha dan dana
KELEMAHAN PERENCANAAN
                     Pekerjaan yang tercakup dalam perencanaan mungkin berlebihan pada kontribusi yang nyata
                     Cenderung menunda kegiatan
                     Terlalu membatasi manajemen untuk berinisiatif dan berinovasi
                     Kadang-kadang hasil yg paling baik didapatkan oleh penyelesaian situasi individual
                     Ada rencana-rencana yang diikuti cara-cara yang tidak konsisten




                                      Rencana operasional
6. PENGORGANISASIAN (ORGANIZING)
Pengorganisasian è proses penyusunan struktur organisasi yg sesuai dengan tujuan organisasi, sumberdaya-sumberdaya yg dimiliki dan lingkungan yg melingkupinya
Aspek utama proses proses penyusunan struktur organisasi ada 2 (dua) yaitu:
                        * Departementalisasi àpengelompokkan kerja
                        * Pembagian kerja à pemerincian tugas                                                             pekerjaan
Pelaksanaan proses pengorganisasian yang sukses, akan membuat suatu organisasi dapat mencapai tujuannya, yg tercermin pada struktur organisasi yg mencakup :
                     Pembagian kerja
                     Departementalisasi
                     Bagan organisasi formal
                     Rantai perintah dan kesatuan perintah
                     Tingkat-tingkat hirarki manajemen
                     Saluran komunikasi
                     Penggunaan komite
                     Rentang manajemen dan kelompok-kelompok informal yg tidak dapat dihindarkan

STRUKTUR ORGANISASI
Pengertian :
Struktur organisasi (desain organisasi):                 
àmekanisme formal dengan mana organisasi dikelola.
àmenunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yg menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggungjawab
Faktor-faktor utama yg menentukan
perancangan struktur organisasi :
                Strategi organisasi untuk mencapai tujuan
                Teknologi yang digunakan
                Anggota/ karyawan dan orang-orang yg terlibat dalam organisasi
                Ukuran organisasi
Unsur-unsur struktur organisasi :
               Spesialisasi pekerjaan
               Standardisasi kegiatan
               Koordinasi kegiatan
               Sentralisasi dan desentralisasi
               Ukuran satuan kerja
BAGAN ORGANISASI
Bagan organisasi menggambarkan 5 aspek utama suatu struktur organisasi sbb:
               Pembagian kerja
               Manajer dan bawahan atau rantai perintah
               Tipe pekerjaan yang dilaksanakan
               Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan
               Tingkatan manajemen
BENTUK BAGAN ORGANISASI
Bentuk Piramid


Bentuk Vertikal         
Bentuk Horisontal


Bentuk Lingkaran

BENTUK DEPARTEMENTALISASI
                     Fungsi : pemasaran, keuangan, produksi
                     Produk atau jasa : mesin cuci, TV
                     Wilayah : DIY, Jateng, Jabar
                     Langganan : pedagang eceran, pemerintah
                     Proses atau peralatan : dept pembungkusan
                     Waktu : Shift 1, 2, 3
                     Pelayanan : kelas bisnis, eksekutif
                     Alpha –numeral : no Telp
                     Proyek dan matriks : perusahaan konstruksi

PEMBAGIAN KERJA
Tujuan pembagian kerja è untuk mencapai tujuan di mana individu tidak dapat mencapainya sendiri  synergy
Tiang dasar pengorganisasian adalah pembagian kerja (division of labor)
7. KOORDINASI DAN RENTANG MANAJEMEN
KOORDINASI è proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan yang terpisah suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien
RENTANG MANAJEMEN  jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer atau atasan

Rentang manajemen dan koordinasi saling
berhubungan erat :
ØSemakin besar jumlah rentangan semakin sulit untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan bawahan secara efektif.
ØJumlah bawahan yang melapor ke setiap manajer lebih banyak, organisasi hanya membutuhkan sedikit manajer è lebih mudah mengkoordinasi kegiatan-kegiatan antar departemen.

BERAPA JUMLAH RENTANGAN
YG IDEAL  ?
Ada 2 alasan utama  penentuan  rentangan yang tepat
penting:
1. Rentangan  manajemen   mempengaruhi penggunaan efisien dari manajer dan pelaksanaan kerja efektif dari bawahan mereka. 
                >Terlalu melebar è tidak efisien
                >Terlalu sempit  manajer tidak digunakan sepenuhnya
2.             Ada hubungan antara rentang manajemen di seluruh organisasi dan struktur organisasi

                                                                                                                                                                                                lanjutan
Semakin sempit rentang manajemen, struktur organisasi akan berbentuk “TALL
Semakin lebar rentang manajemen, struktur organisasi akan berbentuk “FLAT

RUMUS :
                                    R = n (2n-1 + n-1 )
            R  = Jumlah hubungan
            n   = Jumlah bawahan

Jika ada 5 bawahan è ada 100 hubungan


HUBUNGAN ANTARA RENTANG MANAJEMEN DAN STRUKTUR ORGANISASI
1.             Rentangan datar (Flat)  è1 Tingkatan                                                                         manajemen
                                          1  Manajer
2.             Rentangan lebih tinggi è 2 Tingkatan                                                                          manajemen                                                                       4 Manajer
3.             Rentangan tinggi (Tall) è3 Tingkatan                                                                          manajemen
                                                                            9 Manajer

1.  Tingkatan manajemen, 1 Manajer
                                                                                                



2.  Tingkatan manajemen, 4 Manajer
                                                           
8. WEWENANG DAN DELEGASI
Wewenang èhak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu
Ada 2 pandangan berlawanan :
                     Teori formal/ pandangan klasik è wewenang adalah dianugerahkan, ada karena dilimpahi
                     Teori penerimaan  wewenang muncul hanya jika diterima oleh kelompok atau individu
Jenis Wewenang :
                     Wewenang Lini (line authority) è wewenang dimana atasan melakukannya atas perintah bawahan langsung yang diwujudkan dalam wewenang perintah dan secara langsung tercermin sebagai rantai perintah, serta diturunkan ke bawah melalui tingkatan organisasi
                     Wewenang Staf (staff authority)  hak yang dimiliki oleh satuan-satuan staf untuk menyarankan, memberi rekomendasi atau konsultasi kepada personalia lini
                     Wewenang Staf Fungsional (functional staff authority) è hubungan terkuat yang dapat dimiliki staf dengan satuan-satuan lini
               
DELEGASI è merupakan pelimpahan wewenang dan tanggungjawab formal kepada orang lain untuk melaksanakan kegiatan tertentu
DELEGASI WEWENANG è proses di mana para manajer mengalokasikan wewenang ke bawah kepada orang-orang yang melapor kepadanya.

Ada 4 kegiatan ketika delegasi dilakukan :
                       Pendelegasi menetapkan dan memberikan tujuan dan tugas kepada bawahan
                       Pendelegasi melimpahkan wewenamg yang diperlukan untuk mencapai tujuan
                       Penerimaan delegasi menimbulkan kewajiban dan tanggungjawab
                       Pendelegasi menerima pertanggungjawaban bawahan untuk hasil-hasil yang dicapai

Pedoman Klasik  untuk delegasi
wewenang, yaitu :
               Prinsip skalar à harus ada garis wewenang yang jelas
               Prinsip kesatuan perintah  setiap bawahan seharusnya melapor kepada seorang atasan
               Tanggungjawab, wewenang dan akuntabilitas
9. PENYUSUNAN PERSONALIA ORGANISASI
qSumber daya terpenting suatu organisasi adalah sumber daya manusia, orang-orang yang memberikan tenaga, bakat, kreatifitas dan usaha mereka kepada organisasi
qPenyusunan Personalia è fungsi manajemen yang berkenaan dengan penarikan, penempatan, pemberian latihan dan pengembangan anggota-anggota organisasi.

q  Proses penyusunan personalia (staffing process) è serangkaian kegiatan yang dilaksanakan terus menerus untuk menjaga  pemenuhan kebutuhan personalia organisasi dengan orang-orang yang tepat dalam posisi-posisi tepat dan pada waktu yang tepat.
q  Fungsi ini dilaksanakan dalam 2 tipe lingkungan yang berbeda, yaitu :
                1. Lingkungan Eksternal
                2. Lingkungan Internal


LANGKAH-LANGKAH PROSES PENYUSUNAN PERSONALIA
                          Perencanaan sumber daya manusia
                          Penarikan
                          Seleksi
                          Pengenalan dan orientasi
                          Latihan dan pengembangan
                          Penilaian pelaksanaan kerja
                          Pemberian balas jasa dan penghargaan
                          Perencanaan dan pengembangan karier (promosi, demosi, lateral)

PENENTUAN KEBUTUHAN JABATAN
                      Penentuan tujuan-tujuan dan rencana organisasi
                      Penentuan spesifikasi jabatan
                      Mengestimasi jumlah karyawan total yang dibutuhkan selama periode tertentu di masa yang akan datang
                      Mempertimbangkan persediaan karyawan yang telah tersedia untuk melaksanakan berbagai pekerjaan.

SUMBER PENAWARAN PERSONALIA
Eksternal                                                                 Internal

PENARIKAN PERSONALIA
                Penarikan(recruitment)àpencarian dan penarikan sejumlah karyawan potensial yang akan diseleksi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi

Metode penarikan :
                           Pengiklanan
                           Rekomendasi dari karyawan yang sedang bekerja
                           Penarikan lewat lembaga pendidikan
                           Kantor penempatan TK
                           Serikat buruh
                           Penggunaan komputer atau internet


SELEKSI PERSONALIA
Seleksi à pemilihan seseorang tertentu dari sekelompok karyawan potensial untuk melaksanakan suatu jabatan tertentu

Prosedur seleksi :
                       Wawancara pendahuluan
                       Pengumpulan data pribadi
                       Pengujian
                       Wawancara
                       Pemeriksaan referensi-referensi prestasi
                       Pemeriksaan kesehatan
                       Keputusan pribadi
                       Orientasi jabatan

METODE LATIHAN DAN PENGEMBANGAN
1. ON THE JOB
            > Coaching
            > Planned progression
            > Rotasi jabatan
            > Penugasan sementara
            > Penilaian prestasi

2. OFF THE JOB
            > Program-program pengembangan eksekutif
            > Latihan laboraturium
            > Pengembangan organisasi


PEMBERIAN KOMPENSASI
KOMPENSASI à pemberian kepada karyawan dengan pembayaran finansial sebagai balas jasa untuk pekerjaan yang dilaksanakan dan sebagai motivator untuk pelaksanaan kegiatan di waktu yang akan datang
Penentuan Kompensasi
                           Kesediaan membayar
                           Kemampuan membayar
                           Persyaratan-persyaratan pembayaran
Bentuk-bentuk pembayaran :
                           Upah harian
                           Gaji tetap mingguan
                           Upah insentif (bonus, komisi)


10. MOTIVASI
MOTIVASI è keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan

Pandangan tentang motivasi :
                          Model Tradisional
                          Model Hubungan Manusiawi
                          Model Sumber Daya Manusia

MODEL TRADISIONAL
                           Bekerja pada dasarnya tidak disukai banyak orang
                           Jarang yang dapat menangani pekerjaan yang sifatnya  memerlukan kreatifitas, disiplin dan pengendalian diri
                           Manajer harus mengawasi dan mengendalikan bawahan
                           Tugas terperinci dan operasi mudah dipelajari
                           Orang bersedia bekerja jika balas jasanya memadai
                           Berproduksi sesuai standar


MODEL HUBUNGAN MANUSIAWI      
                          Orang ingin merasa berguna dan penting
                          Orang ingin memiliki dan diakui sebagai individu
                          Kebutuhan lebih penting dari uang dalam memotivasi orang untuk bekerja
                          Manajer harus membuat setiap karyawan merasa berguna dan penting
                          Pembagian informasi kepada bawahan dan keterlibatan keputusan rutin sangat penting
                          Pemuasan kebutuhan akan meningkatkan semangat kerja

MODEL SUMBER DAYA MANUSIA
                          Bekerja pada dasarnya menyenangkan
                          Sebagian besar orang lebih kreatif, disiplin diri
                          Manajer harus memanfaatkan potensi sumber daya manusia
                          Manajer menciptakan lingkungan yang menyenangkan
                          Manajer mendorong partisipasi penuh
                          Kepuasan kerja akan meningkat sejalan dengan pemanfaatan SDM secara penuh

TEORI-TEORI MOTIVASI
Ada 3 kelompok :
1.         TEORI PETUNJUK
                        > Mengemukakan  bagaimana memotivasi para  karyawan
                        > Teori ini didasarkan atas pengalaman coba- coba
2.         TEORI ISI
                        > Disebut teori kebutuhan
                        a. Hirarki kebutuhan dari Abraham Maslow
                        b. Teori Motivasi dari Frederick Herzberg
                        c. Teori prestasi dari David Mc Cleland
3.         TEORI PROSES
                        a. Teori Pengharapan
                        b. Pembentukan perilaku
                        c. Teori Porter-Lawler
                        d. Teori Keadilan

           


TEORI HIERARKI KEBUTUHAN DARI MASLOW
                                                                         5. Aktualisasi diri
                                                4. Harga diri
                                    3. Sosial
                2. Keamanan & rasa aman

1. Fisiologis

TEORI HIERARKI KEBUTUHAN DARI MASLOW
Dari tingkatan tertinggi ke tingkatan terendah
1.           Kebutuhan aktualisasi diri dan pemenuhan diri
              Contoh : penggunaan potensi diri
2.           Kebutuhan harga diri
              Contoh : status atau kedudukan, prestasi penghargaan dan kehormatan diri
3.           Kebutuhan sosial
              Contoh : Cinta, persahabatan
4.           Kebutuhan keamanan dan rasa aman
              Contoh : perlindungan dan stabilitas
5.           Kebutuhan fisiologis
              Contoh : makan, minum, perumahan, seks,         istirahat


11. KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Mengapa komunikasi penting ?
1.             Komunikasi adalah proses melalui fungsi-fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dapat dicapai
2.             Komunikasi adalah kegiatan di mana para manajer mencurahkan sebagian besar proporsi waktu mereka

            KOMUNIKASI
èproses pemindahan pengertian dalam gagasan atau informasi dari seseorang ke orang lain
èproses dengan mana orang-orang bermaksud memberikan pengertian melalui pengiriman berita secara simbolis, dapat menghubungkan para anggota berbagai satuan organisasi yang berbeda dan bidang yang berbeda pula, sehingga sering disebut rantai pertukaran informasi

PROSES KOMUNIKASI
Model Komunikasi Antar Pribadi
            Proses Komunikasi Sederhana :
            Pengirim è Berita  Penerima

Proses Komunikasi terperinci :
1.         Sumber (source)
2.         Pengubahan berita ke dalam sandi /kode (encoding)
3.         Pengiriman berita (transmitting the massage)
4.         Penerimaan berita
5.         Pengartian atau penterjemahan kembali berita (decoding)
6.         Umpan balik (feedback)

TIPE-TIPE SALURAN DASAR KOMUNIKASI
1.             Komunikasi Vertikal
                >  Komunikasi ke bawah è dari manajemen              puncak mengalir ke karyawan bawah  untuk          memberi pengarahan, informasi, instruksi,            nasehat dan penilaian kepada bawahan
                > Komunikasi  ke  atas       untuk   mensuplai             informasi kepada      tingkat manajemen atas         tentang apa yang terjadi pada tingkat bawah
2.             Komunikasi Lateral
                > Komunikasi  diantara  para  anggota  dalam              kelompok kerja yang sama
                >      Komunikasi yang terjadi antara dan di antara      departemen-departemen pada tingkatan yang         sama

               

3. Komunikasi Diagonal
            merupakan komunikasi yang memotong secara menyilang diagonal rantai perintah organisasi

PERANAN KOMUNIKASI
Pemuasan kebutuhan-kebutuhan manusiawi, seperti kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain
Perlawanan terhadap pengaruh-pengaruh yang monoton atau membosankan

Hambatan-hambatan terhadap komunikasi  efektif :
Hambatan organisasional
Hambatan-hambatan antar pribadi

Pedoman Komunikasi yang efektif :
1.         Cari kejelasan gagasan-gagasan terlebih dulu sebelum dikomunikasikan
2.         Teliti tujuan sebenarnya setiap komunikasi
3.         Pertimbangkan keadaan phisik dan manusia keseluruhan kapan saja komunikasi akan dilakukan
4.         Konsultasikan dengan pihak-pihak lain, bila perlu dalam perencanaan komunikasi


5.Perhatikan tekanan nada dan ekspresi lainnya sesuai dasar berita selama berkomunikasi
6.Ambil kesempatan, bila timbul, untuk mendapatkan segala sesuatu yang membantu atau umpan balik
7.Ikuti lebih lanjut komunikasi yang telah disediakan
8.Perhatikan konsistensi komunikasi
9.Tindakan atau perbuatan harus mendorong         komunikasi
10.Jadilah pendengar yang baik


12. KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan :
Ø  Seorang pemimpin diharapkan akan dapat mempengaruhi proses suatu transaksi sosial.

ØDalam proses kepemimpinan/transaksi sosial meliputi unsur:
                        1.   orang yang mempengaruhi
                        2.   metode mempengaruhi
                        3.   orang yang dipengaruhi.

Ø  Bila orang yang dapat dipengaruhi untuk diberlakukan atau bertindak dengan cara tertentu atau menyetujui sikap dan pendapat yang mempengaruhi (pemimpin) dapat menendalikan yang dipengaruhi.

Ø  Adapun metode mempengaruhi dapat berupa :
                        1.   kekuatan fisik,
                        2.   penggunaan sanksi
                        3.   usaha menunjukkan keahlian
                        4.   kharisma (daya tarik)

Hakekat Kepemimpinan
Dalam kepemimpinan, orang yang dipengaruhi lambat laun akan selalu saling mempengaruhi, sehingga terjadilah hubungan pemimpin dan pengikut (leader Followerrelation).
Hakikat  kepemimpinan  adalah bahwa  atasan mempengaruhi perilaku orang lain dan dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan.
Kekuasaan adalah kemampuan seseorang yang bersangkutan menerjakan apa  yang dikehendaki. 
Dalam model kepemimpinan, ada  kepemimpinan formal, yang terjadi karena manajer  mengarahkan  berstandar  pada wewenang formal sedang kepemimpinan informal terjadi karena seseorang yang tanpa wewenang formal berhasil mempengaruhi perilaku orang lain.
Sumber Kekuasaan dan Penerimaan Pengarahan
q  Seseorang punya peranan sebagai pemimpin karena mempunyai kekuasaan
q  Sumber kekuasaan adalah dari kedudukan yang berupa imbalan, paksaan, dan hukuman, serta dari orang berupa keahlian dan rujukan. Orang menerima (teori penerimaan)  atau acuh tak acuh  (indiferent) atas segala sesuatu yang mereka harus lakukan dan mereka tunduk untuk melaksakannya dan tak dapat menyatakan tidak (berbuat tak menurut) pada wewenang yang lebih tinggi
q  Oleh karena itu syarat seseorang diterima pengarahannya :
                        1.  jangan menyiakan wewenang formal,
                        2.  jangan takut menciptakan kewajiban pada seseorang
                        3.  ciptakan rasa bergantung seseorang pada anda
                        4.  manfaatkan keahlian yang dimiliki
                        5.  berikan kesempatan orang lain menghargai anda.
Tipe Kepemimpinan
Dari studi berbagai tipe kepemimpinan muncul:
            1.         pendekatan sifat (fokus: pada karakteristik pribadi pemimpin)
            2.         pendekatan perilaku (fokus: pada perilaku pemimpin dihadapkan    dengan pengikutnya)
            3.         pendekatan situasional (fokus: pada kesesuaian antara perilaku        pimpinan dengan karakteristik situasional).

Teori lain, yaitu teori jalur tujuan menyatakan bahwa ada :
            1.  kepemimpinan direktif; memberitahu bawahan memberikan arahan,
                 memberikan jadwal, dan mempertahankan standar kinerja;
            2.  kepemimpinan yang mendukung, yang memperhatikan bawahan,
   semua diperlakukan sama, semua teman dan mudah didekati
            3.  kepemimpinan yang berorentasi pada hasil yang menetapkan tujuan
   yang menantang, mengharapkan bawahan bekerja keras, mengharapkan
   selalu penyempurnaan
            4. kepemimpinan partisipatif yang selalu berkonsultasi dg bawahan
                memperhatikan saran bawahan sebelum mengambil keputusan.

13. MANAJEMEN KONFLIK
Penyebab konflik :
                     Komunikasi è salah pengertian, informasi tidak lengkap
                     Struktur  pertarungan kekuasaan antar departemen dengan kepentingan yang bertentangan
                     Pribadi  ketidak sesuaian tujuan atau nilai-nliai sosial pribadi karyawan dengan perilaku pada jabatan
JENIS KONFLIK

               Konflik dalam diri individu è individu menghadapi ketidak pastian tentang pekerjaan yang diharapkan
               Konflik antar individu
               Konflik antara individu dan kelompok
               Konflik antar kelompok dalam organisasi
               Konflik antar organisasi
METODE PENGELOLAAN KONFLIK

                     Stimulasi konflik dalam satuan-satuan organisasi è pemasukan pihak ketiga, penyusunan kembali organisasi, penawaran bonus dll, pemilihan manajer yang tepat, perlakuan yang berbeda dengan kebiasaan
                     Pengurangan konflik jika terlalu tinggi atau menurunkan produktifitas è pendinginan suasana
                     Penyelasaian konflik è penekanan dengan cara: kekerasan (forcing), penenangan (smothing) dan penghindaran (avoidance) kompromi dan pemecahan masalah

Tiga Jenis Metode Penyelesaian Konflik:

                     Konsensus, pihak yang sedang bertentangan bertemu bersama untuk mencari penyelesaian terbaik tentang masalh mereka
                     Konfrontasi, pihak-pihak yang saling bertentangan menyatakan pendapatnya secara langsung satu sama lain dan ada kesepakatan untuk menerima penyelesaian
                     Penggunaan tujuan-tujan yang lebih tunggi (superordinate goals)
14.  PENGAWASAN
(CONTROLLING)
Pengawasan è suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan serta mengambil koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara yang paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan

TIPE-TIPE PENGAWASAN :

1.             Pengawasan pendahuluan/ feedforward controll
2.             Pengawasan concurrent 
3.             Pengawasan umpan balik/ feedback controll



TAHAP-TAHAP PENGAWASAN
1.             Penetapan standar pelaksanaan (perencanaan)
2.             Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan
3.             Pengukuran pelaksanaan kegiatan
4.             Pembandingan dengan standar, evaluasi
5.             Pengambilan tindakan, koreksi bila perlu

KARAKTERISTIK-KARAKTERISTIK PENGAWASAN
1.             Akurat
2.             Tepat waktu
3.             Obyektif dan menyeluruh
4.             Terpusat pada titik-titk pengawasan strategik
5.             Realistik secara ekonomis
6.             Realistik secara organisasional
7.             Terkoordinasi dengan aliran kerja organisasi
8.             Fleksibel
9.             Bersifat sebagai petunjuk dan operasional
10.           Diterima para anggota organisasi




0 komentar:

Posting Komentar

Posting Kami