Selasa, 29 Juni 2010

Kewirausahaan: PEMBUATAN KEPUTUSAN

PEMBUATAN KEPUTUSAN

A. Dasar-dasar Pembuatan Keputusan.
Keputusan adalah suatu pilihan yang dibuat di antara suatu atau lebih
alternatif yang tersedia. Seorang wiraswastawan harus membuat
keputusan setiap hari, tidak semua keputusan itu mempunyai arti
penting yang sama bagi organisasi. Beberapa keputusan mempengaruhi
sejumlah anggota organisasi, membutuhkan biaya banyak untuk
dijalankan, atau mempunyai pengaruh jangka panjang pada organisasi.

B. Jenis-jenis Keputusan.
1. Keputusan Terprogram.
Menurut Herbert A. Simon, keputusan terprogram adalah keputusan yang
sifatnya rutin dan berulang-ulang, dan organisasi biasanya
mengembangkan cara tertentu untuk mengendalikannya. Organisasi
mengembangkan proses-proses tertentu untuk menanganinya.
3. Keputusan Tidak Terprogram.
Keputusan ini sifatnya sekali pakai, tidak begitu mendetail,
terstruktur dengan buruk, novel keputusan kebijaksanaan. Keputusan ini
ditangani oleh proses pemecahan masalah umum.

C. Pertanggung-jawaban Bagi Pembuatan Keputusan Organisasi.
Dengan keputusan yang berbeda, beberapa tipe dasar pemikiran harus
dikembangkan yang menetapkan siap-siapa dalam organisasi yang
mempunyai tanggung jawab untuk membuat keputusan.
Salah satu dari dasar pemikiran ini didasarkan pada dua faktor : (1)
Jangkauan (scope), (2) Tindakan manajemen. Keuntungannya adalah
wiraswastawan bisa memusatkan perhatian pada "pokok-pokok" dalam
pembuatan suatu keputusan dan bahwa semua individu dalam kelompok
pembuatan keputusan bisa lebih terlibat dalam implementasi keputusan
jika mereka berperan serta dalam pembuatannya.

D. Unsur-unsur Situasi atau Keadaan Keputusan.
Terdapat enam bagian atau unsur dasar situasi keputusan :
1. Keadaan asal mula.
2. Pembuatan keputusan.
3. Orientasi penerimaan.
4. Orientasi eksploitasi.
5. Orientasi penimbunan (hoarding)
6. Orientasi pemasaran.

E. Proses Pembuatan Keputusan.
Suatu keputusan adalah pemilihan alternatif dari seperangkat
alternatif yang tersedia. Suatu model proses pembuatan keputusan
menyarankan langkah untuk membuat keputusan yaitu :
1. Identifikasi masalah yang ada
2. Menbdaftar permasalahan yang ada
3. Premilihan alternatif yang paling bermanfaat
4. Implementasi alternatif yang dipilih
5. Pengumpulan umpan balik yang berhubungan dengan masalah

F. Kondisi Pembuatan Keputusan.
Umumnya terdapat tiga kondisi yang berbeda di mana keputusan dibuat.
Masing-masing kondisi tersebut didasarkan pada tingkatan atau derajat
dimana hasil masa depan dari alternatif keputusan diprediksi. Kondisi
tersebut adalah :
1. Kondisi kepastian sepenuhnya (Complete Certainty Condition).
2. Kondisi ketidakpastian sepenuhnya (Complete Uncertainty Condition).
3. Kondisi resiko (Risk Condition).

G. Perangkat-perangkat dalam Pembuatan Keputusan.
Dua peralatan pembuatan keputusan yang dipakai paling luas adalah :
1. Teori Probabilitas, adalah peralatan pembuatan keputusan yang
digunakan pada situasi resiko atau situasi di mana pembuatan keputusan
tidak sepenuhnya yakni dengan hasil dari alternatif yang
diimplementasikan.
2. Pohon-pohon Keputusan, adalah peralatan pembuatan keputusan grafis
yang biasanya digunakan untuk mengevaluasi keputusan yang mengandung
serangkaian langkah-langkah.
Analisa nilai yang diharapkan dan hasil bersih yang diharapkan untuk
tiap alternatif keputusan akan membantu manajemen untuk memutuskan
pilihan yang tepat. Hasil bersih yang diharapkan didefinisikan pada
situasi ini sebagai nilai yang diharapkan dari alternatif dikurangi
biaya investasi. Sebagai akibatnya manajemen hendaknya memutuskan
untuk membangun pabrik besar.


H. Dasar-dasar Pembuatan Keputusan.
Keputusan adalah suatu pilihan yang dibuat di antara suatu atau lebih
alternatif yang tersedia. Seorang wiraswastawan harus membuat
keputusan setiap hari, tidak semua keputusan itu mempunyai arti
penting yang sama bagi organisasi. Beberapa keputusan mempengaruhi
sejumlah anggota organisasi, membutuhkan biaya banyak untuk
dijalankan, atau mempunyai pengaruh jangka panjang pada organisasi.

I. Jenis-jenis Keputusan.
1. Keputusan Terprogram.
Menurut Herbert A. Simon, keputusan terprogram adalah keputusan yang
sifatnya rutin dan berulang-ulang, dan organisasi biasanya
mengembangkan cara tertentu untuk mengendalikannya. Organisasi
mengembangkan proses-proses tertentu untuk menanganinya.
4. Keputusan Tidak Terprogram.
Keputusan ini sifatnya sekali pakai, tidak begitu mendetail,
terstruktur dengan buruk, novel keputusan kebijaksanaan. Keputusan ini
ditangani oleh proses pemecahan masalah umum.

J. Pertanggung-jawaban Bagi Pembuatan Keputusan Organisasi.
Dengan keputusan yang berbeda, beberapa tipe dasar pemikiran harus
dikembangkan yang menetapkan siap-siapa dalam organisasi yang
mempunyai tanggung jawab untuk membuat keputusan.
Salah satu dari dasar pemikiran ini didasarkan pada dua faktor : (1)
Jangkauan (scope), (2) Tindakan manajemen. Keuntungannya adalah
wiraswastawan bisa memusatkan perhatian pada "pokok-pokok" dalam
pembuatan suatu keputusan dan bahwa semua individu dalam kelompok
pembuatan keputusan bisa lebih terlibat dalam implementasi keputusan
jika mereka berperan serta dalam pembuatannya.

K. Unsur-unsur Situasi atau Keadaan Keputusan.
Terdapat enam bagian atau unsur dasar situasi keputusan :
7. Keadaan asal mula.
8. Pembuatan keputusan.
9. Orientasi penerimaan.
10. Orientasi eksploitasi.
11. Orientasi penimbunan (hoarding)
12. Orientasi pemasaran.

L. Proses Pembuatan Keputusan.
Suatu keputusan adalah pemilihan alternatif dari seperangkat
alternatif yang tersedia. Suatu model proses pembuatan keputusan
menyarankan langkah untuk membuat keputusan yaitu :
6. Identifikasi masalah yang ada
7. Menbdaftar permasalahan yang ada
8. Premilihan alternatif yang paling bermanfaat
9. Implementasi alternatif yang dipilih
10. Pengumpulan umpan balik yang berhubungan dengan masalah

M. Kondisi Pembuatan Keputusan.
Umumnya terdapat tiga kondisi yang berbeda di mana keputusan dibuat.
Masing-masing kondisi tersebut didasarkan pada tingkatan atau derajat
dimana hasil masa depan dari alternatif keputusan diprediksi. Kondisi
tersebut adalah :
4. Kondisi kepastian sepenuhnya (Complete Certainty Condition).
5. Kondisi ketidakpastian sepenuhnya (Complete Uncertainty Condition).
6. Kondisi resiko (Risk Condition).

N. Perangkat-perangkat dalam Pembuatan Keputusan.
Dua peralatan pembuatan keputusan yang dipakai paling luas adalah :
3. Teori Probabilitas, adalah peralatan pembuatan keputusan yang
digunakan pada situasi resiko atau situasi di mana pembuatan keputusan
tidak sepenuhnya yakni dengan hasil dari alternatif yang
diimplementasikan.
4. Pohon-pohon Keputusan, adalah peralatan pembuatan keputusan grafis
yang biasanya digunakan untuk mengevaluasi keputusan yang mengandung
serangkaian langkah-langkah.
Analisa nilai yang diharapkan dan hasil bersih yang diharapkan untuk
tiap alternatif keputusan akan membantu manajemen untuk memutuskan
pilihan yang tepat. Hasil bersih yang diharapkan didefinisikan pada
situasi ini sebagai nilai yang diharapkan dari alternatif dikurangi
biaya investasi. Sebagai akibatnya manajemen hendaknya memutuskan
untuk membangun pabrik besar.

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Kami