Sabtu, 09 Oktober 2010

Kerangka Konseptual Akuntansi dan Pelaporan Keuangan

KONFLIK KEPENTINGAN DALAM PASAR INFORMASI
Klasifikasi dan Konflik Kepentingan
Laporan Keuangan merupakan hasil interaksi dari tiga kelompok yaitu:
o    Perusahaan
o    Pemakai Informasi (Users)
o    Profesi Akuntansi
Perusahaan merupakan pelaku dalam proses akuntansi. Dengan aktivitas operasional, keuangan dan non-operasional, perusahaan menjustifikasi produksi laporan keuangan. Keberadaan dan prilakunya menghasilkan hasil keuangan  yang sebagian dapat diukur dalam proses akuntansi. Perusahaan juga merupakan penyedia informasi akuntansi.
Produksi informasi akuntansi dipengaruhi oleh kepentingan dan kebutuhan pemakai. Pemakai utama informasi akuntansi antara lain pemegang saham, analis keuangan, kreditor dan agen pemerintah.
Profesi akuntansi membentuk kelompok ketiga yang dapat mempengaruhi informasi yang akan dimasukkan ke dalam laporan keuangan. Para akuntan akan bertindak sebagai “auditor” yang bertanggungjawab untuk memverifikasi bahwa laporan keuangan telah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berterima umum (PABU).
Terdapat tiga kemungkinan pendekatan dalam perumusan tujuan akuntansi. Pendekatan pertama melihat kumpulan informasi yang siap diungkapkan oleh perusahaan dan mencoba untuk menemukan cara terbaik untuk mengukur dan memverifikasinya.  Pendekatan kedua melihat informasi yang dapat diukur dan diverifikasi oleh profesi dan mencoba untuk mengakomodasi para pengguna dan perusahaan melalui berbagai pilihan-pilihan akuntansi. Pendekatan ketiga memandang kumpulan informasi yang dianggap relevan oleh para pengguna sebagai sesuatu hal yang penting serta mendorong profesi dan perusahaan untuk membuat dan menverifikasi informasi tersebut.

PERAN APB, AICPA DALAM MERUMUSKAN TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN
Menuju Penyusunan Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan Laporan Keuangan Menurut APB Statement No. 4:
o    Tujuan khusus
o    Tujuan umum
o    Tujuan kualitatif
Tujuan khusus laporan keuangan adalah menyajikan secara wajar dan sesuai prinsip akuntansi berterima umum, posisi keuangan, hasil operasi dan perubahan lain dalam posisi keuangan.
Tujuan umum adalah sebagai berikut:
o    Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang sumber daya ekonomi dan kewajiban suatu usaha bisnis.
o    Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang perubahan sumber daya bersih sebagai hasil dari aktivitas-aktivitas perusahaan yang menghasilkan profit.
o    Menyediakan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk mengestimasi earning potensial perusahaan.
o    Menyediakan informasi lain yang dibutuhkan tentang perubahan sumberdaya ekonomi dan kewajiban.
o    Mengungkapkan informasi lain yang relevan dengan kebutuhan pemakai.
Tujuan kualitatif akuntansi keuangan adalah sebagai berikut:
o    Relevan, memilih informasi yang paling mungkin untuk membantu pemakai dalam pembuatan keputusan ekonomi.
o    Dapat dipahami, informasi yang dipilih harus jelas, juga harus dapat dipahami pemakai.
o    Dapat diuji kebenarannya, hasil-hasil akuntansi dibenarkan oleh ukuran-ukuran yang indipenden, menggunakan metode pengukuran yang sama.
o    Netral, informasi akuntansi diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan bukan pemakai khusus pemakai tertentu.
o    Tepat waktu, berarti mengkomunikasikan informasi seawal mungkin untuk menghindari keterlambatan pembuatan keputusan ekonomi.
o    Dapat diperbandingkan, perbedaan-berbedaan seharusnya tidak mengakibatkan perlakuan akuntansi yang berbeda
o    Kelengkapan, semua informasi yang memenuhi persyaratan tujuan-tujuan kualitatif lain harus dilaporkan.
Tujuan yang dinyatakan dalam APB Statement No. 4 menjadi dasar untuk bentuk dan isi laporan keuangan konvensional.

Laporan Kelompok Studi tentang Tujuan Laporan Keuangan
April 1971 AICPA membentuk dua kelompok studi yaitu:
o    Wheat Committee
Bertugas untuk memperbaiki proses penyusunan standar, dan komote ini melaporkan hasil-hasilnya kepada FASB.
o    Trueblood Committee
Bertugas untuk mengembangkan tujuan laporan keuangan dengan menentukan siapa user-nya, informasi apa yang mereka butuhkan, seberapa banyak info yang dibutuhkan dapat dipenuhi oleh akuntansi dan apa kerangka kerja yang diperlukan dalam menyediakan kebutuhan akuntansi. Komite ini berhasil merumuskan 12 tujuan laporan keuangan.

SIFAT, ISU-ISU, PENGEMBANGAN KONSEPTUAL DAN KONSEP-KONSEP FUNDAMENTAL DALAM AKUNTANSI KEUANGAN
Sifat Kerangka Kerja Konseptual
Sejak berdirinya, FASB mengakui arti penting tujuan laporan keuangan dalam mengadopsi standar keuangan. FASB juga mengakui bahwa keseluruhan problem penyusunan standar tidak hanya tergantung pada tujuan, tetapi juga pada penetapan batang tubuh konsep dan tujuan.
Dewan mengakui bahwa terjadi erosi kredibilitas pelaporan keuangan dan dikritik  dalam berbagai situasi berikut ini:
o    Dua atau lebih metoda akuntansi diterima untuk fakta yang sama
o    Metoda akuntansi yang kurang konservatif digunakan mendahului metoda akuntansi yang lebih konservatif.
o    Cadangan digunakan untuk melakukan perataan fluktuasi earning secara artifisial.
o    Laporan keuangan gagal memberi sinyal akan kegentingan likuiditas dimasa mendatang.
o    Penangguhan diikuti dengan penghapusan “big bath”.
o    Optimisme yang tidak disesuaikan ada dalam mengestimasi kemampuan untuk pemulihan kembali.
o    Off balance sheet financing adalah lazim
o    Aserti tidak material yang sering digunakan untuk menjustifikasi tidak diungkapkannya informasi yang tidak menyenangkan.
o    Bentuk mengungguli substansi.
Untuk mengkoreksi beberapa kondisi tersebut dan untuk menyediakan cara yang lebih tepat dalam penyusunan standar, dan meningkatkan pemahaman pemakai atas laporan keuangan dan kepercayaan dalam pelaporan keuangan, FASB mengadakan proyek kerangka konseptual.

Isu-isu Kerangka Konseptual
1.    Pandangan earning manakah yang seharusnya diadopsi?
    Pandangan aset/utang
Pandangan ini disebut juga pandangan neraca atau pemeliharaan modal, yang berarti revenue dan expense merupakan hasil dari perubahan aset dan utang.
    Pandangan revenue/expense
Pandangan ini disebut juga pandangan laporan income atau penandingan, berarti revenue dan expense dihasilkan dari kebutuhan akan penandingan. Penandingan, proses pengukuran fundamental dalam akuntansi terdiri dari dua tahap:
o    Pengakuan revenue atau waktu melalui prinsip realisasi
o    Pengakuan expense dalam tiga cara:
    Hubungan sebab akibat, seperti kos barang terjual
    Alokasi yang rasional dan sistematis,seperti depresiasi
    Pengakuan segera, sepertt biaya administrasi dan penjualan
    Pandangan non-artikulasi
Pandangan ini didasarkan pada keyakinan bahwa artikulasi mendorong perulangan, karena “semua kejadian yang dilaporkan dalam laporan income juga dilaporkan dalam neraca meskipun dari perspektif yang berbeda”. Definisi aset dan utang penting dalam penyajian posisi keuangan dan definisi revenue dan expense mendominasi pengukuran earnings. Dua laporan keuangan tersebut mempunyai eksistensi dan makna yang independen, sehingga skema pengukuran yang berbeda digunakan oleh masing-masing laporan.
2.    Isu Definisi
    Aset
Menurut pandangan aset/utang, aset adalah sumber daya ekonomi perusahaan. Sumber daya tersebut merepresentasikan manfaat di masa mendatang yang diharapkan menghasilkan aliran kas masuk secara langsung atau tidak langsung. Sumber daya ekonomi yang tidak memiliki karakteristik dapat ditukarkan atau severability. Dalam pandangan aset/hutang, aset dibatasi untuk meyajikan sumber daya ekonomi perusahaan.
Menurut pandangan revenue/expense, aset tidak hanya meliputi aset yang didefinisikan oleh pandangan aset/hutang, tetapi semua item yang tidak merepresentasikan sumber daya ekonomi namun diperlukan untuk penandingan dan penentuan income secara memadai.
Pandangan ketiga muncul dari persepsi neraca tidak hanya sebagai laporan posisi keuangan, tetapi sebagai “laporan tentang sumber dan komposisi sekarang atas modal yang diinvestasikan”.
    Utang
Menurut pandangan aset/utang, utang adalah kewajiban perusahaan untuk mentransfer sumber daya ekonomi ke pihak lain di masa mendatang.
Menurut pandangan revenue/expense, utang tidak hanya meliputi utang yang didefinisi oleh pandangan aset/utang tetapi juga kredit tangguhan dan cadangan yang tidak merepresentasikan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi tetapi diperlukan untuk penandingan dan penentuan income dengan memadai.
Pandangan ketiga atas utang muncul dari persepsi neraca sebagai “laporan sumber dan komposisi modal perusahaan”. Utang dianggap sebagai sumber modal, dan meliputi kredit tangguhan dan cadangan yang tidak merepresentasikan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi.
Ikhtisar karakteristik utang menurut APB Statement no 4:
Kewajiban adalah klaim umum terhadap perusahaan, dan bukan klaim atas sumber daya spesifik milik perusahaan, kecuali istilah kewajiban atau aturan legal yang diterapkan menyatakan sebaliknya.
Definisi yang seharusnya terkandung dalam substansi definisi utang dalam kerangka konseptual untuk akuntansi keuangan dan pelaporan adalah definisi yang memberi generalitas aplikasi yang diperlukan oleh sebuah kerangka kerja konseptual.
    Earning
Menurut pandangan aset/utang, earnings adalah peningkatan dalam aset bersih perusahaan kecuali perubahan modal.
Menurut pandangan revenue/expense, earnings adalah hasil dari proses penandingan revenue dan expense, atau mungkin dipertimbangkan sebagai bagian dari keduanya.
o    Akuntansi akrual
Elemem-elemen laporan keuangan dihitung dan dimasukkan dalam laporan keuangan melalui penggunaan akuntansi akrual. Akuntansi akrual mendasarkan pada konsep akrual, tangguhan (defferal), alokasi, amortisasi, realisasi dan  pengakuan.
3.    Konsep pemeliharaan modal atau cost recovery manakah yang seharusnya digunakan?
Konsep pemeliharaan modal memungkinkan kita membuat perbedaan antara return on capital atau earnings dan return of capital atau cost recovery. Earning berasal dari pemulihan atau pemeliharaan modal. 
Terdapat dua konsep pemeliharaan modal yaitu: konsep pemeliharaan modal yaitu konsep modal keuangan dan konsep modal fisik. Keduanya menggunakan pengukuran unit moneter atau unit daya beli umum yang sama, menghasilkan empat konsep pemeliharaan modal:
o    Modal keuangan yang diukur dengan unit uang
o    Modal keuangan yang diukur dengan daya beli umum yang sama
o    Modal fisik yang diukur dengan unit uang
o    Modal fisik yang diukur dengan daya beli umum yang sama
4.    Metode pengukuran manakah yang seharusnya didopsi?
Isu metode pengukuran terkait dengan penentuan inut ukuran maupunatribut yang diukur. Terkait dengan unit ukuran, pilihannya adalah antara dola aktual dan dolah yang disesuaikan dengan daya beli umum. Terkait dengan atribut yang akan diukur kita menentukan lima pilihan yaitu:
o    Metode kos historis
o    Kos sekarang
o    Nilai keluaran/jual sekarang
o    Nilai sekarang/jual harapan
o    Nilai sekarang dari aliran kas harapan

Tujuan Pelaporan Keuangan Perusahaan
Laporan keuangan merupakan bentuk utama dari pelaporan keuangan yang akan sangat berarti untuk mengkomunikasikan informasi akuntansi ke pihak di luar badan usaha.
Tujuan pelaporan keuangan tidak bersifat kebal (immutable), tetapi sangat dipengaruhi oleh lingkungan ekonomik, hukum, politis dan sosial serta   dipengaruhi juga oleh karakteristik dan keterbatasan jenis informasi yang dapat disajikan oleh laporan keuangan tersebut, antara lain:
o    Informasi yang dihasilkan hanyalah kualitatif yang diwujudkan dalam bentuk uang yang mengarah ke perusahaan bisnis individual.
o    Informasi yang disediakan sering merupakan hasil dari pendekatan dan estimasi, bukan eksak atas kejadian transaksi masa lalu (historis).
o    Informasi yang disediakan hanya merupakan salah satu informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan, sehingga tidak mencakup seluruh informasi yang dibutuhkan.

Fokus Utama Pelaporan Keuangan
Fokus utama dari pelaporan keuangan adalah informasi mengenai prestasi suatu perusahaan yang diukur dengan laba dan komponen–komponennya. Informasi tentang laba perusahaan didasarkan pada akuntansi akrual yang pada umumnya memberikan indikasi yang lebih baik tentang kemampuan perusahaan yang sekarang dan seterusnya untuk menghasilkan arus kas yang menguntungkan daripada informasi yang terbatas pada pengaruh keuangan dari penerimaan dan pembayaran kas.
Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yang bermanfaat tentang bagaimana perusahaan mendapatkan dan membelanjakan uang kas, tentang peminjaman dan pembayaran pinjaman, transaksi modal, dividen kas dan faktor lain yang dapat mempengaruhi likuidasi atau solvensi perubahan termasuk penjelasan dan interpretasi untuk membantu pemakai dalam memahami informasi keuangan yang disajikan.  

Karakteristik Kualitatif Dari Informasi Keuangan
Karakterisitik dari informasi akuntansi ini ada yang bersifat  sebagian kuantitatif dan sebagai lagi kualitatif. Walau ada sedikit perbedaan mengenai karakteristik dari informasi akuntansi,  dalam pernyataan ini  perbedaan tersebut dianggap sebagai kualitas dari informasi.
Kualitas yang membedakan informasi yang lebih baik dari informasi yang kurang baik   merupakan kualitas yang utama dari relevan dan dapat dipercaya dengan beberapa karakteristik lain yang termasuk dalam kualitas. Meskipun karakteristik ini diharapkan tidak berubah, namun karena karakteristik dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi, hukum, politik dan sosial dimana laporan keuangan tersebut dibuat, menjadikan karekteristik tidak abadi.

Materialitas
Materialitas merupakan pernyataan atas kepentingan relatif dan merupakan pertimbangan mendasar yang harus diberikan untuk melihat apakah informasi mempunyai dampak yang signifikan (material)  terhadap keputusan atau tidak.
Agar informasi memenuhi standar relevan, informasi harus berguna dalam kaitannya dengan tindakan yang didesain untuk memfasilitasi atau menghasilkan informasi yang ingin dihasilkan, disamping itu  informasi tergantung dari tingkat kejujuran dalam penyajian suatu kejadian (reabilitas), dalam mengembangkan ukuran yang menyimpulkan suatu pengujian dari bukti, data atau catatan yang sama (direfikasi) dalam penyajian laporan atau informasi akuntansi pembuat informasi tidak mempengaruhi hasil yang telah ada sebelumnya (netralitas) sehingga laporan keuangan memberikan manfaat yang lebih baik jika disajikan dengan periode sebelumnya untuk dapat dibandingkan (komparabilitas).

Masalah Pengakuan dan Pengukuran
1.    Konsep Pengakuan dan Pengukuran
Maksud diciptakan konsep pengakuan dan pengukuran adalah:
o    Sebagai kesatuan fundamental mengenai kriteria dan pedoman pengakuan  terhadap informasi yang secara formal harus dimasukkan kedalam laporan keuangan, serta untuk menentukan kontribusi laporan keuangan terhadap tujuan laporan keuangan. 
o    Untuk memenuhi maksud tersebut, diketengahkan kreteria dan pedoman yang umum konsisten dengan praktek akuntansi.
o    Pengungkapan yang cukup, bentuk disclousure atas laporan keuangan diusahakan dengan meyampaikan informasi dengan pengungkapan yang cukup memadai
Keseluruhan informasi dalam pelaporan keuangan yang dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan di bidang investasi, kredit, dan keputusan lainnya yang sejenis.
2.    Kriteria Pengakuan dan Pengukuran
Adapun kriteria atau definisi operasional pengakuan dan pengukuran, seperti yang disajikan dibawah ini:
    Kriteria Pengakuan Fundamental  suatu item sebagai berikut:
o    Definisi (definition),item memenuhi difinisi elemen-elemen laporan keuangan.
o    Keterukunan (meansurability), item mempunyai atribut relevan  yang dapat diukur dengan keandalan yang memadai
o    Relevan (relevance), informasi tentang item tersebut dapat membuat keputusan pemakai menjadi betrbeda.
o    Keandalan (reliability), informasi mewakili keadaan sebenarnya, jujur, dapat diuji kebenarannya  dan netral.
    Atribut-Atribut Pengukuran Akuntansi
Informasi akuntansi yang disajikan dalam laporan keuangan bisa diukur dengan atribut yang berbeda, tergantung pada sifat dari item tersebut serta pengukurannya dengan atribut yang relevan.

Unsur-Unsur Laporan Keuangan
    Ruang Lingkup dan Isi Dari Pelaporan
Unsur-unsur dari pelaporan keuangan terbagi atas dua bagian,
o    Bagian pertama terdiri dari tiga unsur yaitu : Kekayaan, modal yang menggambarkan tingkat atau jumlah sumber-sumber ekonomi atau klaim pada suatu saat.
o    Bagian kedua terdiri dari tujuh elemen yaitu laba komprehenshif dengan komponen pendapatan, biaya, untung dan rugi serta investasi oleh pemilik dan distribusi kepada pemilik.                                                                                                 
    Tujuan, Sifat-sifat Kualitatif dan Unsur-Unsur
Dilihat dari jenis perusahaan  terdapat beberapa tujuan dari melaporkan keuangan:
o    Tujuan dari melaporkan keuangan  oleh perusahaan bisnis, mengutamakan kegunaan sekarang dan investor potensial, kreditor dan membentuk investasi rasional lainnya.
o    Tujuan dari melaporkan keuangan oleh perusahaan non bisnis, mengutamakan kegunaan sekarang dan menyediakan sumber-sumber potensial dan membuat keputusan rasional.
Sifat kualitatif dari informasi akuntansi lebih mengutamakan penggunaan penuh dari informasi keuangan itu sendiri, sedangkan unsur unsur pelaporan keuangan itu sendiri termasuk dalam hubungan sebagai satu kesatuan yang nyata. Dimana suatu item dibawah standar definisi adalah suatu kesatuan riil, kewajiban, pendapatan, beban atau keempatnya, atau dengan kata lain sebagai other entities.

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Kami