Selasa, 03 September 2013

Kasus: Manajemen Data dan Data Base Modelling & Application

Kasus:
Kupon penukaran adalah sebuah alat promosional yang digunakan oleh toko-toko untuk memperkuat kesetiaan pelanggan. Selama masa gemilangnya, kupon penukaran ada dimana-mana, di supermarket, pompa bensin, dan banyak jenis outlet eceran lainnya. Seorang pengecer membeli kupon penukaran dari sebuah pemasok kupon penukaran dan kemudian mengeluarkan mereka untuk pelanggan saat mereka melakukan pembelian. Biasanya, sekumpulan nomor kupon dikeluarkan per dolar yang dikeluarkan. Pelanggan menyimpan kupon itu degan menempelkannya pada buku. Kupon itu bisa ditebus untuk barang pada pusat penebusan yang dioperasikan oleh pemasok kupon penukaran.

Penggunaan kupon penukaran telah sangat menurun selama dekade terakhir untuk beragam alasan ekonomis. Banyak supermarket berhenti mengelurakan kupon penukaran untuk mengurangi biaya operasional mereka dan jadi harga mereka kepada pelanggan selama periode inflasi tinggi juga berkurang (kupon penukaran bisa menghabiskan biaya seorang pengecer sebesar 2% dari penjualan kotornya). Diluar penggunaan menurun ini, konsep dibalik kupon penukaran masih bertahan. Pada intinya, ini adalah konsep yang sama, yang digunakan dalam program frequent flier (orang yang sering menggunakan jasa penerbangan) industri penerbangan dan promosi serupa lainnya. Konsepnya adalah sebuah usaha harus memberikan penghargaan kepada para pelanggan setianya.
Barangkali mekanika dari pengumpulan kupon penukaran kertas dan kemudian membukukan mereka ke buku kecil yang telah agak ketinggalan jaman dan mengganggu untuk pelanggan. Masalah ini bisa dikoreksi dengan kupon penukaran elektronik. Beberapa perusahaan kupon penukaran telah mengembangkan sistem kupon penukaran elektronik. Pelanggan diberikan sebuah kartu kupon penukaran yang serupa dengan sebuah kartu kredit. Saat seseorang melakukan pembelian pada sebuah toko yang berpartisipasi dalam promosi, kartu itu digesekkan pada mesin yang secara elektronik membuat sandi kredit (yaitu kupon). Kredit itu, seperti kupon kertas yang lama, bisa ditebus untuk barang. Bagi yang berbelanja, kartu lebih cepat dan lebih memudahkan. Dari sisi pengecer, kartu memiliki keutungan besar lainnya: kartu “lebih pandai”.
Kartu tersebut bisa diberikan kode secara magnetis dengan nama pelanggan dan jenis data lainnya. Informasi yang diperoleh dari kartu itu saat digunakan bisa membantu seorang pengecer mengawasi siapakah pelanggannya, berapa banyak yang mereka belanjakan, dan apa yang mereka beli. Implikasinya untuk pengecer sangatlah besar. Sebenarnya, yang dilakukan oleh kupon penukaran generasi berikutnya ini adalah untuk memberikan penghargaan kepada pelanggan dan untuk memberikan informasi kepada pengecer tentang pola dan kebiasaan belanja pelanggan mereka.

Diminta:
Bahaslah apa yang akan dibutuhkan, dalam konteks persyaratan basis data, untuk mengimplementasikan kupon penukaran elektronik. Bahaslah secara khusus dan meliputi sebuah bahasan dari field data yang dibutuhkan!

Pembahasan:
Hal-hal yang diperlukan dalam basis data untuk mengimplementasikan kupon penukaran elektronik tersebut antara lain:
Adanya Sistem Manajemen Basis Data (Data Base Manajement System/DBMS) yang baik karena dengan adanya DBMS ini. Kesulitan Utama dalam basis data yaitu menemukan file yang benar untuk informasi yang diinginkan dalam transaksi kupon elektronik dapat teratasi. Hal ini disebabkan karena DBMS yang melakukan standardisasi penyimpanan, pengolahan, dan pemanggilan kembali data atau file nama pelanggan pemilik kupon elektronik.
Besarnya kapasitas penyimpanan masa dan perkembangbiakan file data, yang disebut dengan kamus basis data. Jumlah data yang disimpan pada computer sangatlah banyak, yaitu nama dan identitas pelanggan, jumlah transaksi, jumlah kupon yang telah dimiliki oleh pelanggan, dan file data pelanggan lainnya. Sehingga setiap transaksi yang terjadi ditoko-toko yang berpartisipasi dalam promosi langsung tercatat secara online. Kamus basis data ini digambarkan dan dikendalikan oleh administrator basis data.
Adanya pemilihan arsitektur basis data pada tingkatan fisik secara jelas, apakah menggunakan file yang diakses secara berurutan, file berindeks, ataukah file berurutan-berindeks.
Mempersiapkan alat atau mesin elektronik untuk transaksi penukaran kupon elektronik disetiap toko-toko yang berpartisipasi dalam kegiatan promosi tersebut.
Akses langsung data file pelanggan untuk dapat mengetahui jumlah kupon yang masih dimiliki pelanggan.
Pada kupon penukaran elektronik terjadi proses pertukaran data elektronik pada beberapa toko yang terpisah. Oleh karena itu dibutuhkan EDI, yang merupakan suatu alat komunikasi elektronik untuk saling menukar data antara organisasi-organisasi yang setuju dengan format dokumen standar yang dibaca oleh computer.

Komponen-komponen yang dibutuhkan di EDI adalah sebagai berikut;
Jaringan komunikasi: antara perusahaan kupon penukaran elektronik dengan beberapa toko membutuhkan jaringan komunikasi untuk menghubungkan sistem computer mereka.
Protocol: dokumen yang dikirimkan harus mempunyai format yang disetujui semua pihak yang terlibat dan dapat dibaca, dipahami dan diambil nilainya oleh masing-masing sistem computer.
Aplikasi: Aplikasi dari pertukaran data secara elektronik harus disetujui dan dipahami oleh masing-masing sistem komputer.

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Kami