Selasa, 25 Desember 2012

RISET & PENELITIAN



  • 2. Penelitian sebagai perangkat ilmu Merupakan bagian tak terpisahkan dari proses ilmu untuk mengembangkan dirinya dalam upaya mencapai tujuan ilmu. Tujuan pokok ilmu adalah memahami gejala-gejala alam semesta. Tahapan untuk memahami ilmu: (1) deskripsi, (2) eksplanasi, dan (3) prediksi
  • 3. Menurut Aliran Rasional (aliran Baconian) Proses ilmu dimulai dari data. Kumpulkan sejumlah fakta, cari hubungan-hubungan, dan simpulkan dalam bentuk teori. Ilmu dikembangkan secra induktif. Model ini melahirkan pendekatan penelitian kualitatif. Menurut Aliran Hipotetiko-Deduktif (Model Ilmu Tradisional) Proses ilmu dimulai dengan serangkaian aksioma yang berasal dari berbagai sumber (teori), kemudian mengubah teori ke dalam konsep yang dapat diamati. Teori menjadi landasan utama dalam mengugkapkan fenomena yang diamati. Model ini melahirkan pendekatan penelitian kuantitatif.
  • 4. Penelitian adalah serangkaian upaya yang bertujuan untuk mengungkapkan fenomena dalam rangka mencari kebenaran ilmiah. Upaya penelitian harus: sistematis, logis, dan metodologis. Penelitian adalah upaya yang sistematis, logis, dan metodologis yang bertujuan untuk mengidentifikasikan, mendeskripsikan, mengeksplanasikan, dan memprediksikan fenomena dengan cara memandang fenomena tersebut sebagai sekumpulan variabel atau hubungan antarvariabel.
  • 5. Existentialism (informal process) Idealism (highly interpretative ideas) Rationalism (formal structural proofs) Empiricism (observable, concrete data) Postulational Self-evident truth Method of authority Scientific method Literacy Untested opinion
  • 6. Metode Keteguhan (Method of Tenacity) Orang berpegang teguh pada suatu pendapat karena pendapat itu sudah diyakini kebenarannya sejak lama. Metode Otoritas (Method of Authority) Sesuatu diyakini kebenarannya dengan cara merujuk pada pernyataan orang yang dianggap ahli atau memiliki otoritas. Metode Intuisi (Method of Instuition) Sesuatu dikatakan benar berdasarkan kayakinan yang tidak perlu pembuktian lagi. Metode Ilmiah (Scientific Method) Kebenaran diperoleh dengan menggunakan prosedur yang berlandaskan pada kaidah-kaidah ilmu.
  • 7. Informasi anggapan umum biasanya tidak disertai dengan penjelasan mengapa hal itu terjadi Informasi dalam anggapan umum mengandung konsep yang luas atau kabur Anggapan umu m diterima tanpa diuji kebenarannya. Anggapan umum tidak pernah mempersoalkan kontrol. Ilmu mengorganisasikan dan mengklasifikasikan pengetahuan berdasarkan penjelasan ilmiah, yakni pernyataan-pernyataan tentang kondisi-kondisi penentu terjadinya persistiwa. Kecermatan ilmu diungkapkan dalam bentuk kuantifikasi berdasarkan skala tertentu. Kebenaran ilmu bersifat Testabilitas. Ilmu selalu berusaha mengontrol variabel-variabel yang melekat pada suatu peristiwa. Kebenaran Anggapan Umum Kebenaran Ilmu
  • 8. ORDE: Ilmu percaya bahwa alam semesta ini teratur, tidak serampangan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam semesta ini mengikuti aturan yang teratur, dalamsuatu pola yang tertentu, dalam suatu orde (tatanan). DETERMINISME : Ilmu percaya bahwa setiap peristiwa mempunyai sebab, determinan, atau anteseden (pendahulu) yang dapat diselediki. PARSIMONI : Dalam mengungkapkan realitas, ilmu lebih menyukai penjelasan yang sederhana daripada penjelasan yang kompleks. EMPIRISME : Kesimpulan-kesimpulan ilmu harus didasarkan pada pengalaman yang dapat diamati, pada peristiwa yang empiris.
  • 9. Cara ilmiah : didasarkan pada ciri-ciri keilmuan Rasional : masuk akal, ada logika, diterima nalar Empiris : dapat diamati oleh indera manusia Sistematis : langkah-langkah tertentu yang logis Mendapatkan data : empiris dan valid (reliabel: konsisten; dan obyektif : disepakati bersama) Tujuan dan kegunaan tertentu : Penemuan : data betul-betul baru Pembuktian : data untuk membuktikan keragu-raguan Pengembangan : memperdalam dan memperluas pengetahuan yang ada
  • 10. Apa sumbangan Penelitian terhadap Pengembangan Pengetahuan? Ilmu Pengetahuan Menambah Merevisi Mendukung Memverifikasi Menolak Mengganti Mengembangkan Ilmu Pengetahuan
  • 11. Apa definisi Pengetahuan? Kumpulan informasi tentang sistem, aturan, pola, keteraturan, rumus, kaidah, formula
  • 12. Apa manfaat punya pengetahuan? Semakin banyak Punya pengetahuan semakin?
  • 13. Peneliti Menggali mechanisme Penulis Mengumpulkan Menyusun Membukukan Pembaca Mempelajari, mengajarkan Teknolog Mengaplikasikan Dalam karya teknologi Di mana Anda? Ilmu Pengetahuan Siapa yang berperan?
  • 14. ilmu pengetahuan dapat diperoleh melalui tiga cara, 1) pengalaman (experience), 2) penalaran (reasoning), dan 3) pendekatan ilmiah (scientific approach).
  • 15. Pengalaman Melalui pengalaman pribadi, seseorang akan membuat kesimpulan atas sesuatu berdasarkan apa yang dilihat, rasakan dan amati . Kesimpulan atas sesuatu hal tersebut dibuat oleh individu setelah ia memperoleh berbagai informasi yang akurat dari pengalaman. Dari fakta dan kejadian yang dialami dilingkungan sekitar, seseorang bisa mengakumulasikan semua informasi ke dalam bingkai pengetahuannya
  • 16. PENALARAN DEDUKTIF (DEDUCTIVE RESONING) INDUKTIF (INDUCTIVE RESONING)
  • 17. Penalaran Deduktif: Semua mahasiswa membayar SPP (Premis mayor) Andi adalah salah satu mahasiswa (Premis minor) Maka, Andi membayar SPP ( kesimpulan )
  • 18. Penalaran Induktif: * Setiap kambing yang diamati ditemukan memiliki tanduk * Jadi, bisa disimpulkan bahwa setiap kambing bertanduk
  • 19. Pendekatan Ilmiah Pendekatan ilmiah merupakan gabungan antara penalaran induktif dan deduktif. Kerlinger [1] memberi definisi pendekatan ilmiah sebagai ” penyelidikan yang sistematik, terkontrol dan bersifat empiris atas suatu relasi fenomena alam”. Dengan kata lain pendekatan ilmiah adalah proses berpikir dimana kita bergerak secara induktif dari pengamatan menuju pembentukan hipotesis dan kemudian berbalik secara deduktif membuat verifikasi atas hipotesis kita tadi kepada penerapan logisnya [1] Kerlinger (1989)
  • 20. Sifat Pendekatan Ilmiah sistematik dan terkontrol karena menggunakan dua penalaran, yaitu induktif dan deduktif. empiris yang menghendaki validasi atas semua keyakinan subjektif seseorang. self-correcting , yang berarti bahwa prosedur yang sistematis dan terkontrol tersebut memungkinkan seseorang terhindar dari kesalahan yang signifikan tatkala menggunakan proses pendekatan ilmiah ini untuk memecahkan masalah dalam kehidupan.
  • 21. PENELITIAN Suatu kegiatan yang menggunakan pendekatan ilmiah sebagai prinsip kerjanya. Ia merupakan suatu proses pencarian kebenaran melalui prosedur ilmiah dan berdasarkan dukungan data.
  • 22. ALUR PROSES PENELITIAN PERUMUSAN MASALAH ( RESEARCH PROBLEM ) PENGUMPULAN DATA ( DATA COLLECTION ) ANALISIS DATA (Data Analysis) PENAFSIRAN DATA (Data (Interpretation)
  • 23. Menentukan rumusan masalah/fokus penelitian Tujuan tercapai Cari prosedur Analisis data Kajian Pustaka Bagaimana mencapai tujuan ? Tentukan Data Susun Teknik Pengumpulan data Deskripsikan tujuan MANFAAT PENELITIAN Rumusan masalah Pastikan kemungkinan Bisa dilakukan/tidak
  • 24. Melakukan Kajian Pustaka Tujuan tercapai Analisis data Kajian pustaka Bagaimana mencapai tujuan ? Data Teknik Pengumpulan data Pengumpulan sumber Buat posisi Pengkajian teori Kerangka teoretik
  • 25. Menentukan jenis data Tujuan tercapai Analisis data Kajian Pustaka Bagaimana mencapai tujuan ? Tentukan Data Teknik Pengumpulan data Data Angka/ Diskripsi kata Sumber nya? Cari
  • 26. Membuat instrumen Tujuan tercapai Analisis Data Kajian Pustaka Bagaimana mencapai tujuan ? Data Teknik Pengumpulan data Instrumen siap Tentukan instrumen Validasi instrumen
  • 27. Melakukan Analisis Data Penyajian data Bulan 1 Tujuan tercapai Analisis Data Kajian Pustaka Bagaimana mencapai tujuan ? Data Tekinik Pengumpulan data Reduksi data Kesimpulan sementara Bulan 2 Bulan 3, dst Penyajian data Reduksi data Kesimpulan semetara
  • 28. Paradigma penelitian Pengertian Paradigma: seperangkat keyakinan mendasar yang memandu tindakan-tindakan kita, baik kegiatan keseharian maupun dalam penyelidikan ilmiah. - a set of assumptions (serangkaian asumsi) - beliefs (asumsi yang “dianggap” benar).
  • 29. PARADIGMA ILMU Positivisme, Postpositivisme (yang kemudian disebut sebagai Classikal Paradigm atau Conventionalism Paradigm), Critical theory (Realism) dan Constructivism
  • 30. Positivisme dan Postpositivisme menempatkan ilmu sosial seperti ilmu-ilmu alam, yaitu suatu metode yang terorganisir untuk mengkombinasikan “deductive logic” dengan pengamatan emperis, guna secara probabilistik menemukan atau memperoleh konfirmasi tentang hukum sebab-akibat yang bisa digunakan untuk memprediksi pola-pola umum gejala sosial tertentu.
  • 31. Paradigma konstruktivisme (interpretatif) memandang ilmu sosial sebagai analisis sistematis terhadap “social meaningful action” melalui pengamatan langsung dan terperinci terhadap pelaku sosial dalam setting kehidupan sehari-hari yang wajar atau alamiah, agar mampu memahami dan menafsirkan bagaimana para pelaku sosial yang bersangkutan menciptakan dan memelihara/ mengelola dunia sosial mereka.
  • 32. critical theory mentakrifkan ilmu sosial sebagai suatu proses yang secara kritis berusaha mengungkap ‘ the real structure” di balik ilusi, false needs yang ditampakkan dunia materi, dengan tujuan membantu membentuk kesadaran sosial agar memperbaiki dan mengubah kondisi kehidupan
  • 33. Paradigma Kuantitatif : berdasar paham Positivisme dan Postpositivisme Paradigma Kualitatif : berdasar paham konstruktivisme dan critical theory
  • 34. Jenis penelitian berdasar paradigmanya: Kuantitatif Kualitatif Mix-method (gabungan kuanti-kualitatif)
  • 35. Jenis penelitian berdasar tujuannya: Basic Research (Penelitian Dasar) Applied Research (Penelitian Terapan)
  • 36. Jenis Penelitian berdasar metodenya: Eksperimen Ex post facto Korelasi Survey Case Study (kualitatif)
  • 37. Jenis penelitian berdasar derajat eksplanasinya Diskriptif Eksploratif Asosiatif
  • 38. PARADIGMA PENELITIAN Kuantitatif : - inumerative induction -generalisasi -data angka (statistik) -positivist epistemology -artificial setting -terfokus pada perilaku -inquiry from outside Kualitatif : - analytic induction -transferabilitas -data kata (diskriptif-naratif) -interpretative epistemology -natural setting -terfokus pada makna -inquiry from inside
  • 39. Kuantitatif: Survey research Ex post facto Experimental study Correlational research Kualitatif: Studi kasus Etnografi Grounded research Phenomenology Studi komparasi dll
  • 40. Kombinasi kualitatif-kuantitatif Penelitian Tindakan Kelas Penelitian Pengembangan



  • 1. Pengertian Riset Riset menurut kamus Webster mempunyai arti memeriksa atau mencari kembali. Ndraha (1988) : riset memiliki arti yang lebih luas, yaitu sebagai suatu pemeriksaan atau pengujian yang teliti dan kritis dalam mencari fakta atau prinsip-prinsip penyelidikan yang tekun guna memastikan suatu hal. Riset sebagai suatu usaha untuk menemukan suatu hal menurut metode ilmiah, sehingga riset memiliki tiga unsur penting : sasaran, usaha untuk mencapai sasaran serta metode ilmiah.
  • 2. Pengetahuan Yang Ilmiah Ada beberapa cara untuk memperoleh pengetahuan yang benar, salah satunya adalah dengan menggunakan ilmu. Ilmu yang diperoleh dari hasil penelitian atau studi disebut ilmu pengetahuan. Pengetahuan disebut sebagai ilmu kalau pengetahuan itu jika sistematis, metodis dan koheren. Sistematis dalam arti pengetahuan itu disusun berdasarkan sistem tertentu. Metodis dalam arti bahwa pengetahuan itu diperoleh dan dikembangkan berdasarkan metode tertentu. Koheren dalam arti pengetahuan itu merupakan suatu kesatuan yang padu, yang masing-masing bagiannya saling mendukung sampai terbentuk suatu harmoni “tubuh pengetahuan” yang kompak.
  • 3. Pengetahuan Yang Ilmiah Ilmiah juga berarti harus memiliki kebenaran. Kebenaran relatif sifatnya, jadi harus dibedakan antara kebenaran menurut agama dan menurut kepercayaan (yang diawali dengan sikap percaya terlebih dahulu kemudian berpikir) dan kebenaran menurut secara ilmiah (yang diawali dengan berpikir terlebih dahulu kemudian percaya), Kebenaran ilmiah harus dapat dilihat bahwa ia sesuai dengan fakta dan aturan, obyektif, masuk akal, dan memiliki asumsi-asumsi. Karena kebenaran ilmiah harus sesuai dengan aturan, maka harus memiliki metode. Metode ilmiah atau sering hanya ditulis metode, dapat diartikan sebagai suatu cara atau jalan pengaturan atau pemeriksaan sesuatu. Dalam hal riset, ciri utama metode bersifat empiris, artinya keputusan-keputusan diambil berdasarkan data empiris (pengalaman yang benar). Karena metode itu juga harus benar, ilmu yang mempelajari tentang metode riset disebut dengan metodologi riset.
  • 4. Kriteria Riset Ilmiah Menurut Nazir (1988), suatu metode yang dipakai dalam penelitian adalah ilmiah kalau memenuhi kriteria sebagai berikut : Berdasarkan pada fakta, maksudnya berdasarkan fakta yang nyata bukan kira-kira, legenda-legenda dan semacamnya. Bebas dari prasangka, maksudnya bebas dari sudut pandang yang subyektif dan benar-benar berdasarkan alasan dan bukti yang lengkap dengan pembuktian yang obyektif. Menggunakan analisis, maksudnya masalah harus dicari sebab-sebabnya serta pemecahannya dengan menggunakan analisis yang logis. Menggunakan hipotesis, dimana hipotesis ini sebenarnya hanya berguna dalam hal membantu peneliti dalam hal menuntun jalan pikirannya untuk mencapai hasil penelitiannya. Menggunakan ukuran yang obyektif, maksudnya selama melakukan proses penelitian, tahapan-tahapan hasil yang dicapai dapat diukur dengan alat ukur yang obyektif. Menggunakan teknik kuantifikasi, maksudnya dalam pemakaian data yang masih dapat dikuantifikasikan, penghitungan kuantitas harus dilakukan.
  • 5. Langkah-langkah Riset Mendefinisikan Masalah Melakukan Studi Kepustakaan Memformulasikan Hipotesis Menentukan Model Mengumpulkan Data Mengolah dan Menyajikan Informasi Menganalisis dan Menginterpretasi Membuat Generalisasi dan Kesimpulan Membuat Laporan

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Kami