Jumat, 01 Oktober 2010

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Pengolahan Data
Pengolahan data adalah manipulasi atau transformasi simbol-simbol seperti angka dan abjad untuk tujuan meningkatkan kegunaannya.
Sistem informasi akuntansi
Tugas pengolahan data dilaksanakan oleh sistem informasi akuntansi ( SIA ) yang mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi pemakai di dalam maupun di luar perusahaan.
Arus informasi ke lingkungan penting untuk dipahami. SIA adalah satu-satunya CBIS yang bertanggungjawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan. SIA bertanggungjawab untuk menyediakan informasi bagi tiap elemen lingkungan, kecuali pesaing.

Model Sistem Informasi Akuntansi
SIA melaksanakan empat tugas dasar pengolahan data :
Pengumpulan data
Sistem pengolahan data mengumpulkan data yang menjelaskan setiap tindakan internal perusahaan dan transaksi lingkungan perusahaan.
Manipulasi data
Data perlu dimanipulasi untuk menggunkannnya menjadi informasi. Operasi manipulasi data meliputi :
•    Pengklasifikasian. Elemen-elemen data tertentu dalam catatan digunakan sebagai kode. Di bidang komputer, kode adalah satu atau beberapa karakter yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan catatan.
•    Penyortiran. Catatan-catatan disusun sesuai urutan tertentu berdasarkan kode atau elemen data lain.
•    Penghitungan. Operasi aritmetika dan logika dilaksanakan pada elemen-elemen data untuk menghasilkan elemen-elemen data tambahan.
•    Pengikhtisaran. Terdapat begitu banyak data yang perlu disintesis, atau disarikan, menjadi bentuk total, subtotal, rata-rata, dan seterusnya.
Penyimpanan data
Tiap transaksi dijelaskan oleh beberapa elemen data. Seluruh data ini harus disimpan di suatu tempat hingga diperlukan, dan itulah tujuan penyimpanan data. Data disimpan pada mendia penyimpanan sekunder, dan file dapat dimigrasikan secara logika untuk membentuk suatu database. Secara umum, sebagian besar data dalam database adalah data akuntansi.
Penyimpanan dokumen
SIA menghasilkan output perorangan dan organisasi baik di dalam dan di luar perusahaan. Output tersebut dipicu dalam dua cara :
•    Oleh suatu tindakan. Output dihasilkan jika sesuatu terjadi.
•    Oleh jadwal waktu. Output dihasilkan pada saat tertentu.
Umumnya output berbentuk dokumen kertas. Namun, semakin banyak yang menggunakan tampilan layar.
Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi
Ada beberapa karakteristik pengolahan data yang jelas membedakan SIA dari subsistem CBIS yang lain, SIA :
•    Melaksanakan tugas yang diperlukan. Perusahaan diharuskan oleh undang-undang untuk memelihara catatan kegiatannya. Elemen-elemen dalam lingkungan seperti pemerintah, pemegang saham dan pemilik, serta masyarakat keuangan menuntut perusahaan agar melakukan pengolahan data. Manajemen pasti menerapkan SIA sebagai cara mencapai dan menjaga pengendalian.
•    Berpegang pada prosedur yang relatif standar. Peraturan dan praktik yang diterima menentukan cara pelaksanaan pengolahan data. Segala jenis organisasi mengolah datanya dengan cara yang pada dasarnya sama.
•    Menangani data yang rinci. Karena berbagai catatan pengolahan data menjelaskan kegiatan perusahaan secara rinci, catatan tersebut menyediakan jejak audit.
•    Terutama berfokus historis. Data yang dikumpulkan oleh SIA umumnya menjelaskan apa yang terjadi di masa lampau. Ini terutama terjadi jika pengolahan data berkelompok digunakan.
•    Menyediakan informasi pemecahan masalah yang minimal. SIA menghasilkan sebagian output informasi bagi para manajer perusahaan. Laporan akuntansi standar seperti laporan laba rugi dan neraca merupakan contohnya.
Contoh Sistem Informasi Akuntansi
Suatu contoh yang baik dari SIA adalah sistem yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan distribusi, misalnya perusahaan yang mendistribusikan produk atau jasanya kepada pelanggan atau disebut sistem distribusi.

Gambaran ringkas sistem
Elemen-elemen lingkungan dari sistem distribusi mencakup pelanggan, pemasok, gudang, material, dan manajemen. Dalam terminologi DFD, istilah lingkungan dapat diterapkan pada sistem yang didokumentasikan. Karena alasan inilah, sebagian elemen lingkungan, seperti manajemen dan gudang material, berada di dalam perusahaan.
Pesanan yang diterima perusahaan dari pelanggannya umumnya disebut pesanan penjualan, dan pesanan yang dibuat perusahaan pada pemasoknya disebut pesanan pembelian. Kadang-kadang perusahaan akan menerima dahulu komitmen lisan dari pemasoknya sebelum pesanan pembelian disiapkan. Perusahaan sering harus mengirimkan nota penolakan pesanan penjualan kepada para pelanggannya mungkin karena peringkat kredit mereka buruk. Baik perusahaan maupun pemasok menggunakan faktur untuk mengingatkan pelanggannya jumlah hutang mereka, dan pernyataan untuk mengumpulkan tagihan-tagihan yang belum dibayar. Akhirnya, baik perusahaan maupun para pelanggannya harus membuat pernyataan untuk pembelian mereka.
Subsistem utama sistem distribusi
Sistem yang memenuhi pesanan pelanggan
Sistem pemasukan pesanan ( order entry system ) memasukkan pesanan pelanggan ke dalam sistem, sistem persediaan ( inventory system ) memelihara catatan persediaan, sistem penagihan ( billing system ) menyiapkan faktur kepada pelanggan, dan sistem piutang dagang ( account receivable system ) mengumpulkan uang dari pelanggan.
Sistem yang mengisi kembali persediaan
Sistem pembelian mengeluarkan pesanan pembelian persediaan yang diperlukan kepada pemasok, sistem penerimaan menerima persediaan tersebut, dan sistem hutang dagang melakukan pembayaran.
Sistem yang melaksanakan proses buku besar
Sistem buku besar adalah sistem sistem akuntansi yang mengkombinasikan data dari berbagai sistem akuntansi lain untuk tujuan menyajikan gambaran keuangan gabungan dari operasi perusahaan. Sistem ini memiliki dua subsistem. Subsistem pemeliharaan buku besar membukukan catatan-catatan yang menjelaskan berbagai tindakan dan transaksi ke dalam buku besar. Subsistem penyiapan laporan menggunakan isi buku besar untuk menyiapkan laporan manajerial.



Pemenuhan pesanan pelanggan
Pemasukan pesanan
Edit data pesanan
Perusahaan menggunakan formulir pesanan penjualan untuk mencatat data yang diperlukan untuk  memproses pesanan pelanggan. Pesanan penjualan yang diterima dari pelanggan diperiksa untuk menemukan data yang hilang atau salah.
Menghitung pemeriksaan kredit
Salah satu pendekatan untuk melaksanakan pemeriksaan kredit adalah dengan mempertimbangkan dampak jumlah pesanan terhadap jumlah piutang pada pelanggan tersebut. Piutang dagang adalah jumlah yang merupakan hak perusahaan yang berasal dari penjualan sebelumnya. Jumlah piutang disimpan dalam file piutang dagang, tetapi kita juga menyertakan data itu dalam suatu file khusus, yang disebut file kredit pelanggan, yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan kredit. Batas kredit pelanggan juga terdapat dalam file kredit pelanggan.
Log pesanan
Log pesanan digunakan untuk menindaklanjuti pesanan untuk memastikan bahwa pesanan telah dipenuhi. Log pesanan berisi elemen-elemen data seperti nomor pelanggan, nomor pesanan pelanggan, tanggal pesanan pelanggan, dan tanggal pesanan diterima. Pesanan-pesanan dalam file itu dinamakan pesanan terbuka.
Menandai pesanan yang telah dipenuhi
Catatan-catatan untuk log pesanan untuk pesanan yang telah dipenuhi diberi tanda tangan menasukkan tanggal pemenuhan untuk menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memenuhi pesanan. Informasi ini berharga bagi para manajer.
Persediaan
Memeriksa saldo persediaan
Catatan jenis barang untuk jenis barang yang dipesan diambil dari file persediaan. File saldo persediaan dari catatan tersebut dibandingkan dengan jumlah pesanan dari catatan pesanan yang diterima untuk melihat apakah tersedia cukup persediaan untuk memenuhi pesanan. Untuk pesanan yang tidak dapat dipenuhi , catatan pesanan yang tertunda dimasukkan ke dalam file pesanan yang tertunda.
Memeriksa titik pemesanan kembali
Titik pemesanan kembali adalah jumlah persediaan yangmemicu kegiatan pengisian kembali persediaan. Saat saldo persediaan turun mencapai titik pemesanan kembali, tiba waktunya untuk memesan kembali. Titik pemesanan kembali ditetapkan cukup tinggi sehingga pasokan yang baru akan diterima sebelum semua persediaan habis.
Menambahkan jenis barang yang diterima
Proses diatas akan mengurangi saldo persediaan ketika pesanan dipenuhi. Proses yang lain meningkatkan saldo ketika pengisian kembali persediaan diterima dari pemasok.
Menyediakan data buku besar
Nilai persediaan disertakan sebagai aktiva di dalam neraca. Langkah ini mengambil data yang diperlukan sistem buku besar dari file persediaan, dan meneruskannya ke sistem itu dalam bentuk arus data buku besar persediaan.
Penagihan
Mendapatkan data pelanggan
Data pelanggan mencakup elemen-elemen seperti nama dan alamat, petunjuk pengiriman, dan nomor wiraniaga. Elemen-elemen ini akan dicetak pada faktur dan dokumen lain seperti laporan manajemen.
Menyiapkan faktur
Penyiapan faktur mensyaratkan agar tiap baris atau jenis barang yang tertera pada formulir, diperluas dengan mengalikan harga dengan kuantitas. Penghitungan lain mencakup mengakumulasikan jumlah total untuk semua jenis barang, dan mungkin menghitung pajak penjualan.
Piutang dagang
Menambahkan piutang baru
Catatan-catatan ditambah ke file piutang dagang segera setelah penagihan. Pesanan yang ditagih menjadi pemicu setiap hari.
Menghapuskan piutang yang telah dibayar
Demikian pula, catatan-catatan dihapus dari file piutang dagang untuk mencerminkan pembayaran oleh pelanggan.
Menyiapkan pernyataan
Setiap bulanan, file piutang dagang digunakan untuk menyiapkan pernyataan. Suatu pernyataan berisi satu baris untuk tiap faktur yang belum dibayar.
Menyediakan data buku besar
Secara bulanan, sistem piutang menyediakan data buku besar piutang bagi sistem buku besar yang muncul di neraca sebagai aktiva.


Pengisian kembali persediaan
Tiga sistem yang bekerja untuk memesan , menerima dan membayar pengisian kembali persediaan adalah pembelian, penerimaan, dan hutang dagang.
Pembelian
Departemen pembelian terdiri dari sejumlah pembeli yang bertanggungjawab memilih pemasok untuk pengisian kembali persediaan dan merundingkan pengaturannya seperti harga dan tanggal pengiriman.
Memilih pemasok
Pembeli memutuskan pemasok mana yang harus dipertimbangkan untuk pengisian kembali persediaan, dengan menggunakan data dari file pemasok dan mungkin dari sumber-sumber lain.
Mendapatkan komitmen lisan
Ketika pembeli menentukan pemasok mana yang merupakan calon terbaik, mereka dihubungi melalui telepon atau mungkin melalui jaringan komunikasi data dengan maksud mencapai suatu persetujuan.
Menyiapkan pesanan pembelian
Pembeli kemudian menggunakan terminalnya untuk mulai mempersiapkan pesanan pembelian.
Menutup pesanan pembelian
Jika pesanan telah dipenuhi, perlu menghapus catatan dari file pesanan pembelian terbuka. Sinyal ini datang dari sistem penerimaan dalam bentuk arus data pesanan pembelian yang terpenuhi. Catatan-catatan pesanan pembelian yang dihapus disimpan dalam file historis pesanan pembelian.
Penerimaan
Sistem penerimaan bertanggungjawab memperbarui sistem konseptual perusahaan untuk mencerminkan pengisian kembali persediaan dari pemasok.
Proses penerimaan
Sistem pembelian memberitahukan sistem penerimaan mengenai penerimaan yang akan terjadi dengan arus data pesanan pembelian yang dikeluarkan. Petugas penerimaan memproses tanda terima ( slip pengepakan ) dengan menggunakan terminal yang berada di area penerimaan untuk memanggil data barang yang dibeli dari file barang yang dibeli. Dengan menggunakan data yang ditampilkan, petugas membandingkan elemen data pada slip pengepakan, nomor pesanan pembelian perusahaan, nomor jenis barang, serta jumlahnya.

Memberitahukan sistem lain
Informasi penerimaan terdiri dari semua elemen data yang akan digunakan oleh sistem lain. Arus data barang yang diterima diarahkan ke sistem persediaan untuk memberitahukan nomor jenis barang dan jumlahnya yang akan digunakan untuk memperbarui file persediaan. Arus data pesanan pembelian yang terpenuhi diarahkan ke sistem pembelian untuk menutup pesanan pembelian yang terbuka.
Hutang dagang
Sistem hutang dagang bertanggungjawab untuk membayar  pembelian kepada pemasok.
Membuat catatan hutang kepada pemasok
Catatan-catatan ditambahkan pada file hutang dagang ketika arus data kewajiban yang terjadi diterima dari sistem pembelian.
Membayar pada pemasok
Faktur pemasok dan pernyataan pemasok dimasukkan ke dalam file faktur dan pernyataan untuk  disimpan sampai dilakukan pembayaran. Pembayaran dilakukan jika ketiga kondisi di atas telah dipenuhi.
Menghapus hutang yang telah dibayar
Saat dilakukan pembayaran pada pelanggan, catatan yang berkaitan dihapuskan dari file hutang dagang dan ditambahkan pada file hutang yang telah dibayar.
Menyediakan data buku besar
Sistem hutang dagang menyediakan data bagi sistem buku besar. Hutang muncul sebagai kewajiban di neraca.
Peran Sistem Informasi Akuntansi Dalam Pemecahan masalah
Pertama, SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk laporan akuntansi standar. Laporan ini sangat berharga dalam area keuangan dan pada tingkat manajemen puncak.
Kedua, SIA menyediakan database yang kaya yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah. Database menyediakan banyak input bagi subsistem CBIS lain, terutama SIM san DSS, dan sedikit bagi sistem berbasis pengetahuan.
»»  Baca Lebih Lanjut...

ISO 9000 & QS 9000

ISO 9000
ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk sistem manajemen mutu (SMM). ISO 9000 yang dirumuskan oleh TC 176 ISO, yaitu organisasi internasional di bidang standarisasi.
•    adanya satu set prosedur yang mencakup semua proses penting dalam bisnis;
•    adanya pengawasan dalam proses pembuatan untuk memastikan bahwa sistem menghasilkan produk-produk berkualitas;
•    tersimpannya data dan arsip penting dengan baik;
•    adanya pemeriksaan barang-barang yang telah diproduksi untuk mencari unit-unit yang rusak, dengan disertai tindakan perbaikan yang benar apabila dibutuhkan;
•    secara teratur meninjau keefektifan tiap-tiap proses dan sistem kualitas itu sendiri.
Sebuah perusahaan atau organisasi yang telah diaudit dan disertifikasi sebagai perusahaan yang memenuhi syarat-syarat dalam ISO 9001 berhak mencantumkan label "ISO 9001 Certified" atau "ISO 9001 Registered".

Sertifikasi terhadap salah satu ISO 9000 standar tidak menjamin kualitas dari barang dan jasa yang dihasilkan. Sertifikasi hanya menyatakan bahwa bisnis proses yang berkualitas dan konsisten dilaksanakan di perusahaan atau organisasi tersebut.
Walaupan standar-standar ini pada mulanya untuk pabrik-pabrik, saat ini mereka telah diaplikasikan ke berbagai perusahaan dan organisasi, termasuk perguruan tinggi dan universitas
ISO 9000 mencakup standar-standar di bawah ini:
•    ISO 9000 - Quality Management Systems - Fundamentals and Vocabulary: mencakup dasar-dasar sistem manajemen kualitas dan spesifikasi terminologi dari Sistem Manajemen Mutu (SMM).
•    ISO 9001 - Quality Management Systems - Requirements: ditujukan untuk digunakan di organisasi manapun yang merancang, membangun, memproduksi, memasang dan/atau melayani produk apapun atau memberikan bentuk jasa apapun. Standar ini memberikan daftar persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah organisasi apabila mereka hendak memperoleh kepuasan pelanggan sebagai hasil dari barang dan jasa yang secara konsisten memenuhi permintaan pelanggan tersebut. Implementasi standar ini adalah satu-satunya yang bisa diberikan sertifikasi oleh pihak ketiga.
•    ISO 9004 - Quality Management Systems - Guidelines for Performance Improvements: mencakup perihal perbaikan sistem yang terus-menerus. Bagian ini memberikan masukan tentang apa yang bisa dilakukan untuk mengembangkan sistem yang telah terbentuk lama. Standar ini tidaklah ditujukan sebagai panduan untuk implementasi, hanya memberikan masukan saja.
Masih banyak lagi standar yang termasuk dalam kumpulan ISO 9000, dimana banyak juga diantaranya yang tidak menyebutkan nomor "ISO 900x" seperti di atas. Beberapa standar dalam area ISO 10000 masih dianggap sebagai bagian dari kumpulan ISO 9000. Sebagai contoh ISO 10007:1995 yang mendiskusikan Manajemen Konfigurasi dimana di kebanyakan organisasi adalah salah satu elemen dari suatu sistem manajemen.
ISO mencatat "Perhatian terhadap sertifikasi sering kali menutupi fakta bahwa terdapat banyak sekali bagian dalam kumpulan standar ISO 9000. Suatu organisasi akan meraup keuntungan penuh ketika standar-standar baru diintegrasikan dengan standar-standar yang lain sehingga seluruh bagian ISO 9000 dapat diimplementasikan".
Sebagai catatan, ISO 9001, ISO 9002 dan ISO 9003 telah diintegrasikan menjadi ISO 9001. Kebanyakan, sebuah organisasi yang mengumumkan bahwa dirinya "ISO 9000 Registered" biasanya merujuk pada ISO 9001.
Terdapat banyak alasan mengapa organisasi berkeinginan mengambil sertifikasi ISO 9001:2008 ini. Meskipun demikian, banyak terjadi kekeliruan dalam menerapkan sistem tersebut sehingga keuntungan-keuntungan yang diharapkan dari sistem ini tidak optimal. Berikut adalah 10 (sepuluh) kekeliruan yang paling sering terjadi saat menerapkan SMM ISO 9001 tersebut:
1.    Dasar alasan mengambil sertifikasi adalah sekedar prestise, bukan untuk peningkatan keuntungan bisnis jangka panjang,
2.    Tidak ada komitmen dari pimpinan puncak,
3.    Penyediaan sumber daya pendukung tidak memadai,
4.    Gagal dalam memperlakukan konsep perubahan sebagai proses berjalan, bukan sebagai proyek sekali jadi,
5.    Penetapan batasan waktu yang tidak realistis,
6.    Gagal dalam menerapkan sistem ini ke organisasi secara keseluruhan karena menganggap sistem ini hanya cocok untuk fungsi-fungsi operasional seperti manufaktur,
7.    Gagal dalam memberikan pelatihan yang memadai kepada personil mengenai cara bagaimana menerapkan perubahan,
8.    Mendokumentasikan SMM ISO 9001 sebelum sistem ini didefinisikan dan didesain secara tepat dalam organisasi,
9.    Meyakini bahwa penerapan hanya sebatas dokumentasi prosedur-prosedur, bukan untuk peningkatan hasil-hasil
10.    Penerapan sistem ini dilakukan sebelum dilakukan pemeriksaan dan peninjauan yang seksama terhadap sistem yang ada

QS 9000
Pada tahun 1994 tiga perusahaan manufaktur otomotif besar dunia (Chrysler Corporation, Ford Motor Company, dan General Motors Corporation) melakukan sinkronisasi terhadap penilaian sistem mutu dari para pemasoknya. Sinkronisasi ini dirasakan perlu oleh ketiga perusahaan besar tersebut, mengingat produk kendaraan bermotor adalah salah satu produk yang memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dan memerlukan pemasok (baik material maupun sub-komponen) yang jumlahnya cukup besar. Pada awalnya perusahaan manufaktur otomotif menggunakan sistem yang berbeda satu sama lain didalam melakukan pemantauan terhadap kinerja para pemasoknya.
Proses pembentukan standar sistem mutu QS-9000 diawali dengan dibentuknya Automotive Industry Action Group (AIAG), pada tahun 1995. Ketiga perusahaan manufaktur otomotif tersebut diatas bersama lima perusahaan manufaktur truk terbesar menyusun persyaratan sistem mutu bagi para pemasoknya, yang mereka namakan QS-9000.
Apa itu QS-9000?
QS-9000 adalah kependekan dari "Quality System Requirement QS-9000". Standar ini pada dasarnya berisikan persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pemasok dari ketiga OEM (Original Equipment Manufacturer) diatas. Struktur dari QS-9000 adalah mengacu kepada standar sistem manajemen mutu ISO-9001 versi tahun 1994. Namun demikian telah ditambahkan beberapa persyaratan yang berkaitan dengan kebutuhan industri manufaktur otomotif, khususnya pada bagian Perencanaan Mutu dan Pengendalian Proses.
Penggunaan QS-9000
Penerapan dari standar QS-9000 dapat dilakukan pada berbagai jenis perusahaan pemasok, baik berupa perusahaan manufaktur (manufaktur suku cadang) maupun perusahaan jasa (pengecatan, pengujian). Penekanan pada standar QS-9000 adalah pada tindakan pencegahan produk gagal dan pemborosan pada proses mata rantai pemasok. Sehingga umumnya perusahaan yang membutuhkan standar ini adalah yang memiliki konsumen berupa dunia industri. Apabila perusahaan yang menjual produknya langsung kepada konsumen perorangan secara langsung, maka penerapan standar ISO-9001 akan lebih tepat.
Pada saat ini kebutuhan akan standar sistem mutu QS-9000 ini bukan saja terbatas pada perusahan pemasok industri otomotif. Tetapi juga dibutuhkan oleh para pemasok industri elektronik. Sama halnya dengan dunia industri otomotif, maka dunia industri elektronik umumnya juga berkaitan dengan para pemasok komponen dasar dari produk akhir elektronik tersebut. Misalkan industri pembuat komputer, maka dia akan berhubungan dengan para industri pemasok komponen komputer, a.l.: produsen power supply, IC, microprocessor, dll.
Proses Sertifikasi QS-9000
Walaupun standar QS-9000 bukan dikeluarkan oleh ISO (International Standard Organisation) seperti halnya ISO-9001. Untuk mendapatkan sertifikat QS-9000 juga melalui proses audit sertifikasi yang dilakukan oleh badan sertifikasi. Dengan adanya pengakuan dari badan sertifikasi internasional tersebut, maka tentunya sertifikat QS-9000 tersebut adalah worldwide. Secara umum tahapan proses yang harus dilalui oleh suatu perusahaan untuk memperoleh sertifikat QS-9000 sama dengan ISO-9001.
»»  Baca Lebih Lanjut...

SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR

Komputer Sebagai Bagian dari Sistem Fisik
Telah banyak yang dicapai dalam penggunaan mesin yang dikendalikan komputer di area produksi. Mesin-mesin ini dapat melakukan tugas yang semula dilakukan oleh para pekerja. Mesin-mesin ini berbiaya lebih rendah daripada para pekerja dan mampu berkinerja lebih baik dalam beberapa hal. Usaha untuk mengotomatisasi pabrik pada awalnya ditentang dari serikat buruh. Namun, lambat laun tentangan itu berkurang karena perusahaan harus memanfaatkan teknologi komputer jika ingin bertahan dalam pasar dunia.
Computer Aided Design ( CAD )
CAD melibatkan penggunaan komputer untuk membantu rancangan produk yang akan dimanufaktur. CAD pertama-tama muncul dalam industri dirgantara sekitar tahun 1960-an dan kemudian diadopsi oleh pembuat mobil. CAD kemudian digunakan untuk merancang segala sesuatu dari struktur rumit dari bangunan, jembatan, hingga bangunan-bangunan rumit.
Computer Aided Manufacturing ( CAM )
CAM adalah penerapan komputer dalam proses produksi. Mesin produksi khusus yang dikendalikan komputer seperti bor dan mesin bubut menghasilkan produk sesuai spesifikasi yang diperoleh dari database rancangan. Sebagian mesin produksi memiliki build-in microprocessors, dan sebagian dikendalikan oleh komputer mini. Satu komputer mini dapat mengendalikan beberapa mesin produksi sekaligus.
Robotik
Robotik melibatkan penggunaan robot industrial ( IR ), alat yang secara otomatis melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam proses manufaktur. Robot industrial diperkenalkan dalam industri mobil sekitar tahun 1974, dan seperti CAD dan CAM, menyebar ke banyak industri lain. Aplikasi robotik yang populer adalah pengisian bahan baku ke dalam peralatan mesin yang diotomatisasi oleh CAM.

Komputer Sebagai Bagian dari Sistem Informasi
Sistem Titik Pemesanan Kembali ( ROP )
Setelah komputer pertama diterapkan secara berhasil dalam area akutansi, komputer diberikan tugas mengendalikan persediaan. Pendekatan yang paling sederhana adalah pendekatan relatif, yaitu menunggu hingga saldo suatu jenis barang mencapai tingkat tertentu dan kemudian memicu pesanan pembelian atau suatu proses produksi. Tingkat barang yang berfungsi sebagai pemicu disebut titik pemesanan kembali, dan sistem yang mendasarkan keputusan pembelian pada titik pemesanan kembali disebut sistem titik pemesanan kembali.
Perusahaan mengantisipasi kehabisan persediaan dan melakukan pesanan pada pemasok ketika saldo mencapai titik pemesanan kembali. Sebagai ukuran berjaga-jaga disisihkan sejumlah persediaan yang disebut safety stock.
Material Requirements Planning ( MPR )
MRP adalah suatu strategi material proaktif. MRP melihat ke masa depan dan mengidentifikasi material yang akan diperlukan, jumlahnya, dan tanggal diperlukannya.
MRP memungkinkan perusahaan mengelola materialnya secara lebih baik. Perusahaan dapat menghindari kehabisan persediaan yang disebabkan oleh menunggu hingga menit terakhir dan menyadari bahwa persediaan yang dipesan tidak tersedia. Selain itu, dengan mengetahui kebutuhan material di masa depan, perusahaan dapat merundingkan perjanjian pembelian dengan pemasok.
Manufacturing Resource Planning ( MRP II )
Sistem MRP II mengintegrasikan semua proses di dalam manufaktur yang berhubungan manajemen material. MPR II dapat menyediakan informasi bagi sistem informasi eksekutif dam bagi sistem informasi fungsional lain. MRP II juga bertukar data dengan subsistem informasi akuntansi yang terlibat dalam arus material, seperti pemasukan pesanan, penagihan, piutang dagang, pembelian, penerimaan, hutang dagang, dan buku besar.
Manfaat MRP II
•    Penggunaan sumber daya yang lebih efisien
•    Perencanaan prioritas yang lebih baik
•    Pelayanan pelanggan yang meningkat
•    Semangat kerja pegawai meningkat
•    Informasi manajemen yang lebih baik
Pendekatan Just-In-Time
Pendekatan JIT menjaga arus material melalui pabrik hingga minimum dengan menjadwalkan agar tiba di stasiun kerja tepat pada waktunya.
JIT mencoba meminimumkan biaya persediaan dengan memproduksi pada jumlah yang lebih sedikit. Ukuran lot ideal dalam sistem JIT adalah satu. Unit tunggal akan bergerak dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja lain hingga produk itu selesai.
Waktu adalah kunci sistem JIT. Pasokan bahan baku tiba dari pemasok tepat sebelum produksi dijadwalkan untuk mulai. Bahan baku mulai memasuki jalur perakitan. Pekerja pertama menyelesaikan langkah produksi pertama dan menyisihkan barang itu. Pekerja selanjutnya memungut barang tersebut dan melakukan langkah kedua. Proses ini terus berlanjut dari satu langkah produksi ke yang lain. Jika pekerja siap untuk barang selanjutnya, ia  memberi tanda pada pekerja sebelumnya. Kanban, istilah bahasa Jepang untuk kartu atau catatan digunakan untuk memberi tanda tersebut.

Model Sistem Informasi Manufaktur















Subsistem Input
Sistem Informasi Akuntansi
Tugas pengumpulan data yang menjelaskan operasi produksi paling baik dilaksanakan dengan menggunakan terminal pengumpulan data. Pegawai produksi memasukkan data ke dalam terminal dengan menggunakan kombinasi media yang dapat dibaca mesin dan keyboard. Media tersebut paling sering berbentuk dokumen dengan bar codes yang dapat dibaca secara optis. Media lain meliputi dokumen dengan tanda pensil yang dapat dibaca secara optik, dan kartu plastik dengan garis-garis catatan yang dapat dibaca secara magnetis. Setelah dibaca, data tersebut ditransmisikan ke komputer pusat untuk memperbarui database sehingga mencerminkan status terkini sistem fisik.

Subsistem Industrial Engineering
Industrial Engineering merupakan analisis sistem yang terlatih khusus yang mempelajari operasi manufaktur dan membuat saran-saran perbaikan. IE mengkhususkan diri dalam rancangan dan operasi sistem fisik tetapi juga memahami sistem konseptual. IE dapat merupakan seorang anggota tim proyek yang mengembangkan sistem pengumpulan data dan tiap subsistem output.
Subsistem Intelejen Manufaktur
Subsistem intelejen manufaktur membuat manajemen manufaktur tetap mengetahui perkembangan terakhir mengenai sumber-sumber pekerja, material dan mesin.
Informasi pekerja
Manajer manufaktur sangat memperhatikan serikat pekerja yang mengorganisasikan para pekerja perusahaan. Jika para pekerja memilih untuk berserikat, suatu kontrak menjelaskan harapan dan kewajiban baik perusahaan maupun serikat. Informasi yang menjelaskan kinerja aktual dari kedua pihak harus dikumpulkan sehingga manajemen dapat memastikan bahwa syarat-syarat dalam kontrak terpenuhi.
Informasi pemasok
Sebagian besar departemen pembelian memiliki beberapa pembeli yang mengkhususkan diri dalam memperoleh material kelas tertentu. Pemilihan pemasok terbaik merupakan elemen kunci dalam mencapai efisiensi dan kualitas produksi. Material yang dipesan harus tiba sesuai jadwal dan dengan tingkat kualitas yang diharapkan.

Susbsistem Output
Subsistem Produksi
Subsistem produksi menyediakan gambaran bagi manajemen tidak hanya rencana-rencana produksi tetapi juga status saat ini. Manajer yang ingin menentukan status dari suatu pekerjaan dapat bertanya pada database.
Subsistem Persediaan
Manajemen manufaktur selalu bertanggungjawab atas persediaan bahan baku dan barang dalam proses. Dalam banyak kasus, perusahaan bertanggungjawab atas persediaan barang jadi.
Pentingnya tingkat persediaan
Tingkat persediaan perusahaan sangat penting karena menggambarkan investasi yang besar. Uang yang tertanam dalam persediaan tidak dapat digunakan untuk hal-hal lain. Tingkat suatu barang tertentu terutama dipengaruhi oleh jumlah unit yang dipesan dari pemasok setiap kalinya. Tingkat persediaan rata-rata dapat diperkirakan separuh kuantitas pesanan ditambah safety stock.
Biaya pemeliharaan
Biaya pemeliharaan, atau biaya penyimpanan, biasanya dinyatakan sebagai persentase biaya tahunan dari barang, dan biaya tersebut mencakup faktor-faktor seperti kerusakan, pencurian, keusangan, pajak, dan asuransi. Suatu karakteristik penting dari biaya pemeliharaan adalah kenyataan bahwa biaya itu berbanding lurus dengan tingkat persediaan.
Biaya pembelian
Perusahaan berusaha meminimumkan biaya pemeliharaan dengan menjaga agar tingkat persediaannya rendah. Salah satu cara untuk melakukannya adalah memesan dalam kuantitas kecil, dan ini mungkin akan selalu menjadi tujuan yang baik jika biaya yang lain tidak meningkat seiring menurunnya kuantitas pesanan. Biaya yang meningkat ini adalah biaya pembelian, yang mencakup biaya yang terjadi pada saat material dipesan, seperti waktu pembelian, biaya telepon, biaya sekretaris, biaya formulir pesanan pembelian, dan sebagainya.
Kuantitas pemesanan ekonomis ( EOQ )
EOQ menyeimbangkan biaya pemeliharaan dan pembelian serta mengidentifikasi biaya kombinasi terendah.EOQ ditetapkan untuk tiap barang dalam persediaan bahan baku dan disertakan sebagai suatu elemen data dalam catatan persediaan. EOQ digunakan untuk memesan pengisian kembali persediaan dari pemasok.
Kuantitas manufaktur ekonomis ( EMQ )
EMQ menyeimbangkan biaya penyimpanan persediaan dengan biaya ketidakefisienan produksi. EMQ digunakan untuk memesan pengisian kembali persediaan dari fungsi manufaktur perusahaan sendiri. Melalui penggunaan praktek manajemen persediaan ilmiah yang menyatukan konsep seperti EOQ dan EMQ, subsistem persediaan dapat memampukan perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dalam bentuk pengurangan biaya persediaan.
Subsitem Kualitas
Suatu pandangan tentang kualitas yang paing sederhana, namun menangkap pemikiran muktahir dalam bisnis, mendefinisikan kualitas sebagai kesesuaian dengan spesifikasi pelanggan.

Total quality management ( TQM )
Pendekatan menuju manajemen kualitas strategis yang mendapatkan paling banyak perhatian saat ini adalah TQM, sehingga perusahaan unggul dalam semua dimensi produk dan jasa yang penting bagi pelanggan. Keyakinan dasar yang melandasi TQM adalah :
•    Kualitas didefinisikan oleh pelanggan
•    Kualitas dicapai oleh manajemen
•    Kualitas adalah tanggung jawab seluruh perusahaan

Elemen-elemen TQM
Subsistem Biaya
Subsistem biaya dapat berisi program-program yang menyiapkan laporan periodik maupun khusus. Laporan periodik dapat dicetak dan dibagikan, atau dapat disimpan di dalam bentuk yang telah disusun sebelumnya dalam database untuk diambil nanti.
Unsur-unsur dasar pengendalian biaya
Program pengendalian biaya yang efektif dibangun berdasarkan dua unsur kunci : (1) standar kinerja yang baik, (2) sistem untuk melaporkan rincian kegiatan saat terjadinya. Jaringan pengumpulan data dapat berkontribusi di kedua area. Jika pegawai manufaktur ( operator mesin, pemeriksa, mekanik pemeliharaan ) melaksanakan tugas mereka, mereka dapat menggunakan terminal pengumpulan data untuk mencatat kegiatan sehingga manajemen manufaktur mengetahui apa yang terjadi di pabrik. Data aktual ini dapat juga diakumulasikan dari waktu ke waktu dan dikombinasikan dengan input lain, seperti industrial engineering, untuk menetapkan standar dan menjaga kemuktahirannya.
Penggunaan Sistem Informasi Manufaktur oleh Manajemen
Sistem informasi manufaktur digunakan baik dalam penciptaan maupun dalam operasi sistem produksi fisik. Informasi itu digunakan oleh eksekutif perusahaan, manajer di area manufaktur, dan juga manajer di area lain.
Para eksekutif, termasuk wakil presiden direktur manufaktur, menerima informasi dari semua subsistem output. Superintendent pabrik juga menggunakan ikhtisar output yang menjelaskan seluruh operasi.
Manajer pemasaran juga menggunakan output itu. Pemasaran tertarik pada aspek produksi seperti biaya, kualitas, dan penyediaan karena faktor-faktor tersebut mempengaruhi penjualan produk. Manajer keuangan memiliki perhatian khusus pada susbsistem produksi, karena digunakan untuk membuat keputusan penting mengenai konstruksi atau perluasan pabrik.
»»  Baca Lebih Lanjut...

PERPAJAKAN INTERNASIONAL

Untuk perusahaan multinasional, setiap otoritas perpajakan di seluruh dunia memiliki sekumpulan perbedaan yang harus disesuaikan. Tantanngannya adalah signifikan, dan kantor akuntan pajak harus bekerjasama dengan pakar hukum pajak di setiap negara dimana perusahaan beroperasi serta dengan penasihat teknis dalam kontrol pertukaran dan kemungkinan arus kas.
Walaupun sistem pajak di seluruh dunia berbeda, ini umumnya diterima bahwa setiap negara mempunyai hak untuk pajak pendapatan yang diperoleh di dalam batas itu. Pendapat berbeda mengenai anggapan pajak penghasilan, berapa biaya yang ditentukan, dan apa jenis pajak yang harus digunakan ( seperti pajak langsung atau tidak langsung ). Selain itu, terdapat perbedaan kepatuhan hukum pajak berdasarkan perbedaan budaya dan sikap terhadap penegakan hukum.
Cabang asing dan anak dari perusahaan multinasional tergantung dari berbagai macam pajak, baik langsung maupun tidak langsung, di negara-negara dimana mereka beroperasi. Masalahnya adalah bahwa pendapatan yang diperoleh di luar negeri dapat dikenakan pajak dua kali, bila penghasilan diwujudkan dalam lokasi asing dan ketika mereka menyadari perusahaan induk di negara ini. Di bidang pajak berganda, dapat ditetapkan perjanjian tertentu. Pendapatan tak kena pajak dapat mengurangi nilai pada pendapatan dan secara khusus dapat menangani masalah kredit pajak.
Tax haven dapat diartikan sebagai tempat dimana orang asing dapat menerima berbagai keuntungan, termasuk pajak rendah atau tidak ada pajak untuk golongan pendapatan tertentu.
FASB No 52 mengharuskan mengakui dampak perubahan kurs mata uang saat terjadinya transaksi. Sebagai keuntungan dan kerugian dari transaksi tersebut diakui pada saat terjadinya, bukan pada saat transaksi tersebut diselesaikan.
Insentif pajak terdiri dari dua jenis : insentif oleh negara-negara untuk menarik investor asing dan insentif pajak oleh negara untuk mendorong ekspor barang dan jasa. Bentuk lain yang populer, insentif melibatkan ekspor. Di Uni Eropa, banyak ekspor produk-produk bernilai nol, yang berarti bahwa ekspor tidak dikenakan PPN. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menawarkan produk mereka pada harga lebih rendah. Meksiko dan Jepang juga memiliki PPN impor tetapi tidak menerapkan PPN terhadap ekspor. Di Amerika Serikat dan Inggris, banyak pihak yang berwenang dapat menawarkan penurunan atau penghapusan pajak properti lokal.
Biaya internal, sebagai biaya transfer intra perusahaan, merujuk kepada harga barang dan jasa yang ditransfer diantara anggota dari perusahaan, misalnya perusahaan induk ke perusahaan anak, antara perusahaan anak ke perusahaan induk dan seterusnya. Dalam teori, harga sebaiknya diterapkan pada harga pokok produksi, tetapi dalam kenyataannya tidak. Harga transfer juga sebagai alat kontrol manajemen dan minimalisasi pajak mungkin bertentangan dengan tujuan dari motivasi manajemen untuk menambah keuntungan.
Perusahaan dapat menggunakan transfer pricing dari keuntungan pajak ketika perusahaan anak menjual produk. Meskipun industri di negara-negara seperti Amerika telah menyatakan tentang kebijakan transfer pricing pada perusahaan domestik, mereka kini menjadi prihatin terhadap kebijakan transfer pricing dari investor asing. Faktor yang mempengaruhi harga transfer selain keuntungan perusahaan adalah perbedaan tarif pajak, pembatasan dalam pengiriman kembali dari keuntungan atau dividen, dan posisi kompetitif dari anak perusahaan asing.
Ada berbagai cara dimana perusahaan dapat memilih metode untuk layanan dan pasar luar negeri, yaitu ekspor barang dan jasa dan teknologi, cabang operasi, dan anak perusahaan asing.
»»  Baca Lebih Lanjut...

Pengendalian Interaktif

Pengendalian Interaktif
Peran utama dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu pelaksanaan strategi. Dari sisi lain, strategi yang terpilih mendefinisikan faktor kunci keberhasilan yang menjadi titik pusat dari desain dan operasi sistem pengendalian. Hasil akhirnya adalah implementasi strategi yang berhasil. Dalam industri yang mengalami perubahan lingkungan yang pesat, informasi pengendalian manajemen juga memberikan dasar untuk memikirkan strategi baru.
Dalam lingkungan yang cepat berubah dan dinamis, menciptakan suatu organisasi pembelajaran adalah penting bagi kelangsungan hidup perusahaan. Organisasi pembelajaran mengacu kepada kemampuan dari karyawan suatu organisasi untuk belajar menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan secara berkelanjutan.

Sementara faktor kunci keberhasilan adalah penting dalam desain sistem pengendalian untuk mengimplementasikan strategi yang dipilih, ketidakpastian strategis memandu  penggunaan sekelompok informasi pengendalian manajemen secara interaktif dalam mengembangkan strategi baru.
Ada perbedaan mendasar antara faktor kunci keberhasilan dan ketidakpastian strategis. Faktor kunci keberhasilan diturunkan dari strategi yang dipilih, karena faktor tersebut mendukung implementasi strategi untuk produk dan pasar saat ini. Ketidakpastian strategis di pihak lain, adalah dasar bagi manajemen perusahaan untuk mencari strategi baru, karena ketidakpastian strategis tersebut membantu dalam mengembangkan bisnis baru.
Pengendalian interaktif mengingatkan manajemen terhadap ketidakpastian strategis, baik berupa masalah maupun peluang. Ini menjadi dasar bagi para manajer untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah pesat dengan memikirkan strategi baru.
Pengendalian interaktif memiliki karakteristik berikut :
1.    Sekelompok informasi pengendalian manajemen mengenai ketidakpastian strategis yang dihadapi oleh bisnis tersebut menjadi titik pusat.
2.    Eksekutif senior menerima informasi semacam itu dengan serius.
3.    Manajer pada semua tingkatan organisasi tersebut memfokuskan perhatiannya pada informasi yang dihasilkan oleh sistem itu.
4.    Atasan, bawahan, dan rekan sekerja bertemu untuk menginterpretasikan dan membahas implikasi dari informasi untuk inisiatif strategi masa depan.
5.    Rapat dilaksanakan dalam bentuk debat serta tantangan terhadap data dan asumsi yang mendasari, serta tindakan yang sesuai.
Ketidakpastian strategis berkaitan dengan pergeseran mendasar dan nonlinear dalam lingkungan yang potensial menciptakan model bisnis baru. Perusahaan sebaiknya memantau diskontinuitas teknologi berikut ini :
1.    Pertumbuhan internet dan e-commerce memiliki implikasi potensial bagi banyak perusahaan. Beberapa hal tertentu yang perlu dipantau meliputi :
•    Pertumbuhan dalam jumlah pengguna internet.
•    Perluasan komunikasi broadband.
•    Munculnya interface tunjuk dan klik yang didasarkan pada standar yang terbuka, murah untuk dipasang dan dioperasikan, serta global.
•    Meningkatnya kekuatan teknologi komputer dan komunikasi.
•    Pertumbuhan dalam komunikasi seluler baik untuk telepon maupun akses internet.
•    Pengembangan dan penggunaan teknologi pengenalan ucapan dan teknologi penerjemah bahasa berbasis mesin yang memungkinkan orang untuk berbicara atau menulis dengan bahasa yang berbeda guna berkomunikasi satu sama lain pada waktu yang sama.
2.    Teknologi pemusatan akan memiliki dampak-dampak berikut ini :
•    Pemusatan suara, data, dan gambar yang memiliki implikasi bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi dalam industri sebuah produk elektronik konsumen, telekomunikasi, dan komputer.
•    Integrasi teknologi kimia dan digital memiliki pengaruh terhadap perusahaan-perusahaan seperti Eastman Kodak.
•    Bauran hardware dan software memiliki pengaruh terhadap perusahaan-perusahaan seperti Sony.
•    Munculnya rekayasa dan bioteknologi tanaman membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan dalam ilmu pengetahuan dan kehidupan.
3.    Miniaturisasi dapat membuka peluang bagi produsen dan alat-alat elektronik serta alat rumah tangga.
4.    Pergeseran dari barang fisik ke jasa dengan cepat mengubah industri otomotif serta usaha barang tahan lama.
Diskontinuitas berikut ini yang disebabkan oleh globalisasi memiliki potensi untuk menciptakan peluang baru :
1.    Liberalisasi, deregulasi, dan privatisasi memiliki potensi untuk menciptakan segmen pelanggan baru yang besar dalam pasar-pasar yang baru muncul seperti Cina, Brasil, dan India.
2.    Pesaing baru dari pasar yang baru muncul bisa menjadi pemain global di masa depan.
Pengendalian interaktif bukanlah suatu sistem yang terpisah, melainkan merupakan merupakan bagian yang integral dari sistem pengendalian manajemen. Beberapa informasi pengendalian interaktif biasanya cenderung bersifat nonkeuangan. Karena ketidakpastian strategis berbeda antara bisnis yang satu dengan bisnis yang lain, maka eksekutif senior pada perusahaan yang berbeda mungkin memilih bagian yang berbeda dari sistem pengendalian manajemen mereka untuk digunakan secara interaktif.
Suatu subsistem seharusnya memenuhi kondisi-kondisi berikut ini sebelum dapat digunakan sebagai sistem pengendalian interktif :
1.    Data dalam subsistem harus tidak ambigu serta mudah dipahami dan diintepretasikan. Penggunaan data pangsa pasar yang diterbitkan oleh Nielsen merupakan salah satu contohnya.
2.    Subsistem tersebut harus memuat data mengenai ketidakpastian strategis.
3.    Data dalam subsistem seharusnya membantu perusahaan untuk mengembangkan strategi baru.
»»  Baca Lebih Lanjut...

SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA

Fungsi Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia ( SDM ) dapat merupakan suatu departemen atau divisi di dalam suatu are fungsional, atau SDM dapat memiliki status fungsional yang sama seperti pemasaran, manufaktur, keuangan dan SI.
Kegiatan Utama SDM
SDM melaksanakan empat kegiatan utama, yaitu :
Perekrutan dan penerimaan
SDM membantu membawa pegawai baru ke dalam perusahaan dengan memasang iklan lowongan pekerjaan di koran, memberitahukan posisi yang diminta kepada agen kerja swasta maupun pemerintah, melakukan wawancara pemilihan di kampus dan di fasilitas perusahaan, dan mengurus ujian bagi pegawai.
Pendidikan dan pelatihan
Selama periode kepegawaian, SDM dapat mengatur berbagai program pendidikan dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian kerja pegawai.
Manajemen data
SDM menyimpan database yang berhubungan dengan pegawai, dan memprosesnya untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.
Penghentian dan administrasi tunjangan
Selama seorang dipekerjakan oleh perusahaan mereka menerima paket tunjangan seperti rumah sakit, asuransi, dan pembagian keuntungan yang semakin sulit administrasinya. Ketika pegawai berhenti bekerja, SDM memproses kertas kerja yang diperlukan dan kadang melakukan wawancara keluar.

Evolusi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
Sampai akhir-akhir ini, manajemen kurang memberikan perhatian pada data personil dibandingkan dengan perhatian yang diberikan pada data yang menjelaskan uang dan arus material. Rangsangan untuk menaikkan status data personil diberikan oleh peraturan pemerintah seperti EEO ( Equal Employment Opportunity ), OSHA ( Occupational Safety and Health  Administration ), dan AAP ( Affirmative Action Program ), yang diberlakukan selama tahun 1960-an dan 1970-an.
Manajemen puncak perusahaan mulai meangalokasikan sumber daya tambahan bagi pengembangan sistem informasi berorientasi informasi. Sistem baru dikembangkan oleh spesialis informasi dan jasa informasi, bekerjasama dengan pemakai di bagian sumber daya manusia. Pengolahan dilakukan di komputer berskala besar yang ditempatkan di SI.
Saat komputer mikro muncul, SDM mulai memasangnya dalam areanya. Beberapa digunakan secara berdiri sendiri, beberapa dibuat jaringan untuk membentuk LAN, dan beberapa dihubungkan dengan fasilitas komputer sentral perusahaan. Beberapa organisasi SDM bahkan memasang komputer mini bahkan mainframe mereka sendiri.

Model Sistem Informasi Sumber Daya Manusia


























Subsistem Input
Sistem Informasi Akutansi
Data yang ditangani oleh HRIS merupakan campuran elemen-elemen dara personil dan data akuntansi.
•    Elemen data personil, relatif lebih permanen dan bersifat nonkeuangan. Elemen data personil ini diciptakan oleh SDM pada waktu penerimaan dan diperbaharui selama pegawai bekerja pada perusahaan. Data yang serupa juga disimpan untuk pegawai yang pensiun.
•    Elemen data akuntansi, terutama bersifat keuangan dan cenderung lebih dinamis dibandingkan data personil.
SIA menyediakan data akuntansi bagi HRIS sehingga database berisi gambaran yang lengkap dari sumber daya personil-keuangan dan nonkeuangan.
Subsistem Penelitian Sumber Daya Manusia
Subsistem penelitian sumber daya manusia mengumpulkan data melalui proyek penelitian khusus, contohnya :
•    Penelitian suksesi, dilakukan untuk mengidentifikasi orang-orang dalam perusahaan yang merupakan calon bagi posisi yang akan tersedia.
•    Analisis dan evaluasi jabatan, mempelajari setiap jabatan dalam suatu area untuk menentukan lingkup dan mengidentifikasikan pengetahuan dan keahlian yang diperlukan.
•    Penelitian keluhan, membuat tindak lanjut atas keluhan yang disampaikan pegawai untuk berbagai alasan.
Subsistem Intelejen Sumber Daya Manusia
Subsistem intelejen sumber daya manusia mengumpulkan data yang berhubungan dengan sumber daya manusia dari lingkungan perusahaan.
•    Intelejen pemerintah. Pemerintah menyediakan data dan informasi yang membantu perusahaan mengikuti berbagai peraturan ketenagakerjaan.
•    Intelejen pemasok. Pemasok mencakup perusahaan seperti perusahaan asuransi, yang memberikan tunjangan pegawai, dan lembaga penempatan lulusan universitas serta agen tenaga kerja, yang berfungsi sebagai sumber pegawai baru. Para pemasok ini menyediakan data dan informasi yang memungkinkan perusahaan melaksanakan fungsi perekrutan dan penerimaan.
•    Intelejen serikat pekerja. Serikat pekerja memberikan data dan informasi yang digunakan dalam mengatur kontrak kerja antara serikat pekerja dan perusahaan.
•    Intelejen masyarakat global. Masyarakat global menyediakan informasi yang menjelaskan sumber daya lokal seperti perumahan, pendidikan dan rekreasi. Informasi ini digunakan untuk merekrut pegawai dalam skala lokal, nasional dan internasional, dan untuk mengintegrasikan pegawai yang ada ke dalam komunitas lokalnya.
•    Intelejen masyarakat keuangan. Masyarakat keuangan memberikan data dan informasi ekonomi yang digunakan dalam perencanaan personil.
•    Intelejen pesaing. Beberapa perusahaan memandang pesaing sebagai sumber pegawai baru yang baik, dan mengumpulkan informasi mengenai praktik personalia pesaing, dan mungkin informasi perseorangan yang berpotensi untuk direkrut.

Database HRIS
Bagi database SDM berbasis komputer, tersedia beberapa alternatif dalam hal isi, lokasi, manajemen, dan pemasukan data.
ISI DATABASE
Database HRIS dapat berisi data yang menjelaskan tidak hanya pegawai, tetapi juga organisasi dan perorangan di lingkungan perusahaan. Elemen-elemen lingkungan mempengaruhi sumber daya manusia dalam beberapa cara.
Data pegawai
Kebanyakan database HRIS berisi data yang berhubungan dengan pegawai perusahaan yang ada. Di 82,5% perusahaan HRSP yang menjawab survei 1990-91, data pegawai merupakan satu-satunya data yang disimpan, tetapi untuk tiap pegawai dapat tersimpan ratusan elemen data.
Data non pegawai
Ketika diminta untuk menjelaskan data non-pegawai dalam database mereka, 8% responden HRSP mengidentifikasikan data yang menjelaskan organisasi di lingkungan perusahaan seperti agen tenaga kerja, akademi dan universitas, serikat pekerja, dan pemerintah.
LOKASI DATABASE HRIS
Dalam perusahaan HRSP, sebagian besar database HRIS ditempatkan pada komputer sentral perusahaan, tetapi data base yang lain berada di dalam SDM, pada divisi operasi lain, dan di luar pusat pelayanan.
Pemasukan data. Data dimasukkan ke dalam database dari beberapa sumber, menurut penelitian HRSP. Non-manajer dalam SDM adalah yang paling populer (86,9% perusahaan), diikuti oleh non-manajer di luar SDM (36,1%), manajer dalam SDM (30,8%), dan manajer di luar SDM (7,8%). Pemasukan data dari lingkungan relatif jarang, dilaporkan hanya oleh sekitar 24,2% perusahaan.

Subsistem Output
Subsistem Perencanaan Angkatan Kerja
Perencanaan angkatan kerja melibatkan semua kegiatan yang memungkinkan manajemen untuk mengidentifikasikan kebutuhan pegawai di masa datang. Aplikasi perencanaan angkatan kerja yang paling populer adalah pembuatan bagan organisasi, peramalan gaji, dan analisis/evaluasi kerja. Sebagian besar usaha pengembangan tertuju pada analisis/evaluasi kerja, perencanaan dan pembuatan bagan organisasi.
Subsistem Perekrutan
Perusahaan membawa pegawai baru ke dalam organisasi melalui subsistem perekrutan. Dari segi jumlah aplikasi, ini merupakan subsistem output terkecil. Namun, penelusuran pelamar telah diterapkan secara ekstensif, dan juga merupakan kegiatan pengembangan yang tinggi. Penelusuran pelamar kerja sebelum mereka dipekerjakan lebih banyak dipraktikkan daripada melakukan pencarian internal untuk menemukan calon pekerja. Hal ini menunjukkan bahwa usaha perusahaan untuk mengisi lowongan kerja lebih difokuskan pada lingkungan daripada pegawai yang ada.
Subsistem Manajemen Angkatan Kerja
Dalam hal jumlah aplikasi, ini merupakan subsistem terbesar. Namun, dalam hal persentase aplikasi yang digunakan, manajemen angkatan kerja di urutan terakhir. Hanya dua pertiga dari perusahaan HRSP yang menggunakan aplikasi ini. Namun, terdapat cukup usaha pengembangan yang sedang berlangsung, pada pengendalian posisi, keahlian/kompensasi, pelatihan dan suksesi.
Subsistem Kompensasi
Aplikasi peningkatan penghargaan telah diterapkan lebih luas daripada aplikasi HRIS lain. Semua aplikasi lain juga menikmati tingkat penerapan yang tinggi. Kehadiran adalah satu-satunya area yang paling besar usaha pengembangannya.
Subsistem Tunjangan
Berbagai aplikasi dalam subsistem ini umumnya sangat rumit dan sukar dilaksanakan. Defined contribution dan defined benefit memungkinkan seorang pegawai mengakumulasi dana pensiun untuk mencapai standar hidup tertentu, ditentukan dengan perhitungan aktuaria. Flexible benefit plans adalah inovasi terbaru yang memungkinkan pegawai untuk menentukan sendiri tunjangan yang diinginkan dari suatu area “menu”, yang dinamakan cafetaria style benefit plans.
Subsistem Pelaporan Lingkungan
Berbagai aplikasi ini membuat HRIS tetap berjalan, misalnya dalam hal pelaporan kebijakan dan praktik personalia perusahaan kepada pemerintah. Berbagai aplikasi (contoh : EEO (employment opportunity)) ditujukan untuk memenuhi tanggung jawab perusahaan kepada pihak yang berkepentingan di luar perusahaan, bukan kepada manajemen.

Status Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Masa Kini
Karena HRIS relatif terlambat bergabung dalam komputer, HRIS dapat menjadi area fungsional berpotensi terbesar dalam menerapkan komputer untuk pemecahan masalah. HRIS ditujukan bagi fungsi manajemen pengorganisasian, penyusunan staf dan pengarahan menurut Fayol, yang selama ini diabaikan oleh sistem informasi lain. Mungkin jika manajemen puncak melihat bagaimana HRIS dapat membantu dalam area ini, statusnya akan meningkat.

Penggunaan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia oleh Manajer
Direktur SDM menggunakan informasi dari semua subsistem output,  seperti halnya eksekutif lain, manajer EEO/AA di dalam SDM, dan manajer lain di seluruh perusahaan. Manajer unit-unit di dalam SDM memiliki perhatian khusus dalam subsistem itu yang berhubungan dengan operasinya. Dua manajer di luar SDM juga memiliki kepentingan khusus yang kuat. Manajer akuntansi berkepentingan khusus karena dampak dari program konpensasi dan tunjangan pada status keuangan perusahaan. Manajer dari bagian gaji pada departemen akuntansi berkepentingan khusus dalam subsistem kompensasi.
»»  Baca Lebih Lanjut...

KESUKSESAN DAN KEGAGALAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI

Kegagalan Sistem Informasi
Kira-kira 75 persen dari keseluruhan implementasi sistem dapat dikatakan gagal. Meskipun sistem informasi masih dalam proses pembuatan, namun sistem tersebut telah banyak menghabiskan waktu dan uang, atau secara fungsional tidak cukup menutupi manfaat yang diharapkan.
Dalam beberapa sistem, hampir semua laporan yang disampaikan kepada manajemen tidak pernah dibaca. Laporan-laporan dikatakan tidak bermanfaat dan hanya dipenuhi dengan ilustrasi grafik yang tidak dapat dianalisis atau dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Sementara itu dalam sistem lain yang telah diotomatisasi, tidak pernah disentuh karena datanya tidak dapat dipercaya. Pemakai informasi secara terus menerus memperbaiki record secara manual. Kemudian dalam sistem yang lain lagi, telah terjadi kesalahan karena keterlambatan dalam memproses data, biaya operasional yang demikian besar atau, masalah-masalah pemrosesan data yang bersifat kronis.
Keseluruhan situasi sebagaimana yang telah digambarkan diatas memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang harus dicari penyebab kegagalannya.

Masalah Pokok Sistem Informasi
Masalah-masalah yang menyebabkan sistem informasi gagal disebabkan oleh banyak faktor. Masalah ini bukan hanya karena faktor teknikal dari sistem informasi tetapi juga sebab yang bersifat non teknikal yang kebanyakan berasal dari faktor-faktor organisasi. Faktor-faktor tersebut adalah:
1.    Desain
Sistem informasi dikatakan gagal jika desainnya tidak cocok dengan struktur, budaya, dan tujuan organisasi secara keseluruhan. Para teorisi manajemen dan organisasi memandang bahwa teknologi sistem informasi sangat berhubungan erat dengan komponen organisasi seperti tugas-tugas, struktur, orang-orang, dan budaya. Ketika seluruh komponen ini saling tergantung, perubahan yang terjadi pada satu elemen akan mempengaruhi elemen lain. Dengan demikian maka tugas-tugas organisasi, partisipan, struktur, dan budaya digabungkan dan terpengaruh ketika sistem informasi berubah, dengan demikian, berarti mendesain sebuah sistem berarti mendesain kembali organisasi.
2.    Data
Data dalam sistem informasi mempunyai tingkat ketidakakurasian dan konsistensi yang tinggi. Informasi dalam bidang tertentu bahkan membingungkan, atau tidak ditujukan secara tepat untuk tujuan-tujuan bisnis. Informasi yang dipersyaratkan dalam fungsi bisnis yang spesifik mungkin tidak dapat diakses karena datanya tidak cocok.
3.    Biaya
Beberapa sistem arahannya bagus, tetapi dalam implementasi dan pengoperasiannya memerlukan biaya diatas anggaran. Sementara itu, dalam sistem yang lain memerlukan biaya yang mahal untuk berfungsinya sistem tersebut. Dalam kasus semacam ini, pengeluaran yang demikian besar tidak dapat dipertimbangkan semata-mata dari nilai bisnis yang ditampilkan oleh sistem informasi tersebut tetapi juga harus diperhatikan manfaat secara keseluruhan.
4.    Operasi
Sistem tidak akan berjalan dengan baik jika informasi tidak disediakan secara tepat waktu dan efisien karena operasi komputer yang mengendalikan pemrosesan informasi tidak berjalan semestinya. Pekerjaan-pekerjaan yang gagal sering mengakibatkan pengulangan-pengulangan atau penundaan dan tidak dapat memenuhi jadwal penyampaian informasi. Sebuah sistem yang on-line secara operasional dikatakan tidak cukup jika waktu responnya demikian lama.

Mengukur Kesuksesan Sistem
Banyak faktor yang dapat dijadikan ukuran keberhasilan penerapan suatu sistem. Faktor-faktor yang dapat dipertimbangkan menurut Laudon adalah:
1.    Sistem tersebut tingkat penggunaannya relatif tinggi yang diukur melalui polling terhadap pengguna, pemanfaatan kuisioner, atau memonitor parameter seperti volume transaksi on-line.
2.    Kepuasan para pengguna terhadap sistem yang diukur melalui kuisioner atau interview. Dalam konteks ini dapat dimasukkan opini dari para pengguna tentang akurasi, ketepatan waktu, relevansi informasi, kualitas pelayanan yang diberikan, dan jadwal operasi sangat menjadi penting. Hal lain yang tidak kalah penting adalah sikap manajer terhadap bagaimana informasi yang diperlukan bisa memuaskan serta opini para pengguna tentang bagaimana sistem dapat mencapai peningkatan terhadap performance pekerjaan mereka.
3.    Sikap yang menguntungkan para pengguna terhadap sistem informasi dan staff dari sistem informasi.
4.    Tujuan yang dicapai.
5.    Imbal balik keuangan untuk organisasi, baik melalui pengurangan biaya atau peningkatan sales dan profit.
Kelima ukuran tersebut dipertimbangkan menjadi limited value walaupun telah diambil keputusan untuk mengembangkan sistem tertentu.

Penyebab Kesuksesan dan Kegagalan Sistem Informasi
Sistem informasi menjadi prioritas pertama untuk dikembangkan karena besarnya ketakutan-ketakutan faktor internal atau institusional. Beberapa sistem gagal karena benturan diantara lingkungan atau keadaan internal.
Ada beberapa alasan mengapa gagal. Beberapa studi telah menemukan bahwa dalam organisasi dengan situasi dan lingkungan yang hampir sama, inovasi yang sama akan menghantarkan kesuksesan, namun kegagalan unsur yang lain dalam organisasi merupakan menyebab kegagalan. Hal ini disebabkan karena fokus penjelasan terdapat pada pola pengimplementasian yang berbeda.

Implementasi Konsep
Implementasi merujuk pada semua aktivitas organisasi yang ditujukan terhadap adopsi, manajemen, dan inovasi rutin. Yang harus diyakini adalah organisasi harus memilih para pelaku dengan karakteristik sosial yang cocok untuk kesuksesan inovasinya. Secara umum literatur yang berkaitan dengan hal ini memfokuskan pada adaptasi tingkat awal dan inovasi dari manajemen.
Kelompok pemikiran yang lain dalam literatur implementasi memfokuskan pada strategi inovasi.  Terdapat beberapa contoh organisasi dimana tidak terdapat dukungan dari manajemen puncak untuk proyek inovatif semenjak dari awal, dan pada saat yang sama tanpa dorongan yang kuat dari bawahan, partisipasi dari pengguna akhir, sehingga proyek sistem informasi dapat saja gagal.
Pendekatan ketiga dari implementasi memfokuskan pada faktor-faktor yang menyebabkan perubahan organisasi secara umum sebagai sesuatu yang berlebihan terhadap inovasi yang bersifat rutin dalam jangka panjang.
Studi tentang proses implementasi telah menguji hubungan antara desainer suatu sistem informasi dan pengguna pada tahap-tahap yang berbeda dalam pengembangan sistem. Studi memfokuskan pada isu seperti:
•    Konflik antara orientasi teknis / mesin dari spesialisasi sistem informasi dan pengguna yang berorientasi pada bisnis atau organisasi.
•    Dampak sistem informasi pada struktur organisasi, kelompok kerja dan perilaku.
•    Aktivitas perencanaan dan pengembangan sistem informasi manajemen.
•    Tingkat partisipasi pengguna dalam proses desain dan pengembangan sistem.

Penyebab Kesuksesan dan Kegagalan Implementasi
Riset tentang implementasi sistem informasi telah menunjukkan bahwa tidak ada satupun penjelasan untuk kesuksesan dan kegagalan sistem. Begitu pula tentang rumus kesuksesan sistem informasi. Tidak ada satupun rumus agar suatu sistem dapat berhasil. Namun begitu, riset telah menemukan bahwa implementasi secara luas dapat ditentukan oleh faktor-faktor berikut:
1.    Peran pengguna dalam proses implementasi.
2.    Tingkat dukungan manajemen bagi upaya implementasi.
3.    Tingkat kompleksitas dan risiko implementasi proyek.
4.    Kualitas manajemen dalam proses imlementasi.
Keterlibatan dan pengaruh pengguna
Keterlibatan dalam desain dan operasi sistem informasi mempunya beberapa hasil yang positif. Pertama, jika pengguna terlibat secara mendalam dalam desain sistem, ia akan memiliki kesempatan untuk mengadopsi sistem menurut prioritas dan kebutuhan bisnis dam kebutuhan bisnis, dan lebih banyak kesempatan untuk mengontrol hasil. Kedua, bagi pengguna berkecenderungan untuk lebih bereaksi positif terhadap sistem karena mereka merupakan partisipan aktif dalam proses perubahan itu sendiri.
Namun demikian, pengguna sering berpandangan sempit terhadap masalah yang perlu pemecahan dan mungkin terlampau tinggi dalam melihat kesempatan dalam meningkatkan proses bisnis atau cara-cara inovasi dalam menerapkan teknologi informasi.
Kesenjangan komunikasi antara pengguna dengan perancangan sistem informasi
Hubungan antara konsultan dengan klien secara tradisional merupakan bidang masalah dalam upaya penerapan sistem informasi. Pengguna dan spesialis sistem informasi cenderung mempunyai perbedaan dalam latar belakang, kepentingan dan prioritas. Inilah yang sering dikatakan sebagai kesenjangan komunikasi antara pengguna dengan desainer. Perbedaan ini akan menyebabkan adanya perbedaan loyalitas organisasi, pendekatan dalam pemecahan masalah, dan referensi.
Dukungan manajemen
Jika sebuah proyek sistem informasi mendapat dukungan serta persetujuan dari manajemen di semua level, sepertinya akan dipersepsikan positif baik oleh pengguna maupun staf pelayanan teknis informasi. Dukungan manajemen juga akan meyakinkan bahwa proyek sistem akan menerima cukup dana serta sumber daya lain untuk meraih kesuksesan.
Tingkat kompleksitas dan risiko
Sistem sangat berbeda dalam hal ukuran, ruang lingkup, tingkat kompleksitas, organisasional dan komponen-komponen teknisnya. Beberapa proyek pengembangan sistem terdapat kecenderungan gagal karena sistem-sistem tersebut mengandung tingkat risiko yang tinggi dibandingkan yang lain. Para peneliti telah mengidentifikasi tiga faktor kunci yang mempengaruhi tingkat risiko proyek, yaitu:
1.    Ukuran proyek
2.    Struktur proyek
3.    Pengalaman dengan teknologi
Manajemen dan proses implementasi
Sistem pengembangan proyek tanpa manajemen yang tepat besar kemungkinannya akan membawa konsekuensi kerugian sebagai berikut:
1.    Biaya yang berlebih-lebihan sehingga melampaui anggaran.
2.    Melampaui waktu yang telah diperkirakan.
3.    Kelemahan teknis yang berakibat pada kinerja yang berada dibawah tingkat dari yang diperkirakan.
4.    Gagal dalam memperoleh manfaat yang diperkirakan.

Rangsangan dan Rekayasa Bisnis
Tantangan inovasi dan implementasi yang ada, tidaklah mengejutkan jika muncul tingkat kegagalan yang sangat tinggi bagi proyek-proyek rekayasa bisnis, yang secara mendasar memerlukan perubahan organisasi secara luas. Dalam beberapa kasus masalah yang berasal dari ketidakmampuan manajemen untuk mengidentifikasi masalah kritis untuk dipecahkan melaui rekayasa, perusahaan hanya berusaha membuat peningkatan menyeluruh dalam operasi yang berlangsung terus menerus disamping mendesain kembali secara radikal proses bisnisnya.
Dalam beberapa kasus, hambatan utama dalam rekayasa disebabkan oleh kurangnya implementasi dan perubahan praktik-praktik manajemen yang gagal dan pada akhirnya menimbulkan ketakutan untuk berubah. Berkaitan dengan ketakutan dan kecemasan diseluruh organisasi, mengatasi resistensi para manajer kunci, mengubah fungsi-fungsi pekerjaan, pola karir, menimbulkan ancaman yang lebih besar. Masalah dalam rekayasa adalah bagian dari masalah yang lebih besar dari implementasi organisasi dan perubahan manajemen.

Implementasi Sistem Informasi: Apa yang Salah?
Masalah-masalah berikut perlu diperhatikan secara khusus dalam setiap tahap pengembangan sistem ketika proses implementasi dikelola secara tidak sempurna:
Analisis
•    Waktu, uang, dan sumber daya belum dialokasikan untuk menemukan masalah.
•    Waktu yang diperlukan dalam perencanaan pendahuluan sangatlah sedikit.
•    Penempatan staf pada tim proyek tidak tepat.
•    Staf pelayanan informasi menjanjikan hasil-hasil yang tidak mungkin disampaikan.
•    Beberapa requirement didapatkan dari dokumentasi dari sistem yang mencukupi.
•    Pengguna menolak untuk menghabiskan waktu untuk membantu tim proyek mengumpulkan informasi yang mendukung kesuksesan.
•    Analisis proyek tidak dapat mewawancarai pengguna secara baik.


Desain
•    Pengguna tidak mempunyai tanggung jawab terhadap input untuk aktivitas desain.
•    Sistem didesain hanya untuk melayani kebutuhan saat ini.
•    Perubahan yang drastis dalam prosedur-prosedur klerikal atau staffing direncanakan tanpa dilakukan analisa dampak organisasi.
•    Spesifikasi fungsional tidak didokumentasian secara cukup.
Pemrograman
•    Jumlah waktu dan uang yang disyaratkan untuk pengembangan software adalah terlampau rendah.
•    Programmer di supply dengan spesifikasi yang tidak lengkap.
•    Tidak cukupnya waktu yang diberikan untuk pengembangan program secara logis.
•    Programmer tidak menggunakan kesempatan secara maksimal dari  desain struktur atau teknik yang berorientasi pada objek.
•    Program tidak didokumentasikan secara cukup.
•    Sumberdaya yang diperlukan tidak dijadwal.
Pengujian
•    Jumlah waktu dan uang yang diperlukan untuk testing terlalu rendah.
•    Tim proyek tidak mengembangkan rencana tes secara terorganisir.
•    Pengguna tidak terlibat di dalam testing secara cukup.
•    Tim implementasikan tidak mengembangkan tes penerimaan yang cocok untuk manajemen review.
Konversi
•    Waktu dan uang untuk aktivitas konversi tidak cukup.
•    Tidak semua individual yang akan menggunakan sistem dilibatkan sampai konversi dimulai.
•    Untuk mengganti kekurangan biaya dan penundaan, sistem dibuat operasional sebelum segalanya siap.
•    Dokumentasi sistem dan penggunaan tidak cukup.
•    Persediaan untuk perbaikan sistem tidak cukup.

Mengelola Penerapan Sistem Informasi
Tidaklah semua aspek dalam proses implementasi dapat secara mudah dikontrol atau direncanakan. Namun demikian, peluang untuk berhasilnya sebuah sistem dapat ditingkatkan melalui antisipasi masalah-masalah implementasi yang mungkin terjadi dan menerapkan strategi koreksi yang paling tepat. Berbagai manajemen proyek, penentuan kebutuhan, dan metodologi perencanaan dikembangkan untuk masalah yang spesifik. Strategi juga telah diformulasikan untuk memastikan bahwa pengguna memainkan peran yang tepat pada keseluruhan periode implementasi dan untuk mengelola proses perubahan organisasi.
»»  Baca Lebih Lanjut...

AKUNTANSI MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK

Akuntansi sebagai alat perencanaan
Peranan akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik pada proses perencanaan dan pengendalian adalah menyediakan informasi keuangan bagi penyusunan rencana aktivitas, yang memberikan informasi sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya kepada berbagai aktivitas yang direncanakan.
Perencanaan yang mempunyai dimensi waktu semakin panjang, maka akutansi manajemen dalam menyediakan informasinya untuk pembuatan rencana sementara. Oleh karena itu, perlu dilakukan kategori perencanaan yang lazim sebagai berikut: (1) Perencanaan jangka panjang, (2) Perencanaan jangka menengah, dan (3) Perencanaan jangka pendek.
Sedangkan, informasi akuntansi sebagai alat perencanaan pada dasarnya dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:
-    Informasi sifatnya rutin atau ad hoc.
Informasi yang sifatnya rutin diperlukan untuk perencanaan yang reguler, sedangkan informasi yang sifatnya ad hoc diperlukan untuk menghadapi masalah yang sifatnya temporer.
-    Informasi kuantitatif atau kualitatif.
-    Informasi disampaikan melalui saluran formal atau informal.
Pada organisasi sektor publik, saluran informasi lebih banyak bersifat formal karena adanya batasan transparansi dan akuntabilitas publik yang harus dilakukan oleh lembaga publik sehingga perencanaan tidak dapat dilakukan secara personal atau hanya melibatkan beberapa orang saja.
Akuntansi sebagai alat pengendalian
Untuk menjamin bahwa strategi untuk mencapai tujuan organisasi dijalankan secara ekonomis, efektif, dan efisien, maka diperlukan suatu sistem pengendalian yang efektif. Pola pengendalian tiap organisasi berbeda-beda tergantung pada jenis dan karakteristik organisasi. Organisasi bisnis karena sifatnya yang berorientasi pada perolehan laba, maka alat pengendaliannya lebih banyak bertumpu pada mekanisme negosiasi, meskipun hal tersebut bervariasi untuk tiap organisasi dan tingkatan manajemen.
Sementara itu, organisasi sektor publik karena sifatnya yang tidak mengejar laba serta adanya pengaruh politik yang besar, maka alat pengendaliannya lebih banyak berupa peraturan birokrasi. Terkait dengan pengukuran kinerja, terutama pengukuran ekonomi, efisiensi, dan efektivitas, akuntansi manajemen memiliki peran utama dalam pengendalian organisasi yaitu mengkuantifikasikan keseluruhan kinerja utama dalam ukuran moneter.
Peran akuntansi manajemen sektor  publik
Peran utama akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik adalah memberikan informasi akuntansi yang relevan dan handal kepada manajer untuk melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi. Peran akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik meliputi:
1.    Perencanaan strategis
Sistem perencanaan yang efektif merupakan persyaratan dalam organisasi sektor publik sehingga akuntansi manajemen merupakan bagian penting sebagai penyedia informasi untuk menjadlankan sistem.
2.    Pemberian informasi biaya
Peran akuntansi manajemen dalam pemberian informasi biaya meliputi penentuan klasifikasi biaya, biaya apa saja yang masuk kategori biaya rutin, dan yang masuk kategori biaya modal, controllable dan uncontrollable, biaya tetap dan variable, dan sebagainya.
3.    Penilaian investasi
Akuntansi manajemen dibutuhkan pada saat organisasi sektor publik hendak melakukan investasi, yaitu untuk menilai kelayakan investasi secara ekonomi dan finansial. Akuntansi manajemen diperlukan dalam penilaian investasi karena untuk dapat menilai investasi diperlukan identifikasi biaya, risiko, dan manfaat atau keuntungan dari suatu investasi.
4.    Penganggaran
Akuntansi manajemen berperan untuk memfasilitasi terciptanya anggaran publik yang efektif. Terkait dengan tiga fungsi anggaran, yaitu sebagai alat alokasi sumber daya publik, alat distribusi, dan stabilisasi, maka akuntansi manajemen merupakan alat yang vital untuk proses mengalokasikan dan mendistribusikan sumber dana publik secara ekonomis, efisien, efektif, adil, dan merata.
5.    Penentuan biaya pelayanan (cost of service) dan penentuan tarif pelayanan (charging for service)
Penentuan biaya pelayanan dan penentuan tarif pelayanan merupakan satu rangkaian yang keduanya sama-sama membutuhkan informasi akuntansi. Dengan informasi akuntansi manajemen, sumber-sumber inefisiensi di organisasi dapat dideteksi dan dihilangkan.
6.    Penilaian kinerja
Penilaian merupakan bagian dari sistem pengendalian. Penilaian kinerja dilakukan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK
Tipe pengendalian
Dapat dikategorikan menjadi tiga  kelompok, yaitu:
1.    Pengendalian preventif. Pada tahap ini, pengendalian manajemen terkait dengan perumusan strategi dan dan perencanaan strategik yang dijabarkan dalam bentuk program-program.
2.    Pengendalian operasional. Pada tahap ini, pengendalian manajemen terkait dengan pengawasan pelaksanaan program yang telah ditetapkan melalui alat berupa anggaran.
3.    Pengendalian kinerja. Pada tahap ini, pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kunerja berdasarkan tolak ukur kinerja yang telah ditetapkan.
Struktur pengendalian
Sistem pengendalian manajemen harus didukung dengan struktur organisasi yang baik. Struktur organisasi termanifestasi dalam bentuk struktur pusat pertanggungjawaban. Tujuan dibuatnya pusat pertanggungjawaban adalah:
1.    Sebagai basis perencanaan, pengendalian, dan penilaian kinerja manajer dan unit organisasi yang dipimpinnya.
2.    Untuk memudahkan mencapai tujuan organisasi.
3.    Memfasilitasi terbentuknya goal congruence.
4.    Mendelegasikan tugas dan wewenang ke unit-unit yang memiliki kompetensi.
5.    Mendorong kreativitas dan daya inovasi bawahan.
6.    Sebagai alat untuk melaksanakan strategi organisasi  secara efektif dan efisien.
7.    Sebagai alat pengendalian anggaran.
Pada dasarnya terdapat empat jenis pusat pertanggungjawaban, yaitu:
Pusat biaya, adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan. Contohnya Departemen Produksi, Dinas Sosial, dan Dinas Pekerjaan Umum.
Pusat pendapatan, adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan pendapatan yang dihasilkan. Contohnya Dinas Pendapatan Daerah.
Pusat laba, pusat pertanggungjawaban yang menandingkan input dengan output dalam satuan moneter. Contohnya BUMN dan BUMD, objek pariwisata milik Pemda.
Pusat investasi, adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan dikaitkan dengan dengan investasi yang ditanamkan pada pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Contohnya Departemen Riset dan Pengembangan.
Proses pengendalian
Pengendalian manajemen meliputi hubungan antara atasan-bawahan. Pengendalian dilakukan mulai dari tingkat atas hingga ke tingkat bawah. Proses ini meliputi tiga aktivitas:
1.    Komunikasi, dimaksudkan agar bawahan bertindak efektif dan mengerti apa yang diharapkan.
2.    Motivasi, bawahan diberi motivasi menyelesaikan tugasnya.
3.    Evaluasi, efisiensi dan efektifitas seorang bawahan melakukan tugas dievaluasi terlebih dahulu oleh atasan.
Proses pengendalian manajemen pada organisasi sektor publik dapat dilakukan dengan menggunakan saluran komunikasi formal maupun informal. Saluran komunikasi formal terdiri dari aktivitas formal dalam organisasi yang meliputi: (1) perumusan strategi (strategi formulation), (2) perencanaan strategik (strategic planning), (3) penganggaran, (4) operasional, dan (5) evaluasi kinerja. Saluran komunikasi informal dapat dilakukan melalui komunikasi langsung, pertemuan informal, diskusi, atau melalui metoda management by walking arround.
Sistem pengendalian manajemen dirancang untuk mempengaruhi orang-orang di dalam organisasi agar dapat berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi. Pengendalian organisasi dapat berupa aturan dan prosedur birokrasi atau melalui sistem pengendalian dan manajemen informasi yang dirancang secara formal.
Dalam suatu organisasi, setiap orang memiliki tujuan masing-masing. Untuk menyikapi hal itu tersebut perlu adanya suatu jembatan yang mampu mengantarkan organisasi mencapai tujuannya, yaitu tercapainya keselarasan antara individual goal dengan organisation goal. Dalam hal ini, sistem pengendalian manajemen hendaknya dapat menjadi jembatan dalam mewujudkan adanya goal congruence, yaitu keselarasan antara tujuan organisasi dengan tujuan personal.

PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK
Pengertian dan fungsi penganggaran
Penganggaran sektor publik terkait dengan proses penentuan jumlah alokasi dana untuk tiap-tiap program dan aktivitas dalam satuan moneter. Proses penganggaran organisasi sektor publik dimulai ketika perumusan strategi dan dan perencanaan strategik telah selesai dilakukan. Anggaran merupakan artikulasi dari hasil perumusan strategi dan perencanaan strategik yang telah dibuat.
Aspek-aspek yang harus tercakup dalam anggaran sektor publik meliputi:
1.    Aspek perencanaan
2.    Aspek pengendalian
3.    Aspek akuntabilitas publik
Anggaran publik merupakan suatu rencana finansial yang menyatakan: (1) berapa biaya atas rencana-rencana yang dibuat, (2) berapa banyak dan bagaimana caranya memperoleh uang untuk mendanai rencana tersebut.
Anggaran sektor publik memiliki beberapa fungsi utama, yaitu:
1.    Sebagai alat perencanaan
2.    Alat pengendalian
3.    Alat kebijakan fiskal
4.    Alat politik
5.    Alat koordinasi dan komunikasi
6.    Alat penilaian kinerja
7.    Alat motivasi
8.    Alat menciptakan ruang publik
Anggaran sektor publik penting karena beberapa alasan, yaitu:
a.    Anggaran merupakan alat bagi pemerintah untuk mengarahkan pembangunan sosial ekonomi, menjamin kesinambungan, dan mengingkatkan kualitas hidup masyarakat.
b.    Anggaran diperlukan karena adanya kebutuhan dan dan keinginan masyarakat yang tak terbatas dan terus berkembang, sedangkan sumber daya yang ada terbatas. Anggaran diperlukan karena adanya masalah keterbatasan sumbe daya (scaricity of resources), pilihan (choice), dan trade offs.
c.    Anggaran diperlukan untuk meyakinkan bahwa pemerintah telah bertanggungjawab terhadap rakyat. Dalam hal ini anggaran publik merupakan instrumen pelaksanaan akuntabilitas publik oleh lembaga-lembaga publik yang ada.

Jenis penganggaran
Anggaran sektor publik dibagi menjadi dua, yaitu:
a.    Anggaran Operasional
Digunakan untuk merencanakan kebutuhan sehari-hari dalam menjalankan pemerintahan. Pengeluaran pemerintah yang dapat dikategorikan dalam anggaran operasional adalah belanja rutin. Belanja rutin adalah pengeluaran yang manfaatnya hanya untuk satu tahun anggaran dan tidak dapat menambah aset atau kekayaan bagi pemerintah.
b.    Anggaran Modal/Investasi
Anggaran modal menunjukkan rencana jangka panjang dan pembelanjaan atas aktiva tetap seperti gedung, peralatan, kendaraan, perabot, dan sebagainya. Pengeluaran modal yang besar biasanya dilakukan dengan menggunakan pinjaman. Belanja investasi adalah pengeluaran yang manfaatnya cenderung melebihi satu tahun anggaran dan akan menambah aset atau kekayaan pemerintah, dan selanjutnya akan menambah anggaran rutin untuk biaya operasional dan pemeliharaannya.
APBN/APBD
APBN merupakan rencana kegiatan pemerintah yang dinyatakan dalam satuan moneter serta meliputi rencana pengeluaran dan pemenuhan pengeluaran tersebut. Proses penyusunan APBN hingga penetapannya disebut dengan daur ulang anggaran. Daur APBN terdiri atas lima tahap, yaitu: (1) penyusunan Rancangan Anggaran (RUU-APBN) oleh pemerintah kepada DPR, (2) pembahasan dan persetujuan DPR atas RUU-APBN dan penetapan UU APBN, (3) pelaksanaan anggaran dan akuntansi oleh pemerintah, (4) pemeriksaan pelaksanaan anggaran dan akuntansi oleh aparat pengawas fungsional, (5) pembahasan dan persetujuan DPR atas penghitungan anggaran negara. Akuntansi yang ada dalam tahap 4 dan 5 daur tersebut menggunakan sistem double entry dengan basis kas.
APBD merupakan rencana kegiatan Pemda yang dituangkan dalam bentuk rangka dan menunjukkan adanya sumber penerimaan yang merupakan target minimal dan biaya yang merupakan batas maksimal untuk suatu periode anggaran. Struktur APBD mengalami dua kali perubahan mendasar selama era pra reformasi. Sistem akuntansi yang digunakan dalam mengadministrasikan anggaran di area tersebut adalah stelse kameral (single entry). Di era pasca reformasi, struktur APBD mengalami perubahan mendasar dengan adanya klasifikasi baru, yaitu pembiayaan, yang merupakan alokasi surplus atau sumber penutupan defisit anggaran. Sistem akuntansi yang mendukung struktur tersebut adalah sistem double entry dengan basis kas yang dimodifikasi, yaitu penggunaan basis kas selama tahun anggaran dan penggunaan basis akrual pada akhir tahun anggaran.
ANALISIS INVESTASI PUBLIK
Penentuan kebutuhan Investasi
Penentuan kebutuhan investasi publik berkaitan dengan jumlah anggaran yang akan ditetapkan bagi masing-masing unit organisasi. Analisis yang mendalam sebelum dilakukannya investasi sangat penting dilakukan karena investasi publik berkaitan erat dengan masalah transparansi dan kewajaran anggaran.
Ada beberapa cara dalam menggolongkan usul-usul investasi. Salah satu penggolongannya adalah:
a.    Investasi penggantian, pengeluaran investasi untuk penggantian barang modal mengikuti pola umur manfaat barang modal. Bila umur ekonomi barang modal telah habis, maka perlu pembelian barang modal baru untuk menggantinya.
b.    Investasi penambahan kapasitas, jika suatu barang modal sudah kurang atau tidak efisien lagi, sementara terjadi kenaikan cakupan pelayanan yang harus dilakukan pemerintah, maka pemerintah harus mempertimbangkan untuk melakukan investasi penambahan kapasitas.
c.    Investasi baru, untuk jenis investasi baru, maka pertimbangan mengenai aspek teknis, ekonomi, sosial budaya, dan aspek distribusi harus mendapatkan perhatian yang lebih besar.
Aspek kelayakan investasi
Dalam perencanaan dan analisis investasi harus dipertimbangkan beberapa aspek yang secara bersama-sama menunjukkan keuntungan atau manfaat yang diperoleh akibat adanya suatu investasi tersebut. Seluruh aspek harus dipertimbangkan dan dievaluasi dalam setiap tahap perencanaan anggaran dan siklus pelaksanaan, karena aspek-aspek tersebut satu sama lainnya saling berhubungan dan saling mempengaruhi.
a.    Aspek teknis, jika suatu usulan sudah tidak layak dilihat dari aspek teknisnya, maka usulan tersebut menduduki prioritas utama untuk ditolak.
b.    Aspek sosial dan budaya, menyangkut pertimbangan pendistribusian pelayanan secara adil dan merata, sehingga mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat serta mencakup aspek legal dan lingkungan.
c.    Aspek ekonomi dan finansial, meliputi kegiatan menganalisis apakah suatu proyek yang diusulkan akan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan perekonomian secara keseluruhan dan apakah kontribusinya cukup besar dalam menentukan penggunaan sumber-sumber daya yang digunakan.
d.    Aspek distribusi, terkait dengan keadilan dan persamaan kesempatan untuk mendapatkan pelayanan publik (equity and equality).
Faktor yang mempengaruhi investasi pubik
Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam analisis investasi publik adalah:
1.    Tingkat diskonto yang digunakan
2.    Tingkat inflasi
3.    Risiko dan ketidakpastian
4.    Capital rationing
Teknik penilaian investasi
Pada dasarnya prinsip penilaian investasi sangat sederhana. Terdapat empat langkah utama untuk mengevaluasi suatu proyek investasi, yaitu:
1.    Identifikasi kebutuhan investasi yang mungkin dilakukan
Organisasi sektor publik seringkali dihadapkan pada banyak alternatif investasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Oleh karena itu, perlu diidentifikasi alternatif-alternatif yang memungkinkan untuk dianalisis lebih lanjut.
2.    Menentukan semua manfaat dan biaya dari proyek yang akan dilaksanakan
Dalam analisis biaya manfaat ini, benefit (manfaat) ditekankan pada semua keunggulan ekonomi dan sosial yang diperoleh, sedangkan untuk cost (biaya) ditekankan pada kelemahan-kelemahan proyek yang dikuantifikasikan dalam bentuk uang.
3.    Menghitung manfaat dan biaya dalam rupiah
Apabila biaya dan manfaat dari suatu proyek tidak dapat diukur dalam bentuk rupiah, yang dapat dilakukan adalah menghitung nilai manfaat dari proyek secara tidak langsung, yaitu dengan menggunakan analisis efektivitas biaya (cost-effectiveness analysis).
4.    Memilih proyek yang memiliki manfaat terbesar dan efektivitas biaya tinggi
Terdapat beberapa teknik untuk melakukan penilaian investasi. Teknik untuk mengevaluasi investasi dibedakan menjadi dua metode, yaitu: (1) metode penilaian investasi tradisional, dan (2) metode aliran kas yang didiskontokan (doscounted cash flow/DCF).

PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK
Pengukuran kinerja sektor publik
Sistem pengukuran kinerja sektor publik adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu manajer publik menilai pencapaian suatu strategi melalui alat ukur finansial dan nonfinansial. Sistem pengukuran kinerja dapat dijadikan sebagai alat pengendalian organisasi, karena pengukuran kinerja diperkuat dengan menetapkan reward and punishment system.
Pengukuran kinerja sektor publik dilakukan untuk memenuhi tiga maksud. Pertama, pengukuran kinerja sektor publik dimaksudkan untuk membantu memperbaiki kinerja pemerintah. Kedua, ukuran kinerja sektor publik digunakan untuk pengalokasian sumber daya dan pembuatan keputusan. Ketiga, ukuran kinerja sektor publik dimaksudkan untuk mewujudkan pertanggungjawaban publik dan memperbaiki komunikasi kelembagaan.
Secara umum tujuan sistem pengukuran kinerja adalah:
a.    Untuk mengkomunikasikan strategi secara lebih baik.
b.    Untuk mengukur kinerja finansial dan nonfinansial secara berimbang sehingga dapat ditelusuri perkembangan pencapaian strategi.
c.    Untuk mengakomodasi pemahaman kepentingan manajer level menengah dan bawah serta memotivasi untuk mencapai goal congruence.
d.    Sebagai alat untuk mencapai kepuasan berdasarkan pendekatan individual dan kemampuan kolektif yang rasional.
Langkah-langkah pengukuran kinerja dengan value for money
Pengukuran ekonomi
Pengukuran efektivitas hanya memperhatikan keluaran yang didapat, sedangkan pengukuran ekonomi hanya mempertimbangkan masukan yang dipergunakan. Ekonomi merupakan ukuran relatif. Pertanyaan sehubungan dengan pengukuran ekonomi adalah:
a.    Apakah biaya organisasi lebih besar dari yang telah dianggarkan oleh organisasi?
b.    Apakah biaya organisasi lebih besar dari biaya organisasi lain yang sejenis yang dapat diperbandingkan?
c.    Apakah organisasi telah menggunakan sumber daya finansialnya secara optimal?
Pengukuran efisiensi
Efisiensi diukur dengan rasio antara output dengan input.semakin besar output dibandingkan dengan input, maka semakin tinggi tingkat efisiensi suatu organisasi.
Dalam pengukuran kinerja value for money, efisiensi dapat dibagi menjadi dua: (a) efisiensi alokasi, dan efisiensi teknis atau manajerial. Efisiensi alokasi terkait dengan kemampuan untuk mendayagunakan sumber daya input pada tingkat kapasitas optimal. Efisiensi teknis terkait dengan kemampuan mendayagunakan sumber daya input pada tingkat output tertentu.
Pengukuran efektivitas
Efektivitas adalah ukuran berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya. Apabila suatu organisasi berhasil mencapai tujuannya, maka organisasi tersebut dikatakan telah berjalan dengan efektif. Efektivitas hanya melihat apakah suatu program atau kegiatan telah mencapai tujuan yang ditetapkan.
Pengukuran outcome
Outcome adalah dampak suatu program atau kegiatan terhadap masyarakat. Outcome lebih tinggi nilainya daripada output, karena output hanya mengukur hasil tanpa mengukur dampaknya terhadap masyarakat, sedangkan outcome mengukur kualitas output dan dampak yang dihasilkan.
Pengukuran kinerja dengan Balance Scorecard
Di dalam balance scrorecard (BSC) terdapat empat perspektif yang dinilai:
1.    Perspektif keuangan (financial)
Memberikan penilaian terhadap target keuangan yang dicapai oleh organisasi dalam mewujudkan visinya.
2.    Perspektif konsumen (customer)
Memberikan penilaian terhadap segmen pasar yang dituju dan tuntutan konsumen beserta tuntutan kebutuhan yang dilayani oleh organisasi dalam upaya untuk mencapai target keuangan tertentu.
3.    Perspektif proses bisnis internal (internal)
Memberikan penilaian gambaran proses yang harus dibangun untuk melayani konsumen dan mencapai target keuangan tertentu.
4.    Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan (growth and learn)
Memberikan penilaian yang merupakan pemacu kompetisi personel, prasarana sistem informasi, dan suasana lingkungan kerja yang diperlukan untuk mewujudkan target keuangan, konsumen, dan proses bisnis internal.

AKUNTANSI KEUANGAN SEKTOR PUBLIK
Teori akuntansi sektor publik
Pengembangan akuntansi sektor publik dilakukan untuk memperbaiki praktik yang saat ini dilakukan. Hal ini terkait dengan upaya meningkatkan kualitas laporan keuangan sektor publik yaitu laporan keuangan yang mampu menyajikan informasi keuangan yang relevan dan dapat diandalkan.
Untuk dapat menghasilkan laporan keuangan sektor publik yang relevan dan dapat diandalkan terdapat kendala (contrainst) yang dihadapai akuntansi sektor publik dan hambatan tersebut adalah:
1.    Objektivitas
Objektivitas merupakan kendala utama dalam menghasilkan laporan keuangan yang relevan. Laporan keuangan yang disajikan oleh manajemen melaporkan kinerja yang telah dicapai oleh manajemen selama periode waktu tertentu kepada pihak eksternal yang menjadi stakeholder organisasi.
2.    Konsistensi
Konsistensi mengacu pada penggunaan metode atau teknik akuntansi yang sama untuk  menghasilkan laporan keuangan organisasi selama beberapa periode waktu secara berturut-turut. Tujuanya adalah agar laporan keuangan dapat diperbandingkan kinerjanya dari tahun ke tahun.
3.    Daya banding
Laporan keuangan sektor publik hendaknya dapat diperbandingkan antar periode waktu dan dengan instansi lain yang sejenis. Dengan demikian, daya banding berati bahwa laporan keuangan dapat digunakan untuk membandingkan kinerja organisasi dengan organisasi lain yang sejenis.
4.    Tepat waktu
Laporan keuangan harus disajikan tepat waktu agar dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi, sosial, dan politik serta untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan tersebut.
5.    Ekonomis dalam penyajian laporan
Penyajiaan laporan keuangan membutuhkan biaya. Semakin banyak informasi yang dibutuhkan semakin besar pula biaya yang dibutuhkan. Kendala ekonomis dalam penyajian laporan keuangan bisa berarti bahwa manfaat yang diperoleh harus lebih besar dari biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan laporan keuangan tersebut.

6.    Materialitis
Suatu informasi dianggap materialitis apabila mempengaruhi keputusan, atau jika informasi tersebut dihilangkan akan menghasilkan keputusan yang berbeda. Penentuan materialitis memang bersifat pertimbangan subjektif.
Teknik akuntansi keuangan
Pada dasarnya terdapat beberapa teknik akuntansi keuangan yang dapat diadopsi oleh organisasi sektor publik untuk memfasilitasi dihasilkannya laporan keuangan. Teknik akuntansi keuangan tersebut adalah: akuntansi anggaran, akuntansi komitmen, akuntansi kas, akuntansi akrual, dan akuntansi dana. Masing-masing teknik akuntansi tersebut memilik kelebihan dan kekurangan, dan sebenarnya diantara kelima teknik tersebut tidak bersifat mutually exclusive, artinya, penggunaan salah satu teknik akuntansi tersebut tidak berarti menolak penggunaan teknik yang lain. Teknik akuntansi keuangan yang cukup mudah dan sederhana serta banyak digunakan adalah akuntansi kas. Akan tetapi, seiring dengan adanya reformasi sektor publik, terjadi pula pergeseran dari sistem akuntansi kas menjadi sistem akuntansi akrual atau akrual modifikasi. GASB bahkan merekomendasikan untuk tidak lagi menggunakan akuntansi kas dan menggantinya dengan sistem akuntansi dana.
Laporan keuangan
Akuntansi sektor publik memiliki peran utama untuk menyiapkan laporan keuangan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan akuntabilitas publik. Dilihat dari sisi internal organisasi, laporan keuangan sektor publik merupakan alat pengendalian dan evaluasi kinerja manajerial dan organisasi. Sedangkan dari sisi eksternal, laporan keuangan merupakan alat pertanggungjawaban kepada publik dan sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Akuntansi sektor publik bertujuan untuk memberi informasi yang bertujuan untuk pengambilan keputusan ekonomi, sosial, politik, dan sebagai bukti pertanggungjawaban dan pengelolaan, serta untuk memberi informasi yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja namajerial dan organisasional. Laporan keuangan pemerintah dan laporan keuangan komersial memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan tersebut meliputi jenis laporan yang dihasilkan, elemen laporan keuangan, tujuan laporan keuangan, dan teknik akuntansi yang digunakan.
»»  Baca Lebih Lanjut...

Balance Scorecard di Sektor Publik

Balance Scorecard (BSC) adalah sistem manajemen (bukan hanya sebuah sistem pengukuran) yang dapat membantu organisasi untuk menjelaskan visi dan strategi mereka dan menerapkannya dalam kegiatan operasinya. BSC memberikan umpan balik, baik dari sisi proses kegiatan internal maupun hasil-hasil dari luar, dalam rangka perbaikan kinerja dan hasil suatu organisasi secara terus menerus. Ketika diimplementasikan, BSC mentransformasikan perencanaan strategis dari hanya sekedar wacana akademis menjadi sesuatu yang membumi.
BSC pun dapat dipergunakan di dalam pemerintahan. Karena dengan BSC pimpinan pemerintahan dapat mengetahui apa harapan rakyat dan apa kebutuhan pegawai pemerintah untuk memenuhi harapan rakyat itu.
Ada beberapa keuntungan bagi pemerintahan apabila menggunakan BSC, diantaranya:

•    BSC menempatkan seluruh organisasi dalam proses pembelajaran;
•    Keputusan penganggaran yang lebih rasional;
•    Memfasilitasi perbaikan kinerja;
•    Memperbaiki komunikasi kepada stakeholders;
•    Memberikan data untuk acuan (benchmark).
Penerapan BSC pada sektor publik dimaksudkan untuk pemberdayaan institusi, pengambilan keputusan penganggaran yang lebih rasional, peningkatan kinerja, meningkatkan komunikasi kepada pihak-pihak berkepentingan (stakeholders), dan penyediaan data untuk benchmarking. Pada dasarnya, pengembangan BSC baik pada sektor swasta maupun publik dimaksudkan untuk memberikan peningkatan kepuasan untuk para pelanggan. Perbedaannya dapat dilihat dari tujuan maupun pihak-pihak yang berkepentingan.
Secara umum, penerapan konsep BSC dalam organisasi publik dapat dilakukan mulai dari proses pembelajaran dibidang keahlian, pengetahuan, data, maupun masyarakat. Proses pembelajaran ini akan mempengaruhi proses internal organisasi. Proses internal akan mewarnai mutu pelayanan yang diberikan kepada masyarakat maupun para wakil rakyat, mempengaruhi nilai dan manfaat, serta mempengaruhi keuangan dan biaya sosial, dan secara keseluruhan akan bermuara pada misi organisasi yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
Pemberian pelayanan publik pada dasarnya tidak berhadapan dengan pesaing bisnis atau bersifat monopoli. Namun sebagai konsekwensi logis dari pemberian pelayanan tersebut adalah perbedaan proses pengambilan keputusan yang sangat berbeda antara privat dan publik. Pengambilan keputusan sektor publik harus melalui tahapan tertentu yang relaif lebih panjang jika dibandingkan dengan sektor privat atau komersial.
Mengingat pendanaan yang digunakan sektor publik bersumber dari masyarakat, maka pertanggungjawabannya juga harus diberikan kepada masyarakat melalui legislatif. Kemudian dalam proses internalpun, harus melalui tahapan-tahapan tertentu (birokrasi) sesuai dengan jenjang organisasi yang tersedia.

Beberapa pertanyaan pokok yang perlu dijawab dalam menjabarkan misi organisasi menjadi strategi dalam empat perspektif BSC dapat dijabarkan berikut ini.
1) Misi :
Apa misi organisasi ?
Jasa pelayanan dan program apa saja yang dipersyaratkan dan dibutuhkan ?
2) Pelanggan dan Pihak Berkepentingan :
Bagaimana organisasi mencipta nilai ?
Manfaat apa saja yang dibutuhkan untuk penyediaan jasa tersebut ?
3) Karyawan dan Kapasitas Organisasi :
Bagaimana kita merubah dan mengembangkan kemampuan ?
4) Proses Bisnis Internal :
Untuk memuaskan para pembayar pajak, wakil rakyat dan pihak berkepentingan lainnya, proses bisnis mana yang harus ditonjolkan ?
5) Finansial :
Untuk kehati-hatian pengelolaan sumber daya publik, bagaimana cara mengalokasikan dana dan mengontrol belanja ?
Untuk dapat menerapkan BSC dengan sukses, langkah-langkah yang perlu ditempuh adalah sebagai berikut :
•    Melaksanakan evaluasi terhadap organisasi;
•    Menjelaskan tema strategis atau daerah fokus;
•    Menetapkan tujuan;
•    Menggambarkan peta strategi;
•    Menjelaskan pengukuran kinerja;
•    Mengembangkan inisiatif;
•    Visualisasi dan komunikasi kinerja;
•    Terjun ke dunia bisnis;
•    Evaluasi dan penyesuaian kinerja.
Konsep balanced scorecard (BSC) yang secara substansial dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja pelayanan konsumen (masyarakat), sangat relevan diadopsi dalam pengembangan manajemen keuangan daerah ke depan. Secara konsepsional BSC sudah sejalan dengan arah kebijakan pengelolaan keuangan daerah saat ini, yaitu dalam rangka mencapai kinerja pemerintahan yang baik, APBD harus disusun dengan anggaran kinerja. Penyusunan APBD harus dilakukan untuk mencapai output, outcome, benefit, dan impact, sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan.
»»  Baca Lebih Lanjut...

Perkembangan spa di Indonesia

Saat ini bisnis spa telah menjamur bahkan sejak beberapa tahun lalu spa mulai dikenal sebagai investasi bisnis yang menarik. Namun kebanyakan hotel yang memiliki fasilitas spa, baik yang dijalankan sendiri maupun diberikan kepada operator spa, dan mereka pun percaya bisnis ini akan menjadi investasi yang paling menguntungkan ke depannya.
Indonesia secara perlahan namun pasti telah memposisikan diri sebagai negara tujuan pelayanan spa tingkat dunia. Bisnis spa di Indonesia tumbuh dengan baik dan berkembang pesat. Spa memang telah menjadi tren bukan hanya di kalangan selebriti tetapi juga para eksekutif, pelaku bisnis dan siapa saja yang ingin merasakan perawatan yang santai dan rileks.

Tradisi dan budaya Indonesia merupakan lingkungan yang cocok bagi tumbuh kembangnya industri spa dan pendukungnya. Depdag dalam upaya pengembangan produk ekspor, memasukkan produk terkait spa sebagai kelompok produk ekspor yang harus dikembangkan dimasa mendatang.
Kelompok produk dimaksud adalah jamu-jamuan, minyak atsiri, dan rempah-rempah, dengan tujuan ekspor ke negara-negara di kawasan Asia, Australia, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Eropa. Untuk produk herbal yang selama ini lebih dikenal dengan "jamu" juga telah lama dikenal bangsa Indonesia sebagai perawatan tubuh dan obat.
Ekspor jamu Indonesia selama lima tahun dari 2001 hingga 2005 naik rata-rata 8,47 persen setahun dan diekspor ke 82 negara. Demikian pula dengan kosmetika, tahun 2005 ekspornya mencapai 103 juta dolar AS dengan pertumbuhan rata-rata 15,88 persen setahun sejak 2001. Produk kosmetika Indonesia diekspor ke 183 negara seperti Inggris, Amerika Serikat, perancis, Australia, Jepang, serta negara-negara di Amerika Latin.
Jadi, tak heran tempat-tempat spa pun menjamur, terutama di kota-kota besar seperti di Indonesia  baik yang dikelola lokal maupun internasional, bahkan data  menunjukan ada sekitar lebih dari 600,000 tempat spa dan jumlah ini akan diprediksi meningkat tajam hingga 900,000 outlet-outlet spa pada tahun pada 2010 ini, atau sebesar 70% berada di Jakarta dan Bali.
Mengingat industri kebugaran spa ini kian menjamur bahkan beberapa negara memiliki ciri khas tersendiri, maka sudah saatnya spa Indonesia memiliki ciri khas tersendiri. Spa Indonesia juga harus memiliki standar yang berlaku secara internasional. Tujuannya dengan standar yang dimiliki maka calon pengguna bisa tahu bahwa spa yang akan didatangi adalah spa Indonesia.

Perkembangan spa di Bali
Siapa yang tak kenal Bali? Bahkan dibanding Indonesia, nama Bali jauh lebih kesohor di mancanegara. Bali dikenal sebagai Pulau Dewata dan surga bagi para pencinta budaya nan eksotis. Selain itu, Bali kondang sebagai tempat wisata yang mampu mengakomodasi segala jenis minat. Dari petualangan alam, laut, kuliner, hingga kecantikan.
Khusus untuk kecantikan, Bali kerap dinobatkan sebagai salah satu tempat dengan layanan spa terbaik di dunia. Maret 2009 lalu, sebuah majalah terbitan Jerman bahkan menyebut Bali sebagai Best Spa Tourism Destination in the World 2009. Penghargaan itu sangat bergengsi karena majalah tersebut merupakan majalah kedua terbesar di Berlin. Proses seleksi dan nominasi pun dilakukan oleh satu tim yang beranggotakan 200 ahli spa dan pariwisata.
Layanan spa di Bali, tak hanya dikenal wisman di Bali, layanan spa Bali juga bisa didapatkan wisman di beberapa negara tetangga. Pasalnya sejumlah pebisnis telah melakukan bekrjasama dengan industri spa di Bali untuk membuka cabang layanannya di luar Indonesia.
Beberapa negara, seperti Malaysia pun banyak mengirimkan ahli kecantikan mereka untuk berguru mengenai spa ke Bali. Sehingga, bisnis spa yang berawal dari Bali dan berbagai wilayah Indonesia lainnya, merambah mancanegara.
Tercatat 70 persen spa yang ada di Indonesia terdapat di Jakarta dan Bali, sementara sisanya berada di kota-kota lain seperti di Yogyakarta dan Solo. Perkembangan spa di Bali, sejalan dengan perkembangan kunjungan wisman yang berlibur ke Pulau Dewata.
Industri spa di Bali berkembang pesat karena didukung sejumlah faktor. Pertama, tingkat kunjungan wisatawan baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara lebih tinggi dibanding daerah lain sehingga pilihan untuk ber-spa semakin terbuka. Kedua, tradisi dan lingkungan di Bali sangat mendukung perkembangan industri spa berikut produk pendukungnya. Dan ketiga, layanan spa di Bali memiliki ciri khas tersendiri yang sulit ditemukan di tempat lain.
Layanan Spa di Bali tidak hanya dikenal wisman di Bali, juga belakangan juga dapat dinikmati wisman di beberapa negara tetangga. Pasalnya sejumlah pebisnis telah melakukan kerjasama dengan industri spa di Bali untuk membuka cabang layanannya di luar Indonesia. Kendati begitu tetap saja, banyak wisman yang berbondong-bondong ke Bali untuk ber-spa kendati di negaranya ada cabang spa gaya Bali. Faktor atmosfir Bali menjadi penyebabnya, kareta tak mungkin di dapat di negaranya.
Industri Spa Bali bukan cuma mampu menjaring wisman untuk datang, melainkan pula sudah mampu mengekspor bermacam produk terkait spa seperti jamu-jamuan, minyak atsiri, dan rempah-rempah dengan tujuan ekspor ke negara-negara di kawasan Asia, Australia, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Eropa. Dengan kata lain, industri spa di Bali sudah menjadi salah satu subsektor andalan dalam industri pariwisata setempat, selain alam dan tradisi budayanya.
Bali, surganya pecinta spa
Spa di Bali sangat banyak dengan konsep yang berbeda. Spa di Bali umumnya dibangun di tengah alam yang indah dan mengagumkan. Ada yang dibangun di tengah sawah, dekat laut, atau di antara air terjun. Semua tentu saja mengundang decak kagum para penikmatnya. Bahkan, saat ini, nyaris semua hotel di Bali memiliki fasilitas spa yang menarik.
Spa-spa di Bali memiliki ciri khas tersendiri berupa massage bagi tamunya sambil menikmati semilir angin pantai seperti yang ditawarkan sejumlah spa di hotel & resort yang ada di Seminyak, Legian, dan Nusa Dua. Sementara di Ubud dan kawasan pegunungan lainnya, spa-spa nya menawarkan massage dan paket lainnya sambil menikmati semilir angin berhawa sejuk pegunungan dengan pemandangan lembah-lembah hijau, sungai, dan teras-teras sawah.
Terapi yang ditawarkan antara lain pemijatan tradisional khas Bali dan pemijatan khas dari negara lain. Selain itu ada gaya ayurvedic (termasuk tetesan minyak panas di kepala), yang konon kualitasnya lebih bagus dibanding yang ada di Singapura.
Variasi Spa
Selain itu, spa di Bali juga menyediakan beragam layanan dan variasi spa. Mulai dari pijat tradisional ala Indonesia, pijat ala Swedia (Swedish massage), pijat ala Thai, ala Hawaii, hingga variasi pada bahan spa pun banyak tersedia. Tak heran jika spa cokelat, spa batu panas (hot stone spa), hingga spa anggur merah (red wine spa) bisa ditemukan di Bali.
Untuk masalah harga layanan spa, Bali memang surga bagi wisman. Layanan spa nomor satu di hotel berbintang pun bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau bagi kantong mereka. Sementara itu, bagi mereka yang ingin mendapatkan layanan lebih terjangkau lagi, banyak layanan spa yang tersedia di segala penjuru Bali. Tak kalah dibanding hotel berbintang, layanan spa ini juga lebih ramah di kantong. Cukup menyenangkan bagi turis lokal, juga bagi para turis backpacker yang ingin berwisata sambil berhemat.
»»  Baca Lebih Lanjut...

Posting Kami