Tampilkan postingan dengan label SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2012

Sistem Informasi Manajemen (E.S. Margianti dan D. Suryadi H.S.)

»»  Baca Lebih Lanjut...

Rabu, 13 Oktober 2010

PENINGKATAN SISTEM INFORMASI MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI DAN JARINGAN

DAMPAK IT TERHADAP SIA
Pemrosesan transaksi yang lebih cepat, tingkat keakuratan yang lebih tinggi dalam penghitungan data, biaya pemrosesan transaksi yang lebih rendah menghasilkan laporan yang lebih tepat waktu, Penyimpanan data yang lebih ringkas, tetapi mudah diakses pada saat dibutuhkan, Banyak alternative untuk menginputkan data dan menyajikan informasi, peningkatan produktivitas manajer dan karyawan, dalam melaksanakan tanggung jawab dan mengambil keputusan
KONSEP JARINGAN (NETWORK)
Jaringan penting karena:
•    banyak perusahaan yang terpisah seara lokasi dan perlu mentransmisikan data secara cepat dan andal
•    teknologi komunikasi data telah canggih dan semakin murah
TIPE ARSITEKTUR JARINGAN
Wide Area Network (WAN)
Local Area Network (LAN)
Client Server Network (CSN)
WIDE AREA NETWORK
Centralized WAN
Semua aplikasi dipusatkan di satu area geografis.
Manfaat: sebuah prosesor yang cangguh dapat menangani sejumlah besar transaksi dan memproses berbagai aplikasi. Dengan fasilitas yang terpusat, maka pengendalian menjadi lebih baik.
Kelemahan: jaringan menjadi kurang fleksibel, jaringan menjadi lebih rentan terhadap bencana alam. Memerlukan software yang kompleks dan mahal untuk mengelola data di seluruh jaringan, untuk memberikan penugasan, dlsb. Tidak responsive terhadap kebutuhan pengguna di berbagai remote area.
Centralized WAN cocok diterapkan untuk: bank dengan banyak ATM dan cabang, motel, reservasi pesawat terbang.
Distributed WAN
Computer yang berfungsi penuh digabungkan menjadi satu jaringan.
Manfaat: responsive terhadap kebergaman kebutuhan pengguna sistem. Kegagalan satu computer tidak akan menganggu kinerja jaringan, mudah jika ingin mengganti atau menambah computer baru. Fasilitas jaringan dapat dimanfaatkan secara efisien.
Distributed WAN cocok diterapkan untuk: perusahaan dengan struktur organisasi desentralisasi, dengan diversifikasi operasi dan kelompok pengguna, dan fungsi-fungsi yang terkluster di banyak lokasi. Contoh, pabrikan yang memproduksi multi produk dan perusahaan yang melayani berbagai macam jasa.
Kelemahan: Sulit dalam pengendalian. Setiap lokasi perlu menetapkan level pengendalian sendiri-sendiri. Kesulitan dalam mengkoordinasi sistem komputasi yang independent dan adakalanya tidak kompatibel. Kompatibilitas antar hardware and operating system dapat menjadi kendala dalam transfer data.
LOCAL AREA NETWORK
Jenis: Peer to peer network (setiap workstation berfungsi sebagai klien dan server, tidak ada dedicated server) dan server network (dengan server yang menangani ratusan workstation, lebih sulit diimplementasikan, tetapi relative lebih aman bagi pengguna). Contoh: file server, database server, print server, communication server, dan transaction processing server.
Manfaat LAN: memudahkan pengguna dalam berbagi sumber daya teknologi informasi, memudahkan komunikasi antar karyawan dan manajer, cukup fleksibel (mudah menambah atau menyingkirkan computer baru ). Lebih murah dibandingkan sistem standalone. Dapat meningkatkan produktivitas karyawan. Memudahkan akses terhadap layanan sistem. Memudahkan komunikasi antara manajder dan karyawan.
CLIENT/SERVER NETWORK
Model logika komputasi yang memproses aplikasi dalam sebuah jaringan local. Dalam model ini, pemrosesan dipisahkan antara workstation (klien) dan server. Pemrosesan aplikasi secara optimal dialokasikan ke sumberdaya jaringan yang dapat menangani proses dengan lebih efisien, apakah itu klien, server ataukah klien dan server.
TOPOLOGI JARINGAN
Star configuration, semua workstation dihubungkan dengan server jaringan terpusat.
Ring configuration, sebuah jaringan workstation yang tertutup.
Bus configuration. Dengan bus configuration, setiap workstation independent, sehingga kerusakan pada salah satu computer tidak akan mempengaruhi kinerja jaringan.
Hybrid
SISTEM DATA DAN PEMROSESAN SKALA ENTERPRISE
Online Transaction Processing.
Data Marts dan Data Warehouse.
Online Transaction Processing (OLTP)
Pada saat transaksi direkam (sebagai input), saat itu juga bagian database yang terkait diupdate secara realtime. OLTP Enterprise Resource Planning (ERP) mengotomatisasi aplikasi keuangan dan akuntansi, sumber daya manusia, distribusi, dan produksi. Sebelum modul ini diterapkan, perusahaan harus memodifikasi proses bisnis agar proses bisnis tersebut sesuai dengan aplikasi ERP. JAdi perusahaan dipaksa untuk melakukan rekayasa proses bisnis.
Data Marts dan Data Warehouse.
Data Marts adalah penyimpanan data pendukung keputusan dalam sebuah database untuk memenuhi kebutuhan satu bagian dari perusahaan. Data Warehouse adalah penyimpanan data pendukung keputusan dalam sebuah database yang terintegrasi untuk seluruh perusahaan secara keseluruhan. Datamarts atau data warehouse memuat file-file database yang terintegrasi yang diturunkan dari sistem ERP dan data non relasional yang diperoleh dari sumber lain (seperti penelitian pasar, laporan kredit, artikel Koran, dlsb). Data dalam data marts dan data warehouse disimpan per subyek.
Datamining adalah satu teknik untuk menemukan pola dan kaitan antar item data dalam database. Contoh: seorang pengguna dapat menggunakan aplikasi statistic untuk menganalisis variabel yang menentukan kenaikan atau penurunan laba di sebuah supermarket. Model yang ditemukan berguna untuk memprediksi laba toko di masa yang akan datang.
Data Marts dan Data Warehouse juga dapat diimport oleh pengguna untuk analisis. Pengguna dapat menggunakan data untuk menghasilkan berbagai jenis laporan dan analisis.
SISTEM ANTAR ORGANISASI
Internet Commerce dan Electronic Commerce
Point of Sales System
Electornic Fund Transfer System
Electronic Data Interchange System
Internet Commerce dan Electronic Commerce
Internet Commerce adalah pemakaian internet untuk melakukan pertukaran data elektronik antar partner dagang. Electronic Commerce memiliki konsep yang lebih luas. Pemakaian berbagai jenis jaringan, termasuk internet, untuk membantu perusahaan dalam melaksanakan tanggung jawabnya. E-commerce tersebut mencakup aktivitas seperti, membuat situs web untuk mengiklankan produk, untuk mengungkapkan profil perusahaan, untuk melakukan konferensi jarak jauh, untuk melacak order, untuk mempercepat pengiriman produk, untuk mengumumkan lowongan kerja yang ada. Manfaat E Commerce bagi perusahaan antara lain, meningkatkan profitabilitas dan produktivitas, memperluas pangsa pasar, merampingkan operasi perusahaan, serta mengotomatisasi layanan ke konsumen.
Point of Sales System
Sistem POS berguna untuk mempercepat layanan ke konsumen, mengurangi biaya, mengefisienkan pemrosesan pesanan, dan meningkatkan pengambilan keputusan. Terminal POS merupakan sistem pemrosesan transaksi secara realtime, merekam transaksi penjualan pada saat terjadinya transaksi, dengan menginputkan data ke dalam sisem ataupun dengan scanner. Semua terminal POS terkoneksi dengan prosesor sentral.
Electronic Fund Transfer System
Electronic Fund Transfer System menstransmisi dan memproses transaksi konsumen yang terkait dengan dana. Sistem ini berbeda dengan sistem perbankan tradisional, karena transfer dana diselesaikan secara elektronik, tidak lagi menggunakan cek kertas. Konsumen tidak hanya menyetorkan dana dan menarik dana secara elektronik tetapi juga mentransfer uang secara elektronik.
Electronic Data Interchange System
Electronic Data Interchange memfasilitasi peralihan informasi transaksi bisnis dari sebuah computer dalam sebuah perusahaan ke computer di perusahaan lain. Pihak yang terlibat dalam pertukaran informasi tersebut disebut partner. Contoh partner adalah distributor, pabrik dan pemasok.
Contoh EDI:
Paket aplikasi yang dapat mengkonversi dokumen, seperti order pembelian, faktur, surat pengiriman barang, dan surat muat menjadi bentuk web yang dapat ditransmisikan secara elektronik antar partner dagang.
»»  Baca Lebih Lanjut...

KERENTANAN DAN HAMBATAN-HAMBATAN

Kerentanan adalah kelemahan dalam system, dan hambatan (ancaman) adalah eksploitasi potensial dari kerentanan. Terdapat dua kategori hambatan : aktif dan pasif. Hambatan aktif mencakup penggelapan terhadap computer dan sabotase terhadap computer, dan hambatan pasif mencakup kesalahan-kesalahan system, termasuk gangguan alam, seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, dan badai. Kesalahan system mewakili kegagalan peralatan komponen seperti kelemahan disk, kekurangan tenaga, dan sebagainya. Bagian tersissa dari seksi ini akan berfokus pada hambatan aktif (penggelapan dan sabotase). Kesalahan system akan dibahas pada seksi berikutnya, dan gangguan akan dibahas kemudian.
Keseriusan dalam penggelapan computer
Kriminalitas berdasar computer merupakan bagian dari masalah umum kejahatan kerah putih. Masalah kejahatan kerah putih ini sangat serius.
Statistic menunjukkan bahwa kerugian-kerugian perusahaan disebabkan oleh adanya pencurian dan penggelapan yang meningkatkan total kerugian karena meningkatnya penyuapan, pencurian, dan pengutilan. Ini tampak mengejutkan, karena kita jarang membaca kejahatan seperti itu dikatakan sebaagi penggelapan di Koran-koran. Ini karena, dalam sebagian besar kasus, penipuan yang berhasil dideteksi tidak pernah diperhatikan karena masyarakat bisa menunjukkan kelemahan pengendalian intern dalam organisasi itu sendiri. Para manajer cenderung malu jika ada publikasi negetif yang datang dari masyarakat.
    Keamanan computer merupakan masalah internasional. Oleh karena itu, banyak negera memiliki undang-undang yang berkaitan langsung dengan masalah kemanan computer, beragam hokum, peraturan, dan pernyataan dikeluarkan untk mengatasi masalah kriminalitas computer. Lebih jauh, computer Fraud and abuse act 1986 membuat peraturan kriminalitaskomputer yang mencakup tindakan-tindakan seperti akses data ke computer lembaga keuangan, pemerintah daerah, atau pengoperasian computer antar daerah atau dengan Negara lain dalam urusan komersial yang tidak sah. Penerobosan terhadap password juga dilarang. Tindak kejahatan ditentukan dengan adanya kerusakan bernilai $1000 atau lebih pada perangkat lunak, pencurian barang, jasa, atau uang, atau akses tidak sah ke system dicuri, dan pelanggar mendapat hukuman 1 samapi 5 tahun penjara.
    National Commission on Fraudulent Financial Reporting (Treadway Commission) telah menerangkan hubungan penipuan oleh manjemen dengan kriminalitas computer.

Penipuan manajemen
Adalah tindakan-tindakan penipuan yang dilakukan oleh para manajer untuk mengelabui para investor dan kreditor dengan menggunakan laporan keuangan yang keliru. Jenis penipuan ini dilakukan oleh orang yang mempunyai tingkatan cukup tinggi dalam organisasi untk mengatur pengendalian akuntansi. Manajemen dapat juga melakukan pengeliruan atau penghilangan lain yang dapat mengelabui karyawan atau investor, tetapi intinya, penipuan manajemen berkaitan dengan manipulasi terhadap laporan keuangan.
    Tradeway commission mendefinisikan laporan kauangan yang digelapkan sebagai perbuatan yang disengaja atau ceroboh, baik melalui tindakan atau peniadaan tindakan tertentu, yang berakibat secara material terhadap laporan keuangan. Komisi ini mempelajari 456 tuntutan hokum terhadap auditor yang terjadi dari tahun 1960 sampai 1985. penipuan manajemen merupakan setengah dari kasus-kasus tersebut. Komisi ini mencatat bahwa system informasi berdasar computer melipatgandakan potensi penyalahgunaan atau manipulasi informasi, sehingga akan meningkatkan risiko terjadinya laporan keuangan yang keliru.

ORANG-ORANG YANG MENIMBULKAN HAMBATAN PADA SISTEM KOMPUTER
Sistem computer pribadi
sistem computer pribadi meliputi karyawan-karyawan perawatan computer, para pemrogram, operator computer, dan karyawan administrasi sistem informasi dan computer, dan klerk-klerk pengendalian data. Masing-masing kelompok akan dibahas berikut ini.

KARYAWAN SISTEM KOMPUTER
Mereka adalah yang menginstalasikan perengkat keras, perangkat lunak, memeperbaiki perangkat keras, dan memperbaiki kesalahan kecil pada perangkat lunak. Dalam banyak aksus, orang-orang ini harus memiliki akses atas pengamanan tingkat tinggi computer, guna memperlancar pekerjaan mereka. Sebagai contoh, orang yang menginstalasikan bersi baru program akuntansi seirngkali diberikan akses yang lengkap ke catalog berkas yang memuat sistem akuntansi dan berkas-berkas data yang berkaitan. Dalam beberapa kasus, orang-orang itu seolah-olah tidak bekerja untk perusahaan tetapi untuk pemasok dimana perusahaan membeli perangkat lunaknya. Dalam setiap kasus, karyawan perawatan umumnya memiliki kemampuan untuk secara tidak sah melihat ked an mempengaruhi berkas data dan program. Beberapa karyawan perawatan bahkan memiliki kesempatan untuk membuat modifikasi yang mengganggu kemanan sistem operasi.

PEMROGRAM
Pemrogram sistem seringkali menuliskan programnya untuk memodifikasi atau memperbaiki sistem operasi. Orang-orang itu umumnya memiliki akses khusus ke seluruh berkas perusahaan. Pemrogram aplikasi dapat membuat modifikasi yang menganggu program-program yang ada, atau menuliskan program baru yang tidak memuaskan.

OPERATOR KOMPUTER
Orang-orang yang merencanakan dan memonitor operasi computer dan jaringan komunikasi disebut operator computer dan operator jaringan. Dalam beberapa sistem operator computer memonitor operasi melalui system console, yaitu stasiun kerja atau terminal yang diberikan khusus bagi para operator. Hal yang lumrah bila operator untuk secara rahasia memonitor seluruh komunikasi jaringan (termasuk para pemakai perorangan yang sedang memasukkan password), seperti halnya juga akses terhadap setiap berkas dalam sistem.

KARYAWAN ADMINSITRATIF SISTEM INFORMASI DAN KOMPUTER
Penyelia sistem merupakan orang yang mempunyai posisi dengan kepercayaan besar. Orang-orang ini secara normal memiliki akses ke pengamanan rahasia, berkas, program, dan sebagainya. Administrator memiliki kemampuan untuk menciptakan akun-akun fiktif, atau menghilangkan password untuk akun-akun yang ada.

KLERK PENGENDALIAN DATA
Mereka yang bertanggungjawab atas pemasukan data secra manual maupun terotomasi ke sistem computer disebut klerk-klerk pengendalian data. Orang-orang ini berada dalam posisi yang menungkinkan untuk memanipulasi pemasukan data.

Pemakai. Para pemakai terdiri dari kekompok orang yang beragam dan satu sama lain dapat dibedakan berdasarkan kegiatan fungsionalnya tanpa memandang pengolahan atau komputasi data. Banyak pemakai yang meiliki akses ke data sensitive yang dapat diungkapkan kepada para pesaing perusahaan. Dalam beberapa kasus, para pemakai dapat mengendalikan masukan computer yang penting seperti memo kredit, tagihan kredit, dan sebagainya.

Pengganggu. Setiap orang yang memiliki peralatan, data atau berkas-berkas computer tanpa otorisasi yang memadai disebut penggangggu – intruders. Pengganggu yang menyerang sistem computer sekedar untuk kesenangan dan tantangan disebut hackers. Jenis lain dari pengganggu adalah unnoticed intruders, wire tappers, piggy-backers, impersonating intruders, dan eavesdroppers.

UNNOTICED INTRUDERS. Orang yang berasal dari divisi pemasaran dapat masuk ke pustaka disk atau pita dan mencurinya. Pelanggan dapat masuk ke area yang tidak terjaga dan melihat data sensitive di computer-komputer pribadi yang ada.

WIRE TAPPERS. Sebagian besar informasi yang diproses oleh computer perusahaan bergerak melalui kabel-kabel. Sebagian informasi ditransmisikan dari satu ruang ke ruang lain, sementara sebagian lainnya ditransmisikan dari satu Negara ke Negara lain. Jalur ini sangat peka terhadap gangguan pada kabel,yang dapat dilakukan denganperalatan murah (seperti perekam pita sederhana dan sedikit kabel) yang mampu menjalankan tugas tanpa terlihat seperti potong jalur terhadap kabel.

PIGGY-BACKERS. Jenis wire tapping yang paling memuaskan disebut piggy-backing. Dengan metode ini pihak yang melakukan penetrasi memotong jalur informasi resmi dan menggantinya dengan informasi yang keliru.

IMPERSONATING INTRUDERS. Impersonating intruders adalah orang yang mendorong orang lain untuk melakukan penggelapan di perusahaan. Salah satu jenis pengganggu menggunakan nomor akun dan password yang tidak sah untuk mengakses computer dan password computer. Banyak perusahaan yang sangat lengah terhadap keamanan nomor akun dan password computer. Dalam beberapa kasus, orang dapat memperoleh nomor pengganggu lainnya adalah hacker, yaitu orang yang dapat mengakses sesulit yang dibayangkan, karena para hacker tahu banyak orang yang menggunakan nama yang dekat dengannya atau juga binatang piaraannya sebagai password. Jenis ketiga dari pengganggu adalah mata-mata industri yang professional, contohnya, orang yang masuk ke perusahaan melalui pintu belakang dengan menyamar sebagai ahli perawatan computer. Orang ini tahu berdasarkan pengalaman bahwa banyak perusahaan yang memiliki pintu belakang yang disediakan untuk karyawan-karyawan yang hendak merokok. Pintu ini seringkali dibiarkan terbuka sehingga karyawan dapat mudah keluar masuk. Itu dapat terlihat dari banyaknya puntung rokok yang bertebaran di ruangan bawah yang dapat dimasuki lewat pintu belakang itu.

EAVESDROPPERS. Cathode ray tubes (CRTs) standar yang digunakan dalam unit-unit tampilan video emit electromagnetic interface (EMI) dalam frekuensi yang dapat ditangkap oleh perangkat televisi biasa.

HAMBATAN AKTIF SISTEM KOMPUTER
Terdapat sedikitnya enam metode yang dapat dipakai oleh orang untuk melakukan penggelapan computer. Metode-metode ini adalah menipulasi masukan, gangguan program, gangguan berkas secara langsung, pencurian data, sabotase,dan penyalahgunaan dan pencurian sumberdaya computer.

Manipulasi Masukan. Dalam sebagian besar kasus penggelapan computer, manipulasi masukan merupakan salah satu metode yang digunakan. Metode ini hanya membutuhkan sedikit kemampuan teknis saja. Orang yang menggangu masukan computer bisa saja sama sekali tidak tahu bagaimana computer beroperasi.

Gangguan Program. Gangguan program barangkali merupakan metode yang paling sedikit digunakan dalam penggelapan computer. Ini karena untuk melakukannya dibutuhkan kemampuan pemrograman yang hanya dipunyai oleh sedikit orang saja. Juga, di banyak perusahaan besar terdapat metode pengujian program yang dapat digunakan untuk mendeteksi program yang diganggu.

Gangguan berkas secara langsung. Dalam beberapa kasus, ada orang-orang yang melakukan potong jalur terhadap proses normal untuk pemasukan data ke program-program computer. Jika ini terjadi, maka akibatnya sangat merusak.

Pencurian data. Pencurian data terhadap data-data penting merupakan masalah serius dalam bisnis sekarang ini. Dalam banyak indurstri yang sangat kompetitif, telah terjadi pencurian informasi kuantitatif maupun kualitatif mengenai pesaing.
    Pengadilan adalah rahasia, dan tidak dapat digunakan tanpa ijin dari perusahaan. Sebagai contoh, di California data yang dicuri dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap rahasia perdagangan , yang dikenai tuntutan hukuman 10 tahun penjara. Undang-undang rahasia perdagangan juga berlaku di beberapa Negara bagian lain.
    Sejumlah informasi ditransmisikan antar perusahaan melalui jaringan public, kabel jarak jauh, dan hubungan satelit. Informasi ini peka terhadap pencurian dalam perpindahannya. Informasi dapat diintersep atau dicuri.
    Dapat juga terjadi pencurian terhadap pita magnetic, disk yang mudah dipindahkan, atau disket yang dapat disembunyikan di dalam kantong atau tas dan dibawa keluar dari perusahaan. Beberapa barang seperti laporan pemeriksaan dapat dicuri dari perusahaan secara mudah.

Sabotase. Sabotase computer menciptakan bahaya serius terhadap instalasi computer. Pengrusakan terhadap computer atau perangkat lunak dapat mengakibatkan kebangkrutan perusahaan. Karyawan-karyawan yang tidak puas, khususnya yang dipecat, biasanya menjadi sumber sabotase terhadap sistem computer.
    Dalam beberapa kasus, para pengganggu dapat memanfaatkan sabotase untuk menutupi penggelapan yang ia lakukan. Sebagai contoh, seseorang dapat mencuri berkas master dan kemudian ia menutupi ia perbuatannya dengan menyabotase disk computer atau media lain.
    Banyak cara yang mengakibatkan kerusakan serius pada instalasi computer. Magnet dapat digunakan untuk mengahapus pita-pita magnetic dan disk-disk magnetic dengan cara menempatkan magnet (magnet biasa sudah cukup) di dekat media. Pita tidak perlu dipindahkan dari tempatnya. Sinar radar dapat memiliki dampak yang serupa jika ditempatkan di dekat media magnetic.
»»  Baca Lebih Lanjut...

KOMUNIKASI DATA

MODEL DASAR KOMUNIKASI
Dalam bentuk sederhana, komunikasi berbasis komputer memiliki tiga tingkatan. Tingkat tertinggi, tingkat yang terdekat dengan pemakai, yaitu tingkat aplikasi. Ini bisa berupa perangkat lunak untuk mengirim e-mail melalui internet. Tingkat selanjutnya adalah tingkat komputer yang membawa pesan e-mail itu ke saluran komunikasi. Tingkat terendah adalah saluran komunikasi kabel-kabel yang mentransmisikan pesan ke komputer lain di internet.
Topologi jaringan
Topologi jaringan  komputer  adalah bentuk perancangan baik secara fisik maupun secara logik yang digunakan untuk membangun sebuah jaringan komputer. Ada 3 Topologi  dasar jaringan komputer, yaitu sebagai berikut:
1.    Topologi Bus
Pada topologi linear bus semua PC (terminal) dihubungkan pada jalur data (bus) yang berbentuk garis lurus (linear). Sehingga, data yang dikirim akan melalui semua terminal pada jalur tersebut. Jika alamat data tersebut sesuai dengan alamat yang dilalui, maka data tersebut akan diterima dan diproses. Namun, jika alamat tidak sesuai, maka data akan diabaikan oleh terminal yang dilalui dan pencarian alamat akan diteruskan hingga ditemukan alamat yang sesuai.
Kelebihan:
    hemat kabel
    mudah dikembangkan
    tidak membutuhkan kendali pusat
    layout kabel sederhana
    penambahan dan pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
Kelemahan:
    deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
    kepadatan lalu lintas tinggi
    keamanan data kurang terjamin
    kecepatan akan menurun bila jumlah user (pemakai) bertambah
    diperlukan repeater untuk jarak jauh
2.    Topologi Ring
Pada topologi ring semua PC (terminal) dihubungkan pada jalur data (bus) yang membentuk lingkaran. Sehingga, setiap terminal dalam jaringan saling tergantung. Akibatnya, apabila terjadi kerusakan pada satu terminal, maka seluruh jaringan akan terganggu.
Kelebihan:
    hemat kabel
    tidak perlu penanganan bundel kabel khusus’
    dapat melayani lalu lintas data yang padat
Kelemahan:
    peka kesalahan
    pengembangan jaringan lebih kaku
    lambat
    kerusakan pada media pengirim/ terminal dapat melumpuhkan kerja seluruh jaringan
3.    Topologi Star
Pada topologi star semua PC (terminal) dihubungkan pada terminal pusat (server) yang menyediakan jalur komunikasi khusus untuk terminal yang akan berkomunikasi. Sehingga, setiap pengiriman data yang terjadi akan melalui terminal pusat.
Kelebihan:
    paling fleksibel karena pemasangan kabel mudah
    penambahan atau pengurangan terminal sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan yang lain
    kontrol terpusat sehingga memudahkan dalam deteksi dan isolasi kesalahan serta memudahkan pengelolaan jaringan
Kelemahan:
    boros kabel
    kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis
    perlu penanganan khusus bundel kabel

Selain ketiga topologi dasar di atas juga terdapat topologi lainnya yang merupakan hasil pengembangan dari ketiga topologi tersebut. Topologi yang lainnya tersebut, antara lain:
1. tree/ hierarkis –merupakan hasil dari gabungan topologi bus dan star yang bentuknya seperti pohon bercabang;
2. mesh –merupakan hasil dari gabungan topologi bus, star, dan ring;
3. web –setiap terminal dalam topologi ini dapat saling berhubungan dengan terminal lainnya melalui beberapa link

KOMUNIKASI DATA BERBASIS KOMPUTER
Komunikasi data adalah pergerakan data dan informasi yang dikodekan dari satu titik ke titik lain melalui peralatan listrik atau elektro magnetik, kabel serat optik (fiber optic cables), atau sinyal gelombang mikro (microwave signals). Istilah lain yang digunakan adalah teleprocessing, telekomunikasi, telecom dan datacom.
Seperti halnya komunikasi antar manusia, pesan komputer harus bergerak melalui suatu saluran. Banyak teknologi yang digunakan , tetapi yang umum adalah sirkuit telepon yang sama seperti yang digunakan untuk komunikasi suara. Misalnya satu saluran telepon standar dapat menyediakan 24 saluran.

PERANGKAT KERAS DAN LUNAK KOMUNIKASI
Perangkat Keras Komunikasi
Modem
Singkatan dari Modulator – Demodulator. Modem adalah alat yang mengubah sinyal-sinyal analog yang digunakan pada komunikasi telepon suara menjadi sinyal-sinyal digital dan sebaliknya. Komputer menggunakan komunikasi digital tetapi local loop komunikasi telepon menggunakan sinyal analog. Local loop mengacu pada koneksi kabel telepon.
Hub
Hub adalah suatu alat yang menerima paket data dari suatu komputer di salah satu ujung topologi star dan menyalin isinya ke seluruh alat lain. Hub dikenal sebagai manageable hub bila mampu memantau data yang melewati sambungan hub-hub port-dan mengatur koneksi agar pemakaian hub menjadi lebih efisien.
Router
Router adalah suatu alat yang menghubungkan banyak LAN. Ini adalah dasar untuk membentuk jaringan WAN. Router menambah fasilitas manajemen komunikasi. Tidak seperti hub yang hanya menyebarkan data ke suatu connection port, router dapat memproses informasi awal dari suatu paket dan menetukan data tersebut harus dikomunikasikan ke LAN yang mana.
Switch
Switch adalah peralatan yang menyaring komunikasi data yang tidak ditujukan pada suatu komputer di suatu jaringan tertentu serta mengendalikan rute ke komputer penerima. Switch, seperti router berhubungan dengan jaringan WAN. Switch dapat meningkatkan kecepatan transmisi komunikasi di suatu jaringan dengan menyaring komunikasi data menelusuri suatu jaringan yang tidak berisi komputer tujuan.
Perangkat Lunak Komunikasi Data
      Seperti perangkat keras komputer, perangkat keras datacom tidak mempunyai arti apa-apa tanpa perangkat lunak komunikasi. Karena perangkat lunak memungkinkan semua unit perangkat keras datacom bekerja sebagai satu sistem. Sebagian besar perangkat lunak berada dalam host dan front end processor, dan sebagian dapat berada pada cluster control unit dan terminal.
Perangkat lunak yang berada pada host, berfungsi :
1.    Menempatkan pesan dalam suatu urutan tertentu berdasarkan prioritas.
2.    Mengamankan catatan (log) dari setiap terminal dan memeriksa apakah suatu terminal berwenang untuk mengerjakan tugas yang diminta.
3.    Menghubungkan jaringan datacom dengan sistem manajemen database
4.    Mengamankan gangguan sewaktu listrik pada dengan menyimpan status penyimpanan primer secara periodik.
Perangkat lunak dalam front end processor, berfungsi :
1.    Menanyai dan menentukan terminal secara berurutan apakah terminal tersebut ingin menggunakan saluran.
2.    Memelihara catatan dengan memberikan waktu dan tanggal pada tiap pesan dan penomorannya.
3.    Mengubah kode dari satu jenis peralatan (misalnya IBM ) kejenis lain (misal DEC).
4.    Menyunting data
5.    Menambah dan menghapus kode routing.
6.    Memelihara file historis, termasuk memulihkan dari gangguan.
7.    Memelihara statistik atas penggunaan jaringan.

PENDEKATAN DASAR JARINGAN PADA PEMROSESAN
Terdapat dua pendekatan pada jaringan komunikasi data yaitu Timesharing ( Pemrosesan Terdistribusi ), dan Client/Server computing.
Jaringan Timesharing terdiri dari satu komputer yang dipakai bersama oleh beberapa pemakai yang memperoleh akses melalui terminal-terminal.
Pemrosesan terdistribusi adalah suatu pendekatan dengan cara mendistribusikan komputer mini dan komputer mikro ke seluruh jaringan organisasi, pendekatan ini menggantikan Timesharing  sebagai strategi jaringan.
Sedangkan Client/Server Computing  adalah suatu pendekatan bagi penggunaan jaringan yang didasarkan pada konsep bahwa sebagian fungsi paling baik ditangani secara lokal dan sebagian paling baik ditangani secara terpusat. Oleh karenanya merupakan gabungan pendekatan Timesharing dangan Pemrosesan Terdistribusi.

JARINGAN SETEMPAT
LAN (Local Area Network)
Adalah sekumpulan komputer dan peralatan lain yang saling berhubungan melalui suatu medium yang sama. LAN umumnya menghubungkan komputer-komputer yang dekat secara fisik.
MAN (Metropolitan Area Network)
Adalah jaringan dengan area yang cukup luas untuk mencakup suatu kota secara keseluruhan atau beberapa kota kecil yang berdekatan. MAN menggunakan topologi LAN dan beberapa protokol yang berkaitan dengan jaringan luas ( WAN ). MAN tidak menggunakan sistem telepon publik untuk transfer data.
WAN (Wide Area Network)
Adalah jaringan komputer yang mencakup minimal dua area metropolitan.
Dari sudut pandang praktikal, perbedaan ketiga jaringan tersebut adalah tingkat arus data yang mengalir dalam jaringan tersebut.
Internet
Internet merupakan komputer yang saling terkait satu dengan lainnya dalam bentuk jaringan atau dapat diartikan sebagai jaringan dari jaringan (network of network). Jaringan dapat tercipta melalui saluran kabel ataupun nirkabel.
Internet memiliki banyak pengertian jika dilihat dari beberapa segi, misalnya jika dilihat secara teknis, Internet merupakan dua komputer atau lebih yang saling berhubungan membentuk jaringan komputer hingga meliputi jutaan komputer di dunia yang saling berinteraksi dan bertukar informasi. Dari segi ilmu pengetahuan, Internet merupakan sebuah perpustakaan digital yang di dalamnya terdapat jutaan informasi atau data berupa teks, grafik, maupun video dalam bentuk media elektronik.


MANAJEMEN JARINGAN
Perencanaan jaringan
Perencanaan jaringan terdiri dari semua kegiatan yang diarahkan untuk mengantisipasi kebutuhan jaringan perusahaan. Ini mencakup tiga komponen utama : perencanaan kapasitas, perencanaan staf, dan pemantauan kinerja. Perencanaan kapasitas menganalisis dan merencanakan volume lalu lintas yang dapat ditangani jaringan. Perencanaan staf membantu menentukan jumlah orang yang diperlukan untuk mengelola suatu jaringan dan tingkat keahlian yang diperlukan. Pemantauan kinerja menganalisis waktu respon pada suatu tingkat lalu lintas tertentu untuk mengantisipasi efek dan kemungkinan perubahan kinerja.
Pengendalian jaringan
Pengendalian jaringan meliputi pemantauan jaringan setiap hari untuk memastikan bahwa jaringan tetap pada tingkat operasi yang diinginkan. Pengendalian jaringan meliputi prosedur-prosedur seperti deteksi kegagalan, isolasi kegagalan, dan pemulihan jaringan.
Untuk mencapai dan memelihara pengendalian jaringan, perusahaan memerlukan standar operasi, strategi rancangan, prosedur pengendalian kegagalan, dan metodologi pemecahan masalah.
Manajer jaringan
Manajer jaringan adalah orang yang bertanggungjawab merencanakan, menerapkan, mengoperasikan, dan mengendalikan jaringan komunikasi data pada perusahaan. Para spesialis ini dapat mencakup analisis jaringan yang melaksanakan fungsi yang sana seperti analisis sistem, hanya terbatas pada sistem yang beorientasi komunikasi, analis perangkat lunak yang memprogram dan memelihara perangkat lunak komunikasi data dan teknisi komunikasi data yang ahli dalam perangkat keras komunikasi data.

PERAN DATACOM ( KOMUNIKASI DATA ) DALAM PEMECAHAN MASALAH
•    Dengan jaringan komunikasi data yang baik, suatu perusahaan dapat mengejar strategi pengambilan keputusan sentralisasi atau desentraliasi.
•    Pada sentralisasi pengambilan keputusan, semua keputusan penting dibuat oleh manajemen puncak di kantor pusat.
•    Pada desentralisasi pengambilan keputusan, manajemen puncak mendelegasikan wewenang untuk membuat keputusan kepada manajer tingkat yang lebih bawah.
»»  Baca Lebih Lanjut...

Kebijakan dan Praktik Personalia

Pemisahan tugas, supervise yang memadai, rotasi pekerjaan, vakasi wajib dan pengecekan ganda merupakan praktik personalia yang penting. Peraturan yang penting barangkali adalah memisahkan pekerjaan pengguna komputer dan personalian sistem komputer. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya praktik kecurangan. Rotasi pekerjaan dan vakasi wajib harus diterapkan ke semua personel sistem yang memiliki akses ke file yang sensitif. Praktik personalia terkait dengan perekrutan dan pemecatan karyawan juga merupakan hal yang penting.karyawan yang prospektif harus diteliti dengan sangat hati-hati, terkati dengan masalah yang dia hadapi yang dapat mendorong dirinya untuk melakukan kejahatan.
Pengaruh Eksternal
Sistem informasi perusahaan harus sesuai dengan hokum dan regulasi lokal, federal dan negara bagian. Hukum dan regulasi mengatur  keamanan dan privasi berbagai tipe data termasuk data yang terkait dengan pelanggan dan kredit mereka, pelanggan dan riwayat mereka, personalia dan pemerintah. Pembajakan perangkat lunak adalah penggandaan dan pendistribusian illegal hak cipta perangkat lunak.
Pengendalian Ancaman Aktif
Pengendalian berlapis untuk pengendalian akses melibatkan pembangunan banyak tahap pengendalian yang memisahkan calon penyusup dari sasaran potensial mereka. Tiga langkah yang dapat digunakan adalah:
1.    Pengendalian Akses Lokasi
Pengendalian akses lokasi adalah untuk memisahkan secara fisik individu yang tidak berwenang dari sumber daya komputer. Banyak perusahaan menggunakan sistem kunci kartu. Sekarang, tersedia juga sistem autentikasi perangkat keras biometrik. Sistem ini secara otomatis mengidentifikasi individu berdasarkan sidik jari mereka, ukuran tangan, pola retina, pola suara dan lain sebagainya. Operasi perlu dimonitor dengan televise closed-circuit. Serangan terhadap pustaka data dan ruangan kritis lainnya dapat diminimalkan dengan dengan sistem penjagaan yang sangat ketat. Sistem ini mencakup pemasangan pintu ganda untuk tempat penyimpanan data komputer. Ada cara lain untuk membatasi secara fisik intrusi virus, salah satunya adalah dengan menyediakan workstation yang tidak memiliki harddisk dan diskdrive. Semua perangkat lunak dan data disimpan di server pusat. Cara kedua untuk membatasi intrusi virus secara fisik adalah menggunakan sistem operasi yang ROM-based. Terakhir, semua kabel fisik harus antisadap. Kabel fiberoptik biasanya dianggap aman dari penyadapan dan dapat digunakan.
2.    Pengendalian Akses Sistem
Pengendalian akses sistem merupakan suatu pengendalian dalam bentuk perangkat linak yang didesain untuk mencegah penggunaan sistem oleh pengguna yang illegal. Tujuan pengendalian akses sistem adalah untuk mengecek keabsahan pengguna dengan menggunakan sarana seperti ID pengguna , password, alamat Internal Protocol (IP) dan perangkat keras. Password harus dikendalikan dengan hati-hati melalui sistem pengolahan password yang baik. Password yang ideal mestinya terdiri dari kombinasi huruf capital dan huruf kecil, symbol khusus dan angka. Satu lagi lapisan keamanan dapat ditambakan dengan penggunaan sistem sign-countersign. Tidak ada sistem password yang berguna jika password itu sendiri tidak diproteksi. Perangkat keras juga dapat dikombinasikan dengan perangkat lunak untuk mengecek keabsahan individu yang meminta akses ke sistem. Firewall dapat deprogram untuk menolak setiap paket yang datang yang tidak berasal dari alamat IP yang ada pada daftar otorisasi. Firewall hanya dapat membatasi tetapi bukan merupakan satu solusi total. Solusi yang lebih baik adalah dengan menggabungkan firewall dengan teknik enkripsi.
3.    Pengendalian Akses File
Pengendalian akses file mencegah akses illegal ke data dan file program. Pengendalian akses file paling fundamental adalah pembuatan petunjuk dan prosedur legal untuk mengakses dan mengubah file. Semua program penting harus tersimpan di dalam file terkunci. Ini berarti program dapat dijalankan, tetapi tidak dapat dilihat atau diubah. Program juga dapat ditambahkan dengan diberi tanda tangan digital sama seperti penandatanganan pesan elektronik. Perusahaan dapat menginstal program residen yang secara konstan terus mengecek keberadaan virus atau adanya perubahan file. Namun, di dunia ini jumlah virus sangat banyak sampai tidak terhitung. Setiap saat bisa saja ada virus baru yang lebih pintar dari program deteksi virus terbaru.
Pengendalian Ancaman Pasif
Ancaman pasif mencakup masalah seperti kegagalan perangkat keras dan mati listrik. Pengendalian ancaman semacam ini dapat berupa pengendalian preventif maupun korektif.

Sistem Toleransi Kesalahan
Sebagian besar metode yang digunakan untuk menangani kegagalan komponen sistem adalah pengawasan dan redundancy. Jika salah satu sistem gagal, bagian redundant akan segera mengambil alih dan sistem dapat terus beropersi tanpa interupsi. Ada dua pendekatan utama yang dapat digunakan untuk membuat pemrosesan redundan yaitu: protokol berbasis-konsensus dan watchdog processor. Toleransi kesalahan yang dapat diterapkan pada level transaksi mencakup rollback processing dan database shadowing.
Memperbaiki Kesalahan : Backup File
Ada 3 jenis backup, yaitu: backup penuh, backup inkremental dan backup diferensial. Skema backup paling sederhana adalah melakukan backup penuh secara periodik. Idealnya semua backup penuh harus dibuat dalam beberapa rangkap sebagai cadangan ekstra.
Keamanan Internet
Kerentanan internet dapat muncul akibat kelemahan-kelemahan berikut ini:
a. Kerentanan sistem operasi atau konfigurasi system operasi
Web server sebenarnya merupakan ekstensi dari system operasi. Akibatnya, setiap kelemahan di dalam keamanan system operasi juga menjadi kelemahan keamanan Web Server. Jadi keamanan administrator harus pertama dan terpenting mengamankan system operasi. Bahkan system operasi yang baru diperbaiki bisa gagal jika tidak dikonfigurasi semestinya.
b. Kerentanan web server atau konfigurasi system operasi
Web server serupa dengan system operasi, dalam arti, pengelola web server perlu selalu memonitor bulletin terkait dengan informasi dan pembaruan keamanan perihal konfigurasi web server. Keamanan web server dapat menurun tajam akibat kesalahan konfigurasi. Salah satu masalah konfigurasi yang paling umum adalah area konfigurasi pemberian akses direktori dan file terkait dengan program yang dapat dieksekusi. Kode program yang dapat dieksekusi merupakan salah satu komponen penting dari hamper semua Website komersial.
c. Kerentanan jaringan privat atau konfigurasi jaringan privat
Ketika web server ditempakan pada suatu computer host yang terkoneksi ke berbagai computer melalui suatu LAN, akan timbul suatu resiko. Hacker dapat menyerang satu computer melalui satu computer yang lain. Selain dengan cara menyerang computer dengan computer lain adalah dengan mengirim surat elektronik yang disertai dengan program kuda Troya (dalam bentuk attachment) ke computer perantara tersebut.
d. Kerentanan berbagai program server
Banyak computer host suatu web server tidak hanya menjalankan web server, tetapi juga server-server yang lain, seperti FTP server (untuk mentransfer file dari dan ke computer lain), e-mail server, dan remote control server (yang memungkinkan computer yang lokasinya jauh mengendalikan computer host. Ada kalanya FTP server lebih tidak aman dibanding web server. FTP mengirimkan password dalam karakter yang jelas terbaca tanpa enkripsi Secara umum, hampir semua program server memiliki kemampuan built in untuk memberikan hak akses kepada pengguna-pengguna di lokasi yang berbeda.
e. Prosedur keamanan umum
Suasana keamanan yang secara kesekuruhan baik merupakan satu hal yang penting. Semua kesalahan dan perkecualian harus di-log ke dalam file yang aman. Log tersebut harus dimonitor secara konstan. Mengamankan file log merupakan isu yang penting karena hacker sering berusah menutupi jejak lacak mereka dengan mengunbah file log. Firewall juga biasanya digunakan untuk membatasi akses masuk ke suatu jaringan computer dan dapat digunakan untuk menahan atau membatasi akses ke luar oleh program tertentu atau server tertentu.
D. Pengelolaan Resiko Bencana
Banyak organisasi tergantung pada system computer untuk mendukung operasi bisnisnya sehari-hari. Konsekuensi dari ketergantungan ini adalah, jika pemrosesan system computer tertunda atau terinterupsi, organisasi mesti menanggung kerugian yang cukup signifikan. Penglolaan resiko bencana memperhatikan pencegahan dan perencanaan kontingensi. Asuransi mungkin dapat memebantu mengendalikan resiko, tetapi banyak perusahaan asuransi yang enggan menanggung biaya interupsi bisnis perusahaan besar, khususnya perusahaan yang tidak memiliki perencanaan pemulihan dari bencana yang mungkin terjadi.
1. Mencegah terjadinya bencana
Mencegah terjadinya bencana merupakan langkah awal pengelolaan resiko akibat suatu bencana. Menurut penelitian prosentase terbesar penyebab terjadinya bencana dapat dikurangi atau dihindari dengan kebijakan keamanan yang baik. Banyak bencana yang berasal dari sabotase dan kesalahan dapat dicegah dengan kebijakan dan perencanaan keamanan yang baik. Resiko bencana alam harus menjadi pertimbangan pada saat membangun lokasi gedung.
2. Perencanaan kontingensi untuk mengatasi bencana
Rencana pemulihan dari bencana harus diimplementasikan pada level tertinggidi dalam perusahaan. Rencana pemulihan harus mendapatkan persetujuan dari dewan direksi. Langkah pertama adalah adanya dukungan dari manajemen senior dan penetapan komite perencanaan, setelah itu didokumentasikan secara hati-hati dan diseujui oleh kedua belah pihak.
a. Menaksirkan kebutuhan penting perusahaan
Sumberdaya yang penting harus diidentifikasi, yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, peralatan listrik, peralatan pemeliharaan, ruang gedung, catatan yang vital, dan sumber daya manusia.
b. Daftar prioritas pemuliahan dari bencana
Memprioritaskan pemulihan penuh dari suatu bencana, terkait dengan kebutuhan perusahaan yang paling penting.
c. Setrategi dan prosedur pemulihan
Serangkaian strategi dan prosedur untuk pemulihan yang mencakup halhal yang cukup detail. Sehingga, perusahaan tahu apa yang harus dilakukan jika becana benar-benar terjadi.
d. Pusat respons darurat
Pada saat terjadi bencana semua wewenang pengolahan data dan operasi komputer dialihkan kepada tim respons darurat, yang memimpin jalannya perencanaan pemulihan dari pusat operasi darurat.
e. Prosedur eskalasi
Menyatakan kondisi seperti apa yang mengharuskan perlunya pengumuman terjadinya bencana, siapa yang harus megumumkan, dan siapa orang yang harus diberi tahu tentang bencana tersebut
f. Menentukan pemrosesan computer alternative
Bagian terpenting dari rencana pemulihan dari bencana adalah menentukan spesifikasi lokasi cadangan yang akan digunakan jika lokasi komputasi primer rusak atau tidak dapat berfungsi. Ada tiga macam lokasi cadangan: cold site merupakan alternative lokasi komputasi yang memiliki instalasi kabel computer, tetapi tidak dilengkapi dengan peralatan komputasi yang dapat mengasumsikan operasi akan berjalan penuh dalam hitungan hari.
Hot site merupakan lokasi alternative yang dilengkapi dengan instalasi kabel dan peralatan komputasi yang dapat mengasumsikan operasi akan berjalan penuh dalam hitungan jam. Flying-start site merupakan alternative yang dilengkapi dengan instalasi kabel, peralatan, dan juga data backup dan perangkat lunak yang up to date, yang dapat mengasumsikan operasi akan berjalan penuh dalam hitungan menit.
g. Rencana relokasi karyawan
Perencanaan kontingensi yang mempertimbangkan kemungkinan perlunya pemindahan karyawan ke lokasi cadagan.
h. Rencana penggantian karyawan
Perencanaan kontingensi yang mempertimbangkan kemungkinan hilangnya karyawan pada saat terjadi bencana.
i. Perencanaan penyelamatan
Perencanaan diamana perusahaan masih dapat menyelamatkan peralatan dan catatan yang berharga dari kerugian lebih lanjut, jika perusahaan dapat mengambil yang tepat secara cepat.
j. Perencanaan pengujian system dan pemeliharaan system
Kerena sering berubahnya kebutuhan komputasi perusahaan maka, setiap enam bulan sekali system perencanaan pemulihan harus diuji. Perncanaan yang kadaluarsa atau yang tidak teruji tidak dapat dijalankan pada saat terjadinya bencana.
»»  Baca Lebih Lanjut...

Jumat, 01 Oktober 2010

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Pengolahan Data
Pengolahan data adalah manipulasi atau transformasi simbol-simbol seperti angka dan abjad untuk tujuan meningkatkan kegunaannya.
Sistem informasi akuntansi
Tugas pengolahan data dilaksanakan oleh sistem informasi akuntansi ( SIA ) yang mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi pemakai di dalam maupun di luar perusahaan.
Arus informasi ke lingkungan penting untuk dipahami. SIA adalah satu-satunya CBIS yang bertanggungjawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan. SIA bertanggungjawab untuk menyediakan informasi bagi tiap elemen lingkungan, kecuali pesaing.

Model Sistem Informasi Akuntansi
SIA melaksanakan empat tugas dasar pengolahan data :
Pengumpulan data
Sistem pengolahan data mengumpulkan data yang menjelaskan setiap tindakan internal perusahaan dan transaksi lingkungan perusahaan.
Manipulasi data
Data perlu dimanipulasi untuk menggunkannnya menjadi informasi. Operasi manipulasi data meliputi :
•    Pengklasifikasian. Elemen-elemen data tertentu dalam catatan digunakan sebagai kode. Di bidang komputer, kode adalah satu atau beberapa karakter yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan catatan.
•    Penyortiran. Catatan-catatan disusun sesuai urutan tertentu berdasarkan kode atau elemen data lain.
•    Penghitungan. Operasi aritmetika dan logika dilaksanakan pada elemen-elemen data untuk menghasilkan elemen-elemen data tambahan.
•    Pengikhtisaran. Terdapat begitu banyak data yang perlu disintesis, atau disarikan, menjadi bentuk total, subtotal, rata-rata, dan seterusnya.
Penyimpanan data
Tiap transaksi dijelaskan oleh beberapa elemen data. Seluruh data ini harus disimpan di suatu tempat hingga diperlukan, dan itulah tujuan penyimpanan data. Data disimpan pada mendia penyimpanan sekunder, dan file dapat dimigrasikan secara logika untuk membentuk suatu database. Secara umum, sebagian besar data dalam database adalah data akuntansi.
Penyimpanan dokumen
SIA menghasilkan output perorangan dan organisasi baik di dalam dan di luar perusahaan. Output tersebut dipicu dalam dua cara :
•    Oleh suatu tindakan. Output dihasilkan jika sesuatu terjadi.
•    Oleh jadwal waktu. Output dihasilkan pada saat tertentu.
Umumnya output berbentuk dokumen kertas. Namun, semakin banyak yang menggunakan tampilan layar.
Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi
Ada beberapa karakteristik pengolahan data yang jelas membedakan SIA dari subsistem CBIS yang lain, SIA :
•    Melaksanakan tugas yang diperlukan. Perusahaan diharuskan oleh undang-undang untuk memelihara catatan kegiatannya. Elemen-elemen dalam lingkungan seperti pemerintah, pemegang saham dan pemilik, serta masyarakat keuangan menuntut perusahaan agar melakukan pengolahan data. Manajemen pasti menerapkan SIA sebagai cara mencapai dan menjaga pengendalian.
•    Berpegang pada prosedur yang relatif standar. Peraturan dan praktik yang diterima menentukan cara pelaksanaan pengolahan data. Segala jenis organisasi mengolah datanya dengan cara yang pada dasarnya sama.
•    Menangani data yang rinci. Karena berbagai catatan pengolahan data menjelaskan kegiatan perusahaan secara rinci, catatan tersebut menyediakan jejak audit.
•    Terutama berfokus historis. Data yang dikumpulkan oleh SIA umumnya menjelaskan apa yang terjadi di masa lampau. Ini terutama terjadi jika pengolahan data berkelompok digunakan.
•    Menyediakan informasi pemecahan masalah yang minimal. SIA menghasilkan sebagian output informasi bagi para manajer perusahaan. Laporan akuntansi standar seperti laporan laba rugi dan neraca merupakan contohnya.
Contoh Sistem Informasi Akuntansi
Suatu contoh yang baik dari SIA adalah sistem yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan distribusi, misalnya perusahaan yang mendistribusikan produk atau jasanya kepada pelanggan atau disebut sistem distribusi.

Gambaran ringkas sistem
Elemen-elemen lingkungan dari sistem distribusi mencakup pelanggan, pemasok, gudang, material, dan manajemen. Dalam terminologi DFD, istilah lingkungan dapat diterapkan pada sistem yang didokumentasikan. Karena alasan inilah, sebagian elemen lingkungan, seperti manajemen dan gudang material, berada di dalam perusahaan.
Pesanan yang diterima perusahaan dari pelanggannya umumnya disebut pesanan penjualan, dan pesanan yang dibuat perusahaan pada pemasoknya disebut pesanan pembelian. Kadang-kadang perusahaan akan menerima dahulu komitmen lisan dari pemasoknya sebelum pesanan pembelian disiapkan. Perusahaan sering harus mengirimkan nota penolakan pesanan penjualan kepada para pelanggannya mungkin karena peringkat kredit mereka buruk. Baik perusahaan maupun pemasok menggunakan faktur untuk mengingatkan pelanggannya jumlah hutang mereka, dan pernyataan untuk mengumpulkan tagihan-tagihan yang belum dibayar. Akhirnya, baik perusahaan maupun para pelanggannya harus membuat pernyataan untuk pembelian mereka.
Subsistem utama sistem distribusi
Sistem yang memenuhi pesanan pelanggan
Sistem pemasukan pesanan ( order entry system ) memasukkan pesanan pelanggan ke dalam sistem, sistem persediaan ( inventory system ) memelihara catatan persediaan, sistem penagihan ( billing system ) menyiapkan faktur kepada pelanggan, dan sistem piutang dagang ( account receivable system ) mengumpulkan uang dari pelanggan.
Sistem yang mengisi kembali persediaan
Sistem pembelian mengeluarkan pesanan pembelian persediaan yang diperlukan kepada pemasok, sistem penerimaan menerima persediaan tersebut, dan sistem hutang dagang melakukan pembayaran.
Sistem yang melaksanakan proses buku besar
Sistem buku besar adalah sistem sistem akuntansi yang mengkombinasikan data dari berbagai sistem akuntansi lain untuk tujuan menyajikan gambaran keuangan gabungan dari operasi perusahaan. Sistem ini memiliki dua subsistem. Subsistem pemeliharaan buku besar membukukan catatan-catatan yang menjelaskan berbagai tindakan dan transaksi ke dalam buku besar. Subsistem penyiapan laporan menggunakan isi buku besar untuk menyiapkan laporan manajerial.



Pemenuhan pesanan pelanggan
Pemasukan pesanan
Edit data pesanan
Perusahaan menggunakan formulir pesanan penjualan untuk mencatat data yang diperlukan untuk  memproses pesanan pelanggan. Pesanan penjualan yang diterima dari pelanggan diperiksa untuk menemukan data yang hilang atau salah.
Menghitung pemeriksaan kredit
Salah satu pendekatan untuk melaksanakan pemeriksaan kredit adalah dengan mempertimbangkan dampak jumlah pesanan terhadap jumlah piutang pada pelanggan tersebut. Piutang dagang adalah jumlah yang merupakan hak perusahaan yang berasal dari penjualan sebelumnya. Jumlah piutang disimpan dalam file piutang dagang, tetapi kita juga menyertakan data itu dalam suatu file khusus, yang disebut file kredit pelanggan, yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan kredit. Batas kredit pelanggan juga terdapat dalam file kredit pelanggan.
Log pesanan
Log pesanan digunakan untuk menindaklanjuti pesanan untuk memastikan bahwa pesanan telah dipenuhi. Log pesanan berisi elemen-elemen data seperti nomor pelanggan, nomor pesanan pelanggan, tanggal pesanan pelanggan, dan tanggal pesanan diterima. Pesanan-pesanan dalam file itu dinamakan pesanan terbuka.
Menandai pesanan yang telah dipenuhi
Catatan-catatan untuk log pesanan untuk pesanan yang telah dipenuhi diberi tanda tangan menasukkan tanggal pemenuhan untuk menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memenuhi pesanan. Informasi ini berharga bagi para manajer.
Persediaan
Memeriksa saldo persediaan
Catatan jenis barang untuk jenis barang yang dipesan diambil dari file persediaan. File saldo persediaan dari catatan tersebut dibandingkan dengan jumlah pesanan dari catatan pesanan yang diterima untuk melihat apakah tersedia cukup persediaan untuk memenuhi pesanan. Untuk pesanan yang tidak dapat dipenuhi , catatan pesanan yang tertunda dimasukkan ke dalam file pesanan yang tertunda.
Memeriksa titik pemesanan kembali
Titik pemesanan kembali adalah jumlah persediaan yangmemicu kegiatan pengisian kembali persediaan. Saat saldo persediaan turun mencapai titik pemesanan kembali, tiba waktunya untuk memesan kembali. Titik pemesanan kembali ditetapkan cukup tinggi sehingga pasokan yang baru akan diterima sebelum semua persediaan habis.
Menambahkan jenis barang yang diterima
Proses diatas akan mengurangi saldo persediaan ketika pesanan dipenuhi. Proses yang lain meningkatkan saldo ketika pengisian kembali persediaan diterima dari pemasok.
Menyediakan data buku besar
Nilai persediaan disertakan sebagai aktiva di dalam neraca. Langkah ini mengambil data yang diperlukan sistem buku besar dari file persediaan, dan meneruskannya ke sistem itu dalam bentuk arus data buku besar persediaan.
Penagihan
Mendapatkan data pelanggan
Data pelanggan mencakup elemen-elemen seperti nama dan alamat, petunjuk pengiriman, dan nomor wiraniaga. Elemen-elemen ini akan dicetak pada faktur dan dokumen lain seperti laporan manajemen.
Menyiapkan faktur
Penyiapan faktur mensyaratkan agar tiap baris atau jenis barang yang tertera pada formulir, diperluas dengan mengalikan harga dengan kuantitas. Penghitungan lain mencakup mengakumulasikan jumlah total untuk semua jenis barang, dan mungkin menghitung pajak penjualan.
Piutang dagang
Menambahkan piutang baru
Catatan-catatan ditambah ke file piutang dagang segera setelah penagihan. Pesanan yang ditagih menjadi pemicu setiap hari.
Menghapuskan piutang yang telah dibayar
Demikian pula, catatan-catatan dihapus dari file piutang dagang untuk mencerminkan pembayaran oleh pelanggan.
Menyiapkan pernyataan
Setiap bulanan, file piutang dagang digunakan untuk menyiapkan pernyataan. Suatu pernyataan berisi satu baris untuk tiap faktur yang belum dibayar.
Menyediakan data buku besar
Secara bulanan, sistem piutang menyediakan data buku besar piutang bagi sistem buku besar yang muncul di neraca sebagai aktiva.


Pengisian kembali persediaan
Tiga sistem yang bekerja untuk memesan , menerima dan membayar pengisian kembali persediaan adalah pembelian, penerimaan, dan hutang dagang.
Pembelian
Departemen pembelian terdiri dari sejumlah pembeli yang bertanggungjawab memilih pemasok untuk pengisian kembali persediaan dan merundingkan pengaturannya seperti harga dan tanggal pengiriman.
Memilih pemasok
Pembeli memutuskan pemasok mana yang harus dipertimbangkan untuk pengisian kembali persediaan, dengan menggunakan data dari file pemasok dan mungkin dari sumber-sumber lain.
Mendapatkan komitmen lisan
Ketika pembeli menentukan pemasok mana yang merupakan calon terbaik, mereka dihubungi melalui telepon atau mungkin melalui jaringan komunikasi data dengan maksud mencapai suatu persetujuan.
Menyiapkan pesanan pembelian
Pembeli kemudian menggunakan terminalnya untuk mulai mempersiapkan pesanan pembelian.
Menutup pesanan pembelian
Jika pesanan telah dipenuhi, perlu menghapus catatan dari file pesanan pembelian terbuka. Sinyal ini datang dari sistem penerimaan dalam bentuk arus data pesanan pembelian yang terpenuhi. Catatan-catatan pesanan pembelian yang dihapus disimpan dalam file historis pesanan pembelian.
Penerimaan
Sistem penerimaan bertanggungjawab memperbarui sistem konseptual perusahaan untuk mencerminkan pengisian kembali persediaan dari pemasok.
Proses penerimaan
Sistem pembelian memberitahukan sistem penerimaan mengenai penerimaan yang akan terjadi dengan arus data pesanan pembelian yang dikeluarkan. Petugas penerimaan memproses tanda terima ( slip pengepakan ) dengan menggunakan terminal yang berada di area penerimaan untuk memanggil data barang yang dibeli dari file barang yang dibeli. Dengan menggunakan data yang ditampilkan, petugas membandingkan elemen data pada slip pengepakan, nomor pesanan pembelian perusahaan, nomor jenis barang, serta jumlahnya.

Memberitahukan sistem lain
Informasi penerimaan terdiri dari semua elemen data yang akan digunakan oleh sistem lain. Arus data barang yang diterima diarahkan ke sistem persediaan untuk memberitahukan nomor jenis barang dan jumlahnya yang akan digunakan untuk memperbarui file persediaan. Arus data pesanan pembelian yang terpenuhi diarahkan ke sistem pembelian untuk menutup pesanan pembelian yang terbuka.
Hutang dagang
Sistem hutang dagang bertanggungjawab untuk membayar  pembelian kepada pemasok.
Membuat catatan hutang kepada pemasok
Catatan-catatan ditambahkan pada file hutang dagang ketika arus data kewajiban yang terjadi diterima dari sistem pembelian.
Membayar pada pemasok
Faktur pemasok dan pernyataan pemasok dimasukkan ke dalam file faktur dan pernyataan untuk  disimpan sampai dilakukan pembayaran. Pembayaran dilakukan jika ketiga kondisi di atas telah dipenuhi.
Menghapus hutang yang telah dibayar
Saat dilakukan pembayaran pada pelanggan, catatan yang berkaitan dihapuskan dari file hutang dagang dan ditambahkan pada file hutang yang telah dibayar.
Menyediakan data buku besar
Sistem hutang dagang menyediakan data bagi sistem buku besar. Hutang muncul sebagai kewajiban di neraca.
Peran Sistem Informasi Akuntansi Dalam Pemecahan masalah
Pertama, SIA menghasilkan beberapa output informasi dalam bentuk laporan akuntansi standar. Laporan ini sangat berharga dalam area keuangan dan pada tingkat manajemen puncak.
Kedua, SIA menyediakan database yang kaya yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah. Database menyediakan banyak input bagi subsistem CBIS lain, terutama SIM san DSS, dan sedikit bagi sistem berbasis pengetahuan.
»»  Baca Lebih Lanjut...

SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR

Komputer Sebagai Bagian dari Sistem Fisik
Telah banyak yang dicapai dalam penggunaan mesin yang dikendalikan komputer di area produksi. Mesin-mesin ini dapat melakukan tugas yang semula dilakukan oleh para pekerja. Mesin-mesin ini berbiaya lebih rendah daripada para pekerja dan mampu berkinerja lebih baik dalam beberapa hal. Usaha untuk mengotomatisasi pabrik pada awalnya ditentang dari serikat buruh. Namun, lambat laun tentangan itu berkurang karena perusahaan harus memanfaatkan teknologi komputer jika ingin bertahan dalam pasar dunia.
Computer Aided Design ( CAD )
CAD melibatkan penggunaan komputer untuk membantu rancangan produk yang akan dimanufaktur. CAD pertama-tama muncul dalam industri dirgantara sekitar tahun 1960-an dan kemudian diadopsi oleh pembuat mobil. CAD kemudian digunakan untuk merancang segala sesuatu dari struktur rumit dari bangunan, jembatan, hingga bangunan-bangunan rumit.
Computer Aided Manufacturing ( CAM )
CAM adalah penerapan komputer dalam proses produksi. Mesin produksi khusus yang dikendalikan komputer seperti bor dan mesin bubut menghasilkan produk sesuai spesifikasi yang diperoleh dari database rancangan. Sebagian mesin produksi memiliki build-in microprocessors, dan sebagian dikendalikan oleh komputer mini. Satu komputer mini dapat mengendalikan beberapa mesin produksi sekaligus.
Robotik
Robotik melibatkan penggunaan robot industrial ( IR ), alat yang secara otomatis melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam proses manufaktur. Robot industrial diperkenalkan dalam industri mobil sekitar tahun 1974, dan seperti CAD dan CAM, menyebar ke banyak industri lain. Aplikasi robotik yang populer adalah pengisian bahan baku ke dalam peralatan mesin yang diotomatisasi oleh CAM.

Komputer Sebagai Bagian dari Sistem Informasi
Sistem Titik Pemesanan Kembali ( ROP )
Setelah komputer pertama diterapkan secara berhasil dalam area akutansi, komputer diberikan tugas mengendalikan persediaan. Pendekatan yang paling sederhana adalah pendekatan relatif, yaitu menunggu hingga saldo suatu jenis barang mencapai tingkat tertentu dan kemudian memicu pesanan pembelian atau suatu proses produksi. Tingkat barang yang berfungsi sebagai pemicu disebut titik pemesanan kembali, dan sistem yang mendasarkan keputusan pembelian pada titik pemesanan kembali disebut sistem titik pemesanan kembali.
Perusahaan mengantisipasi kehabisan persediaan dan melakukan pesanan pada pemasok ketika saldo mencapai titik pemesanan kembali. Sebagai ukuran berjaga-jaga disisihkan sejumlah persediaan yang disebut safety stock.
Material Requirements Planning ( MPR )
MRP adalah suatu strategi material proaktif. MRP melihat ke masa depan dan mengidentifikasi material yang akan diperlukan, jumlahnya, dan tanggal diperlukannya.
MRP memungkinkan perusahaan mengelola materialnya secara lebih baik. Perusahaan dapat menghindari kehabisan persediaan yang disebabkan oleh menunggu hingga menit terakhir dan menyadari bahwa persediaan yang dipesan tidak tersedia. Selain itu, dengan mengetahui kebutuhan material di masa depan, perusahaan dapat merundingkan perjanjian pembelian dengan pemasok.
Manufacturing Resource Planning ( MRP II )
Sistem MRP II mengintegrasikan semua proses di dalam manufaktur yang berhubungan manajemen material. MPR II dapat menyediakan informasi bagi sistem informasi eksekutif dam bagi sistem informasi fungsional lain. MRP II juga bertukar data dengan subsistem informasi akuntansi yang terlibat dalam arus material, seperti pemasukan pesanan, penagihan, piutang dagang, pembelian, penerimaan, hutang dagang, dan buku besar.
Manfaat MRP II
•    Penggunaan sumber daya yang lebih efisien
•    Perencanaan prioritas yang lebih baik
•    Pelayanan pelanggan yang meningkat
•    Semangat kerja pegawai meningkat
•    Informasi manajemen yang lebih baik
Pendekatan Just-In-Time
Pendekatan JIT menjaga arus material melalui pabrik hingga minimum dengan menjadwalkan agar tiba di stasiun kerja tepat pada waktunya.
JIT mencoba meminimumkan biaya persediaan dengan memproduksi pada jumlah yang lebih sedikit. Ukuran lot ideal dalam sistem JIT adalah satu. Unit tunggal akan bergerak dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja lain hingga produk itu selesai.
Waktu adalah kunci sistem JIT. Pasokan bahan baku tiba dari pemasok tepat sebelum produksi dijadwalkan untuk mulai. Bahan baku mulai memasuki jalur perakitan. Pekerja pertama menyelesaikan langkah produksi pertama dan menyisihkan barang itu. Pekerja selanjutnya memungut barang tersebut dan melakukan langkah kedua. Proses ini terus berlanjut dari satu langkah produksi ke yang lain. Jika pekerja siap untuk barang selanjutnya, ia  memberi tanda pada pekerja sebelumnya. Kanban, istilah bahasa Jepang untuk kartu atau catatan digunakan untuk memberi tanda tersebut.

Model Sistem Informasi Manufaktur















Subsistem Input
Sistem Informasi Akuntansi
Tugas pengumpulan data yang menjelaskan operasi produksi paling baik dilaksanakan dengan menggunakan terminal pengumpulan data. Pegawai produksi memasukkan data ke dalam terminal dengan menggunakan kombinasi media yang dapat dibaca mesin dan keyboard. Media tersebut paling sering berbentuk dokumen dengan bar codes yang dapat dibaca secara optis. Media lain meliputi dokumen dengan tanda pensil yang dapat dibaca secara optik, dan kartu plastik dengan garis-garis catatan yang dapat dibaca secara magnetis. Setelah dibaca, data tersebut ditransmisikan ke komputer pusat untuk memperbarui database sehingga mencerminkan status terkini sistem fisik.

Subsistem Industrial Engineering
Industrial Engineering merupakan analisis sistem yang terlatih khusus yang mempelajari operasi manufaktur dan membuat saran-saran perbaikan. IE mengkhususkan diri dalam rancangan dan operasi sistem fisik tetapi juga memahami sistem konseptual. IE dapat merupakan seorang anggota tim proyek yang mengembangkan sistem pengumpulan data dan tiap subsistem output.
Subsistem Intelejen Manufaktur
Subsistem intelejen manufaktur membuat manajemen manufaktur tetap mengetahui perkembangan terakhir mengenai sumber-sumber pekerja, material dan mesin.
Informasi pekerja
Manajer manufaktur sangat memperhatikan serikat pekerja yang mengorganisasikan para pekerja perusahaan. Jika para pekerja memilih untuk berserikat, suatu kontrak menjelaskan harapan dan kewajiban baik perusahaan maupun serikat. Informasi yang menjelaskan kinerja aktual dari kedua pihak harus dikumpulkan sehingga manajemen dapat memastikan bahwa syarat-syarat dalam kontrak terpenuhi.
Informasi pemasok
Sebagian besar departemen pembelian memiliki beberapa pembeli yang mengkhususkan diri dalam memperoleh material kelas tertentu. Pemilihan pemasok terbaik merupakan elemen kunci dalam mencapai efisiensi dan kualitas produksi. Material yang dipesan harus tiba sesuai jadwal dan dengan tingkat kualitas yang diharapkan.

Susbsistem Output
Subsistem Produksi
Subsistem produksi menyediakan gambaran bagi manajemen tidak hanya rencana-rencana produksi tetapi juga status saat ini. Manajer yang ingin menentukan status dari suatu pekerjaan dapat bertanya pada database.
Subsistem Persediaan
Manajemen manufaktur selalu bertanggungjawab atas persediaan bahan baku dan barang dalam proses. Dalam banyak kasus, perusahaan bertanggungjawab atas persediaan barang jadi.
Pentingnya tingkat persediaan
Tingkat persediaan perusahaan sangat penting karena menggambarkan investasi yang besar. Uang yang tertanam dalam persediaan tidak dapat digunakan untuk hal-hal lain. Tingkat suatu barang tertentu terutama dipengaruhi oleh jumlah unit yang dipesan dari pemasok setiap kalinya. Tingkat persediaan rata-rata dapat diperkirakan separuh kuantitas pesanan ditambah safety stock.
Biaya pemeliharaan
Biaya pemeliharaan, atau biaya penyimpanan, biasanya dinyatakan sebagai persentase biaya tahunan dari barang, dan biaya tersebut mencakup faktor-faktor seperti kerusakan, pencurian, keusangan, pajak, dan asuransi. Suatu karakteristik penting dari biaya pemeliharaan adalah kenyataan bahwa biaya itu berbanding lurus dengan tingkat persediaan.
Biaya pembelian
Perusahaan berusaha meminimumkan biaya pemeliharaan dengan menjaga agar tingkat persediaannya rendah. Salah satu cara untuk melakukannya adalah memesan dalam kuantitas kecil, dan ini mungkin akan selalu menjadi tujuan yang baik jika biaya yang lain tidak meningkat seiring menurunnya kuantitas pesanan. Biaya yang meningkat ini adalah biaya pembelian, yang mencakup biaya yang terjadi pada saat material dipesan, seperti waktu pembelian, biaya telepon, biaya sekretaris, biaya formulir pesanan pembelian, dan sebagainya.
Kuantitas pemesanan ekonomis ( EOQ )
EOQ menyeimbangkan biaya pemeliharaan dan pembelian serta mengidentifikasi biaya kombinasi terendah.EOQ ditetapkan untuk tiap barang dalam persediaan bahan baku dan disertakan sebagai suatu elemen data dalam catatan persediaan. EOQ digunakan untuk memesan pengisian kembali persediaan dari pemasok.
Kuantitas manufaktur ekonomis ( EMQ )
EMQ menyeimbangkan biaya penyimpanan persediaan dengan biaya ketidakefisienan produksi. EMQ digunakan untuk memesan pengisian kembali persediaan dari fungsi manufaktur perusahaan sendiri. Melalui penggunaan praktek manajemen persediaan ilmiah yang menyatukan konsep seperti EOQ dan EMQ, subsistem persediaan dapat memampukan perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dalam bentuk pengurangan biaya persediaan.
Subsitem Kualitas
Suatu pandangan tentang kualitas yang paing sederhana, namun menangkap pemikiran muktahir dalam bisnis, mendefinisikan kualitas sebagai kesesuaian dengan spesifikasi pelanggan.

Total quality management ( TQM )
Pendekatan menuju manajemen kualitas strategis yang mendapatkan paling banyak perhatian saat ini adalah TQM, sehingga perusahaan unggul dalam semua dimensi produk dan jasa yang penting bagi pelanggan. Keyakinan dasar yang melandasi TQM adalah :
•    Kualitas didefinisikan oleh pelanggan
•    Kualitas dicapai oleh manajemen
•    Kualitas adalah tanggung jawab seluruh perusahaan

Elemen-elemen TQM
Subsistem Biaya
Subsistem biaya dapat berisi program-program yang menyiapkan laporan periodik maupun khusus. Laporan periodik dapat dicetak dan dibagikan, atau dapat disimpan di dalam bentuk yang telah disusun sebelumnya dalam database untuk diambil nanti.
Unsur-unsur dasar pengendalian biaya
Program pengendalian biaya yang efektif dibangun berdasarkan dua unsur kunci : (1) standar kinerja yang baik, (2) sistem untuk melaporkan rincian kegiatan saat terjadinya. Jaringan pengumpulan data dapat berkontribusi di kedua area. Jika pegawai manufaktur ( operator mesin, pemeriksa, mekanik pemeliharaan ) melaksanakan tugas mereka, mereka dapat menggunakan terminal pengumpulan data untuk mencatat kegiatan sehingga manajemen manufaktur mengetahui apa yang terjadi di pabrik. Data aktual ini dapat juga diakumulasikan dari waktu ke waktu dan dikombinasikan dengan input lain, seperti industrial engineering, untuk menetapkan standar dan menjaga kemuktahirannya.
Penggunaan Sistem Informasi Manufaktur oleh Manajemen
Sistem informasi manufaktur digunakan baik dalam penciptaan maupun dalam operasi sistem produksi fisik. Informasi itu digunakan oleh eksekutif perusahaan, manajer di area manufaktur, dan juga manajer di area lain.
Para eksekutif, termasuk wakil presiden direktur manufaktur, menerima informasi dari semua subsistem output. Superintendent pabrik juga menggunakan ikhtisar output yang menjelaskan seluruh operasi.
Manajer pemasaran juga menggunakan output itu. Pemasaran tertarik pada aspek produksi seperti biaya, kualitas, dan penyediaan karena faktor-faktor tersebut mempengaruhi penjualan produk. Manajer keuangan memiliki perhatian khusus pada susbsistem produksi, karena digunakan untuk membuat keputusan penting mengenai konstruksi atau perluasan pabrik.
»»  Baca Lebih Lanjut...

SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA

Fungsi Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia ( SDM ) dapat merupakan suatu departemen atau divisi di dalam suatu are fungsional, atau SDM dapat memiliki status fungsional yang sama seperti pemasaran, manufaktur, keuangan dan SI.
Kegiatan Utama SDM
SDM melaksanakan empat kegiatan utama, yaitu :
Perekrutan dan penerimaan
SDM membantu membawa pegawai baru ke dalam perusahaan dengan memasang iklan lowongan pekerjaan di koran, memberitahukan posisi yang diminta kepada agen kerja swasta maupun pemerintah, melakukan wawancara pemilihan di kampus dan di fasilitas perusahaan, dan mengurus ujian bagi pegawai.
Pendidikan dan pelatihan
Selama periode kepegawaian, SDM dapat mengatur berbagai program pendidikan dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian kerja pegawai.
Manajemen data
SDM menyimpan database yang berhubungan dengan pegawai, dan memprosesnya untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.
Penghentian dan administrasi tunjangan
Selama seorang dipekerjakan oleh perusahaan mereka menerima paket tunjangan seperti rumah sakit, asuransi, dan pembagian keuntungan yang semakin sulit administrasinya. Ketika pegawai berhenti bekerja, SDM memproses kertas kerja yang diperlukan dan kadang melakukan wawancara keluar.

Evolusi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
Sampai akhir-akhir ini, manajemen kurang memberikan perhatian pada data personil dibandingkan dengan perhatian yang diberikan pada data yang menjelaskan uang dan arus material. Rangsangan untuk menaikkan status data personil diberikan oleh peraturan pemerintah seperti EEO ( Equal Employment Opportunity ), OSHA ( Occupational Safety and Health  Administration ), dan AAP ( Affirmative Action Program ), yang diberlakukan selama tahun 1960-an dan 1970-an.
Manajemen puncak perusahaan mulai meangalokasikan sumber daya tambahan bagi pengembangan sistem informasi berorientasi informasi. Sistem baru dikembangkan oleh spesialis informasi dan jasa informasi, bekerjasama dengan pemakai di bagian sumber daya manusia. Pengolahan dilakukan di komputer berskala besar yang ditempatkan di SI.
Saat komputer mikro muncul, SDM mulai memasangnya dalam areanya. Beberapa digunakan secara berdiri sendiri, beberapa dibuat jaringan untuk membentuk LAN, dan beberapa dihubungkan dengan fasilitas komputer sentral perusahaan. Beberapa organisasi SDM bahkan memasang komputer mini bahkan mainframe mereka sendiri.

Model Sistem Informasi Sumber Daya Manusia


























Subsistem Input
Sistem Informasi Akutansi
Data yang ditangani oleh HRIS merupakan campuran elemen-elemen dara personil dan data akuntansi.
•    Elemen data personil, relatif lebih permanen dan bersifat nonkeuangan. Elemen data personil ini diciptakan oleh SDM pada waktu penerimaan dan diperbaharui selama pegawai bekerja pada perusahaan. Data yang serupa juga disimpan untuk pegawai yang pensiun.
•    Elemen data akuntansi, terutama bersifat keuangan dan cenderung lebih dinamis dibandingkan data personil.
SIA menyediakan data akuntansi bagi HRIS sehingga database berisi gambaran yang lengkap dari sumber daya personil-keuangan dan nonkeuangan.
Subsistem Penelitian Sumber Daya Manusia
Subsistem penelitian sumber daya manusia mengumpulkan data melalui proyek penelitian khusus, contohnya :
•    Penelitian suksesi, dilakukan untuk mengidentifikasi orang-orang dalam perusahaan yang merupakan calon bagi posisi yang akan tersedia.
•    Analisis dan evaluasi jabatan, mempelajari setiap jabatan dalam suatu area untuk menentukan lingkup dan mengidentifikasikan pengetahuan dan keahlian yang diperlukan.
•    Penelitian keluhan, membuat tindak lanjut atas keluhan yang disampaikan pegawai untuk berbagai alasan.
Subsistem Intelejen Sumber Daya Manusia
Subsistem intelejen sumber daya manusia mengumpulkan data yang berhubungan dengan sumber daya manusia dari lingkungan perusahaan.
•    Intelejen pemerintah. Pemerintah menyediakan data dan informasi yang membantu perusahaan mengikuti berbagai peraturan ketenagakerjaan.
•    Intelejen pemasok. Pemasok mencakup perusahaan seperti perusahaan asuransi, yang memberikan tunjangan pegawai, dan lembaga penempatan lulusan universitas serta agen tenaga kerja, yang berfungsi sebagai sumber pegawai baru. Para pemasok ini menyediakan data dan informasi yang memungkinkan perusahaan melaksanakan fungsi perekrutan dan penerimaan.
•    Intelejen serikat pekerja. Serikat pekerja memberikan data dan informasi yang digunakan dalam mengatur kontrak kerja antara serikat pekerja dan perusahaan.
•    Intelejen masyarakat global. Masyarakat global menyediakan informasi yang menjelaskan sumber daya lokal seperti perumahan, pendidikan dan rekreasi. Informasi ini digunakan untuk merekrut pegawai dalam skala lokal, nasional dan internasional, dan untuk mengintegrasikan pegawai yang ada ke dalam komunitas lokalnya.
•    Intelejen masyarakat keuangan. Masyarakat keuangan memberikan data dan informasi ekonomi yang digunakan dalam perencanaan personil.
•    Intelejen pesaing. Beberapa perusahaan memandang pesaing sebagai sumber pegawai baru yang baik, dan mengumpulkan informasi mengenai praktik personalia pesaing, dan mungkin informasi perseorangan yang berpotensi untuk direkrut.

Database HRIS
Bagi database SDM berbasis komputer, tersedia beberapa alternatif dalam hal isi, lokasi, manajemen, dan pemasukan data.
ISI DATABASE
Database HRIS dapat berisi data yang menjelaskan tidak hanya pegawai, tetapi juga organisasi dan perorangan di lingkungan perusahaan. Elemen-elemen lingkungan mempengaruhi sumber daya manusia dalam beberapa cara.
Data pegawai
Kebanyakan database HRIS berisi data yang berhubungan dengan pegawai perusahaan yang ada. Di 82,5% perusahaan HRSP yang menjawab survei 1990-91, data pegawai merupakan satu-satunya data yang disimpan, tetapi untuk tiap pegawai dapat tersimpan ratusan elemen data.
Data non pegawai
Ketika diminta untuk menjelaskan data non-pegawai dalam database mereka, 8% responden HRSP mengidentifikasikan data yang menjelaskan organisasi di lingkungan perusahaan seperti agen tenaga kerja, akademi dan universitas, serikat pekerja, dan pemerintah.
LOKASI DATABASE HRIS
Dalam perusahaan HRSP, sebagian besar database HRIS ditempatkan pada komputer sentral perusahaan, tetapi data base yang lain berada di dalam SDM, pada divisi operasi lain, dan di luar pusat pelayanan.
Pemasukan data. Data dimasukkan ke dalam database dari beberapa sumber, menurut penelitian HRSP. Non-manajer dalam SDM adalah yang paling populer (86,9% perusahaan), diikuti oleh non-manajer di luar SDM (36,1%), manajer dalam SDM (30,8%), dan manajer di luar SDM (7,8%). Pemasukan data dari lingkungan relatif jarang, dilaporkan hanya oleh sekitar 24,2% perusahaan.

Subsistem Output
Subsistem Perencanaan Angkatan Kerja
Perencanaan angkatan kerja melibatkan semua kegiatan yang memungkinkan manajemen untuk mengidentifikasikan kebutuhan pegawai di masa datang. Aplikasi perencanaan angkatan kerja yang paling populer adalah pembuatan bagan organisasi, peramalan gaji, dan analisis/evaluasi kerja. Sebagian besar usaha pengembangan tertuju pada analisis/evaluasi kerja, perencanaan dan pembuatan bagan organisasi.
Subsistem Perekrutan
Perusahaan membawa pegawai baru ke dalam organisasi melalui subsistem perekrutan. Dari segi jumlah aplikasi, ini merupakan subsistem output terkecil. Namun, penelusuran pelamar telah diterapkan secara ekstensif, dan juga merupakan kegiatan pengembangan yang tinggi. Penelusuran pelamar kerja sebelum mereka dipekerjakan lebih banyak dipraktikkan daripada melakukan pencarian internal untuk menemukan calon pekerja. Hal ini menunjukkan bahwa usaha perusahaan untuk mengisi lowongan kerja lebih difokuskan pada lingkungan daripada pegawai yang ada.
Subsistem Manajemen Angkatan Kerja
Dalam hal jumlah aplikasi, ini merupakan subsistem terbesar. Namun, dalam hal persentase aplikasi yang digunakan, manajemen angkatan kerja di urutan terakhir. Hanya dua pertiga dari perusahaan HRSP yang menggunakan aplikasi ini. Namun, terdapat cukup usaha pengembangan yang sedang berlangsung, pada pengendalian posisi, keahlian/kompensasi, pelatihan dan suksesi.
Subsistem Kompensasi
Aplikasi peningkatan penghargaan telah diterapkan lebih luas daripada aplikasi HRIS lain. Semua aplikasi lain juga menikmati tingkat penerapan yang tinggi. Kehadiran adalah satu-satunya area yang paling besar usaha pengembangannya.
Subsistem Tunjangan
Berbagai aplikasi dalam subsistem ini umumnya sangat rumit dan sukar dilaksanakan. Defined contribution dan defined benefit memungkinkan seorang pegawai mengakumulasi dana pensiun untuk mencapai standar hidup tertentu, ditentukan dengan perhitungan aktuaria. Flexible benefit plans adalah inovasi terbaru yang memungkinkan pegawai untuk menentukan sendiri tunjangan yang diinginkan dari suatu area “menu”, yang dinamakan cafetaria style benefit plans.
Subsistem Pelaporan Lingkungan
Berbagai aplikasi ini membuat HRIS tetap berjalan, misalnya dalam hal pelaporan kebijakan dan praktik personalia perusahaan kepada pemerintah. Berbagai aplikasi (contoh : EEO (employment opportunity)) ditujukan untuk memenuhi tanggung jawab perusahaan kepada pihak yang berkepentingan di luar perusahaan, bukan kepada manajemen.

Status Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Masa Kini
Karena HRIS relatif terlambat bergabung dalam komputer, HRIS dapat menjadi area fungsional berpotensi terbesar dalam menerapkan komputer untuk pemecahan masalah. HRIS ditujukan bagi fungsi manajemen pengorganisasian, penyusunan staf dan pengarahan menurut Fayol, yang selama ini diabaikan oleh sistem informasi lain. Mungkin jika manajemen puncak melihat bagaimana HRIS dapat membantu dalam area ini, statusnya akan meningkat.

Penggunaan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia oleh Manajer
Direktur SDM menggunakan informasi dari semua subsistem output,  seperti halnya eksekutif lain, manajer EEO/AA di dalam SDM, dan manajer lain di seluruh perusahaan. Manajer unit-unit di dalam SDM memiliki perhatian khusus dalam subsistem itu yang berhubungan dengan operasinya. Dua manajer di luar SDM juga memiliki kepentingan khusus yang kuat. Manajer akuntansi berkepentingan khusus karena dampak dari program konpensasi dan tunjangan pada status keuangan perusahaan. Manajer dari bagian gaji pada departemen akuntansi berkepentingan khusus dalam subsistem kompensasi.
»»  Baca Lebih Lanjut...

KESUKSESAN DAN KEGAGALAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI

Kegagalan Sistem Informasi
Kira-kira 75 persen dari keseluruhan implementasi sistem dapat dikatakan gagal. Meskipun sistem informasi masih dalam proses pembuatan, namun sistem tersebut telah banyak menghabiskan waktu dan uang, atau secara fungsional tidak cukup menutupi manfaat yang diharapkan.
Dalam beberapa sistem, hampir semua laporan yang disampaikan kepada manajemen tidak pernah dibaca. Laporan-laporan dikatakan tidak bermanfaat dan hanya dipenuhi dengan ilustrasi grafik yang tidak dapat dianalisis atau dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Sementara itu dalam sistem lain yang telah diotomatisasi, tidak pernah disentuh karena datanya tidak dapat dipercaya. Pemakai informasi secara terus menerus memperbaiki record secara manual. Kemudian dalam sistem yang lain lagi, telah terjadi kesalahan karena keterlambatan dalam memproses data, biaya operasional yang demikian besar atau, masalah-masalah pemrosesan data yang bersifat kronis.
Keseluruhan situasi sebagaimana yang telah digambarkan diatas memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang harus dicari penyebab kegagalannya.

Masalah Pokok Sistem Informasi
Masalah-masalah yang menyebabkan sistem informasi gagal disebabkan oleh banyak faktor. Masalah ini bukan hanya karena faktor teknikal dari sistem informasi tetapi juga sebab yang bersifat non teknikal yang kebanyakan berasal dari faktor-faktor organisasi. Faktor-faktor tersebut adalah:
1.    Desain
Sistem informasi dikatakan gagal jika desainnya tidak cocok dengan struktur, budaya, dan tujuan organisasi secara keseluruhan. Para teorisi manajemen dan organisasi memandang bahwa teknologi sistem informasi sangat berhubungan erat dengan komponen organisasi seperti tugas-tugas, struktur, orang-orang, dan budaya. Ketika seluruh komponen ini saling tergantung, perubahan yang terjadi pada satu elemen akan mempengaruhi elemen lain. Dengan demikian maka tugas-tugas organisasi, partisipan, struktur, dan budaya digabungkan dan terpengaruh ketika sistem informasi berubah, dengan demikian, berarti mendesain sebuah sistem berarti mendesain kembali organisasi.
2.    Data
Data dalam sistem informasi mempunyai tingkat ketidakakurasian dan konsistensi yang tinggi. Informasi dalam bidang tertentu bahkan membingungkan, atau tidak ditujukan secara tepat untuk tujuan-tujuan bisnis. Informasi yang dipersyaratkan dalam fungsi bisnis yang spesifik mungkin tidak dapat diakses karena datanya tidak cocok.
3.    Biaya
Beberapa sistem arahannya bagus, tetapi dalam implementasi dan pengoperasiannya memerlukan biaya diatas anggaran. Sementara itu, dalam sistem yang lain memerlukan biaya yang mahal untuk berfungsinya sistem tersebut. Dalam kasus semacam ini, pengeluaran yang demikian besar tidak dapat dipertimbangkan semata-mata dari nilai bisnis yang ditampilkan oleh sistem informasi tersebut tetapi juga harus diperhatikan manfaat secara keseluruhan.
4.    Operasi
Sistem tidak akan berjalan dengan baik jika informasi tidak disediakan secara tepat waktu dan efisien karena operasi komputer yang mengendalikan pemrosesan informasi tidak berjalan semestinya. Pekerjaan-pekerjaan yang gagal sering mengakibatkan pengulangan-pengulangan atau penundaan dan tidak dapat memenuhi jadwal penyampaian informasi. Sebuah sistem yang on-line secara operasional dikatakan tidak cukup jika waktu responnya demikian lama.

Mengukur Kesuksesan Sistem
Banyak faktor yang dapat dijadikan ukuran keberhasilan penerapan suatu sistem. Faktor-faktor yang dapat dipertimbangkan menurut Laudon adalah:
1.    Sistem tersebut tingkat penggunaannya relatif tinggi yang diukur melalui polling terhadap pengguna, pemanfaatan kuisioner, atau memonitor parameter seperti volume transaksi on-line.
2.    Kepuasan para pengguna terhadap sistem yang diukur melalui kuisioner atau interview. Dalam konteks ini dapat dimasukkan opini dari para pengguna tentang akurasi, ketepatan waktu, relevansi informasi, kualitas pelayanan yang diberikan, dan jadwal operasi sangat menjadi penting. Hal lain yang tidak kalah penting adalah sikap manajer terhadap bagaimana informasi yang diperlukan bisa memuaskan serta opini para pengguna tentang bagaimana sistem dapat mencapai peningkatan terhadap performance pekerjaan mereka.
3.    Sikap yang menguntungkan para pengguna terhadap sistem informasi dan staff dari sistem informasi.
4.    Tujuan yang dicapai.
5.    Imbal balik keuangan untuk organisasi, baik melalui pengurangan biaya atau peningkatan sales dan profit.
Kelima ukuran tersebut dipertimbangkan menjadi limited value walaupun telah diambil keputusan untuk mengembangkan sistem tertentu.

Penyebab Kesuksesan dan Kegagalan Sistem Informasi
Sistem informasi menjadi prioritas pertama untuk dikembangkan karena besarnya ketakutan-ketakutan faktor internal atau institusional. Beberapa sistem gagal karena benturan diantara lingkungan atau keadaan internal.
Ada beberapa alasan mengapa gagal. Beberapa studi telah menemukan bahwa dalam organisasi dengan situasi dan lingkungan yang hampir sama, inovasi yang sama akan menghantarkan kesuksesan, namun kegagalan unsur yang lain dalam organisasi merupakan menyebab kegagalan. Hal ini disebabkan karena fokus penjelasan terdapat pada pola pengimplementasian yang berbeda.

Implementasi Konsep
Implementasi merujuk pada semua aktivitas organisasi yang ditujukan terhadap adopsi, manajemen, dan inovasi rutin. Yang harus diyakini adalah organisasi harus memilih para pelaku dengan karakteristik sosial yang cocok untuk kesuksesan inovasinya. Secara umum literatur yang berkaitan dengan hal ini memfokuskan pada adaptasi tingkat awal dan inovasi dari manajemen.
Kelompok pemikiran yang lain dalam literatur implementasi memfokuskan pada strategi inovasi.  Terdapat beberapa contoh organisasi dimana tidak terdapat dukungan dari manajemen puncak untuk proyek inovatif semenjak dari awal, dan pada saat yang sama tanpa dorongan yang kuat dari bawahan, partisipasi dari pengguna akhir, sehingga proyek sistem informasi dapat saja gagal.
Pendekatan ketiga dari implementasi memfokuskan pada faktor-faktor yang menyebabkan perubahan organisasi secara umum sebagai sesuatu yang berlebihan terhadap inovasi yang bersifat rutin dalam jangka panjang.
Studi tentang proses implementasi telah menguji hubungan antara desainer suatu sistem informasi dan pengguna pada tahap-tahap yang berbeda dalam pengembangan sistem. Studi memfokuskan pada isu seperti:
•    Konflik antara orientasi teknis / mesin dari spesialisasi sistem informasi dan pengguna yang berorientasi pada bisnis atau organisasi.
•    Dampak sistem informasi pada struktur organisasi, kelompok kerja dan perilaku.
•    Aktivitas perencanaan dan pengembangan sistem informasi manajemen.
•    Tingkat partisipasi pengguna dalam proses desain dan pengembangan sistem.

Penyebab Kesuksesan dan Kegagalan Implementasi
Riset tentang implementasi sistem informasi telah menunjukkan bahwa tidak ada satupun penjelasan untuk kesuksesan dan kegagalan sistem. Begitu pula tentang rumus kesuksesan sistem informasi. Tidak ada satupun rumus agar suatu sistem dapat berhasil. Namun begitu, riset telah menemukan bahwa implementasi secara luas dapat ditentukan oleh faktor-faktor berikut:
1.    Peran pengguna dalam proses implementasi.
2.    Tingkat dukungan manajemen bagi upaya implementasi.
3.    Tingkat kompleksitas dan risiko implementasi proyek.
4.    Kualitas manajemen dalam proses imlementasi.
Keterlibatan dan pengaruh pengguna
Keterlibatan dalam desain dan operasi sistem informasi mempunya beberapa hasil yang positif. Pertama, jika pengguna terlibat secara mendalam dalam desain sistem, ia akan memiliki kesempatan untuk mengadopsi sistem menurut prioritas dan kebutuhan bisnis dam kebutuhan bisnis, dan lebih banyak kesempatan untuk mengontrol hasil. Kedua, bagi pengguna berkecenderungan untuk lebih bereaksi positif terhadap sistem karena mereka merupakan partisipan aktif dalam proses perubahan itu sendiri.
Namun demikian, pengguna sering berpandangan sempit terhadap masalah yang perlu pemecahan dan mungkin terlampau tinggi dalam melihat kesempatan dalam meningkatkan proses bisnis atau cara-cara inovasi dalam menerapkan teknologi informasi.
Kesenjangan komunikasi antara pengguna dengan perancangan sistem informasi
Hubungan antara konsultan dengan klien secara tradisional merupakan bidang masalah dalam upaya penerapan sistem informasi. Pengguna dan spesialis sistem informasi cenderung mempunyai perbedaan dalam latar belakang, kepentingan dan prioritas. Inilah yang sering dikatakan sebagai kesenjangan komunikasi antara pengguna dengan desainer. Perbedaan ini akan menyebabkan adanya perbedaan loyalitas organisasi, pendekatan dalam pemecahan masalah, dan referensi.
Dukungan manajemen
Jika sebuah proyek sistem informasi mendapat dukungan serta persetujuan dari manajemen di semua level, sepertinya akan dipersepsikan positif baik oleh pengguna maupun staf pelayanan teknis informasi. Dukungan manajemen juga akan meyakinkan bahwa proyek sistem akan menerima cukup dana serta sumber daya lain untuk meraih kesuksesan.
Tingkat kompleksitas dan risiko
Sistem sangat berbeda dalam hal ukuran, ruang lingkup, tingkat kompleksitas, organisasional dan komponen-komponen teknisnya. Beberapa proyek pengembangan sistem terdapat kecenderungan gagal karena sistem-sistem tersebut mengandung tingkat risiko yang tinggi dibandingkan yang lain. Para peneliti telah mengidentifikasi tiga faktor kunci yang mempengaruhi tingkat risiko proyek, yaitu:
1.    Ukuran proyek
2.    Struktur proyek
3.    Pengalaman dengan teknologi
Manajemen dan proses implementasi
Sistem pengembangan proyek tanpa manajemen yang tepat besar kemungkinannya akan membawa konsekuensi kerugian sebagai berikut:
1.    Biaya yang berlebih-lebihan sehingga melampaui anggaran.
2.    Melampaui waktu yang telah diperkirakan.
3.    Kelemahan teknis yang berakibat pada kinerja yang berada dibawah tingkat dari yang diperkirakan.
4.    Gagal dalam memperoleh manfaat yang diperkirakan.

Rangsangan dan Rekayasa Bisnis
Tantangan inovasi dan implementasi yang ada, tidaklah mengejutkan jika muncul tingkat kegagalan yang sangat tinggi bagi proyek-proyek rekayasa bisnis, yang secara mendasar memerlukan perubahan organisasi secara luas. Dalam beberapa kasus masalah yang berasal dari ketidakmampuan manajemen untuk mengidentifikasi masalah kritis untuk dipecahkan melaui rekayasa, perusahaan hanya berusaha membuat peningkatan menyeluruh dalam operasi yang berlangsung terus menerus disamping mendesain kembali secara radikal proses bisnisnya.
Dalam beberapa kasus, hambatan utama dalam rekayasa disebabkan oleh kurangnya implementasi dan perubahan praktik-praktik manajemen yang gagal dan pada akhirnya menimbulkan ketakutan untuk berubah. Berkaitan dengan ketakutan dan kecemasan diseluruh organisasi, mengatasi resistensi para manajer kunci, mengubah fungsi-fungsi pekerjaan, pola karir, menimbulkan ancaman yang lebih besar. Masalah dalam rekayasa adalah bagian dari masalah yang lebih besar dari implementasi organisasi dan perubahan manajemen.

Implementasi Sistem Informasi: Apa yang Salah?
Masalah-masalah berikut perlu diperhatikan secara khusus dalam setiap tahap pengembangan sistem ketika proses implementasi dikelola secara tidak sempurna:
Analisis
•    Waktu, uang, dan sumber daya belum dialokasikan untuk menemukan masalah.
•    Waktu yang diperlukan dalam perencanaan pendahuluan sangatlah sedikit.
•    Penempatan staf pada tim proyek tidak tepat.
•    Staf pelayanan informasi menjanjikan hasil-hasil yang tidak mungkin disampaikan.
•    Beberapa requirement didapatkan dari dokumentasi dari sistem yang mencukupi.
•    Pengguna menolak untuk menghabiskan waktu untuk membantu tim proyek mengumpulkan informasi yang mendukung kesuksesan.
•    Analisis proyek tidak dapat mewawancarai pengguna secara baik.


Desain
•    Pengguna tidak mempunyai tanggung jawab terhadap input untuk aktivitas desain.
•    Sistem didesain hanya untuk melayani kebutuhan saat ini.
•    Perubahan yang drastis dalam prosedur-prosedur klerikal atau staffing direncanakan tanpa dilakukan analisa dampak organisasi.
•    Spesifikasi fungsional tidak didokumentasian secara cukup.
Pemrograman
•    Jumlah waktu dan uang yang disyaratkan untuk pengembangan software adalah terlampau rendah.
•    Programmer di supply dengan spesifikasi yang tidak lengkap.
•    Tidak cukupnya waktu yang diberikan untuk pengembangan program secara logis.
•    Programmer tidak menggunakan kesempatan secara maksimal dari  desain struktur atau teknik yang berorientasi pada objek.
•    Program tidak didokumentasikan secara cukup.
•    Sumberdaya yang diperlukan tidak dijadwal.
Pengujian
•    Jumlah waktu dan uang yang diperlukan untuk testing terlalu rendah.
•    Tim proyek tidak mengembangkan rencana tes secara terorganisir.
•    Pengguna tidak terlibat di dalam testing secara cukup.
•    Tim implementasikan tidak mengembangkan tes penerimaan yang cocok untuk manajemen review.
Konversi
•    Waktu dan uang untuk aktivitas konversi tidak cukup.
•    Tidak semua individual yang akan menggunakan sistem dilibatkan sampai konversi dimulai.
•    Untuk mengganti kekurangan biaya dan penundaan, sistem dibuat operasional sebelum segalanya siap.
•    Dokumentasi sistem dan penggunaan tidak cukup.
•    Persediaan untuk perbaikan sistem tidak cukup.

Mengelola Penerapan Sistem Informasi
Tidaklah semua aspek dalam proses implementasi dapat secara mudah dikontrol atau direncanakan. Namun demikian, peluang untuk berhasilnya sebuah sistem dapat ditingkatkan melalui antisipasi masalah-masalah implementasi yang mungkin terjadi dan menerapkan strategi koreksi yang paling tepat. Berbagai manajemen proyek, penentuan kebutuhan, dan metodologi perencanaan dikembangkan untuk masalah yang spesifik. Strategi juga telah diformulasikan untuk memastikan bahwa pengguna memainkan peran yang tepat pada keseluruhan periode implementasi dan untuk mengelola proses perubahan organisasi.
»»  Baca Lebih Lanjut...

Posting Kami