Tampilkan postingan dengan label Ekonomi mIKRO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi mIKRO. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 April 2014

dsownload Materi PENGOLAHAN DATA KUANTITATIF DALAM PENELITIAN SOSIAL

Pengolahan data kuantitatif dilakukan melalui tahapan sebagai berikut.
a. editing
b. coding
c. tabulasi Data
d. analisis data
e. penafsiran Data

Mari kita bahas satu per satu:

a. editing

Pada tahap ini, data yang telah terkumpul melalui kuesioner (kuesioner) atau pada wawancara harus membaca kembali untuk melihat jika ada hal-hal yang masih meragukan jawaban responden. Jadi, mengedit bertujuan untuk meningkatkan kualitas data dan menghilangkan keraguan data.

Hal yang perlu diperhatikan dalam mengedit data antara lain sebagai berikut.
1) kelengkapan dan kesempurnaan data. Semua pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner harus menjawab semua dan tidak memiliki pembukaan.
2) kejelasan menulis. Menulis data yang diberikan dalam mengumpulkan kuesioner harus dibaca.
3) kejelasan makna jawaban. Data kolektor harus menuliskan jawabannya menjadi kalimat sempurna dan jelas.
4) konsistensi data. Data harus melihat pada konsistensi dari jawaban yang diberikan kepada pihak termohon.
5) keseragaman unit yang digunakan dalam data (uniformitas data). Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kesalahan dalam pengolahan dan analisis data. Sebagai contoh, penggunaan unit pengukuran berat badan di kilogram. Dalam kuesioner tertulis dalam satuan berat lainnya, maka itu harus diseragamkan terlebih dahulu sebelum memasuki proses analisis.
6) kesesuaian jawaban. Jawaban yang diberikan responden harus relevan untuk pertanyaan dan masalah yang diteliti.



b. coding

Setelah mengedit selesai, maka data dalam bentuk jawaban responden perlu kode untuk memudahkan dalam menganalisa data. Hal ini sangat penting, terutama jika pengolahan data dilakukan dengan menggunakan berbantuan komputer. Menyediakan kode data dapat dilakukan dengan melihat jawaban dari jenis pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner.

Penyandian data dapat dibedakan oleh beberapa hal di sini.


1) Coding jawaban yang nomor

Contoh kode untuk memberikan jawaban ke nomor.




Jika ada beberapa alternatif jawaban dalam bentuk interval, maka perlu pengkodean sendiri. Perhatikan contoh berikut.



2) Coding jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tertutup

) pertanyaan untuk mengetahui pendapat dari responden


b)-pertanyaan dengan jawaban




Pengkodean 3) jawaban dari pertanyaan semi terbuka
Perhatikan contoh berikut encoding.




4) Coding jawaban untuk membuka pertanyaan

Tipe ini, sebelum melakukan coding, peneliti harus membuat kategorisasi jawaban dari pertanyaan terbuka ini karena jawaban variasi diperoleh mungkin cukup banyak.

Untuk membuat pilihan jawaban harus melihat pada beberapa hal, yaitu sebagai berikut.
) kategori jawaban harus tegas, sehingga tidak untuk tumpang tindih antara jawaban untuk salah satu dengan jawaban.
b) jika ada jawaban yang tidak sesuai dengan kategori yang telah disusun, maka jawaban dikelompokkan 'lainnya'. Namun persentase jawaban 'lain' harus kecil, karena jika terlalu tinggi banyak informasi yang terbuang.

Mari kita lihat contoh pengkodean berikut bersama-sama.
Bagaimana Tanggapan Anda tentang percintaan remaja telenovela bertema di televisi swasta di Indonesia?
a. baik, karena kami membutuhkan hiburan seperti itu.
b. cukup baik.
c. kurang baik, karena hal ini tidak layak ditonton anak di bawah umur.
d. tidak tahu.
e. dibandingkan dengan tahun lalu, sinetron tersebut tahun ini sedikit meningkat.
f. opera sabun seperti itu terlalu sedikit, begitu membosankan.
g. perlu meningkatkan jumlah jam untuk komedi situasi seperti itu.
h. tidak memberikan jawaban.

Bentuk pengkodean berdasarkan Kategori jawaban yang telah dilakukan adalah sebagai berikut.




Setelah semua data di kuesioner responden diberi kode, maka langkah berikutnya adalah untuk mengkompilasi kode buku. Kode ini sebagai panduan buku untuk memindahkan reponden menjawab kuesioner kode lembar kode, yang kemudian juga akan berguna sebagai panduan untuk mengidentifikasi para peneliti di penelitian variabel yang akan digunakan dalam analisis data (Baca tabulasi data).



c. tabulasi Data

Tabel data adalah pengolahan data dilakukan dengan memasukkan data ke dalam tabel. Atau dapat dikatakan bahwa presentasi data adalah data tabel dalam bentuk meja atau daftar untuk memudahkan dalam observasi dan evaluasi. Hasil tabulasi data ini bisa menjadi gambaran dari hasil penelitian, karena data yang Diperoleh dari lapangan sudah diatur dan diringkas dalam tabel yang mudah untuk memahami maknanya. Selanjutnya para peneliti disajikan untuk memberikan penjelasan atau keterangan dengan menggunakan frase atas data yang telah diambil.

Tabulasi data dapat dilakukan melalui langsung tabulasi dan lembar kode.


1 Tabulasi langsung)

Data tersebut tabel langsung dari kuesioner ke dalam tabel yang memang telah dipersiapkan
»»  Baca Lebih Lanjut...

Download materi FUNGSI KONSUMSI DAN FUNGSI TABUNGAN

Konsumsi oleh masyarakat dan negara adalah sangat erat terkait dengan pendapatan masyarakat dan negara. Ketiadaan besar sehingga konsumsi ditentukan oleh tingkat pendapatan, semakin besar pendapatan akan selalu diikuti meningkatnya konsumsi. Jadi, hubungan antara pendapatan dan konsumsi memiliki positif (proporsional), atau secara matematis konsumsi dapat berfungsi dinotasikan C = f (Y).

Sisa pendapatan yang tidak dikonsumsi oleh masyarakat akan disimpan, sehingga semakin besar pendapatan, tabungan akan semakin besar juga. Jadi, hubungan antara pendapatan dan tabungan positif (proporsional), atau fungsi tabungan dapat matematis dinotasikan S = f (Y).



1. pemahaman

Dalam perekonomian, pendapatan negara secara keseluruhan (pendapatan nasional) yang dialokasikan ke dalam dua kategori penggunaan, yaitu untuk tujuan konsumsi dan tabungan. Secara umum pendapatan diwakili oleh Y, sementara konsumsi diwakili oleh C, dilambangkan oleh S, tabungan dan investasi dilambangkan dengan saya.

Menurut John Maynard Keynes, pendapatan negara dapat dirumuskan sebagai berikut.

a. dalam hal individu





b. dalam hal perusahaan majikan




Keterangan:
Y = penghasilan pendapatan
C = konsumsi konsumen
S = menyimpan/tabungan
Aku = investasi investasi

Jika perubahan pendapatan, maka hal itu akan mengakibatkan konsumsi dan tabungan juga berubah. Perubahan tersebut dapat ditentukan sebagai berikut.

1) MPC (marjinal Propencity untuk mengkonsumsi) adalah nomor perbandingan antara besarnya perubahan konsumsi dengan jumlah pendapatan nasional, sehingga dapat dirumuskan:






ΔC = perbedaan dalam konsumsi atau konsumsi perubahan atau tambahan konsumsi
ΔY = perbedaan pendapatan atau penghasilan tambahan atau perubahan pendapatan

2) MPS (marjinal Propencity untuk Sav) eadalah perbandingan antara peningkatan tabungan dengan meningkatnya pendapatan nasional, yang dapat dirumuskan sebagai berikut.






ΔS = perbedaan dalam tabungan atau penghematan tambahan atau perubahan tabungan
ΔY = perbedaan pendapatan atau penghasilan tambahan atau perubahan pendapatan



2. fungsi konsumsi

Iadalah konsums fungsi fungsi yang menunjukkan hubungan antara konsumsi (C) dan pendapatan (Y). Secara umum, fungsi konsumsi diandaikan mempunyai persamaan linear berikut.





Absolut, fungsi konsumsi:
nilai-nilai = harus positif
b = nilai-nilai harus positif

Keterangan:
C = tingkat konsumsi Nasional
= jumlah pengeluaran konsumsi pada saat pendapatan adalah nol atau otonom consumptio (onsumsi nk otonom).
b = MPC bahwa pendapatan tambahan yang digunakan untuk mendapatkan beberapa biaya.
Untuk mengetahui ukuran, dapat dihitung dengan menggunakan formula:






Mana rata-rata Propencity untuk Consum (Ae PC), itu berarti keinginan untuk berkonsumsi rata-rata. APC adalah perbandingan antara jumlah konsumsi ke tingkat pendapatan nasional (C) dengan jumlah tingkat pendapatan nasional sendiri (Y).

Ketika ditulis dengan rumus adalah:




Dalam fungsi konsumsi, kita juga harus tahu tingkat pendapatan istirahat bahkan titik (BEP) atau istirahat bahkan pendapatan (BEI). Untuk mean tingkat pendapatan BEP adalah tingkat pendapatan, dimana jumlah pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran untuk konsumsi, yang dapat dirumuskan:





Contoh 1:
Dikenal sebagai pendapatan negara data nya tabungan dan konsumsi adalah sebagai berikut.
a. pada tingkat pendapatan nasional sebesar Rp 1.000 miliar per tahun, besar konsumsi Rp950 miliar per tahun, sehingga tabungannya Rp50 miliar.
b. pada tingkat pendapatan nasional per tahun menjadi Rp 1.200 miliar, besar konsumsi per tahun $ 1.100 miliar, sehingga tabungannya $ miliar.
Silakan sebutkan:
a. fungsi konsumsi.
b. tingkat pendapatan nasional BEP (istirahat bahkan titik).
Jawaban:






b. jumlah titik keseimbangan BEP
BEP tingkat pendapatan adalah tingkat pendapatan di mana pendapatan sama dengan besarnya jumlah pengeluaran untuk konsumsi, atau kita dapat mengatakan Y = C atau Y-C = 0.






3. Fungsi Tabungan

Yaitu, tabungan fungsi fungsi yang menunjukkan hubungan antara tabungan (S) dan pendapatan (Y).
Menggunakan rumus, fungsi konsumsi dapat ditetapkan sebagai berikut.
Y = C + S
S = Y-C dan C = + oleh,
Jadi S = Y-(a + bY)
S = Y--oleh
S =-a + (1-b) Y
Jadi, fungsi tabungan dapat dirumuskan sebagai berikut.





Contoh 2:
Berdasarkan fungsi konsumsi dalam contoh 1, maka fungsi tabungan dapat ditentukan sebagai berikut.





4. grafik fungsi konsumsi dan fungsi tabungan




Menggambar grafik fungsi konsumsi dan tabungan di muka jika Anda memutuskan bahwa sumbu tegak menunjukkan sumbu C dan S (sumbu konsumsi dan tabungan), sementara Y sumbu menunjukkan sumbu datar (axis pendapatan).

Langkah-langkah untuk menggambar grafik fungsi konsumsi dan fungsi tabungan adalah sebagai berikut.
a. grafik fungsi konsumsi mulai dari titik (otonom konsumsi).
b. grafik dari fungsi tabungan mulai dari titik-a.
c. kemudian ini dua poin adalah garis lurus yang ditarik dan dipotong
»»  Baca Lebih Lanjut...

Download Materi ELASTISITAS PERMINTAAN DAN ELASTISITAS PENAWARAN

Dalam kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat atau negara menunjukkan bahwa kegiatan permintaan dan persediaan sangat dipengaruhi oleh ketinggian rendah harga barang. Dengan demikian perubahan harga akan mempengaruhi besarnya jumlah barang yang diminta (demand) dan jumlah barang pada tawaran (tawaran). Seberapa besar adalah pengaruh perubahan harga pada jumlah item yang dapat dihitung dengan menggunakan rumus dari elastisitas.


1. definisi elastisitas

Elastisitas (pemuluran) adalah pengaruh perubahan harga pada jumlah item yang diminta atau ditawarkan. Dengan kata lain elastisitas adalah tingkat sensitivitas (perubahan) gejala ekonomi untuk perubahan dalam fenomena ekonomi lainnya.

Elastisitas dibagi menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.
a. elastisitas (elastisitas)
Itulah perubahan persentase jumlah barang yang diminta atau tawaran, yang disebabkan oleh perubahan persentase harga barang.
b. salib-elastisitas (salib elastisitas)
persentase perubahan dalam jumlah item x diminta, disebabkan oleh perubahan persentase harga barang-barang lainnya (y).
c. elastisitas pendapatan (penghasilan elastisitas)
itu adalah persentase perubahan permintaan untuk item yang disebabkan oleh perubahan persentase konsumen pendapatan riil (pendapatan).


2. elastisitas permintaan

Elastisitas permintaan (elastisitas) adalah pengaruh perubahan harga pada sejumlah besar atau kecil yang diminta atau tingkat sensitivitas terhadap perubahan dalam jumlah barang yang diminta perubahan harga barang.

Besar ketiadaan sementara perubahan-perubahan ini dinyatakan dalam koefisien elastisitas atau angka elastisitas disingkat untuk E, yang dinyatakan dengan rumus berikut ni.





Keterangan:
Jumlah permintaan perubahan: ΔQ
CAIRAN: perubahan dalam harga barang
T: harga pertama
T: jumlah permintaan awal
Ed: elastisitas permintaan

Contoh:
Pada saat harga Rp400, 00 jumlah item yang dibutuhkan 30 unit, maka harga turun ke Rp360, 00 jumlah item diminta 60 unit. Menghitung koefisien elastisitas yang sangat bagus!
Jawaban:



a. macam-macam elastisitas elastisitas permintaan terdiri dari lima jenis.




b. kurva elastisitas permintaan




c. menghitung elastisitas permintaan untuk secara matematis



Contoh 1:
Fungsi permintaan item ditunjukkan oleh persamaan Q = P-50-besar elastisitas. menentukan permintaan di level harga P = 80!




Contoh 2:
Fungsi permintaan tidak diketahui P = 100-2Q. Menghitung elastisitas permintaan pada tingkat harga P = 50!
Jawaban:





3. elastisitas pasokan

Elastisitas penawaraan (elastisitas pasokan) adalah pengaruh besar perubahan harga kecil jumlah barang yang ditawarkan atau tingkat sensitivitas terhadap perubahan dalam jumlah barang ditawarkan terhadap perubahan harga barang.

Sedangkan yang dimaksud dengan koefisien elastisitas pasokan adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara jumlah barang menawarkan perubahan dengan perubahan harga. Besar ketiadaan koefisien elastisitas dapat dihitung dengan rumus Penawaran sebagai berkut.





Contoh:
Pada saat harga Rp500, 00 jumlah item yang ditawarkan 40 unit, maka harga turun ke Rp300, 00 jumlah item yang ditawarkan 32 unit. Menghitung besarnya koefisien elastisitas Penawaran!
Jawaban:






a. macam-macam elastisitas Penawaran
Serta elastisitas permintaan, ada pasokan elastisitas lima jenis, yaitu:





b. elastisitas harga kurva pasokan




Cara praktis untuk menentukan besarnya elastisitas tanpa menemukan turunan dari Q atau Q1, yaitu:

1) jika persamaan fungsi menunjukkan P = a-bQ (permintaan fungsi) dan P = + b q (fungsi penawaran), maka formula elastisitas adalah sebagai berikut.






Contoh 1:
Fungsi permintaan tidak diketahui P = 100-2Q. Menghitung elastisitas permintaan pada tingkat harga P = 50!
Jawaban:





Contoh 2:
Unknown fungsi transaksi P = 100 + 2Q. Menghitung elastisitas penawaran di tingkat harga P = 500!
Jawaban:







Contoh 3:
Unknown fungsi transaksi P =-100 + 2Q. Menghitung elastisitas penawaran di tingkat harga P = 400!
Jawaban:





2) jika persamaan fungsi menunjukkan Q =-bP (permintaan fungsi) dan Q = + bP (memetik fungsi), maka formula adalah elastisitas sebagai berkut.



»»  Baca Lebih Lanjut...

Kamis, 24 April 2014

Download PRILAKU KONSUMEN MELALUI PENDEKATAN KARDINAL DAN ORDINAL

Perilaku konsumen, yang menjelaskan perilaku konsumen di biasanyabiasanya menghabiskan pendapatan untuk mendapatkan alat-alat untuk memenuhi kepuasan dari kebutuhan.Biasanya dalam bentuk konsumsi barang-barang atau layanan-layanan konsumsi.Kesimpulan-kesimpulan dari konsumen telah meminta adalah: apa reaksi reaksi konsumen dalam kesediaanya membeli item pada pergeseran dalam jumlah penghasilan yang telah diperoleh.
Fungsi utama dari barang-barang dan jasa-jasa yang memenuhi kebutuhan konsumsi oleh pemakai langsung.Itu tidak bertindak sebagai konsumen barang-barang dan layanan-layanan padaumumnyaadalah konsumsi rumah tangga keluarga.Terpenuhinyakebutuhan akan menghasilkan kepuasan konsumen untuk konsumen adalah dengan demikian mungkin mengatakan mudah dipahami mengapa pemikir ekonomi mengatakan bahwa konsumsi barang-barang dan Jasa menghasilkan kepuasan atau kepuasan, yang juga disebut atau utilitas.Analisis ekonomi mikro perilaku individu, selalu dimulai dengan pertanyaan tentang seberapa besar kepuasan konsumen pada konsumsi barang dan jasa.Atau "kepuasan konsumen seberapa besar" adalah "utilitas" kekuatan yang sama untuk mencapai kepuasan dan kebutuhan.Utilitas adalah sebuah properti yang umumnya akan digunakan atau diinginkan Komodity maupun.Namun perlu dicatat bahwa "utilitas" adalah sebuah konsep yang subjektif dalam arti bahwa tidak ada ekonomi yang mampu mengukur jumlah utilitas (utilitas seberapa besar seseorang lebih konsumsi a Komodity maupun).Jadi dalam analisis ini ilegal aktivis mungkin dianggap salah oleh masyarakat dapat dianalisis dalam bentuk utilitas yang didapat oleh konsumen.
Meskipun demikian, ekonom dapat menganalisis perilaku konsumen dalam bentuk utilitas sebagai dokter-dokter menghadapi masalah dalam bentuk "kekuatan".Tidak ada satu dokterpun yang mampu membuat ukuran "kekuatan".Demikian juga ada ekonom tidak atau yag mampu memberikan ukuran anggota utilitas.
Berikut akan dijelaskan dalam konsumen pendekatan pilaku kardinan dan ordinal pendekatan, yaitu:

Kardinal 1) pendekatan

Meskipun pendekatan Surat sebagai Kardinal di atas memiliki kekurangan asumsi tidak realistis dapat diukurnya seseorang kepuasan, tetapi dalam hal yang lain, pendekatan ini mempunyai kelebihan Kardinal tersediri.Adapun salah satu paling menonjol Pro adalah lebih mudah konsepsi konten Kardinal pergi menyelam, terutama bagi mereka yang pertama kali mudah untuk memahami mengapa kebanyakan buku digunakan mandahului uraian Kardinal pendekatan tentang teori konsumen yang menggunakan pendekatan ordinal.Sebelumnya asumsi-asumsi yang mendasari asumsi-Kardinal pendekatan disebutkan dan dijelaskan secara eksplisit.Selain itu, asumsi sempurna pengetahuan dan rasionalis seperti telah disinggungkan di masa depan, asumsi-asumsi di bawah asumsi-asumsi dasar yang khas untuk pendekatan teori konsumen menggunakan kardinal, yaitu:

) asumsi bahwa barang-barang atau layanan-layanan konsumsi dapat diukur
b) asumsi untuk membatasi uang konstan dan untuk membatasi barang-barang konsumsi menurun
c) asumsi bahwa rumah tangga pengeluaran anggaran konsumen adalah sama pendekatan yang diterimanya
d) asumsi total dari sifat mempunyaii aditif.

Asumsi bahwa uang harus membatasi konstan diperlukan dalam satuan uang digunakan sebagai alat untuk mengukur kepuasan.Kemudian kita akan melihat bahwa mengenakan ini asumsi menyederhanakan ekuilirium persyaratan-persyaratan ini menggambarkan konsumen.

2 pendekatan ordinal)

Berikut adalah beberapa asumsi yang digunakan dalam ordinal pendekatan antara lain, yaitu:

) kelengkapan (kesempurnaan)
b) Consistensi (keajengan)
daya tariknya c) bebas (bosanan)
Pertama, praduga kesempurnaan berarti bahwa jika konsumen menghadapi pilihan barang-barang (Komodity maupun) yang harus dipilih dalam jumlah berapa banyak, maka ia akan mampu memutuskan apakah ia lebih suka atau sama (acuh tak acuh).Dengan kata lain, perkumpulan kombinasi barang dan jasa yang dapat memberikan seseorang kepuasan konsumen akan menentukan kombinasi yang seharusnya ia lebih suka atau kombinasi yang menghasilkan kepuasan sama.Praduga konsistensi berarti bahwa konsumen dalam menentukan pilihan-pilihan yang orang harus konsistensi.Sedangkan anggapan ketiga terhadap kenegatif yang berarti bahwa untuk mendapatkan banyak lebih banyak hal yang harus mengurangi jumlah barang jika konsumen ingin mempertahankan tingkat yang sama dari kepuasannya.Itu adalah jika yang dapat dijelaskan tentang perilaku konsumen dalam pendekatan dari Kardinal atau ordinal pendekatan.
»»  Baca Lebih Lanjut...

Selasa, 22 April 2014

Download materi MATERI EKONOMI KELAS X SMA : PERMINTAAN, PENAWARAN, HARGA KESEIMBANGAN PASAR & ELASTISITAS

.Elastisitas permintaan
Elastisitas permintaan adalah ukuran sejauh mana sensitivitas atau tanggapan jumlah item yang diminta dalam kasus harga perubahan, baik harga barang dan harga barang-barang lainnya, dan perubahan dalam pendapatan konsumen.
Secara sederhana, Koefisien elastisitas (Ed) dapat dirumuskan sebagai berikut.
Koefisien elastisitas =
atau
Ed =------------
Keterangan:
Q = jumlah permintaan awal
P = harga awal
AQ = perubahan jumlah permintaan
AP = perubahan harga

Elastisitas permintaan dibedakan sebagai berikut.
a. harga elastisitas permintaan (Ed) / Elastisitas harga (Ep)
Elastisitas permintaan untuk harga atau elastisitas harga adalah persentase perubahan jumlah item yang diminta disebabkan oleh perubahan dalam harga barang sebanyak 1%.

Semua jenis elastisitas permintaan
1) elastis (Ed mengatakan 1)
Kurva berikut menggambarkan permintaan untuk barang elastis. Yaitu perubahan harga akan menyebabkan perubahan jumlah item yang diminta oleh persentase relatif lebih besar. Kurva permintaan cenderung untuk meratakan.

2) inelastis (Ed < 1)
Kurva berikut menggambarkan permintaan barang tidak elastis (Ed < 1). Ini berarti bahwa setiap perubahan harga'akan menyebabkan perubahan jumlah item yang diminta oleh persentase yang lebih kecil. Kurva permintaan cenderung curam.

3. elastisitas tunggal (Ed = 1)
Kurva berikut menggambarkan permintaan elastisitas yang tunggal (Ed = 1). Ini berarti bahwa setiap perubahan yang diminta item sama sebagai perubahan harga. Kurva permintaan cembung ke titik nol.

4) elastisitas tak terbatas (Ed = ~)
Kurva di bawah ini menggambarkan keadaan ekstrem sehingga terbatas bahwa harga koefisien (Ed = ~). Itu adalah, pada harga tertentu mungkin untuk mengubah jumlah item yang diminta tidak terbatas.

5. sempurna inelastis (Ed = 0)
Bentuk-bentuk lain dalam keadaan extreme adalah kurva permintaan elastis sempurna (Ed = 0) seperti ditunjukkan di bawah. Ed = 0, berarti bahwa setiap kasus perubahan harga tidak mempengaruhi jumlah barang yang diminta.

B. Penawaran
1. memahami Penawaran
Ada dua jenis penawaran pengertian, sebagai berikut.
a. dalam arti khusus, adalah jumlah item yang ditawarkan dengan harga yang ekonomi dan waktu.
b. dalam arti luas, adalah nomor satu ekonomi barang tersedia untuk dijual di pasar.
2. Undang-undang pasokan
Hukum penyediaan menyatakan tingkat yang lebih tinggi dari harga item, jumlah item lain yang ditawarkan oleh majikan, dan rendah harga item, kurang jumlah barang ditawarkan. Asumsi ini berlaku ketika faktor-faktor lain bahwa pengaruh pasokan dianggap konstan (ceteris paribus).

3. faktor-faktor yang mempengaruhi pasokan
a. biaya produksi.
b. teknologi
c. keuntungan
d. kebutuhan uang
e. masa depan harga
f. tujuan tertentu g. pajak dan subsidi
h. jumlah perusahaan dalam industri
i. perubahan dalam harga barang lainnya.
perubahan harga j. sendiri
k. iklim atau kondisi cuaca

Daftar harga, kutipan, dan fungsi kurva Penawaran
a. daftar transaksi
Daftar harga adalah daftar menunjukkan jumlah penawaran pada tingkat harga yang berbeda.
b kurva pasokan.
Kurva pasokan adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara harga item tertentu dengan jumlah barang yang ditawarkan.
Dari daftar tabel yang menawarkan kita dapat menarik dalam bentuk kurva menawarkan sebagai berikut.

c. fungsi Penawaran
Ini adalah kutipan fungsi matematika formulir untuk menyusun daftar kutipan tentang kemungkinan berbagai tingkat harga. Formulir Penawaran Umum fungsi adalah sebagai berikut.

Q = aP â € "b

Contoh:
Gunakan daftar penawaran di masa depan:
P1 = 2 Q1 = 0
P2 = 3 Q2 = 4
4 (P â € "2) = Q
â € "4 p 8 = Q
Jadi fungsi penawarannya Q = 4 p â € "8

4. gerakan sepanjang kurva pasokan dan pergeseran kurva pasokan
a. gerakan sepanjang kurva pasokan
Perubahan harga menyebabkan gerakan sepanjang kurva pasokan.
Jadi, jika harga naik kurva naik jika harga turun dan kurva bergerak ke bawah.
b. pergeseran kurva Penawaran
Perubahan dalam faktor-faktor lain selain harga dapat menyebabkan pergeseran kurva tawaran.

5. Pemuluran atau elastisitas pasokan
Elastisitas pasokan adalah perbandingan antara seberapa besar perubahan jumlah item yang ditawarkan sebagai hasil dari perubahan harga.
Elastisitas fungsi pengadaan untuk mengukur tingkat sensitivitas atau menanggapi jumlah barang ditawarkan jika harga berubah.
Es = ïƒ

Semua jenis elastisitas Penawaran
a. elastis (mengatakan es 1)
Kurva berikut menggambarkan penyediaan barang yang memiliki sifat elastis (Es mengatakan 1). Yaitu perubahan harga akan menyebabkan sejumlah item ditambahkan dengan persentase relatif lebih besar.
Gambar kurva cenderung untuk meratakan
Kurva pasokan elastis (Es mengatakan 1)

b. inelastis (Es < 1)
Kurva berikut menggambarkan keadaan pasokan yang tidak elastis (Es < 1). Yaitu setiap perubahan harg
»»  Baca Lebih Lanjut...

Download Materi ELASTISITAS PERMINTAAN, PENAWARAN, DAN HARGA

ELASTISITAS PERMINTAAN, PASOKAN, DAN HARGA


I. RASA ELASTISITAS

Secara umum, elastisitas adalah gagasan yang menggambarkan tingkat sensitivitas/tanggapan dari barang-barang kunci yang diminta/ditawarkan akibat perubahan dalam faktor-faktor yang mempengaruhinya.

II. ELASTISITAS PERMINTAAN

A. DEFINSISI ELASTISITAS PERMINTAAN

Elastisitas permintaan adalah ukuran sejauh mana menunjukkan kuantitatif besarnya efek harga perubahan atas jumlah yang diminta.

Manfaat dari permintaan elastitistas adalah sebagai berikut:
F sebagai landasan penyusunan penjualan perusaahaan responsif alam tidak diketahui Kapan permintaan untuk produksi (Penawaran) perusahaan maka perusahaan dapat memutuskan apakah akan menaikkan penjualan hasil dari kebutuhan untuk meningkatkan produksi atau tidak.
F sebagai alat pemerintah untuk memperkirakan keberhasilan kebijakan ekonomi tertentu untuk diimplementasikan. Misalnya, untuk mengurangi impor jenis barang pemerintah perlu mengenal kami berpengaruh pada permintaan untuk barang impor adalah hasil dari kebijakan yang mempengaruhi tingkat harga barang-barang impor.

B. PERHITUNGAN RUMUS DAN KOEFISIEN ELASTISITAS PERMINTAAN

Adapun elastisitas permintaan rumus adalah sebagai berikut:

Jumlah diminta relasional perubahan
Ed = ------------------------------------------------------
Perubahan harga relasional

Rumus di atas dapat dinyatakan dengan:

∆ Q Q1-Q2
----------- -------
Q1 Q1
Ed = -------------------- = -----------
P2-P1 ∆ P
---------- --------
P1 P1

P1 ∆ Q
Ed = ---- . ------
Q1 ∆ P
========================

Rumus di atas berlaku untuk menghitung elastisitas permintaan. Pada elastisitas permintaan, dilambangkan oleh (Ed), karena nilai elastisitas permintaan negatif maka nilai E selalu harus dalam absolutkan.


2
Penilaian koefisien elastisitas elastisitas (E) adalah sebagai berikut:

Permintaan dikatakan elastis, jika nilai E mengatakan 1
Permintaan dikatakan Inelastic, jika nilai E < 1
Permintaan dikatakan Uniter elastis, jika nilai E = 1
Meminta Elastistias mengatakan sempurna, jika nilai E = ~ (tanpa batas)
Permintaan dikatakan sangat elastis, jika nilai nilai E = 0


Contoh soal:
1. permintaan tabel beras di daerah dalam satu bulan:
---------------------------------------------
Harga Per Kg jumlah permintaan
---------------------------------------------
Rp. 4.000 2.000 10 ton
Rp 4.500 8 ton
---------------------------------------------
Berdasarkan permintaan dari beras tabel di atas, apa jenis permintaan termasuk jenis.....?
Jawaban:
Dari milik di atas diperoleh data sebagai berikut:
P1 = 4.000 Q1 = 10 ton
P2 = 4500 Q2 = 8 tons
Langkah pertama kita menghitung jumlah item dan harga perubahan...
∆ Q = Q1-Q2 = 8-10 =-2
∆ P = P2-P1 = 4500-5000 =-500
Langkah berikutnya kita masukan data di atas ke formula elastisitas permintaan:
Ed = (P1/Q1) × (∆ ∆ Q/P)
Ed = (4000/10) x (-2 /-500)
Ed = (400) x (0,004)
Ed = 1.6
==================================
Nilai Ed mengatakan 1, sehingga permintaan elastis.
==================================
III. ELASTISITAS PENAWARAN
A. DEFENISI ELASTISITAS PASOKAN
Elastisitas pasokan adalah ukuran kuantitatif sejauh yang menunjukkan besarnya efek harga perubahan atas jumlah yang ditawarkan.

B. PERHITUNGAN RUMUS DAN KOEFISIEN ELASTISITAS PASOKAN

Adapun elastisitas rumus adalah sebagai berikut:

Mengubah jumlah relasional yang ditawarkan
E = ----------------------------------------------------
Perubahan harga relasional

Rumus di atas dapat dinyatakan dengan:

∆ Q Q1-Q2
----------- -------
Q1 Q1
E = -------------------- = -----------
P2-P1 ∆ P
---------- --------
P1 P1

3
P1 ∆ Q
E = ---- . ------
Q1 ∆ P
========================

Rumus di atas berlaku untuk menghitung nilai elastisitas Penawaran. Pada elastisitas pasokan, dilambangkan oleh (Es).
Penilaian koefisien elastisitas (E) kedua elastisitas elastisitas permintaan dan harga persediaan adalah sebagai berikut:

Penawaran ini dikatakan elastis, jika nilai E mengatakan 1
Penawaran dikatakan Inelastic, jika nilai E < 1
Penawaran ini dikatakan Uniter elastis, jika nilai E = 1
Penawaran dikatakan Elastistias sempurna, jika nilai E = ~ (tanpa batas)
Penawaran dikatakan sangat elastis, jika nilai nilai E = 0


C. elastisitas harga BID (harga elastisitas Suply
»»  Baca Lebih Lanjut...

Selasa, 08 April 2014

Memahami ciri dan jenis pasar monopoli secara benar

Dalam diskusi sebelumnya telah dibahas tentang jenis-jenis pasar persaingan tidak sempurna, pasar persaingan sempurna yang terdiri dari beberapa jenis pasar termasuk pasar monopoli. Untuk memahami tentang pasar monopoli secara lebih rinci dalam posting ini akan menjelaskan tentang pasar monopoli, terutama tentang ciri dan jenis pasar monopoli.

Sebelum membahas lebih jauh tentang pasar monopoli maka diskusi ini mulai dengan kata-kata akrab sendri monopoli, monopoli berasal dari kata Yunani yang terdiri dari dua kata itu berarti satu mono dan Poly, berarti Penjual, sehingga berarti pasar monopoli dikendalikan oleh salah satu vendor atau satu perusahaan. Di pasar ini penjual memiliki peluang yang besar untuk mengubah kondisi pasar dan situasi terutama dalam hal menaikkan dan menurunkan harga. Contoh mudah kita melihat, ketika Pertamina secara bertahap dibesarkan pangkalan menilai harga BBM sebagai harga bensin, minyak tanah, diesel dan sebagainya, masyarakat merasa keberatan tidak dapat dipindahkan ke perusahaan lain karena hanya Pertamina adalah satu-satunya bahan bakar memproduksi perusahaan di Indonesia.
Adapun monopoli karakteristik antara lain adalah sebagai berikut:
1. ada hanya satu vendor atau perusahaan yang memproduksi produk tertentu.
2. harga yang ditentukan oleh perusahaan atau Penjual yang memegang monopoli.
3. lain perusahaan memasuki pasar akan sulit.
4. konsumen tidak dapat beralih ke perusahaan lain meskipun Penjual atau merasa bersalah.
5. dapat menyebabkan kerugian atau ketidakadilan masyarakat karena harga yang tinggi.

Monopoli dapat terjadi karena berbagai alasan, jadi datang jenis-jenis pasar monopoli berdasarkan penyebabnya, informasi lebih lanjut adalah sebagai berikut:

1) alam monopoli
Monopoli alami terjadi karena keadaan alami khas (dengan yang khusus), seperti kesuburan tanah, iklim atau karena mengandung sejumlah besar bahan tertentu saya. Monopoli alami dimiliki oleh hanya daerah-daerah tertentu. Contoh: Bali memiliki monopoli dalam penjualan salak bali, kemudian setelah itu, dengan Pontianak Malang dengan apelnya, Borneo dengan rotannya, bawang merah dengan Bradford, Tulungagung, dengan marmer yang, Martapura dengan intannya, dan lain-lain.
2) monopoli komunitas
Monopoli yang umum terjadi jika masyarakat memiliki kepercayaan khusus untuk produk. Misalnya sabun mandi dengan merk "X" mampu mendominasi pasar karena orang sangat percaya kemanjuran mandi sabun, sehingga mereka tidak ingin untuk beralih ke merek lain.
3) undang-undang Monopoli
Undang-undang monopoli muncul karena pemberlakuan kebijakan atau peraturan tertentu. Ada beberapa bentuk dari monopoli hukum, yang adalah sebagai berikut.
Monopoli negara)
Monopoli negara adalah sebuah monopoli yang dikenakan oleh negara untuk melayani kepentingan publik. Monopoli negara dilakukan dengan mendirikan BUMN yang terdiri dari BUMN, Pertamina (National Oil Company), PLN (perusahaan listrik negara), PT Pos Indonesia, PT Cap penjualan di kereta api.
b) hak cipta (salinan tepat)
Hak cipta adalah hak yang secara khusus diberikan kepada pencipta atau orang lain sebagai penerima hak cipta untuk mereproduksi hasil atau sampel mengumumkan. Hak cipta diberikan di bidang Sains, sastra dan seni. Hak cipta memiliki berlakunya, untuk contoh untuk buku tersebut berlaku sampai 50 tahun setelah kematian sang pencipta, dan program komputer untuk menerapkan 25 tahun sejak diumumkan.
c) paten
Hak paten adalah hak yang diberikan kepada penemu hasil penemuannya dalam bidang teknologi dalam bentuk proses produksi dan hasil produksi atau selesai kedua. Hak paten melindungi penemu pihak lain yang ingin menjiplak hasil temuannya, kecuali pihak tersebut memiliki izin (lisensi) dari penemu. Contoh: paten yang dipegang oleh Microsoft Corporation teknologi perangkat lunak komputer atas.
d) merek hak
Branding hak adalah hak untuk tanda atau nama yang diberikan untuk barang dan jasa untuk membedakan dari produk lainnya. Merek ini dimiliki oleh sebuah perusahaan dan telah terdaftar di Direktorat paten, merek dagang, dan hak cipta dari Departemen Kehakiman sebaiknya tidak ditiru oleh orang lain. Dengan demikian Selain hak-hak merek dagang, hak cipta dan paten harus juga terdaftar dengan Direktorat Jenderal paten, merek dagang, dan hak cipta dari Departemen Kehakiman.



4) Monopoli karena kemampuan efisiensi
Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan monopoli mampu menghasilkan biaya rendah sehingga mampu menjual produk dengan harga yang rendah serta. Karena perusahaan lain tidak mampu memproduksi dengan biaya terendah yang kemudian ini perusahaan dapat memonopoli pasar. Jenis monopoli umumnya dipegang oleh perusahaan bermodal besar dan dikelola.
5) Monopoli karena penguasaan bahan baku
Ketika kontrol yang kuat bahan baku tertentu (misalnya Ganden
Dalam diskusi sebelumnya telah dibahas tentang jenis-jenis pasar persaingan tidak sempurna, pasar persaingan sempurna yang terdiri dari beberapa jenis pasar termasuk pasar monopoli. Untuk memahami tentang pasar monopoli secara lebih rinci dalam posting ini akan menjelaskan tentang pasar monopoli, terutama tentang ciri dan jenis pasar monopoli.

Sebelum membahas lebih jauh tentang pasar monopoli maka diskusi ini mulai dengan kata-kata akrab sendri monopoli, monopoli berasal dari kata Yunani yang terdiri dari dua kata itu berarti satu mono dan Poly, berarti Penjual, sehingga berarti pasar monopoli dikendalikan oleh salah satu vendor atau satu perusahaan. Di pasar ini penjual memiliki peluang yang besar untuk mengubah kondisi pasar dan situasi terutama dalam hal menaikkan dan menurunkan harga. Contoh mudah kita melihat, ketika Pertamina secara bertahap dibesarkan pangkalan menilai harga BBM sebagai harga bensin, minyak tanah, diesel dan sebagainya, masyarakat merasa keberatan tidak dapat dipindahkan ke perusahaan lain karena hanya Pertamina adalah satu-satunya bahan bakar memproduksi perusahaan di Indonesia.
Adapun monopoli karakteristik antara lain adalah sebagai berikut:
1. ada hanya satu vendor atau perusahaan yang memproduksi produk tertentu.
2. harga yang ditentukan oleh perusahaan atau Penjual yang memegang monopoli.
3. lain perusahaan memasuki pasar akan sulit.
4. konsumen tidak dapat beralih ke perusahaan lain meskipun Penjual atau merasa bersalah.
5. dapat menyebabkan kerugian atau ketidakadilan masyarakat karena harga yang tinggi.

Monopoli dapat terjadi karena berbagai alasan, jadi datang jenis-jenis pasar monopoli berdasarkan penyebabnya, informasi lebih lanjut adalah sebagai berikut:

1) alam monopoli
Monopoli alami terjadi karena keadaan alami khas (dengan yang khusus), seperti kesuburan tanah, iklim atau karena mengandung sejumlah besar bahan tertentu saya. Monopoli alami dimiliki oleh hanya daerah-daerah tertentu. Contoh: Bali memiliki monopoli dalam penjualan salak bali, kemudian setelah itu, dengan Pontianak Malang dengan apelnya, Borneo dengan rotannya, bawang merah dengan Bradford, Tulungagung, dengan marmer yang, Martapura dengan intannya, dan lain-lain.
2) monopoli komunitas
Monopoli yang umum terjadi jika masyarakat memiliki kepercayaan khusus untuk produk. Misalnya sabun mandi dengan merk "X" mampu mendominasi pasar karena orang sangat percaya kemanjuran mandi sabun, sehingga mereka tidak ingin untuk beralih ke merek lain.
3) undang-undang Monopoli
Undang-undang monopoli muncul karena pemberlakuan kebijakan atau peraturan tertentu. Ada beberapa bentuk dari monopoli hukum, yang adalah sebagai berikut.
Monopoli negara)
Monopoli negara adalah sebuah monopoli yang dikenakan oleh negara untuk melayani kepentingan publik. Monopoli negara dilakukan dengan mendirikan BUMN yang terdiri dari BUMN, Pertamina (National Oil Company), PLN (perusahaan listrik negara), PT Pos Indonesia, PT Cap penjualan di kereta api.
b) hak cipta (salinan tepat)
Hak cipta adalah hak yang secara khusus diberikan kepada pencipta atau orang lain sebagai penerima hak cipta untuk mereproduksi hasil atau sampel mengumumkan. Hak cipta diberikan di bidang Sains, sastra dan seni. Hak cipta memiliki berlakunya, untuk contoh untuk buku tersebut berlaku sampai 50 tahun setelah kematian sang pencipta, dan program komputer untuk menerapkan 25 tahun sejak diumumkan.
c) paten
Hak paten adalah hak yang diberikan kepada penemu hasil penemuannya dalam bidang teknologi dalam bentuk proses produksi dan hasil produksi atau selesai kedua. Hak paten melindungi penemu pihak lain yang ingin menjiplak hasil temuannya, kecuali pihak tersebut memiliki izin (lisensi) dari penemu. Contoh: paten yang dipegang oleh Microsoft Corporation teknologi perangkat lunak komputer atas.
d) merek hak
Branding hak adalah hak untuk tanda atau nama yang diberikan untuk barang dan jasa untuk membedakan dari produk lainnya. Merek ini dimiliki oleh sebuah perusahaan dan telah terdaftar di Direktorat paten, merek dagang, dan hak cipta dari Departemen Kehakiman sebaiknya tidak ditiru oleh orang lain. Dengan demikian Selain hak-hak merek dagang, hak cipta dan paten harus juga terdaftar dengan Direktorat Jenderal paten, merek dagang, dan hak cipta dari Departemen Kehakiman.



4) Monopoli karena kemampuan efisiensi
Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan monopoli mampu menghasilkan biaya rendah sehingga mampu menjual produk dengan harga yang rendah serta. Karena perusahaan lain tidak mampu memproduksi dengan biaya terendah yang kemudian ini perusahaan dapat memonopoli pasar. Jenis monopoli umumnya dipegang oleh perusahaan bermodal besar dan dikelola.
5) Monopoli karena penguasaan bahan baku
Ketika kontrol yang kuat bahan baku tertentu (misalnya Ganden
»»  Baca Lebih Lanjut...

Rabu, 19 Maret 2014

materi elastisitas ekonomi mikro terbaru



      Ekonomi Mikro

        Pengertian koefisien elastisitas
        Persentase perubahan variabel yang tidak bebas dibagi dengan persentase perubahan variabel bebas
        Jenis-jenis elastisitas
        Elastisitas permintaan
        Elastisitas pendapatan
        Elastisitas silang
        Elastisitas penawaran
      Elastisitas permintaan
(Elastisitas harga dari permintaan / e)
        Mengukur persentase perubahan jumlah komoditi yang diminta per unit waktu yang diakibatkan oleh persentase perubahan harga tertentu dari komoditi itu
        Hubungan antara harga dan jumlah yang diminta adalah terbalik mengakibatkan hasil koefisien elastisitas permintaan bernilai negatif.
        Banyak ahli ekonomi mencantumkan tanda minus di depan rumus elastisitas permintaan agar hasilnya positif
        Rumus elastisitas
        E = - {(DQ/Q) / (P/P)},
              atau
        E = - {(DQ/P) / (P/Q)}
        Keterangan:
    - DQ = perubahan jumlah komoditi yg diminta
    - P = perubahan harga komoditi yg      bersangkutan
   
        Kriteria elastisitas
        Jika e melebihi 1 disebut elastis
        Jika e = 1 disebut elastis uniter
        Jika e dibawah 1 disebut inelastis






        Elastisitas busur
        Dari titik B ke titik D
    e = - {(Qd-Qb)/(Pd-Pb) * (Pb/Qb)}
       = - {(2.000/-2) * (7/1.000)}
       = 7 -----à (elastis)
Interperatsi:
Persentase perubahan jumlah yang diminta lebih besar daripada persentase perubahan harga komoditi tersebut.
      Dari D ke B
        E = - { (Qb-Qd) / (Pb-Pd) * (Pd/Qd)}
           = 1,67
        Interpretasi:
Persentase dalam kenaikan harga diikuti oleh persentase penurunan permintaan dalam jumlah yang lebih tinggi.
      Elastisitas titik tengah

        Digunakan untuk mengetahui koefisien elastisitas dua titik dengan hasil yang sama dari manapun harga mengalami pergerakan.
        Rumus:
   e = - {(DQ/P) * (Pb+Pd)/(Qb+Qd)}
      = - {-(2.000/2) * (12/4.000)
      = 3
      Elastisitas titik
(point elasticity
)
        Yaitu koefisien elastisitas yang ditemukan dari hasil perhitungan satu titik dalam sebuah kurva bergaris lurus.
        Contoh elastisitas titik

        Elastisitas titik C:
    e =  {(NM/NC) * (NC/ON)
          = NM / ON
       = 3 (bandingkan dengan elastisitas titik tengah antara B dan D)
        Elatisitas titik untuk menduga koefisien alastisitas pada kurva permintaan lengkung

        Berapa elastisitas pada titik D?
        Tariklah garis lurus antara sumbu X dan Y yang menyinggung titik D.
        E = ML/OM = 2
      Kaitan elastisitas titik dan pengeluaran total
        Kurva permintaan yang berbentuk garis lurus (memotong masing-masing sumbu):
         Elastis di atas titik tengahnya
         Elastis uniter pada titik tengahnya
         Tidak elastis di bawah titik tengahnya
         Bagaimanapun bentuk kurva permintaan bila harga suatu komoditi turun maka pengeluaran total konsumen (P x Q) akan:
        Naik jika e > 1
        Tetap jika e = 1
        Turun jika e < 1
      Koefisien elastisitas dan pengeluaran total

        Elastisitas pendapatan (em)
        Pengertian
        Rumus
        Kaitan koefisien elastisitas pendapatan dan jenis barang
      Pengertian elastisitas pendapatan
       Koefisien elastisitas pendapatan dari permintaan (em)mengukur persentase perubahan jumlah komoditi yg dibeli per unit waktu (DQ/Q) akibat adanya persentase perubahan tertentu dalam pendapatan konsumen (M/M)
        em = (Q/M) * (M/Q)
   M = Pendapatan
      Kaitan elastisitas pendapatan dan jenis barang
                 Jika emnegatif, barang tersebut adalah barang inferior misal minyak tanah (dibandingkan gas), nasi jagung (dibandingkan nasi beras).
                 Jika empositif, barang tsb adalah barang normal.
                 Jika em > 1, berarti barang mewah
                 Jika em < 1, berarti barang kebutuhan pokok
       Menemukan Em dan penentuan jenis barang
         Contoh menemukan elastisitas pendapatan.
         Em = (DQ/Q) / (M/M)
           = 100 / 50
           = 2
     
      
        Elastisitas silang dari permintaan (exy)
       Arti
       Rumus
       Kriteria
        Pengertian elastisitas silang
        Koefisien elastisitas silang dari permintaan (exy) komoditi x terhadap komoditi y mengukur persentase perubahan jumlah x yg diminta per unit waktu (DQx/Qx) akibat adanya persentase perubahan tertentu dalam harga y (Py/Py).
        Rumus: exy= (Qx/Py)*(Py/Qx)
        Kriteria
        Jika exybernilai positif maka antara x dan y merupakan komoditi substitusi (saling menggantikan)
        Jika exybernilai negatif maka antara x dan y merupakan komoditi komplementer (saling melengkapi)
        Jika exybernilai nol maka antara x dan y merupakan komoditi yang tidak berkaitan.

        Elastisitas harga dari penawaran (es)
        Arti
        Rumus
        Sifat-sifat
        Kriteria
        Contoh pengukuran
        Pengertian elastisitas harga dari penawaran (es)
        Koefisien elastisitas harga dari penawaran (es) mengukur persentase perubahan jumlah komoditi yang ditawarkan per unit waktu (DQ/Q) akibat adanya persentase perubahan tertentu dalam harga komoditi itu (P/P)
              Rumus Es = (Q/P) * (P/Q)
        Sifat-sifat elastisitas penawaran
        Jika kurva penaawaran mempunyai kemiringan positif (kiri bawah ke kanan atas) maka harga dan jumlah bergerak dengan arah yang sama dan es > 0
        Bila kurva penawaran mempunyai kemiringan positif yang berbentuk garis lurus maka sepanjang kurva itu:
Es > 1 jika kurva S memotong sumbu harga
Es < 1 jika kurva S memotong sumbu jumlah
Es = 1 jika kurva S melalui titik o
        Contoh perhitungan

        Es dari A ke C
    (-4.000/-2) * (6/8.000)
    = 1,5
        Es pada titik B
    Es=[(DQ/DP)*(Pa+Pc)/(Qa+Qc)]
           = (4.000/2) * (10/12.000)
           = 1,67
          
       Menemukan es melalui kurva
 (cara geometris)

        Elastisitas pada titik B
    Es =(DQ/P)*(Pb/Qb)
          = (GL / LB) * (LB/OL)
          = GL / OL
          = 10.000 / 6.000
          = 1,67


»»  Baca Lebih Lanjut...

Posting Kami