Sabtu, 01 Januari 2011

MAKALAH METODE PENELITIAN BAB VII SUMBER DAN METODE PENGUMPULAN DATA


BAB VII
SUMBER DAN METODE PENGUMPULAN DATA

Pengumpulan  data adalah tahap cukup menentukan  dalam proses penelitian, karena dengan pengumpulan data yang tepat maka diharapkan  jawaban dari perumusan masalah tidak bias. Data yang dikumpulkan sesuai dengan tujuan penelitian.
Sumber data ada dua yaitu:
1.      Data Sekunder: sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung
2.      Data Primer: merupakan sumber penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli

Data Sekunder
Data sekunder  merupakan data yang telah dihimpun oleh pihak lain untuk tujuan-tujuan tertentu.
Kelebihan data sekunder adalah:
û  Data sekunder lebih mudah dikumpulkan dan cepat karena sudah tersedia. 
û  Data sekunder dapat diperoleh dari perpustakaan, perusahaan-perusahaan, Busrsa efek jakarta.
û  Pengumpulan data sekunder lebih murah dibanding biaya pengumpulan data primer

Faktor yang dipertimbangan dalam mengumpulkan Data Sekunder
Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pengumpulan data sekunder adalah sebagai berikut:
a.      Jenis data yang dikumpulkan disesuaikan dengan tujuan penelitian.
b.      Kualitas Data sekunder

Manfaat Data Sekunder
Data sekunder dapat dipergunakan  untuk:
a.      Memahami Masalah: Data sekunder dapat digunakan sebagai sarana pendukung untuk memahami masalah yang akan kita teliti. Sebagai contoh apabila kita perilaku harga saham maka kita dapat melihat volatilitas harga saham dari data harga saham harian di Bursa Efek jakarta dan melihat faktor apa saja yang mempengaruhi harga saham

b.      Penjelasan Masalah: Data sekunder bermanfaat sekali untuk memperjelas masalah dan memahami persoalan yang akan diteliti.

c.       Formulasi Alternative-Alternative Penyelesaian Masalah yang Layak
Sebelum kita mengambil suatu keputusan, kadang kita memerlukan beberapa alternative lain. Data sekunder akan bermanfaat dalam memunculkan beberapa alternative lain yang mendukung dalam penyelesaian masalah yang akan diteliti. Dengan semakin banyaknya informasi yang kita dapatkan, maka peneyelesaian masalah akan menjadi jauh lebih mudah.

d.     Solusi Masalah: Data sekunder disamping memberi manfaat dalam membantu mendefinisikan dan mengembangkan masalah, data sekunder juga kadang dapat memunculkan solusi permasalahan yang ada. Tidak jarang persoalan yang akan kita teliti akan mendapatkan jawabannya hanya didasarkan pada data sekunder saja.

Cara Mengumpulkan Data Sekunder
Bagaimana kita mencari data sekunder? Dalam mencari data sekunder kita memerlukan strategi yang sistematis agar data yang kita peroleh sesuai dengan masalah yang akan diteliti. Beberapa tahapan strategi pencarian data sekunder adalah sebagai berikut:

a.      Mengidentifikasi Kebutuhan
Sebelum proses pencarian data sekunder dilakukan, kita perlu melakukan identifikasi kebutuhan terlebih dahulu. identifikasi dapat dilakukan dengan cara membuat pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: 1) Apakah kita memerlukan data sekunder dalam menyelesaikan masalah yang akan diteliti? 2) Data sekunder seperti apa yang kita butuhkan? Identifikasi data sekunder yang kita butuhkan akan membantu mempercepat dalam pencarian dan penghematan waktu serta biaya.
b.     Memilih Metode Pencarian
Kita perlu memilih metode pencarian data sekunder apakah itu akan dilakukan secara manual atau dilakukan secara online. Jika dilakukan secara manual, maka kita harus menentukan strategi pencarian dengan cara menspesifikasi lokasi data yang potensial, yaitu: lokasi internal dan / atau lokasi eksternal. Jika pencarian dilakukan secara online, maka kita perlu menentukan tipe strategi pencarian; kemudian kita memilih layanan-layanan penyedia informasi ataupun database yang cocok dengan masalah yang akan kita teliti.
c.       Menyaring dan Mengumpulkan Data
Setelah metode pencarian data sekunder kita tentukan, langkah berikutnya ialah melakukan penyaringan dan pengumpulan data. Penyaringan dilakukan agar kita hanya mendapatkan data sekunder yang sesuai saja, sedang yang tidak sesuai dapat kita abaikan. Setelah proses penyaringan selesai, maka pengumpulan data dapat dilaksanakan.
d.     Evaluasi Data
Data yang telah terkumpul perlu kita evaluasi terlebih dahulu, khususnya  berkaitan  dengan kualitas dan kecukupan data. Jika peneliti merasa bahwa kualitas data sudah dirasakan baik dan jumlah data sudah cukup, maka data tersebut dapat kita gunakan untuk menjawab masalah yang akan kita teliti.
e.       Menggunakan Data
Tahap terakhir strategi pencarian data ialah menggunakan data tersebut untuk menjawab masalah yang kita teliti. Jika data dapat digunakan untuk menjawab masalah yang sudah dirumuskan, maka tindakan selanjutnya ialah menyelesaikan penelitian tersebut. Jika data tidak dapat digunakan untuk menjawab masalah, maka pencarian data sekunder harus dilakukan lagi dengan strategi yang sama.

Memilih Metode Pengambilan Data
Pengambilan data sekunder tidak boleh dilakukan secara sembarangan, oleh karena itu kita memerlukan metode tertentu. Cara-cara pengambilan data dapat dilakukan secara a) manual, b) online dan c) kombinasi manual dan online.

a.      Pencarian Secara Manual
Sampai saat ini masih banyak organisasi, perusahaan, kantor yang tidak mempunyai data base lengkap yang dapat diakses secara online. Oleh karena itu, kita masih perlu melakukan pencarian secara manual. Pencarian secara manual bisa menjadi sulit jika kita tidak tahu metodenya, karena banyaknya data sekunder yang tersedia dalam suatu organisasi, atau sebaliknya karena sedikitnya data yang ada. Cara yang paling efisien ialah dengan melihat buku indeks, daftar pustaka, referensi, dan literature yang sesuai dengan persoalan yang akan diteliti. Data sekunder dari sudut pandang peneliti dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu data internal data yang sudah tersedia di lapangan; dan data eksternal  data yang dapat diperoleh dari berbagai sumber lain.
·         Lokasi Internal: Lokasi internal dapat dibagi dua sebagai sumber informasi yang berasal dari database khusus dan database umum. Data base khusus biasanya berisi informasi penting perusahaan yang biasanyan dirahasiakan dan tidak disediakan untuk umum, misalnya, data akutansi, keuangan, sdm, data penjualan dan informasi penting lainnya yang hanya boleh diketahui oleh orang-orang tertentu di perusahaan tersebut. Data jenis ini akan banyak membantu dalam mendeteksi dan memberikan pemecahan terhadap masalah yang akan kita teliti di perusahaan tersebut.

Sebaliknya, database umum berisi data yang tidak bersifat rahasia bagi perusahaan dan boleh diketahui oleh umum. Data jenis ini biasanya dapat diketemukan di perpustakaan kantor / perusaahaan atau disimpan dalam  komputer yang dapat diakses secara umum. Data ini diperoleh dari luar perusahaan biasanya berbentuk dokumen-dokumen peraturan pemerintah mengenai perdagangan, berita, jurnal perusahaan, profil perusahaan dan data-data umum lainnya.
·         Lokasi Eksternal: Data eksternal dapat dicari dengan mudah karena biasanya data ini tersimpan di perpustakaan umum, perpustakaan kantor-kantor pemerintah atau swasta dan universitas, biro pusat statistik dan asosiasi perdagangan,  dan biasanya sudah dalam bentuk standar yang mudah dibaca, seperti petunjuk penelitian, daftar pustaka, ensiklopedi, kamus, buku indeks, buku data statistik dan buku-buku sejenis lainnya.

b.     Pencarian Secara Online
Dengan berkembangnya teknologi Internet maka munculah banyak data base yang menjual berbagai informasi bisnis maupun non-bisnis. Data base ini dikelola oleh sejumlah perusahaan jasa yang menyediakan informasi dan data untuk kepentingan bisinis maupun non-bisnis. Tujuannya ialah untuk memudahkan perusahaan, peneliti dan pengguna lainnya dalam mencari data.
 Pencarian secara online memberikan banyak keuntungan bagi peneliti, diantaranya ialah: a) hemat waktu: karena kita dapat melakukan hanya dengan duduk didepan komputer, b) ketuntasan: melalui media Internet dan portal tertentu kita dapat mengakses secara tuntas informasi yang tersedia kapan saja tanpa dibatasi waktu, c) Kesesuaian: peneliti dapat mencari sumber-sumber data dan informasi yang sesuai dengan mudah dan cepat, d)hemat biaya: dengan menghemat waktu dan cepat dalam memperoleh  informasi yang sesuai berarti kita banyak menghemat biaya.

Kriteria Dalam Mengevaluasi Data Sekunder
Ketepatan memilih data sekunder dapat dievaluasi dengan kriteria sebagai berikut:
·         Waktu Keberlakuan: Apakah data mempunyai keberlakuan waktu? Apakah data dapat kita peroleh pada saat diutuhkan. Jika saat dibutuhkan data tidak tersedia atau sudah kedaluwarsa, maka sebaiknya jangan digunakan lagi untuk penelitian kita.
·         Kesesuaian: Apakah data sesuai dengan kebutuhan kita? Kesesuaian berhubungan dengan kemampuan data untuk digunakan menjawab masalah yang sedang diteliti.
·         Ketepatan: Apakah kita dapat mengetahui sumber-sumber kesalahan yang dapat mempengaruhi ketepatan data, misalnya apakah sumber data dapat dipercaya? Bagaimana data tersebut dikumpulkan atau metode apa yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut?
·         Biaya: Berapa besar biaya untuk mendapatkan data sekunder tersebut? Jika biaya jauh lebih dari manfaatnya, sebaiknya kita tidak perlu menggunaknnya.

DATA PRIMER
Pengertian
Apakah data primer itu? Data primer ialah data yang berasal dari sumber asli atau pertama. Data ini tidak tersedia dalam bentuk terkompilasi ataupun dalam bentuk file-file. Data ini harus dicari melalui nara sumber atau dalam istilah teknisnya responden, yaitu orang yang kita jadikan obyek penelitian atau orang yang kita jadikan sebagai sarana mendapatkan informasi ataupun data. Data primer dapat diperoleh dengan cara survei daan observasi

Metode Survei

Metode survey ada dua yaitu:
1.    Wawancara
Teknik pengumpulan data yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada subyek penelitian.
Wawancara bisa dilakukan dengan:
a.        Wawancara dengan Tatap Muka
Komunikasi langsung antara pewawancara yang mengajukan pertanyaan lisan dengan responden yang menjawab pertanyaan secara lisan. Pewawancara sudah mempersiapkan beberapa pertanyaan secara tertulis sehingga pada saat melakukan wawancara yang bersangkutan tinggal membacakan dihadapan  responden. Sebaiknya dalam melakukan wawancara bangunlah hubungan yang tidak resmi agar responden merasa lebih leluasa dan enak dalam menjawab setiap pertanyaan yang diberikan.

b.        Wawancara dengan telpon
Komunikasi pewawancara dengan responden menggunakan media telekomunikasi.  Metode yang digunakan dapat terbuka atau rahasia tetapi jenis pertanyaannya sebaiknya menggunakan tipe terstruktur karena wawancara dengan menggunakan telepon dilakukan dengan cepat, terbatas waktunya, dan tidak ada tatap muka secara langsung sehingga menimbulkan suasana yang bersifat formal.
Keuntungan menggunakan teknik ini ialah data dapat dikumpulkan secara cepat dan efisien. Kelemahan metode ini ialah tidak semua orang mempunyai telepon, hal ini mengakibatkan pemilihan responden hanya didasarkan pada kepemilikan telepon saja. Karena kita tidak berhadapan muka dengan muka ada kemungkinan orang yang kita wawancarai berbeda dengan yang kita maksudkan.

2.    Kuisioner
Komunikasi peneliti dengan reponden dilakukan secara tertulis melalui kuisioner.
a.        Kuisioner secara personal
Komunikasi peneliti dengan reponden dilakukan secara tertulis melalui kuisioner yang disampaikan dan dikumpulkan langsung oleh peneliti.

b.        Kuisioner lewat pos
Kuisioner dikirim dengan menggunakan jasa pos.  teknik ini dapat didefinisikan sebagai pencarian informasi dengan menggunakan kuesioner yang dikirim kepada responden melalui surat. Keuntungan menggunakan media surat ini ialah peneliti dapat menanyakan banyak hal, responden mempunyai waktu untuk menjawab setiap pertanyaan. Kelemahan teknik ini ialah memakan waktu yang lama untuk mendapatkan kembali kuesioner yang sudah diisi, bahkan kadang jika kita mendapatkan responden yang malas menulis surat, kuesioner tersebut tidak akan dikirim kembali kepada kita. Kelemahan lainnya ialah karena kita tidak melakukan kontak langsung, jawaban yang ditulis dapat dikerjakan oleh orang yang bukan kita maksudkan.

c.         Kuisioner dengan mengunakan e-mail
Perkembangan teknologi memungkinkan peneliti melakukan wawancara dengan menggunakan kuesioner yang dikirim melalui email (electronic mail) kepada responden. Teknik ini banyak dipakai dalam penelitian bisnis. Keuntungan teknik ini ialah peneliti dapat menjangkau responden yang jauh lokasinya bahkan beda kota ataupun negara. Kelemahan teknik ini ialah tidak semua orang mempunyai alamat email dan komputer yang tersambung dengan jaringan Internet.

METODE OBSERVASI

Metode pengumpulan data primer dalam penelitian ilmiah yang dilakukan dengan menggunakan proses pencatatan pola perilaku subyek, obyek atau kejadian yang sistematik tanpa adanya pertanyaan atau komunikasi dengan individu-individu yang diteliti.  Tipe observasi yang dilakukan langsung oleh peneliti dinamakan dengan observasi langsung, sedangkan jika dilakukan dengan menggunakan alat Bantu disebut dengan observasi mekanik.  Kedua tipe tersebut bisa dilakukan tanpa sepengetahuan subyek yang diteliti atau dengan sepengetahuan subyek yang diteliti.

Observasi terhadap perilaku dan lingkungan sosial

Ada dua teknik yang bisa digunakan untuk melakukan observasi terhadap perilaku dan lingkungan social yaitu:
  1. Participant Observation
Peneliti meneliti dengan cara melibatkan diri atau menjadi bagian dari lingkungan social atau organisasi yang ditelitinya.
  1. Nonparticipant Observation
Peneliti melakukan observasi tanpa melibatkan diri atau menjadi bagian dari organisasi atau lingkungan social yang sedang diteliti.

 

Content Analysis

Content analysis merupakan metode pengumpulan data penelitian melalui teknik observasi dan analisis terhadap isi atau pesan dari suatu dokumen yang bertujuan untuk melakukan identifikasi terhadap karakteristik atau informasi spesifik yang terdapat pada suatu dokumen untuk menghasilkan deskripsi yang obyektif dan sistematik.

Observasi Mekanik

Observasi mekanik dalam penelitian bisnis digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi reaksi fisik atau bagian tubuh dari manusia.
»»  Baca Lebih Lanjut...

MAKALAH METODE PENELITIAN BAB VIII PENGOLAHAN, STATISTIK DESKRIPTIF DAN UJI KUALITAS DATA


BAB VIII
PENGOLAHAN, STATISTIK DESKRIPTIF DAN UJI KUALITAS DATA


            Pengolahan data dilakukan setelah data terkumpul.  Pengolahan data pada          tahap persiapan terdiri dari bebrapa tahap yaitu:
1.      Editing Data
      Proses editing merupakan proses untuk mengetahui kejelasan data, keterbacaan, konsistensi dan kelengkapan data yang sudah terkumpul. Proses kejelasan data akan memberikan kejelasan mengenai bebasnya data dari masalah konseptual maupun teknis.  Keterbacaan berkaitan dengan apakah data yang sudah terkumpul oleh pengumpul data dapat terbaca secara benar sehingga dapat digunakan sebagai justifikasi penafsiran terhadap hasil analisa. Konsistensi mencakup keajegan jawaban –jawaban responden terhadap data yang saling berkaitan dengan skala pengukuran yang akan digunakan. Kelengkapan data mengacu pada apakah data yang dibutuhkan secara lengkap ada dan dijawab oleh responden. sehingga dapat digunakan untuk menjawab masalah yang sudah dirumuskan dalam penelitian tersebut.
2.      Pengembangan Variabel
      Pengembangan variabel adalah proses pengembangan terhadap data dasar.  Pengembangan variabel dapat berupa transformasi matematis seperti size perusahaan ditransformasik ukurannya dari rupiah dalam milyar ke logaritma. 
3.      Pengkodean Data
      Pengkodean data merupakan proses pemberian kode terhadap data yang telah terkumpul sebagai proses  menterjemahkan data  ke dalam kode-kode yang biasanya dalam bentuk angka. Tujuannya ialah untuk mempermudah analisis statistik.  Pentingnya pekodeaan ini maka pada tahap penyusunan kuisioner perlu diperhatikan cara pengkodean yang tepat.  Misalnya: dalam satu variabel terdapat pertanyaan positif dan negatif maka pengkodeaanya perlu dikonsisten antara satu dengan yang lain. 
4.      Cek Kesalahan
      Cek kesalahan merupakan perlakuan proses manual yang terakhir sebelum data di transfer ke media penyimpanan (komputer).  Pada tahapan ini dilakukan pengecekan ulang terhadap data untuk mengetahui  langkah-langkah sebelumnya sudah diselesikan tanpa kesalahan yang serius.
5.      Pembuat Struktur Data
      Pembuatan struktur data dilakukan sebagai wadah untuk memasukkan semua data yang dibutuhkan sebelum analisa data dilakukan. Penyimpanan data kedalam komputer mempertimbangkan bahwa:
û Data telah disimpan dengan cara yang sesuai dan konsisten dengan penggunaan sebenarnya
û Tidak ada data yang hilang dan jika ada data yang hilang perlu dipertimbangkan cara mengatasinya dalam analisis
û Pemindahan data dan transformasi telah dilakukan dengan lengkap dan benar
6.      Cek Preanalisa Komputer
      Struktur data yang sudah final kemudian dipersiapkan untuk analisa komputer dan sebelumnya harus dilakukan pengecekan preanalisa komputer agar diketahui konsistensi dan kelengkapan data.
7.      Tabulasi
      Tabulasi merupakan kegiatan menggambarkan jawaban responden dengan cara tertentu. Tabulasi juga  dapat digunakan untuk menciptakan statistik deskriptif variable-variable yang diteliti atau yang variable yang akan di tabulasi silang.

STATISTIK DESKRIPTIF
      Statistik deskriptif merupakan proses transformasi data penelitian dalam bentuk tabulasi sehingga mudah dipahami dan diinterpretasikan.  Statistik deskripstif berfungsi mempelajari tata cara pengumpulan, pencatatan, penyusunan dan penyajian data penelitian dalam bentuk tabel frekuensi atau grafik dan selanjutnya dilakukan pengukuran nilai-nilai statistiknya seperti mean/rerata aritmetik, median, modus, deviasi standar. Pada umumnya memberikan informasi mengenai karakteristik variabel penelitian utama dan data demografi responden.
FREKUENSI
      Frekuensi merupakan salah satu ukuran dalam statistik deskriptif yang menunjukkan nilai distribusi data penelitian yang memiliki kesamaan kategori.

TENDENSI SENTRAL
      Tendensi sentral merupakan ukuran dalam statistik deskriptif yang menunjukkan nilai sentral dari destribusi data penelitian
1.      Rata-Rata (Mean); mengukur nilai sentral suatu distribusi data berdasarkan nilai rata-rata yang dihitung dengan cara membagi nilai hasil penjumlahan sekelompok data dengan jumlah data yang diteliti
2.      Median adalah pengukuran tedensi sentral berdasarkan nilai data yang terletak ditengah-tengah dari suatu distribusi data penelitian yang disusun secara berurutan.
3.      Modus mengukur tendensi sentral berdasarkan data yang memiliki frekuensi paling banyak dalam suatu distribusi data

DISPERSI
Dispersi mengukur variasi data yang diteliti dari rata-rata.
1.      Deviasi Rata-rata adalah penjumlahan dari deviasi masing-masing data yang diteliti dengan nilai rata-ratnya dibagi dengan jumlah data.
2.      Deviasi absolut rata-rata ; menghitung deviasi rata-rata absolut pada nilai deviasi setiap data yang diteliti
3.      Deviasi kuadrat rata-rata: kuadrat masing-masing deviasi
4.      Varian
5.      Deviasi Standar

UJI KUALITAS DATA
1.      Reliabilitas. Uji ini dilakukan untuk melihat konsistensi data yang dikumpulkan.
a.      Koefisiensi Stabilitas . Untuk mengetahui stabilitas jawaban responden dari suatu waktu kewaktu berikutnya dengan cara menghitung koefisien korelasi dari skor jawaban respnden yang diukurdengan instrumen yang sama pada saat yang berbeda
b.      Koefisien ekuivalensi.  Mengukur reliabilitas dengan cara menggunakan instrumen pengukuran yang berbeda untuk suatu construct terhadap subyek penelitian tertentu pada saat yang sama
c.       Relibilitas Konsistensi Internal.  Mengukur reliabilitas dengan melihat konsistensi diantara butir-butir pertanyaan dalam suatu instrumen.
2.      Validitas adalah konsep pengukuran yang digunakan  untuk mengetahui sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya.  Suatu instrumen dikatakan valid hanya jika instrumen itu menghasilkan hasil ukur sesuai dengan tujuan pengukuran
a.      Content Validity.  Suatu instrumen dikatakan memiliki content validity jika mengandung butir-butir pertanyaan yang memadai dan representatif untuk mengukur construct
b.      Criterion – related validity.  Menguji tingkat akurasi instrumen yang baru dikembangkan
c.       Construct Validity.  Mengukur validitas dengan cara menguji apakah suatu instrumen mengukukur construct sesuai dengan yang diharapkan Salah satu cara untuk melihat validitas adalah dengan melakukan analisis faktor (Factor Analysis).  Factor Analysis merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menidentifikasi interrelationship antar butir pertanyaan dengan tujuan mengindentifikasi apakah butir pertanyaan merupakan bagian dari suatu kelompok.
»»  Baca Lebih Lanjut...

MAKALAH METOPEN BAB IX PENGUJIAN HIPOTESIS


BAB IX
PENGUJIAN HIPOTESIS

PENGUJIAN HIPOTESIS

Hipotesis merupakan jawaban sementara atas masalah peneliti yang secara rasional dideduksi dari teori.  Tujuan pengujian hipotesis adalah untuk menentukan apakah jawaban teoritis yang terkandung dalam pernyataan hipotesis didukung oleh fakta yang dikumpulkan dan dianalisis dalam proses pengujian data.
Dalam pengujian hipotesis beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

1.      Estimasi dan Probabilitas
Pengujian hipotesis dengan menggunakan data sampel merupakan pembuatan keputusan melalui proses inferensi yang memerlukat akurasi peneliti dalam melakukan estimasi.  Proses inferensi dapat dilakukan melalui estimasi nilai parameter populasi atau membuat keputusan mengenai nilai parameter.
2.      Kriteria Keputusan
      Kriteria Keputusan bisa dilihat dari tingkat signifikasi yaitu tingkat probabilitas yang ditentukan oleh peneliti untuk membuat keputusan menolak atau mendukung hipotesis.  Tingkat keyakinan adalah tingkat probabilitas yang ditetapkan oleh peneliti bahwa statistik sampel dapat mengestimasi parameter populasi secara akurat.  Tingkat signifikasi menunjukkan probabilitas kesalahan yang dibuat peneliti untuk menolak atau mendukung hipotesis.
      Tingkat signifikansi 0,05 artinya adalah keputusan menolak atau mendukung suatu hipotesis mempunyai probabilitas kesalahan sebesar lima persen        
3.      Hipotesis Nol dan Hipotesis Alternatif. 
      Hipotesis nol adalah hipotesis yang menyatakan status Quo tujuannya adalah memberikan kemungkinan adanya perbedaan ekspektasi peneliti dengan fenomena yang terjadi.
      Hipotesa alternative menunjukkan ekspektasi peneliti terhadap fenomena yang terjadi atau dugaan sementara peneliti terhadap fenomena yang terjadi.
4.      Kesalahan tipe satu dan kesalahan tipe II
a.        Kesalahan Tipe I
      Kesalahan peneliti karena menolak hipotesa nol padahal hipotesa nol adalah benar.  Contohnya: menghukum orang yang tidak bersalah.  Kesalahan tipe I diberi symbol alpha: a
b.        Kesalahan tipe II
      Keputusan peneliti mendukung hipotesa nol padahal hipotesa nol adalah salah.  Contohnya: melepaskan orang yang bersalah.  Kesalahan tipe II diberi symbol beta: b
      Kesalahan tipe I dan II dapat dikurangi dengan menambah jumlah sample.  kesalaha tipe I lebih serius dibandingkan dengan kesalah tipe II.  Oleh karena itu keputusan yang digunakan peneliti dalam pengujian hipotesis lebih ditekankan pada penetapan tingkat signifikansi daripada beta.
PENGUJIAN STATISTIK
1.      Pengujian alpha (a).
      Dapat dilakukan apabila peneliti mengetahui distribusi sampel (X) dari suatu pengujian statistik.  Pengujian alpha menggunakan asumsi bahwa hipetesis nol adalah benar.
2.      Pengujian satu sisi dan dua sisi . 
      Pengujian ini dilakukan dengan bergantung pada hipotesis alternative. Pengujian satu sisi  disebut juga dengan pengujian directional, yang daerah penolakkannya terletak pada satu sisi yaitu kanan atau kiri.  Sedangkan pengujian dua sisi dilakukan apabila daerah penolakan terletak pada sisi kanan dan kiri dari nilai rata-rata sampel.
PEMILIHAN METODE STATISTIK
Pemilihan metode statistik dipengaruhi oleh;
1.      Tujuan studi
2.      Jumlah variabel yang diteliti
      Berdasarkan kategori analisis data maka bisa diklasifikasikan
a.         Analisis Data Univariate
      Terdiri atas metode-metode statistic deskriptif dan statistic inferensial yang digunakan untuk menganalisis data satu variabel penelitian.  Penelitian terhadap satu variabel biasanya bertujuan untuk mendeskripsikan distribusi satu variabel peneliti dan uji perbedaan antara data yang diteliti dengan ekspektasi atau hipotesis peneliti.
b.         Analisis Data Bivariate
      Terdiri atas metode-metode statistic deskriptif dan inferensial yang digunakan untuk menganalisis data dua variabel penelitian.
3.      Skala pengukuran yang digunakan
      Tipe skala pengukuran menjadi pertimbangan peneliti untuk menentukan pemilihan metode parametric dan non parametric dalam statistic inferensial.
ANALISIS UNIVARIATE
Analisis yang dilakukan apabila jumlah variabel hanya satu.
ANALISIS BIVARIATE
1.                  Uji perbedaan
Dapat berupa perbedaan dua kategori data atau perbedaan tiga atau lebih kelompok data dari dua variabel yang diteliti.

2.                  Uji hubungan
Menguji hubungan antara satu variabel dengan variabel penemilitan lainnya yang dapat berupa hubungan korelasional dan hubungan sebab akibat.
ANALISIS MULTIVARIATE
Sering digunakan untu memecahkan masalah-masalah penelitian yang kompleks.
1.      Analisis Dependensi:
      Metode-metode statistik dalam analisis multivariate yang digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi satu atau lebih variabel dependen berdasarkan beberapa variabel independen.
  1. Analisis Regresi berganda:
      Digunakan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap variabel deoenden dengan skala pengukuran interval atau rasio dalam suatu persamaan linier
  1. Analisis Diskriminan:
      Merupakan metode statistikuntuk memprediksi pengaruh beberapa variabel independen (diukur dengan skala interval atau rasio) terhadap satu variabel dependen dengan dua atau lebih kategori yang diukur dengan skala nominal.
  1. Canonical Correlation Analysis:
      Digunakan untuk menguji korelasi antar dua atau lebih variabel dependen dan beberapa variabel independen yang semuanya diukur dengan skala interval atau rasio.
  1. Multivariate Analysis of Variance:
      Digunakan untuk menguji perbedaan nilai rata-rata antar kelompok dalam dua atau lebih variabel dependen berdasarkan satu variabel independen yang diukur dengan skla nominal.
  1. Linear Structural Relationship:
      Digunakan untuk mengetahui hubungan sebab akibat antar construct yang tidak dapat diukur secara langsung
  1. Cojoint Analysis:
Mengukur kombinasi korelasi antar variabel yang bermanfaat untuk dasar pembuatan keputusa
2.      Analisis interdependensi
Dilakukan untu mengetahui struktur dari sekelompok variabel atau objek
  1. Factor Analysis:
Metode statistik yang digunakan untuk meringkas informasi dalam jumlah banyak yang dihasilkan dari proses pengukuran menjadi sejumlah dimensi atau construct  lebih kecil.
  1. Cluster Analysis:
Metode statistik yang digunakan untuk mengelompokkan subyek atau obyek penelitian dalam jumlah banyak menjadi kelompok-kelompok dalam jumlah kecil yang bersifat mutually exclusive
  1. Multidimensional Scaling:
      Merupakan metode statistik yang digunakan untuk mengukur obyek ke dalam ruang multi dimensi berdasarkan kesamaan persepsi responden terhadap obyek.
PENGUJIAN NON PARAMETRIK
Test statistik parametrik adalah suatu test yang dilakukan dengan menggunakan asumsi-asumsi tertentu tentang parameter populasi yang menjadi sampel penelitian.  Statistik  non parametrik kebalikan dari statistik parametrik yang tidak menetapkan syarat-syarat tertentu mengenai parameter populasinya.  Test non parametrik dapat diterapkan untuk data dalam skala ordinal dan skala nominal.  Kekuatan test non parametrik dapat ditingkatkan dengan hanya memperbesar ukuran jumlah sampel.
»»  Baca Lebih Lanjut...

MAKALAH METODE PENELITIAN BAB X FORMAT


BAB X

FORMAT USULAN PENELITIAN


I.         USULAN PENELITIAN
 Usulan penelitian terdiri dari 3 bagian yaitu:

 A.  Bagian Awal

 B.  Bagian Utama
 C.  Bagian Akhir
A. Bagian Awal
Bagian awal terdiri dari halaman judul dan halaman pengesahan usulan penelitian
  1. Halaman Judul
      Halaman judul memuat: judul, maksud usulan penelitian, lambang,  Instantsi yang dituju dan waktu pengajuan
a.      Judul Penelitian merupakan “wajah awal” yang diharapkan mampu memberikan ungkapan-ungkapan terhadap suatu masalah yang akan dibahas dan dipecahkan pada kegiatan penelitian.  Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat judul penelitian adalah:
1).   Judul penelitian dibuat seringkas mungkin, tetapi jelas  dan menunjukkan dengan benar masalah yang diteliti.  Judul penelitian bisa merujuk pada hubungan variabel-variabel yang akan diteliti.
2).   Hindari judul penelitian yang membuka peluang  penafsiran ganda atau beraneka ragam.
3).   Gunakan kata, kalimat dan tata bahasa yang baik dan benar serta mudah dimengerti. 
b.      Maksud Usulan Penelitian ialah untuk menyusun skripsi S-1 dalam program studi.
c.       Lambang Universitas Muhammadiyah  berbentuk segi lima dengan diameter sekitar 5,5 cm.
d.     Nama Mahasiswa ditulis lengkap, tidak boleh disingkat dan di bawahnya dicantumkan nomor mahasiswa
e.      Instansi yang dituju ialah fakultas ekonomi, program studi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
f.        Waktu pengajuan ditunjukkan dengan menulis bulan, dan tahun pengajuan usulan penelitian  
  1. Halaman Pengesahan
Halaman pengesahan berisi:
a.      Judul Penelitian.
b.      Nama Mahasiswa beserta nomor mahasiswa
c.       Persetujuan Dosen ialah  persetujuan Dosen pembimbing Skripsi utama dan Dosen pembimbing pendamping lengkap dengan tanda tangan dan tanggal persetujuan serta NIK
B. Bagian Utama
      Bagian utama usulan penelitian memuat: latar belakang penelitian, batasan masalah, rumusan masalah,  tujuan penelitian, manfaat penelitian, rerangka teori  penelitian dan penurunan hipotesis, metoda penelitian dan jadwal penelitian.
  1. Latar Belakang Penelitian
      Latar belakang masalah berisi alasan yang memicu peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian tersebut.  Pada latar belakang penelitian, peneliti mengungkapkan masih signifikannya penelitian yang bersangkutan baik dari sisi teori maupun dari sisi praktik. 
  1. Batasan masalah  (jika perlu)
             Menerangkan keterbatasan peneliti  didalam kegiatan penelitian tersebut. 
  1. Rumusan masalah
      Rumusan masalah merupakan kejelasan masalah yang telah  disinggung dan diuraikan pada latar belakang penelitian serta batasan masalah terhadap masalah yang akan diteliti.  Rumusan masalah dapat berbentuk pernyataan  atau pertanyaan penelitian.
  1. Tujuan penelitian
      Dalam bagian ini disebutkan secara spesifik tujuan yang ingin dicapai.  Tujuan penelitian selaras dengan rumusan masalah atau dengan kata lain dapat menjawab pertanyaan penelitian.
  1. Manfaat Penelitian
      Manfaat penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan penelitian dan terjawabnya pertanyaan penelitian yang ada pada rumusan masalah.  Manfaat penelitian ada dua hal yaitu:
a.      Kegunaan dalam pengembangan  ilmu atau manfaat dibidang teroritis
b.       Manfaat di bidang praktik.

  1. Rerangka teori dan penurunan hipotesa
      Rerangka teoriti menguraikan dasar-dasar teori dan  hasil –hasil penelitian terdahulu yang memberikan dukungan dalam kegiatan penelitian.  Rerangka teoritis sebagai dasar peneliti didalam menurunkan hipotesa penelitaan dan model penelitian.
  1. Metoda Penelitian
a.       Subyek penelitian
Pada  tahapan ini peneliti menerangkan target pupulasi penelitian dan atau sampel penelitian yang relevan dengan tujuan penelitian.
b.       Teknik pengambilan sampel
Menerangkan cara pengambilan data penelitian sehingga data yang didapat adalah data yang representatif.  Misalnya menjelaskan bahwa pengambilan sampel penelitian dilakukan secara random atau tidak (probabilitas atau non probabilitas).
c.       Teknik Pengumpulan data (survei, observasi, literatur atau arsip)
Menerangkan prosedur atau cara yang dilakukan peneliti dalam rangka memperoleh data.
d.      Definisi operasional variabel penelitian
      Menerangkan definisi variabel-variabel yang akan diteliti
e.       Alat ukur variabel penelitian
Menerangkan alat ukur yang akan digunakan untuk mengukur variabel penelitian.
f.        Analisis data
Menerangkan alat bantu statistik atau lainnya yang akan digunakan untuk menganalisis data  atau menguji hipotesa yang telah diperoleh
g.      Interpretasi hasil
      Menerangkan cara membaca hasil yang diperoleh setelah proses analisa data dengan menggunakan alat bantu tertentu.
8.      Jadwal penelitian
Dalam jadwal penelitian ditunjukkan:
a.      Tahap-tahap penelitian
b.      Rincian kegiatan pada setiap tahap
c.       Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap tahap
Jadwal penelitian dapat disajikan dalam bentuk matriks atau uraian
C.  Bagian Akhir
  1. Daftar Pustaka
      Daftar pustaka hanya memuat pustaka yang diacu dalam usulan penelitian dan disusun ke bawah menurut abjad nama akhir penulis pertama.  Literatur dan jurnal-jurnal ilmiah, surat kabar  tidak dibedakan, kecuali penyusunannya ke kanan, yaitu:
a.      Buku: nama penulis, tahun terbitan, judul buku, jilid, terbitan ke, nomer halaman yang diacu (kecuali kalau seluruh buku), nama, penerbit, dan kotanya
b.      Majalah dan Jurnal imiah : nama penulis, tahun terbitan, judul tulisan, nama jurnal/majalah , jilid, dan nomor halaman yang diacu
  1. Lampiran
      Dalam lampiran (kalau ada) terdapat keterangan atau informasi yang diperlukan pada pelaksanaan penelitian, misalnya kuesioner dan sifatnya hanya melengkapi usulan penelitian.

pic1
»»  Baca Lebih Lanjut...

PELUANG USAHA BISNIS 2011

Peluang Bisnis / Usaha Baru yang cocok buat Anda di tahun 2011:
Apakah anda sudah menemukan peluang bisnis / usaha di th. 2011? Ada banyak sekali pilihan yang mungkin tambah membuat anda bingung, mana yang harus anda pilih. Bahkan anda bisa pusing tujuh keliling oleh banyaknya info yang masuk ke otak anda. Maka dari itu stop dulu, jangan pusing dulu se belum anda tahu
»»  Baca Lebih Lanjut...

Posting Kami