Tampilkan postingan dengan label tips dan trick. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips dan trick. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Mei 2013

PREDIKSI SBMPTN IPS

»»  Baca Lebih Lanjut...

PREDIKSI SBMPTN IPA

»»  Baca Lebih Lanjut...

Rabu, 08 Mei 2013

internal memo


INTERNAL MEMO

TO:                  Senior Management Team
FROM:           
RE:                  Developing a Smart Paper Plan
DATE:            


I’m writing to let you know that we will soon launch an effort to devise and implement a company-wide “Smart Paper Plan.” As you might know, we use several tons of paper a year in the office. That’s perfectly normal for an office our size; by one estimate, an average office employee creates approximately 350 pounds of wastepaper a year. But by carefully marshaling our resources, we should be able to reduce that amount significantly, helping the environment while helping our own bottom line.

The core components of our Smart Paper Plan will be:

ü  Conserving paper, by relying on email distribution, using half-sheet fax cover sheets, using both sides of a sheet of paper, and other means.
ü  Recycling paper, by redoubling our efforts to make sure we capture every scrap of recyclable paper.
ü  Purchasing ecologically superior paper, made with significant postconsumer recycled content and other important environmental attributes.

We’ll begin the effort by creating a Smart Paper Team that includes representatives of the various departments. The team will lead a company-wide diagnosis of our current paper practices and develop a draft Smart Paper Plan, complete with specific recommendations, for consideration by senior management. We will together review the plan, make any changes, additions, or deletions, and then begin implementation.

This is an important effort to the company, not just because it will save us money, but because it can make an important contribution to the environment. The production of paper takes an enormous environmental toll, significantly reducing forests, emitting toxic pollution from production processes, and creating a great quantity of paper products in landfills. By reducing our own contribution to these environmental problems, we can be better corporate citizens.

I believe it will also offer us important employee morale and public relations benefits as well. I hope that as we devise and implement the plan we will be able to foster a top-to-bottom commitment to smart paper practices, and that we will all be proud of the contribution the plan will make to the environment. Of course, once we have developed and implemented a plan that we can be truly proud of, I expect we will be eager to brag a little to our customers about the plan.

In short, I hope our efforts to devise and implement a Smart Paper Plan will be helpful to us on many fronts. I hope you’ll join in this effort enthusiastically. Thanks very much.

»»  Baca Lebih Lanjut...

Senin, 06 Agustus 2012

5 Kesalahan Fatal Saat Berbelanja Online

Berbelanja online merupakan salah satu kegiatan yang digemari banyak wanita. Namun tak jarang banyak juga yang kecewa karenanya. Ini 5 kesalahan fatal yang harus Anda hindari saat berbelanja online.


1. Tertipu gambar
Foto-foto di toko online terkadang bisa menipu. Tak jarang banyak yang tertipu, karena saat barang datang, kualitasnya sangat jauh dengan yang di gambar. Oleh karena itu, jangan keburu nafsu. Tanyakan dengan detail bahan juga ukuran barang. Untuk baju, tanyakan lebar dada dan lebar pinggul dalam centimeter. Untuk sepatu, tanyakan panjang tapak tiap-tiap ukurannya, agar Anda tak salah beli.

2. Tertipu harga murah

Banyak toko-toko online yang menawarkan barang dengan harga di bawah pasaran. Tapi jangan buru-buru tergiur. Tak sedikit toko online yang menjadi modus penipuan. Saat pembeli tergiur membeli banyak barang dan mentransfer uangnya, si penjual hilang bagai tertelan asap. Jangan pernah percaya jika harga yang ditawarkan tak masuk akal. Jangan juga berbelanja di sembarang toko online. Pilihlah toko-toko yang terpercaya dan mendapatkan ulasan yang baik dari para pembelinya.

3. Menyimpan informasi pribadi di komputer dan tidak menguncinya

Terkadang kita menyimpan nomor kartu kredit usai bertransaksi online dan tidak mengaktifkan sistem keamanan komputer. Hal ini sangat berbahaya karena bisa saja orang lain memakai kartu kredit untuk berbelanja tanpa sepengetahuan Anda.

4. Koneksi Internet yang lambat
Koneksi Internet yang lambat bisa merugikan Anda saat berbelanja online. Saat Anda melakukan transaksi dengan kartu kredit dalam keadaan koneksi tak stabil, kesalahan sangat mungkin terjadi. Transaksi Anda bisa gagal, namun tagihan sudah terlanjur masuk ke kartu kredit Anda. Pastikan Anda menggunakan koneksi Internet yang stabil sebelum berbelanja online.

5. Tak memperhitungkan ongkos kirim
Harga barang yang Anda beli memang murah, tapi coba dicek juga ongkos kirimnya. Jika Anda dan pembeli berada di satu lokasi, biasanya ongkos kirim tak mahal, namun jika lain kota bahkan negara, jangan-jangan, ongkos kirim yang Anda bayarkan justru lebih mahal dari harga barangnya sendiri.
»»  Baca Lebih Lanjut...

Cara Tepat Minta Naik Gaji

Jika Anda merasa perusahaaan tempat Anda bekerja belum memberikan apresiasi yang cukup terhadap kinerja, meminta kenaikan gaji bukanlah hal yang salah. Namun ada sopan santunnya. Agar tak salah melangkah, coba ikuti kiat-kiat berikut.
Mencari tahu peraturan perusahaan
Yang paling penting dilakukan pertama kali adalah mencari tahu peraturan perusahaan. Kapan waktu perusahaan menaikkan gaji karyawan? Parameter apa yang digunakan untuk menaikkan gaji karyawan?

Membandingkan gajiSetelah mengenal peraturan perusahaan, yang harus Anda lakukan adalah melakukan perbandingan gaji dengan orang lain yang memiliki tanggung jawab serta jabatan yang sama dengan Anda dari perusahaan lain. Dengan ini, Anda dapat menemukan rentang gaji yang tepat untuk kemudian diajukan kepada atasan.

Daftar keberhasilan
Anda harus memiliki alasan yang kuat saat meminta kenaikan gaji. Untuk itu, susunlah daftar keberhasilan dan pencapaian Anda dalam kerja. Rangkumlah hal tersebut dalam sebuah dokumentasi yang rapi, jelas serta menarik. Sehingga atasan juga mengetahui alasan jelas untuk menaikkan gaji Anda.

Atur pertemuan
Setelah semua persiapan matang, aturlah jadwal pertemuan dengan atasan. Cari waktu yang tepat. Jangan sampai Anda mengatur jadwal saat pekerjaan tengah banyak, atau perusahaan diguncang masalah. Meminta gaji di saat suasana hati atasan buruk hanya akan membuat Anda tertimpa masalah.

Langsung pada pokok masalahSaat pertemuan, utarakan maksud Anda dengan jelas, jangan bertele-tele karena malah bisa menimbulkan makna yang bias. Komunikasikan secara profesional namun santai. Jangan lupa juga untuk menyebutkan nominal jelas kenaikan gaji yang Anda minta. Hal ini dapat berupa persentase ataupun jumlah dalam rupiah.

Jangan mengancam
Meminta kenaikan gaji tak perlu dengan cara mengintimidasi. Misalnya menyombongkan diri bahwa Anda mampu diterima di perusahaan lain dengan gaji yang lebih besar. Ini malah hanya membuat Anda terlihat buruk di hadapan atasan.

by : YAHOO NEWS
»»  Baca Lebih Lanjut...

Sabtu, 28 Juli 2012

Emosi Dalam Bisnis

Emosi bisnis bagi Entrepreneur sangat penting perannya. Apalagi, dalam mengatasi tantangan persaingan bisnis di Milenium ketiga ini. Oleh karena, emosi memicu kreativitas inovasi kita. Emosi juga meng-aktifkan nilai-nilai etika, mendorong atau mempercepat penalaran kita dalam berbisnis. Bahkan tak hanya itu, emosi juga akan memotivasi kita, dan membuat kita nyata dan hidup.
Saya setuju dengan pendapat Josh Hammond, bahwa emosi adalah sesuatu yang punya makna penting bagi perusahaan. Menurutnya, emosi adalah pengorganisasian yang hebat dalam bidang pikiran dan perbuatan. Dan meskipun, emosi tidak dapat dipisahkan dari penalaran dan rasioanalitas.
Pendapat hampir serupa diungkapkan Robert K. Cooper yang mengatakan, bahwa pada umumnya, emosi lebih jujur dari pada pikiran atau nalar. Menurtunya, emosi juga memiliki kedalaman dan kekuatan, sehingga dengan bahasa latin, misalnya, emosi dikatakan sebagai  motus  anima, yang artinya “jiwa ynag menggerakan kita”.
Mengapa saya melukiskan gambaran begitu, terutama bagi seorang Entrepreneur yang setiap harinya selalu menghadapi tantangan di dalam menggeluti bisnisnya? Itu karena, selama ini kita mungkin belum menyadari atau menghargai secara sebenarnya maka penting emosi itu sendiri.
Kita lebih menangkap pengertian emosi dari makna konvesional. Sehingga, emosi di anggap sebagai lambang kelemahan, bahkan tak boleh ada dalam bisnis, harus dihindari, dan membingungkan. Kita juga cenderung suka menghindari orang yang emosional, hanya pikiran yang diperhatikan dan suka menggunakan kata-kata tanpa emosi.
Tidak hanya itu, emosi juga dikatakan menganggu penilaian yang baik, mengalihkan perhatian kita, tanda kerentanan, menghalangi mekanisme control, memprelemah sikap-sikap yang sudah baku, menghambat aliran data objektif, merumitkan perencanaan manajemen, dan mengurangi otoritas.
Padahal emosi itu sendiri menurut Cooper adalah sumber energi. Sementara rekannya, Voltaire berpendapat emosi adalah “bahan bakar”. Sehingga berbisnis tanpa disertai dengan emosi, seolah tanpa ada gairah. Saya sendiri juga merasakan hal yang sama seperti itu.
Hal itu juga akan membuat kita tak lagi memiliki keberanian berwirausaha, apalagi bersaing. Padahal, dunia bisnis penuh persaingan. Mereka yang bisa eksis usahanya adalah mereka yang menang dalam bisnis kita.
Sebenarnya, telah banyak studi yang mengungkapkan, bahwa emosi penting sebagai “energy efektif” untuk nilai-nilai etika, misalnya kepercayaan, integritas, empati, keuletan, dan kredibilitas serta untuk modal sosial. Hal tersebut dapat berupa kemampuan membangun dan mempertahankan hubungan-hubungan bisnis yang menguntugkan, serta didasarkan pada saling percaya.
Saya yakin, wirausahawan atau Entrepreneur akan lebih minat ke sesuatu yang punya makna penting daripada makna konvesional. Oleh karena, seorang wirausahawan adalah seseorang yang memiliki visi bisnis, dan selalu ingin mengubahnya menjadi realita bisnis.
Dia tahu, bahwa mengubah visi menjadi realita lebih berupa kerja keras daripada nasib baik. Begitu juga halnya dengan emosi. Bukan lambang kelemahan, tapi dianggapnya sebagai lambang kekuatan dalam bisnisnya. Sehingga,meski persaingan bisnis di era millennium ketiga bakal ketat, namun dia akan tetap terus bergerak maju.

sumber : http://www.purdiechandra.net/kecerdasan-emosional/2009/11/emosi-dalam-bisnis/
»»  Baca Lebih Lanjut...

Posting Kami