Tampilkan postingan dengan label Tehnik industri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tehnik industri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Mei 2014

Downlod materi • Distribusi Variabel Diskret dan Kontinu



       Materi 3
Distribusi Variabel Diskret dan Kontinu

        Ir. Risma A. Simanjuntak, MT


          Teknik Industri
          Fakultas Teknologi  industri
          Institut Sains & Teknologi AKPRIND
          Yogyakarta


       Kompetensi
        Mampu mengidentifikasi distribusi variabel diskrit

        Mampu mengidentifikai distribusi variabel kontinu
       Pokok Bahasan
       Distribusi Binomial
       Distribusi Poisson
       Distribusi Normal
       Distribusi Eksponensial

       Pengantar
        Dalam melakukan simulasi, pertama-tama harus diketahui atau dilakukan penarikan random number . Penarikan random number sangat tergantung pada fungsi atau distribusi dari data yang diselidiki, khususnya yang dapat disusun dalam fungsi-fungsi sebagai berikut :
         a. Data dengan fungsi diskret
         b. Data dengan fungsi kontinu.
       Distribusi Variabel Random Diskret
       Distribusi binomial
       Distribusi poisson

       Distribusi Binomial
        Dalam sebuah eksperimen binomial dengan n percobaan (trial), di mana p adalah probabilitas sukses dan q = 1- p adalah probabilitas gagal dalam sekali percobaan, jika suatu variabel acak X menyatakan banyaknya x sukses yang terjadi pada n percobaan tersebut.
       Distribusi Binomial (lanjut)
Dapat dibentuk suatu distribusi probabilitas binomialdengan fungsi probabilitasnya:

            Pb(x;n p) = nCx px (i p)n-x = nCx px qn-x 



di mana:
nCx = kombinasi dari n objek di mana setiap pemilihan diambil x objek
         Fungsi distribusi kumulatif dari distribusi probabilitas binomial di atas dapat dinyatakan sebagai:
        
       Distribusi Diskret Uniform
         Dalam meninjau distribusi ini probabilitas untuk menyeleksi setiap bilangan integer di antara a dan b adalah sama saja.
         Dengan demikian fx (x=r) = p ---- r = a,....., b

         dan diperoleh (b-a+1) p =1  maka


       Distribusi Poisson
Distribusi Poisson ini mempunyai fungsi densitas probabilitas sebagai berikut:





            untuk x = 0,1,2,...

Juga sering disimbolkan dengan P(λ) dan secara teoritis dapat dilakukan dengan beberapa cara.




       Distribusi Poisson (lanjut)
Sebagai contoh:
        Dapat dilakukan melalui batasan dan Distribusi Binomial dengan B(n,p), bila n mencapai nilai besar tidak terbatas dan juga P sangat kecil maka dapat dilakukan dengan Poisson Variate.

        Dan terdapat melalui hubungan dengan distribusi eksponensial dengan ε (β).β merupakan parameter eksponensial, apabila ada Waktu di antara dua event (kejadian) adalah Independen.


        Dengan diketahui ti adalah random variate dari distribusi eksponensial:
Dengan demikian dari hubungan pada distribusi eksponensial akan dapat digunakan untuk menggenerate Random Variate x sebagai suatu Poisson variate yang dapat dirumuskan melalui pertabahan waktu t dengan batasan-batasan sebagai berikut:
Maka diperoleh:
        Dengan mengalikan angka -1 akan mengubah ketidaksamaan
        Maka diperoleh:
Dengan mengubah kembali logaritma normal akan diperoleh:
       Distribusi Variabel Random Kontinu
        Distribusi eksponensial
        Distribusi normal
        Distribusi Exponential
Distribusi eksponensial ini mempunyai PDF sebagai berikut:
Berarti CDF-nya adalah:


                    F(x)

        Kemudian untuk mengambil random number bagi distribusi ini yang dinyatakan dengan R sebagai random number disusun R=F(x)
Berarti:
Random number yang diambil dari Uniform Variate (0-1) dapat di ganti dengan R.
Selanjutnya apabila diketahui bukan mean atau rata-rata dari distribusi eksponensial, namun yang diketahui adalah tingkat pelayanan dan juga lamanya waktu pelayanan itu, maka:
     t  =  waktu pelayanan
     λ = tingkat pelayanan (service rate) dalam unit waktu
Itu berarti distribusi fungsi densitas eksponensialnya adalah:

                                                         untuk t>0

maka untuk CDF akan diperoleh 
       Fungsi Densitas Uniform
       Apabila disamakan f(x)=R, maka akan diperoleh:
       Distribusi Normal
Sebuah variabel acak kontinu X dikatakan memiliki distribusi normal dengan parameter µx dan σx di mana               dan σx>0 jika fungsi kepadatan probabilitas (pdf) dariX adalah:

Distribusi Normal (lanjut)

Untuk setiap nilai µx dan σx , kurva fungsi akan simetris terhadap µx dan memiliki total luas di bawah kurva tepat 1. Nilai σx menentukan bentangandari kurva sedangkan µx menentukan pusat simetrisnya.

Distribusi normal kumulatif di definisikan sebagai probabilitas variabel acak normal X bernilai kurang dari atau sama dengan suatu nilai x tertentu.

        Maka fungsi distribusi kumulatif (cdf) dari distribusi normal ini dinyatakan sebagai:
       Rangkuman :
        Random variabel merupakan suatu fungsi distribusi kumulatif (CDF) termasuk didalamnya random number. Random variabel ini cukup penting untuk menghasilkan angka-angka yang dipakai langsung pada distribusi fungsi tersebut. Dalam nerumuskan random variabel dari fungsi-fungsi distribusi yang terdapat pada kehidupan nyata.  Pada umumnya : (a) Random Variabel dari distribusi fungsi diskret dan (b) fungsi distribusi kontinu
       Soal-soal :
                 Jika diketahui p=0,5 dan k 2 (dari distribusi binomial)
                a. Generate random variabel ini
                b. Apabila roses bilangan acak diketahui data          a = 77, Zo = 12357 dan m = 127.         perhitungkan Xn yang optimal diperoleh            untuk 5  kali random number,
       Soal-soal (lanjut)
2. Sebuah toko roti membuat kue jenis donat yang dijual ke toko-toko dengan distribusi diskret uniform dengan kebutuhan harian maksimum 100 unit dan minimal 40 unit.
         Pertanyaan : apabila digunakan random number dengan data a = 77, m = 127 dan Zo = 12357, perhitungkan sbanyak 5 kali pengambilan random number
       Kunci jawaban
                 a. (0,25, 0,50, 0,25)
      b. ( 0, 0, 1, 1, 2)

2. (42, 41, 66, 85, 100 unit)
               



»»  Baca Lebih Lanjut...

Download materi Kuliah Simulasi Sistem



       Materi 2
Sistem dan Model



Teknik Industri
Fakultas Teknologi  industri
Institut Sains & Teknologi AKPRIND
Yogyakarta

       Kompetensi

        Memahami pengertian sistem
        Memahami pengertian model



       Pengantar
        Faktor-faktor yang mempengaruhi elemen dalam  menyusun sebuah sistem

        Aturan pemodelan dalam analisa sistem
       Defenisi Sistem
        Kumpulan dari elemen-elemen yang bersama-sama berfungsi mencapai beberapa tujuan
        Contoh :
§  sistem manufaktur : garis produksi dimana mesin dan pekerja mengubah bahan bmentah menjadi produk akhir)


       Komponen Sistem
         Entities
§  Adalah hal yang diproses melalui sistem, seperti produksi, pelanggan
         Aktivitas
§  Tindakan yang terjadi dalam sistem, seperti memenuhi pesanan pelanggan, memperbaiki mesin
         Atribut
§  elemen, data field, atau data item yang di gunakan untuk menerangkan suatu entribut dari entitas dan mempunyai harga tertentu, misalnya atribut dari entitas pegawai diterangkan oleh , nama, umur, alamat, dan pekerjaan.


              Contoh: setiap file selalu terdapat kunci dari file berupa field atau suatu set field yang dapat mewakili record. Misalnya Nomor Pokok Mahasiswa (NRP) merupakan kunci dari tabel mahasiswa suatu Perguruan Tinggi, setiap pencarian cukup dengan menyebut nomor mahasiswa tersebut maka dapat diketahui identitas mahasiswa lainnya seperti nama, alamat dan atribut lainnya. Nomor Pegawai (NIP) bagi dosen, NIK untuk data Karyawan, Kode_Kuliah untuk data Mata Kuliah, dan lain sebagainya.
Model
         Biasa digunakan untuk mendukung kemampuan untuk membuat keputusan selama proses disain

         Dari perpektif sistem sebuah model bisa didefenisikan sebagai representasi yang sederhana dari hubungan antar sistem
       Tipe-tipe Model
        Model simbolik
§  Simbol-simbol grafik : simbol ASME (tanda panah, operasi dll)


       Tipe tipe Model (lanjut)
         Model analitik
§  Adalah rumus matematika

                       
       Tipe tipe Model (lanjut)
        Model simulasi
§  Adalah teknik pemodelan dimana hubungan sebab-akibat dari sistem yang ditampilkan dalam model komputer
§  Kemudian dapat menghasilkan perilaku yang sama yang mungkin terjadi pada sistem yang sebenarnya
       Hubungan Realitas Sistem dan Model
       Klasifikasi Model Simulasi
        Model simulasi statis >< dinamis
         Statis : merupakan representasi sistem pada saat tertentu, dimana waktu tidak berperan dalam mempengaruhi kondisi/ status sistem
        
         Dinamis : merupakan representasi dari sistem, dimana waktu sangat             berperan dalam mempengaruhi kondisi/status sistem


       Klasifikasi Model Simulasi (lanjut)
        Model simulasi deterministik >< stokastik (probabilistik)
         Deterministik : model simulasi yang menghasilkan penaksiran kuantitas defenitif dengan informasi probabilitas

         Stokastik : model simulasi dimana komponen input dan / atau out put           variabel bersifat random (acak) atau berdistribusi probabilitas

       Klasifikasi Model Simulasi (lanjut)
        Model simulasi diskrit >< kontinu
         Diskrit : model simulasi variabel sistemnya berubah pada titik-titik waktu yang terpisah (informasi tentang waktu)

         Kontinu : model simulasi dimana variabel status sistemya berubah secara kontinu sepanjang waktu (informasi mengenai proses)

       Teknis Defenisi Simulasi
       Memilih Model Yang Sesuai
       Rangkuman
        Pentingnya pengambilan pendekatan sistem untuk mendisain sistem yang diutamakan

        Sistem dimodelkan dengan menggunakan model simbolik, analitik dan simulasi, ketiga metode pemodelan dapat memberi keuntungan untuk membantu perencanaan sistem
       Soal - soal
    Jelaskan model simulasi statis dan simulasi dinamis dengan memberi contoh

2.  Jelaskan klasifikasi model untuk kepentingan simulasi.


»»  Baca Lebih Lanjut...

Posting Kami