Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Mei 2014

REHABILITASI LAHAN KERING KRITIS UNTUK BUDIDAYA GAMBIR

Studi untuk mengevaluasi pertumbuhan dan produksi tanaman yang dibudidayakan di gambir lahan kering kritis bervegetasi alang-alang pada inti dari Gambir Pakpak Bharat telah dilakukan pada bulan Januari melalui Oktober 2013. Studi deskriptif metode ini dimaksudkan untuk mengevaluasi perkembangan pertumbuhan tanaman gambir sejauhmana situs penelitian berkaitan dengan status gizi dan tanah lain sifat kimia di tiga unit tanah, yaitu puncak bukit, lereng kembali dan bagian-bagian lereng lembah rendah. Tanah sampel setiap diambil sebanyak 12 poin yang dikompositkan ke 4 kelompok (seperti Ulangan) dengan kedalaman menangkap 0-20 cm dan 40-60 cm. hasil menunjukkan bahwa tingkat C-organik tanah menengah dan tinggi rasio c/n yang rendah ke moderat ke agar tidak dilakukan tidak belum memberikan pupuk organik (kompos/pupuk). Pemberian kapur untuk meningkatkan pH tanah belum/akan tidak perlu melakukan karena pH tanah masih cocok untuk pertumbuhan dan produksi Gambir. Pemberian pupuk N dan K adalah cukup setengah atau satu-sepertiga dari dosis karena kadar hara tergolong ke N am pada permukaan tanah dan rendah pada lapisan bawah tanah dan dipertukarkan K yang milik moderat untuk tinggi di atas lapisan dan lapisan bawah rendah. P pemupukan dan pemberian pupuk yang mengandung Ca dan Mg mutlak diperlukan karena tingkat P tersedia dan bahkan P-total serta tingkat Ca dan Mg dapat ditukar terolong sangat rendah. Gambir lebih baik pertumbuhan tanaman di tanah puncak dan lereng bukit gambir tanaman dibandingkan ditanam di dasar lembah/lereng.
Kata kunci: tanah kering kritis, Gambir, gizi dan sifat kimia tanah

PENDAHULUAN
Gambir (Uncaria gambir Roxb.) adalah salah satu komoditi tanaman industri yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi serta prospek yang baik bagi petani dan juga sebagai pemasok luar negeri. Di Indonesia, Gambier hingga dekade sebelum ini biasa digunakan sebagai komponen untuk menyirih, yang dalam perkembangannya, Gambir memiliki banyak digunakan untuk mencampur obat-obatan, seperti luka bakar, sakit kepala, diare, disentri, obat kumur-obat kumur, sariawan, sakit kulit (dibalurkan), membantu kelancaran proses pencernaan dalam perut dan usus, penyamak kulit dan tekstil pewarna. Saat ini, Gambier telah mengembangkan penggunaannya sebagai bahan baku utama untuk kayu lapis perekat dan partikel board, tetapi juga menciptakan sebagai bahan teh celup dan minuman menyegarkan seperti jus Birnas (campuran Gambir dan nanas), dan lain-lain.
Area memproduksi utama Gambir di Indonesia adalah tengah dan selatan Sumatera, dan umumnya dikenal berasal dari Sumatera Barat, terutama dari kota Kabupaten, dan lima puluh Pesisir Selatan. Gambir umumnya dibudidayakan di lahan dengan ketinggian 200-800 meter di atas permukaan laut dengan datar ke lereng bukit agak topografi. Biasanya ditanam sebagai tanaman perkebunan di halaman atau taman di tepi hutan. Budidaya biasanya semi intensif, jarang diberikan pupuk, tetapi pembersihan dan pemangkasan tetap berkomitmen.
Di daerah-daerah, penanaman sentra produksi Gambir umumnya dilakukan pada tanah yang bergelombang up berbukit dengan manajemen sangat sederhana. Munculnya tanaman di bentangan yang tidak seragam, ada yang sudah maju sekitar 50 tahun dan beberapa baru ditanam, serta Morfologi tanaman yang berbentuk semak dan mendaki sedikit dengan tetap berdiri, karena hanya tunas dipanen, dapat dimanfaatkan sebagai gambir konservasi tanaman. Dengan jarak tanam baris dan diatur sedemikian cara dan mengikuti garis kontur tersebut dapat memainkan peran pengendalian erosi dan limpasan permukaan yang pada gilirannya dapat bertindak sebagai tanaman rehabilitasi.
Selain di Provinsi Sumatera Barat, gambir juga banyak dikembangkan di Sumatera Utara. Penanaman dan produser Gambir di Sumatera Utara adalah Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Kabupaten Deli Serdang, dan Pakpak Bharat. Di Pakpak Bharat Gambier adalah salah satu komoditi terkemuka selain kopi, nilam, dan kemenyan. Gambir Pakpak Bharat sebagian atau bahkan hampir seluruhnya dikembangkan pada bukit-bukit dan tanah miring. Gambir perkebunan daerah Pakpak Bharat pada tahun 2009, yang sepenuhnya perkebunan, mencapai 700 ha dengan produksi yang mencapai 400 ton per tahun.
Dari Juli 2012 pemerintah Pakpak Bharat telah membuka Gambier perkebunan inti 100 hektar budidaya terjadi awal Desember 2012 sampai Maret 2013, terletak di desa dari Salak Kecamatan Mbinangaboang kalendar. Inti dari Gambir Pakpak Bharat siap untuk menjadi salah satu perusahaan di daerah Pakpak Bharat, dibuka di area kritis (yang ditinggalkan) dengan vegetasi sebelumnya yang didominasi alang-alang, dimaksudkan sebagai model perkebunan petani untuk menjadi pilot, keduanya
»»  Baca Lebih Lanjut...

Senin, 24 Maret 2014

Download contoh makalah sumber daya manusia




JURUSAN PENDIDIKAN MANAJEMEN PERKANTORAN
FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2008
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah menganugerahkan rahmat, karunia serta ridha-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah tentang ”Hubungan Manusia SDM”. Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas kelompok pada mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia.
Dalam penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan informasi yang kemudian bermamfaat bagi kita.
Selama mengerjakan tugas makalah ini, Saya telah banyak menerima bimbingan dan saran-saran dari berbagai pihak. Maka pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih yang setulusnya kepada:
1. Orang tua yang telah memberikan dorongan dan semangat sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini.
2. Bapak DR. Suwatno yang telah banyak memberikan penjelasan teori yang   berkaitan dengan tema makalah ini.
3. Rekan-rekan serta semua pihak yang tidak dapat penyusun sebutkan satupersatu yang telah membantu penyusun dalam pembuatan makalah ini.
Akhirnya penyusun berharap karya tulis ini dapat berguna dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Penyusun mengharapkan kritik dan saran untuk kemajuan di masa-masa mendatang. Atas perhatiannya penyusun ucapkan terima kasih.


                                                                                                  Bandung, Maret 2008




                                                                                                            Penyusun

I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Hubungan yang baik antara majikan dengan pekerja akan meningkatkan produktifitas suatu perusahaan. Hal inilah yang disebut hubungan manusia dalam sumber daya manusia. Suatu perusahaan harus memelihara hubungan yang baik diantara semua pihak yang berkaitan.
Maka dari itu akan digambarkan tentang materi hubungan manusia pada makalah ini. Selain itu latar belakang penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu tugas kelompok yang kemudian akan digabungkan dengan berbagai materi lain yang menjadi makalah besar dari suatu kelompok tadi. Tugas yang di berikan kepada mahasiswa/i program studi Pendidikan Manajemen Perkantoran dalam memenuhi kriteria pemberian nilai mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia.

1.2 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan informasi berkenaan dengan konsep hubungan manusia di dalam sudut pandang SDM. Sehingga dapat diharapkan pembaca dapat memahami teori tentang Hubungan Manusia dengan jelas.

1.3 Metode
Metode yang di gunakan dalam penulisan makalah ini adalah studi kepustakaan, yaitu dengan meresume berbagai buku-buku dan artikel-artikel tentang sumber daya manusia.



II
PEMBAHASAN MATERI
A.   Sejarah Tahap Hubungan Antar Manusia
Penelitian yang lebih intensif terhadap sumber daya manusia berlansung pada penghujung  tahun 1920-an dan awal 1930-an. Pada kurun waktu itu, perhatian para manajer dicurahkan pada karyawannya untuk meningkatkan produktifitas kerja mereka. Produktifitas karyawan ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh cara pekerjaan dirancang dan diberikan imbalan memadai, tetapi juga oleh faktor lain, yaitu faktor sosial dan psikologis.
Temuan ini merupakan temuan pertama dengan mengindikasikan bahwa factor social dan psikologis dalam suatu lingkungan kerja dapat mempunyai dampak signifikan terhadap tingkat produktifitas kerja para karyawan. Produktifitas bertalian langsung dengan itensitas kerjasama dan kerja tim dalam kelompok. Tingkat kerja tim dan kerja sama hubungan dengan minat penyelia dan periset dalam kelompok kerja, kurangnya pendekatan koersif terhadap perbaikan produktivitas, dan partisipasi kalangan karyawan dalam perubahan yang mempengaruhi mereka. Dalam penelitiannya, Hawthome menemuka kenyatan bahwa perasaan, emosi dan sentimen para karyawan sangat dipengaruhi leh lingkungan kerja, seperti gaya kepemimpinan atasan, perhatian, sikap dan dukungan manajemen. Dalam hal n kehidupan para karyawan disikapi sebagai sebuah sistem sosial. Berbeda dengan pandangan Taylor yang melihat organisasi suatu istem ekonomi yang bersifat teknis dan mekanis.
Dapat dipicu hasil temuan Hawthom maka dilakukan riset lanjutan terhadap faktor sosial dan cara individu bereaksi terhadapnya. Temuan dari kajian ini menemukan bahwa kebutuhan karyawan harus dipahami dan ditindaklanjuti oleh manajemen agar mereka merasa senang bekerja, puas dan produktif. Komunikasi antara para karyawan dan penyelianya dibina karena adanya kebutuhan iklim kerja yang lebih partisipatif. Cara ini ternyata dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas perusahaan.

B.   Pemeliharaan Hubungan Antar Manusia Dalam SDM
Salah satu hubungan antara majikan dengan para karyawan diperusahaan disebut hubungan kerja atau hubungan manusia, atau biasa juga disebut hubungan ”Industrial Peace”.
Pemeliharaan hubungan industrial dalam rangka keseluruhan prose manajemen sumber daya manusia berkisar pada pemikiran bahwa hubungan yang serasi dan harmonis antara majikan dan pekerja yang terdapat dalam organisasi usaha itu mutlak harus ditumbuhkan dan dipelihara demi kepentingan semua pihak petaruh pada organisasi usaha bersangkutan. Kalau kurang berhasil memelihara hubungan yang harmonis akan berakibat terjadinya kerugian bagi banyak pihak, terutama bagi pihak majikan dan pekerja-pekerja yang bersangkutan.
Dalam pembahasan ini istilah hubungan manusia digunakan dalam pengertian umum sebagai hubungan formal yang terdapat antara majikanatau kelompok majikan dengan pekerja atau istilah tersebut akan digunakan saling bergantian tanpa mengurangi makna dan isi yang terkandung didalamnya. Hubungan itu biasanya dilakukan secara tertulis ataupun lisan asalkan kedua belah pihak secara jujur melaksanakan kewajibandan hak masing-masing selaku mitra kerja.
Karyawan atau pekerja harus dihormati selaku mitra kerja dan bukan sebagai budak belian seperti pada zaman penjajahan dengan kerja rodi secara paksa. Saling menghormati antara majikan dan pekerja untuk melaksanakan tugas, kewajiban dan hak masing-masing pihak yang berhubungan kerja adalah nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi dan merupakan filosofi Hubungan Industrial Pancasila.
C.   Pihak-Pihak Yang Berhubungan dalam Hubungan Manusia SDM
Banyak pihak yang berhubungan dalam hubungan manusia dalam SDM, yaitu pihak-pihak-pihak yang berkepentingan pada organisasi usaha untuk mencapai tujuan dan berbagai sasarannya masing-masing. Pihak-pihak yang berkepentingan itu dikenal dengan istilah ”stake holders”. Dikatakan pihakyang berkepentingan karena setiap pihak itu mempertaruhkan sesuatu pada organisasi itu, yaitu:
Pertama          :  Manajemen – yang dalam organisasi niaga modern biasanya merupakan kelompok profesional yang bukanbukan lagi pemilik organisasi – mempertaruhkan waktu, pengetahuan, keahlian, keterampilan dan reputasi profesionalnya, bukan hanya demi kepentingan organisasi yang dipimpinnya akan tetapi juga demi kepentingan yang lebih luas.
Kedua              :  Para anggota organisasi yang dengan pememfaatan waktu, pengetahuan, keterampilan dan tenaga melakukan tugas-tugas yang dipercayakan orgaisasi kepedanya dengan harapan bahwa dengan jalur itulah jenis kebutuhannya dapat terpenuhi dengan memuaskan.
Ketiga              :  Para pemilik modal dan pemegam saham – bagi organisasi niaga – yang telah menanamkan saham sebagian dari hartanya dalam organisasi dengan harapan bahwa modal yang ditanam itu secara kontinu akan memberikan layak baginya.
Keempat          :  Kelompok tertentu di masyarakat yang menjadi konsumen barang atau jasa yang dihasilkan oleh organisasi dan mengharapkan bahwa penyediaan barang atau jasa tersebut tidak mengalami gangguan.
Kelima             :  Para pemasok bahan baku atau bahan penolong yang diperlukan oleh organisasi dalam menghasilkan barang atau jasa.
Keenam           :  Para distributor dan agen. Telah dimaklumi bahwa pada umumnya organisasi niaga tidak menjual barang atau jasa yang dihasilkan langsung kepada konsumen. Oleh karena itu distributor atau agen itupumn mempertaruhkan kepentingannya dalam kepentingan organisasi.
Ketujuh            :  Jajaran pemerintah. Setelah kita ketahui, pemerintah mempunyai hak, wewenang dan tanggungjawab untuk meningkatkan mutu hidup dari seluruh warganya. Oleh karena itu pemerintah juga sangat berkepentingan dalam keberhasilan organisasi yang terdapat dalam masyarakat.

D.   Tahap-Tahap dalam Hubungan Manusia SDM
Hubungan industrial dalam suatu organisasi pada umumnya dapat digolongkan kepada lima tahap, yaitu:
a.       Tahap konflik
Jika sifat hubungan kerja antara pekerja dan manajemen berada pada tahap ini, yang terjadi ialah bahwa manajemen berusaha sedapat mungkin untuk mencegah masuknya para pekerja menjadi anggota serikat pekerja. Dalam hal demikian, tidak mustahil apabila manajemen memberhentikan – biasanya dengan alasan yang dicari-cari – atau memasukan dalam ”daftar hitam” siapa saja diantara para pekerja yang menunjukan minat memasuki suatu organisasi serikat pekerja. Hal ini tentunya menimbulkan konflik. Dalam tahap ini manajemen akanmenolakuntuk berhubungan dengan para wakil serikat pekerja yang datang kepadanya.
Pada tahap ini dalam hal timbulnya pertikaian perburuhan yangserius antara manajemen dengan para pekerja, manajemen akanmengambil semua langkah yang dapat diambilnya agar pertrikaian yang tidak terselesaikan dengan perundingan langsung jangan sampai berakhir dengan pemogokan.
b.      Tahap pengakuan eksistensi
Pada tahap ini manajemen membiarkan dan mengakui adanya serikat pekerja dalam organisasiyang dipimpinnya, meskipun sebenarnya disertai oleh ”sikap terpaksa”. Artinya, manajemen  memang mau berhubungan dengan para wakil serikat pekerja untuk membicarakan hal-hal yang merupakan sumber pertikaian dalam hubungan industrial, akan tetapi tidak dengan sikap yang ikhlas. Seandainya ada pilihan lain, manajemen akan tetap memilih untuk tidak berhubungan dengan serikat pekerja dalam menyelesaikan pertikaian yang timbul.
c.       Tahap negoisasi
Tahap ini pun bukanlah tahap yang didambakan dalam menumbuhkan dan memelihara hubungan industrial yang serasi. Dikatakan demikian karena pada tahap ini, manajemen tetap memandang serikat pekerja sebagai faktor penghalang dalam hubungan kerja antara manajemen dan para pekerja.
Jika terjadi pertikaian dengan para pekerja, negoisasi akan cenderung keras karena masing-masing pihak akan memprtahankan pendirian dan haknya secara gigih. Dalam situasi demikian, tidak mustahil bahwa manajemen akan berusaha mencari tenaga kerja sementara untuk menggantikan tenaga kerja yang ada, tetapi tidak produktif karena, misalnya melakukan pemogokan. Tindakan yang mungkin ditempuhnya ialah misalnya, menyerahkan kegiatan produksi atau jasa yang biasanya dihasilkan kepada organisasi lain untuk sementara waktu selama pemogokan berlangsung.
d.      Tahap akomodasi
Dalam hubungan industrial yang sifatnya akomodatif, tidak berarti bahwa manajemen menyukai kehadiran serikat pkerja dalam organisasi. Oleh karenanya manajemen belum tentu bersedia untuk memberikan kesempatan kepada pimpinan pekerja untuk memperkuat kedudukannya dikalangan para pekerja. Akan tetapi pada tahap ini manajemen pada umumnya menyadari bahwa serikat pekerja dapat memainkan peranan yang positif dalam organisasional para pekerja seperti dalam rangka penegakan disiplin dan dalam mengarahkan prilaku para karyawan sedemikian rupa sehingga terjali ubungan kerja yang baik antara pekerja dengan manajemen.
e.       Tahap kerja sama
Tahap kerja sama merupakan tahap yang paling maju dan paling ideal dalam hubungan industrial. Pada tahap ini serikat pekerja turut serta secara aktif dalam peningkatan efisiensi, evektifitas, produktivitas dan semangat kerja para karyawan. Kerja sama didasarkan pada dua asumsi, yaitu:
Pertama             :  kedua belah pihak sama-sama memperoleh keuntungan bila organisasi meraih berbagai keberhasilan.
Kedua                 :  para karyawan berada pada posisi yang memungkinkan merka mengamati dan mengetahui proses produksi yang terjadi serta dapat mendeteksi berbagai kelemahan dalam proses produksi itu serta dapat pula memberikan saran-saran tentang cara untuk mengatasinya

E.   Sikap Mental dan Sikap Sosial
Dalam usaha mewujudkan pokok pikiran dan tujuan hubungan manusia diperlukan adanya pengembangan dari suatu sikap mental dan sikap sosial.
a.       sikap mental yang dimaksud antara lain saling menghormati, saling mengerti kedudukan dan peranannya, saling memahami hak dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha.
b.      Sikap sosial yang dimaksudkan antara lain adalah rasa ke gotong royongan, toleransi, tenggang rasa, terbuka dan mampu mengendalikan diri antara pihak-pihak yang bersangkutan
c.       Pihak pemerintahpun berperan sebagai pelindung, pengasuh dan pengayom bagi seluruh pihak yang berkaitan dengan proses produksi.
d.      Serikat pekerja juga berperanan tidak hanya untuk menyalurkan anspirasi pekerja tetapi juga harus aktiv berpartisipasi dalam tugas pembangunan nasional
e.       Pihak pengusaha bukan hanya untuk melindungi hak miliknya tetapi harus berpartisipasi dalam tugas pembangunan nasional.
Dengan demikian dalam hubungan kerja tidak ditemukan lagi sikap-sikap konfrontatif dan penindasan antara pihak satu dengan pihak pihak lainnya.

F.    Masalah-Masalah Yang Harus Dipecahkan dalam Hubungan Manusia
Hubungan manusia dalam SDM biasanya terdapat berbagai masalah yang dihadapi, yaitu:
1.      Masalah pengupahan
Upah didalam perusahaan selalu menjadi sumber perselisihan karena upah merupkan biaya bagi pengusaha dan sebagai pendapatan bagi pekerja. Adanya perbedaan kepentingan tentang upah ini yang sangat riskan menimbulkan persilihan, maka tentang pengupahan ini ini harus tetap dikendalikan dengan dasar upah minimum regional.
2.      Masalah permintaan /penawaran tenaga kerja dengan keterbatasan lowongan kerja
3.      Masalah pemogokan
Walaupun pemogokan disebut sebagai hak dari pekerja tetapi pemogokan itu dapat merusak hubungan pengusaha dan pekerja dan merugikan produktivitas nasional. Oleh sebab itu pemogokan harus dihindari dan kalau sempat terjadi perlu dengan segera dituntaskan.

G.  Hubungan Kepemimpinan dengan Kepuasan Kerja Karyawan (oleh Denny, Jurnal Manajemen, Minggu 25 November 2007)
Mengingat perusahaan merupakan organisasi bisnis yang terdiri atas orang-orang, maka pimpinan seharusnya dapat menyelaraskan antara kebutuhan-kebutuhan individu dengan kebutuhan organisasi yang dilandasi oleh hubungan manusiawi. Sejalan dengan itu diharapkan seorang pimpinan mampu memotivasi dan menciptakan kondisi sosial yang menguntungkan setiap karyawan sehingga tercapainya kepuasan kerja karyawan yang berimplikasi pada meningkatnya produktivitas kerja karyawan (Robbins, 2002 : 181).
Mengingat perusahaan merupakan organisasi bisnis yang terdiri atas orang-orang, maka pimpinan seharusnya dapat menyelaraskan antara kebutuhan-kebutuhan individu dengan kebutuhan organisasi yang dilandasi oleh hubungan manusiawi. Sejalan dengan itu diharapkan seorang pimpinan mampu memotivasi dan menciptakan kondisi sosial yang menguntungkan setiap karyawan sehingga tercapainya kepuasan kerja karyawan yang berimplikasi pada meningkatnya produktivitas kerja karyawan (Robbins, 2002 : 181).
Perilaku atasan juga merupakan determinan utama dari kepuasan. Umumnya kepuasan dapat ditingkatkan, bila atasan bersifat ramah dan memahami, menawarkan pujian untuk kinerja yang baik, mendengarkan pendapat karyawan, dan menunjukkan suatu minat pribadi pada mereka (Robbins, 2002 : 181).
Partisipasi dalam pengambilan keputusan kepemimpinan khususnya pada kepemimpinan demokratis akan mempunyai dampak pada peningkatan hubungan manajer dengan bawahan, menaikkan moral dan kepuasan kerja serta menurunkan ketergantungan terhadap pemimpin (Supardi, dkk, 2002 : 76).
Dengan demikian dapat dikatakan kepemimpinan sangat erat hubungannya dengan kepuasan kerja karyawan. Kepemimpinan yang memperoleh respon positif dari karyawan cenderung akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan, demikian bila terjadi sebaliknya




















III
KESIMPULAN
Salah satu segi hubungan antara organisasi dengan para anggotanya menyangkut apa yang lazim dikenal dengan istilah hubungan manusia atau hubungan industrial. Pemeliharaan hubungan yang serasi dan harmonis antara manajemen dengan para pekerja yang terdapat dalam organisasi mutlak perlu ditumbuhkan, dijaga dan dipelihara demi kepentingan semua pihak yang telah mempertaruhkan kepentingannya dalam organisasi. Kekurangberhasilan memelihara hubungan yang serasi dan harmonis itu akan merugikan banyak pihak dan tidak terbatas hanya pada pihak manajemen dan para pekerja saja.
Jadi istilah hubungan manusia dalam artian umum, yaitu hubungan formal yang terdapat antara manajemen dan kelompok pekerja yang terdapat dalam suatu organisasi. Istilah lain dengan makna yang sama adalah “hubungan kerja atau hubungan industrial”.













DAFTAR PUSTAKA
P. Siagian, Prof. Dr. Sondang. (2007). MPA: Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Bumi Aksara
S. P. Hasibuan, Drs. H. Malayu. (2006). Manajemen SDM. Jakarta: PT Bumi Aksara
Teguh, Ambar. dkk. (2003). Manajemen SDM, Konsep dan Pengembangan Dalam Konteks Organisasi Publik. Yogjakarta: Graha Ilmu Yogjakarta.
Wahyudi, Drs. Bambang. (1991). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Suta
                  Jurnal Manajemen, oleh Denny, Minggu 25 November 2007
                 

»»  Baca Lebih Lanjut...

Senin, 10 Maret 2014

Sosialisasi Konsentrasi (SDM & Organisasi)



            Sosialisasi Konsentrasi
(SDM & Organisasi)

 
Every Manager is a Human Resources Manager!



Apa sih Manajemen Sumber Daya Manusia itu?

Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah integrasi penggunaan sistem, kebijakan dan praktik manajerial dalam merekrut, mengembangkan dan mempertahankan karyawan sebagai upaya untuk mencapai tujuan organisasi.
Proses pengadaan, pelatihan, penilaian dan pemberian imbalan bagi karyawan, berikut pengelolaan hubungan tenaga kerja, kesehatan dan keselamatan serta masalah keadilan mereka (Dessler, 2011)

Kenapa Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) diperlukan?
MSDM berperan penting memastikan kepuasan karyawan serta meningkatkan kinerja dan produktivitas.
MSDM dapat membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dan tidak mudah ditiru pesaing.
MSDM menjadi tanggung jawab setiap manajer pada semua bidang dan jenjang.
Tenaga kerja adalah aset organisasi yang paling penting, terutama bagi organisasi yang bergerak di bidang jasa.
Manfaat MSDM bagi karyawan dan organisasi
With a strong and equitable HRM system, employees:
receive compensation that reflects their level of responsibility.
feel more motivated and understand how their work relates to the organization's mission and values.
are more satisfied with their jobs.
With a strong and equitable HRM system, organizations:
are better equipped to achieve their goals.
increase the level of employee performance.
save costs through the improved efficiency and productivity of workers.
improve their ability to manage change.


Bidang-Bidang MSDM
Human Resources may set strategies and develop policies, standards, systems, and processes that implement these strategies in a whole range of areas. The following are typical of a wide range of organizations:
Maintaining awareness of and compliance with local, state and federal labor laws
Recruitment, selection, and on boarding (resourcing)
Employee recordkeeping and confidentiality
Organizational design and development
Business Transformation and change management
Performance, conduct and behavior management
Industrial and employee relations
Human resources (workforce) analysis and workforce personnel data management
Compensation and employee benefit management
Training & Development (learning management)
Employee motivation and morale-building (employee retention and loyalty)
Employee Health & Safety (K3)

Karir
Tanggung jawab karir terbesar ada pada diri individu itu sendiri
Accept responsibility for your own career.
Assess your interests, skills, and values.
Seek out career information and resources.
Establish goals and career plans.
Utilize development opportunities.
Talk with your manager about your career.
Follow through on realistic career plans.

Perusahaan dan atasan anda berperan memberikan dukungan dan fasilitasi tapi tanggung jawab terbesar tetap ada pada diri individu masing-masing.

Peluang Karir
Konsultan dan/atau Spesialis
Spesialis:
Job analyst
Recruiter (non Psychologist)
Organization Development Specialist
Industrial Relation Specialist
Compensation & Benefit Specialist
Competency Assessor
dll
HRD Perusahaan (Staf, Spv, Mgr, GM, Director)
Trainer
Lecturer & Researcher
Konsentrasi Anda?
Pikul tanggung jawab anda dalam memahami apa yang anda minati, kemampuan serta arah karir ke depan
Cari informasi sebanyak-banyaknya
Konsultasikan kepada dosen pembimbing akademik anda jika diperlukan
Jangan pernah berhenti belajar; bangku kuliah hanyalah gerbang awal dalam dunia karir anda
Mata Kuliah Dasar Konsentrasi SDM&Organisasi (berdasarkan katalog  mata ajar 2010)
MSDM (semester 4)
Perilaku Organisasi (semester 4)
Struktur dan proses organisasi (semester 5)
Mata kuliah wajib konsentrasi SDM&Organisasi (berdasarkan katalog  mata ajar 2010)
Hubungan industrial (sems 5)
Pengadaan SDM (sems 6)
Budaya Organisasi (sems 6)
Sistem Balas Jasa SDM (sems 6)
Dinamika Kelompok (sems 6)
Pelatihan & Pengembangan (sems 7)
Studi Kelayakan Bisnis (sems 7)
Kepemimpinan (sems 8)
Desain organisasi (sems 8)
Manajemen Perubahan (sems 8)
Praktikum Riset SDM (baru)
Mata kuliah Pilihan konsentrasi SDM&Organisasi (berdasarkan katalog  mata ajar 2010)
Motivasi dan Kepuasan Kerja
MSDM berbasis Kompetensi (CBHRM)
Penyimpangan Perilaku SDM (Misbehavior)
MSDM International (Global HRM)
Contoh Topik Skripsi MSDM & Organisasi
Budaya Organisasi
Kepuasan Kerja
Hubungan Industrial
Perilaku Kerja (OCB, Misbehavior)
Safety & Health (K3)
Isu-isu terkait dengan firm employment & promotion decision (termasuk: hiring, firing, turnover, temporary workers dll)
dll
New Trend: HR Certification
HR is becoming more professionalized.
Society for Human Resource Management (SHRM)
SHRM’s Human Resource Certification Institute (HRCI)
SPHR (Senior Professional in HR) certificate
GPHR (Global Professional in HR) certificate
PHR (Professional in HR) certificate
Penyelenggara Lokal/ dg Partner dari Internasional/kurikulum mengacu pada SPHRM HRCI
CERTIFIED HUMAN RESOURCE PROFESSIONAL (CHRP) ATMA JAYA
Certified Professional in HRM (CPHRM) – HR OpenSource & Free Mind Consulting
Certified Industrial Relation Professional (CIIRP)- HR OpenSource & Free Mind Consulting
Certified Behavior Analyst (CBA)-HR OpenSource & Free Mind Consulting
Certified Talent Development – SumTotal Solution dg Partner Indonesia GML Performance Consulting 
dll
Program Sertifikasi Professional in Human Resources (PHR)


»»  Baca Lebih Lanjut...

Posting Kami