Tampilkan postingan dengan label Akuntansi Perhotelan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi Perhotelan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Desember 2010

Akuntansi Perhotelan IV


PENYIAPAN BUDGET OPERASI
Budget operasi merupakan perencanaan keuntungan perusahaan yang mencakup semua sumber pendapatan dari item-item beban dan biaya yang muncul pada laporan laba rugi dan laporan pendukung lainnya. Budget tahunan merupakan perencanaan selama dua belas bulan. Perencanaan bulanan ini membentuk dasar yang dipakai oleh manajemen untuk mengevaluasi hasil aktual dari operasinya. Oleh karena itu, budget operasi akan mempermudah manajemen untuk melakukan fungsi perencanaan dan pengendalian.
Untuk memastikan bahwa waktu yang diperlukan untuk penyiapan budget operasi ada dan mendapat persetujuan pada waktunya, sebuah jadwal harus dibuat dan diikuti. Perusahaan yang tahun fiskalnya sama dengan tahun kalender dapat mempertimbangkan jadwal sebagai berikut:
Siapa (who)
Apa (what)
Kapan (when)
General manager
Pertemuan perencanaan budget
Oktober tanggal 1-31
Controller & Departemen Heads
Penyiapan perencanaan budget departemen
November tanggal 1-9
Accounting
Konsolidasi perencanaan budget departemen
November tanggal 10-19
General Manager & Controller
Penyiapan laporan budget general manager
Desember
Owners
Mereview dan menyetujui laporan budget dari general manager
Desember


PROSES PERENCANAAN BUDGET
Serentetan aktivitas yang dilakukan dipertemuan perencanaan budget adalah:
  1. Review operasi tahun lalu
Review operasi tahun berjalan harus menunjukkan hal-hal penting yang berlangsung. Hal ini mencakup perubahan harga, tambahan fasilitas atau pengurangan fasilitas yang ada, perubahan dalam tenaga kerja yang cukup besar, perbaikan untuk langkah efisiensi selama tahun tersebut, dan hal-hal sejenis lainnya.
  1. Menganalisa kondisi bisnis secara umum
Analisa kondisi ekonomi dan politik nasional dan lokal pada saat berjalan menunjukkan item-item yang dapat mempengaruhi operasi pada tahun berikutnya. Analisa kondisi politik dapat berupa agenda politik dari legislatif baru dan atau perubahan legislatif yang telah direncanakan, misalnya tingkat gaji dan kebijakan perpajakan. Rencana aktivitas juga dibuat baik untuk memanfaatkan kondisi ekonomi dan politik yang bagus atau mengatasi kondisi ekonomi yang kurang baik.
  1. Menganalisa situasi kompetitif saat ini
Analisa situasi kompetitif saat ini menunjukkan item-item yang sangat mempengaruhi operasi tahun mendatang. Dampak potensial dari item-item semacam itu pada operasi perusahaan ditahun mendatang diproyeksikan dan direfleksikan di budget yang sedang disiapkan.
  1. Menganalisa harga-harga
Analisa struktur harga untuk semua produk dan service yang ditawarkan oleh perusahaan dan memeriksa kembali harga-harga produk dan service yang akan menarik volume bisnis dan akan berguna untuk memaksimalkan penggunaan fasilitas hotel secara optimal.
  1. Proyeksi tingkat hunian dan penjualan kotor
Proyeksi tingkat hunian biasanya dibuat berdasarkan data historis, reservasi, dan informasi statistik di grup bisnis. Proyeksi penjualan kotor dibuat untuk banquet dan bisnis reguler dari fasilitas makanan dan minuman. Proyeksi banquet dibuat berdasarkan catatan catering, proyeksi untuk penjualan makanan dan minuman didasarkan pada catatan penjualan tahun lalu. Proyeksi untuk departemen yang menghasilkan pendapatan lainnya didasarkan pada proyeksi tingkat hunian dari informasi relevan lainnya.

PENYUSUNAN BUDGET DEPARTEMEN
Penyusunan budget di hotel, sebagaimana layaknya di perusahaan lain dilakukan pada tahun sebelumnya dilaksanakan operasional. Penyusunan budget di hotel melibatkan semua departemen yang dikoordinir oleh bagian akuntansi. Menurut Gray (1996), sebaiknya budget disusun minimal tiga bulan sebelum akhir tahun, karena penyusunannya memerlukan pertimbangan dan masukan dari banyak pihak, sehingga memerlukan waktu dalam proses penyusunannya.
Budget per departemen biasanya didukung oleh informasi detail yang dikumpulkan dalam proses penyiapan budget dan dicatat di lembar kerja dan lembar ringkasan. Dokumen-dokumen ini harus disimpan untuk menyediakan catatan yang berisi alasan-alasan yang melatarbelakangi pembuatan keputusan dalam penyiapan budget per departemen.

Penyusunan anggaran pendapatan di Departemen Front Office (FO)
Ada beberapa hal yang dijadikan dasar untuk melakukan prediksi penjualan yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua hal yaitu informasi yang bersifat makro dan informasi yang bersifat mikro.
Informasi yang bersifat makro antara lain:
  • Kondisi perekonomian, baik regional maupun internasional
  • Tingkat promosi yang dilakukan baik secara organisasional
  • Kondisi para pesaing
  • Jumlah kunjungan wisatawan
  • Musim
  • Event yang memerlukan akomodasi dalam jumlah yang tinggi

Sedangkan untuk informasi yang bersifat mikro meliputi:
  • Jumlah kamar hotel
  • Promosi individu
  • Kebijakan hotel
  • Harga

Jumlah kamar yang dimiliki hotel merupakan dasar awal dalam menentukan jumlah kamar yang diperkirakan akan mampu dijual. Jumlah kamar di hotel terdiri dari berbagai jenis seperti standar, deluxe, suite room, dan sebagainya. Langkah berikutnya adalah memastikan jumlah kamar yang siap untuk dijual (room avaliable), hal ini dikarenakan tidak semua kamar yang ada di hotel siap untuk dijual. Berdasarkan informasi tersebut, kemudian ditentukan jumlah kamar yang diperkirakan mampu untuk dijual (room occupancy) yang berisikan penjelasan tentang isian orang dari masing-masing kamar tersebut. Setelah mengetahui jumlah kamar serta jumlah orang yang menginap, barulah ditentukan harga dari masing-masing kamar tersebut sehingga diperoleh perencanaan penjualan kamar.



Penyusunan anggaran di departemen food and beverage (F&B)
Departemen F&B, berdasarkan informasi isian kamar akan merencanakan penjualan F&B. Informasi penjualan kamar sangat penting terutama untuk memprediksi penjualan F&B yang bersumber dari tamu hotel. Dalam hal ini, departemen F&B juga memerlukan informasi tentang asal tamu yang menginap di hotel berkaitan dengan jenis makanan yang harus disiapkan. Disamping itu, departemen F&B juga akan membuat prediksi tentang rencana penjualan yang bersumber dari tamu di luar hotel serta menyusun rencana biaya operasional di departemennya.

Penyusunan anggaran di departemen house keeping (HK)
Departemen HK berdasarkan neraca penjualan kamar serta F&B akan membuat perencanaan untuk untuk mendukung penjualan tersebut. Segala sesuatu yang direncanakan tidak terlepas dari isian kamar tersebut. Departemen HK juga akan membuat perencanaan yang berkaitan dengan operasional di departemennya.

Penyusunan anggaran di departemen energi dan pemeliharaan (ME)
Departemen ME, berdasarkan tingkat hunian kamar akan membuat perencanaan yang berkaitan dengan pengadaan barang untuk mendukung isian kamar serta event yang akan dilaksanakan di hotel, termasuk di dalamnya merencanakan perbaikan atau pemeliharaan serta peremajaan yang diperlukan. Berkaitan dengan efisiensi energi, ME akan merencakan pengaturan tenaga listrik baik yang bersumber dari PLN maupun melalui mesin generator. ME juga akan membuat perencanaan yang berkaitan dengan operasional di departemennya.

Penyusunan anggaran di departemen personalia
Departemen personalia merupakan depatemen yang mempersiapkan segala aktivitas kepegawaian yang berkaitan dengan kelancaran operasional perusahaan. Dalam hal ini informasi isian kamar hotel sangat dibutuhkan dalam upaya untuk mengefisiensikan biaya tenaga kerja. Informasi isian kamar sangat dibutuhkan dalam menentukan jumlah karyawan yang harus dipekerjakan pada suatu periode. Karena operasional hotel dapat didukung tidak hanya oleh karyawan hotel tersebut, tetapi juga dapat dipadukan  dengan karyawan training yang merupakan tenaga kerja yang sangat murah. Informasi isian kamar sangat berkaitan dengan kebijakan cuti, lembur karyawan serta kapan dibutuhkannya tenaga ekstern.
Penyusunan anggaran di departemen akuntansi
Departemen akuntansi, disamping menyusun anggaran di departemennya, juga menjadi koordinator dari penyusunan anggaran secara keseluruhan. Semua departemen yang telah menyusun anggarannya secara individu akan mengumpulkannya di departemen akuntansi. Semua anggaran individual tersebut direkapitulasi di departemen akuntansi untuk selanjutnya dilakukan penggabungan. Atas dasar kemampuan keuangan perusahaan serta kelancaran operasional, departemen akuntansi akan mengkoordinasikan dengan semua departemen terkait untuk selanjutnya ditentukan skala prioritasnya. dalam koordinasi tersebut tidak tertutup kemungkinan untuk dilakukan pemangkasan atau perubahan periode anggaran dari masing-masing departemen.

Konsolidasi butget per departemen
Budget per departemen yang lengkap diberikan ke departemen akunting yang kemungkinan akan di review untuk keakuratan dan kelengkapannya. Departemen akunting juga bertanggungjawab untuk memastikan bahwa semua formulir dan skedul yang menyertai budget per departemen sudah lengkap.

Penyiapan laporan budget oleh general manager
General manager dan Controller mereview laporan laba rugi, departemental schedule, dan data pendukung lainnya untuk memastikan bahwa semua item masuk akal serta pendapatan dan beban realistis. Review ini juga mengkoordinasikan budget per departemen dan memastikan bahwa perencanaan operasi dan semua departemen diketahui semuanya dan direfleksikan dalam perencanaan-perencanaan departemen lainnya.
Pendapatan yang ditujukan oleh laporan laba rugi diukur dengan proyeksi general manager mengenai pendapatan potensial perusahaan. Jika tambahan penyesuaian diperlukan, general manager dan controller mengadakan rapat dengan manager terkait untuk menentukan bagaimana pembuatannya. Budget report general manager juga meliputi informasi yang muncul selama rapat perencanaan budget. Report ini mencakup review dan item-item berikut:
  1. Kompetisi
  2. Kondisi politik dan ekonomi
  3. Perubahan-perubahan dalam operasi yang diusulkan
  4. Item-item luar biasa
  5. Tenaga kerja
  6. Fasilitas
  7. Rates
  8. Capital improvement
  9. Cash flow

Kontrol budget
Proses budget kontrol mengidentifikasikan dan menganalisa variance yang signifikan antara nilai yang dibudgetkan dan hasil operasi aktual. Analisis varian dapat menunjukkan bahwa investigasi tambahan oleh manajemen diperlukan untuk menentukan penyebab pasti dari variance yang signifikan tersebut. Setelah penyebab-penyebab ini dapat diidentifikasi, manajemen mampu membuat tindakan koreksi seperlunya.
Laporan variance budget harus mencakup detail secukupnya agar kepala departemen memungkinkan membuat pertimbangan yang masuk akal terhadap variance yang ada di budget. Hampir semua item pendapatan dan beban yang ada di budget akan berbeda dari laporan hasil operasi. Hal ini memang diharapkan karena tidak ada di budget proses pembuatan budget yang sempurna. Walaupun begitu, ada variance yang tidak signifikan sehingga tidak perlu tidakan korektif tetapi ada juga variance yang signifikan sehingga memerlukan analisis dan tindakan korektif dari manajemen yang ada.

Re forecasting
Banyak perusahaan yang membuat perkiraan ulang hasil operasi yang diharapkan dan merevisi budget operasi ketika tahun budget tersebut berjalan. Reforecasting perlu jika hasil aktual mulai menunjukkan variance yang signifikan dari budget operasi karena adanya perubahan-perubahan yang terjadi setelah budget selesai dibuat.


»»  Baca Lebih Lanjut...

Akuntansi Perhotelan XIII

Menjalankan sebuah hotel, seperti halnya menjalankan setiap bisnis lain, selalu berhubungan dengan pengelolaan keuangan. Tanpa pengelolaan uang maka tidak akan ada satu bisnispun yang dapat berjalan dengan sukses. Bisnis yang keuangannya tidak dikelola dengan baik akan mengalami kegagalan.
Untuk menghasilkan dan mengelola uang, hotel harus mendapatkan laba yang cukup agar dapat tetap bertahan sekaligus untuk memastikan bahwa laba ini menghasilkan kas yang cukup untuk membayar semua kewajiban yang jatuh tempo. Oleh karenanya perencanaan laba dan kas adalah sama pentingnya meskipun laba dan kas merupakan dua hal yang berbeda.

Pengendalian Keuangan
Laba dan ketersediaan kas hanya akan dihasilkan apabila hotel memiliki dan melaksanakan pengendalian keuangan yang baik. Pengendalian keuangan tidak lain adalah memahami dimana posisi hotel pada setiap waktu ditinjau dari sudut pandang laba dan kas; merencanakan akan kemana dengan anggaran dan alat-alat yang tersedia; dan memastikan apakah hotel akan dapat mencapai rencana melalui laporan keuangan reguler yang memantau setiap kemajuan yang telah dicapai.
 Pengetahuan Akuntansi
Dalam rangka melaksanakan pengendalian keuangan, setiap pengelola hotel harus memahami akuntansi. Namun untuk dapat memahami akuntansi, pengelola hotel tidak perlu harus menjadi akuntan. Pengelola hotel yang memperkejakan akuntansi setiap saat harus melakukan pertemuan dan diskusi dengan akuntan tersebut.
Meskipun hotel yang belum cukup besar untuk mempekerjakan seorang akuntan secara penuh (full time), sehingga kemudian hotel menyewa akuntan paruh waktu  (part-time) untuk membantu menyelesaikan pekerjaan akuntansi, pengelola hotel harus sering bertemu dengan akuntan tersebut untuk mendiskusikan jalannya bisnis hotel.


Pentingnya catatan
Kebanyakan pengelola hotel berskala kecil tidak mampu menyelenggarakan pencatatan yang cukup dan kurang memahami dasar-dasar akuntansi sehingga mereka seringkali tidak mengetahui apakah usahanya menguntungkan atau tidak. Untuk memasuki industri perhotelan diperlukan investasi yang tidak kecil dan setiap investasi seharusnya mampu menghasilkan keuntungan. Oleh karena itu, pencatatan yang cukup merupakan langkah yang sangat penting agar dapat memantau perkembangan hasil investasi tersebut.

Pengambilan Keputusan
Para manajer hotel harus senantiasa melaksanakan proses pengambilan keputusan. Kualitas keputusan yang diambil oleh para manajer tersebut akan meningkat apabila ia didukung oleh informasi akuntansi yang relevan. Informasi akuntansi yang tepat digunakan untuk:
  1. Mengukur kinerja operasi berjalan yang berhasil dicapai dan kemudian membandingkannya dengan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya, seperti pencapaian persentase tertentu dari biaya tenaga kerja relatif terhadap penghasilan.
  2. Memberikan jawaban atas pertanyaan seperti ini: Berapakah jumlah uang hotel yang saat ini disimpan di bank? Uang manakah yang perlu segera dilunasi di tahun mendatang? Mampukah ekspansi usaha didanai dari sumber yang berasal dari hasil operasi?
  3. Menganalisis kecenderungan penjualan dan biaya sehingga dapat digunakan untuk menyusun rencana yang efektif mengenai penjualan dan biaya di masa mendatang.
  4. Memberikan bantuan dalam rangka menunjang penyusunan anggaran sebagai upaya implementasi strategi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.



Keputusan Rutin dan Non-Rutin
Keputusan yang dibuat oleh kebanyakan pengelola hotel pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu keputusan rutin dan non-rutin. Keputusan rutin harus diambil dari hari ke hari berkaitan dengan kegiatan operasi berjalan, seperti berapa banyak pegawai housekeeping harus bertugas pada setiap harinya untuk mengantisipasi suatu volume kegiatan. Informasi historis tentang tingkat hunian yang dikombinasikan dengan reservasi yang telah dibuat dapat membantu pengambilan keputusan tersebut. Untuk keputusan rutin diperlukan suatu sistem yang memungkinkan dihasilkannya informasi penting secara cepat dan akurat.
Jenis keputusan yang kedua adalah keputusan non-rutin, yaitu keputusan yang biasanya berkaitan dengan pertanyaan seperti ini: Haruskah melakukan investasi untuk mendekorasi kamar? Haruskah tarif kamar hotel direvisi? Haruskah memulai operasi bisnis perhotelan yang berikutnya? Jenis keputusan kedua ini umumnya lebih sulit untuk dibuat dan biasanya melibatkan situasi yang lebih serius apabila keputusan tersebut salah.

Sistem Pelaporan
Jenis Laporan
Sistem pelaporan keuangan hotel didasarkan pada pendekatan perilaku (behavioral approach), yaitu dengan memperhatikan tujuan dan motivasi penggunaan laporan. Dengan demikian sistem pelaporan dibedakan menjadi:
1.      Laporan akuntansi keuangan
2.      Laporan akuntansi manajemen
Bagamanapun, dalam pelaksanaannya terdapat kaitan yang sangat erat antara akuntansi manajemen dengan akuntansi keuangan terutama yang menyangkut masalah sistem akuntansi keuangan, terutama yang menyangkut bagan perkiraan serta prosedur akuntansi keuangan.
Laporan akuntansi manajemen dapat pula berbentuk analisa keuangan atas laporan akuntansi keuangan khususnya yang berkaitan dengan neraca dan laporan laba rugi. Analisa keuangan merupakan salah satu metode yang dapat menunjukkan kekuatan dan kelemahan perusahaan dari berbagai aspek keuangan. Hasil analisa ini diperlukan oleh berbagai pihak baik eksternal maupun internal untuk mengevaluasi kondisi perusahaan serta untuk dapat memprediksi kemampuan perusahaan di masa yang akan datang.

Laporan Akuntansi Keuangan
Laporan akuntansi keuangan disususn berdasarkan SAK, sehingga secara garis besar tidak banyak terdapat perbedaan dengan laporan akuntansi keuangan yang disusun oleh industri lain. Hal yang menjadi ciri utama yang membedakan dengan industri lainnya hanya menyangkut masalah banyaknya jenis pendapatan (meliputi perusahaan dagang, perusahaan jasa, perusahaan manufaktur, dan jasa broker). Demikian juga halnya dengan perhitungan harga pokok yang disesuaikan dengan jenis penjualan tersebut. Analisa laporan keuangan dapat dilakukan dengan berbagai metode antara lain:
  1. Analisis rasio
  2. Analisis horisontal
  3. Analisis vertikal
  4. Analisis sumber dan penggunaan dana
  5. Pengukuran kesehatan dan kinerja keuangan dari berbagai persepsi

Laporan Akuntansi Manajemen
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yang berkaitan dengan penyusunan laporan akuntansi manajemen seperti:
  1. Laporan akuntansi manajemen tidak terikat pada kaidah yang ditentukan dalam SAK.
  2. Laporan akuntansi manajemen lebih menekankan pada relevansi informasi yang dihasilkan sebagai dasar pengambilan keputusan,
  3. Laporan akuntansi manajemen tidak hanya didasarkan pada data historis tapi juga meliputi penafsiran serta prediksi di masa yang akan datang.
  4. Laporan akuntansi manajemen tidak semata-mata melaporkan informasi dalam satuan unit uang tetapi juga meliputi satuan ukur yang lain.

Adapun yang menjadi tujuan pelaporan akuntansi manajemen meliputi hal-hal sebagai berikut:
  1. Mengukur dan menilai kinerja suatu unit, departemen atau organisasi secara keseluruhan.
  2. Memberikan informasi kepada manajemen secara cepat dan akurat dalam rangka pengambilan keputusan.
  3. Membantu manajemen dalam menentukan atau menyusun perencanaan.

Bentuk Dan Kerangka Laporan Akutansi Manajemen
Laporan akuntansi manajemen pada dasarnya menunjukkan perbandingan antara anggaran dan realisasi. Dengan bentuk seperti ini, pemakai diharapkan mampu memantau secara lebih dini adanya penyimpangan yang terjadi untuk segera mengambil keputusan serta tindakan perbaikan. Dengan demikian laporan akuntansi manajemen memerlukan data proyeksi yang objektif sehingga keputusan yang dihasilkan tidak bersifat bias. Perencanaan/ anggaran yang dibuat merupakan salah satu tolak ukur dalam melakukan penilaian dan pengendalian. Proses pengendalian umumnya terdiri dari beberapa tahap sebagai berikut:
  1. Penentuan pelaksanaan pekerjaan serta tolak ukur keberhasilan suatu pusat pertanggungjawaban.
  2. Pendelegasian wewenang.
  3. Supervisi pelaksanaan.
  4. Pengukuran kerja.
  5. Perbandingan antara anggaran dan realisasi. Selisih antara anggaran dan realisasi diidentifikasi dan diuraikan lebih jauh dengan berbagai metode yang dapat memberikan jalan keluar.
Tahap pengendalian di atas relatif sama dengan pengendalian di setiap industri. Hal yang spesifik adalah terletak pada unit organisasi serta sifat pertanggungjawaban serta tolak ukur keberhasilan yang sesuai dengan struktur organisasi yang ada di hotel. Laporan yang disusun berdasarkan responsibility centre yang ada di hotel diharapkan dapat dipakai untuk mengevaluasi pencapaian target bagi setiap responsibility centre serta mendorong terjadinya peningkatan prestasi.

Laporan Manajemen
Pihak manajemen memerlukan laporan hasil aktivitas dalam suatu periode, di mana laporan ini digunakan sebagai dasar untuk membuat perencanaan strategis dan sebagai tolak ukur dalam pengambilan keputusan. Adapun laporan yang dihasilkan meliputi:
  1. Laporan departemental, yang menjelaskan tentang hasil aktivasi dalam suatu periode untuk masing-masing departemen operasi dan departemen pendukung (overhead). Laporan ini digunakan sebagai informasi pendukung laporan keuangan.
  2. Statistik, yaitu laporan yang memberikan informasi tentang jumlah kamar yang tersedia dijual (room avaliable), jumlah tingkat hunian (room accupied), persentase tingkat hunian (% of occupancy), harga jual kamar rata-rata (average room rate), jumlah tamu yang menginap (number of guest), dan informasi lainnya. Informasi tentang statistik hotel bisa dilihat pada Daily of sales.
  3. Laporan keuangan, terdiri dari:
1.      Laporan laba rugi (income statement), menjelaskan tentang pendapatan dan beban dari hasil operasi dalam suatu periode.
2.      Neraca (balance sheet), yang menjelaskan tentang hubungan antara aktiva, kewajiban dan modal dalam laporan posisi keuangan dari operasi dari operasi pada suatu periode keuangan.
3.      Laporan arus kas (statement of cash flow), menjelaskan tentang perubahan dalam posisi kas, baik pada pada sumber maupun penggunaan kas.
»»  Baca Lebih Lanjut...

Posting Kami