Tampilkan postingan dengan label Skripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skripsi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Februari 2014

Download Skripsi Agrobisni : Analisis Komparasi Usahatani Padi Organik dan Anorganik terbaru

Perbandingan analisis organik dan anorganik beras pertanian Kabupaten Sragen Sambirejo District
Santoso, Nikolaus Kristanto
Tanggal: 2012
Abstrak:

Penelitian tesis berjudul analisis perbandingan organik dan anorganik biji-bijian pertanian di distrik Sambirejo, Kabupaten Sragen diadakan pada Juli 11, 2011-11 Agustus 2011. Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Kenali produktivitas beras yang dibudidayakan di organik dan kimia anorganik
2. Bandingkan besarnya arus modal, kotor dan bersih, dan biaya produksi yang mencakup benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja pada pertanian organik dan anorganik.
Jenis penelitian ini deskriptif, sehingga digunakan untuk mengeksplorasi dan menjelaskan fenomena melalui karyanya pada sejumlah variabel yang terkait dengan variabel dan unit yang sedang diteliti. Metode penelitian yang digunakan adalah sebuah survei. Penentuan lokasi penelitian Purposive Sampling, sambil mencicipi teknik menggunakan sederhana Random Sampling. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan dan wawancara dikombinasikan dengan kuestioner. Utama Data yang diperoleh melalui pengamatan dan wawancara metode penelitian sampel. Data sekunder yang Diperoleh dari kota di nomor. Pengujian dilakukan dengan Test-t Indepandent sampel (sampel independen t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi pertanian organik rata-rata lebih tinggi daripada pertanian anorganik, aliran modal pertanian organik tidak berbeda nyata dengan anorganik pertanian, pertanian organik bruto pendapatan lebih besar daripada anorganik pertanian, pertanian pendapatan bersih lebih besar daripada anorganik pertanian organik, biji-bijian pertanian organik biaya lebih mahal daripada anorganik pertanian, pupuk pertanian organik biaya lebih besar daripada anorganik pertanian, pertanian organik pestisida menginap lebih kecil daripada anorganik agriculturelabor biaya, pertanian organik lebih kecil daripada anorganik pertanian

Name:T1_522007009_Judul.pdf
Size:854.1Kb
Format:PDF
Description:Halaman Judul
Name:T1_522007009_BAB I.pdf
Size:367.8Kb
Format:DF
Description:BAB I
Name:T1_522007009_BAB ...
Size:830.8Kb
Format:PDF
Description:BAB II
Name:T1_522007009_BAB ...
Size:531.5Kb
Format:PDF
Descriptin:BAB III
Name:T1_522007009_BAB ...
Size:1.261Mb
Format:PDF
Description:BAB IV
Name:T1_522007009_BAB V.pdf
Size:739.2Kb
Format:PDF
Description:BAB V
Name:T1_522007009_BAB ...
Size:159.6Kb
Format:PDF
Description:BAB VI
Name:T1_522007009_Daftar ...
Size:238.3Kb
Format:PDF
Description:Daftar Pustaka
Name:T1_522007009_Lamp ...
Size:3.268Mb
Format:PDF
Description:Lampiran
View/Open
»»  Baca Lebih Lanjut...

Kamis, 03 November 2011

Uji Intervalidasi Data (Method of Succesive Interval (MSI))

Sebelum data dianalisis, terlebih dahulu data ordinal yang diperoleh dari hasil kuesioner ditransformasikan menjadi data interval. Mentransformasikan data ordinal menjadi data interval gunanya untuk memenuhi syarat analisis parametrik yang mana data setidak-tidaknya berskala interval. Maka data ordinal tersebut harus ditransformasikan menjadi data interval dengan menggunakan program penghitungan Method of Succesive Interval (MSI). Adapun langkah-langkah perhitungan metode tersebut adalah sebagai berikut:

1)      Mengelompokkan data berskala ordinal dalam masing-masing variabel dihitung banyaknya pemilih pada tiap bobot yang diberikan pada masing-masing variabel atau butir pertanyaan.
2)      Untuk setiap butir pertanyaan tentukan berapa orang yang mendapat skor 1,2,3,4 yang disebut dengan frekuensi.
3)      Membuat proporsi dengan cara membagi frekuensi dari setiap butir jawaban dengan seluruh jumlah responden.
4)      Membuat proporsi kumulatif.
5)      Menentukan nilai Z untuk setiap butir berdasarkan nilai frekuensi yang telah diperoleh dengan bantuan tabel Z riil.
6)      Menghitung nilai skala dengan rumus:
Skala (i) =             Z riil (1-i) – Z riil (i)             ......................................(2)
                        Prop.Kum (i) – Prop. Kum (i-1)
7)      Nilai skala inilah yang disebut skala interval dan dapat digunakan dalam perhitungan analisis regresi.

»»  Baca Lebih Lanjut...

Rabu, 31 Agustus 2011

Bahan Kuliah Manajemen, SDM, International, Bahan Kuliah, Skripsi, Sumber Daya Manusia, Keuangan, Pemasaran, Kepemimpinan

»»  Baca Lebih Lanjut...

Kamis, 14 Mei 2009

SKRIPSI

PENULISAN SKRIPSI

Penulisan skripsi untuk semua jenis penelitian di sajikan dalam lima bab sebagai berikut:

* Bab I : Pendahuluan

* Bab II : Tinjauan Pustaka

* Bab III : Metode Penelitian

* Bab IV : Hasil Penelitian dan Bahasan

* Bab V : Simpulan dan Saran

Untuk lebih lanjut: Lihat Buku Pedoman Penulisan Skripsi yang berlaku di Institusi anda!

Setiap penulisan dari bab ke bab dianggap perlu untuk menyajikan alinea pembuka/penghubung berisi uraian pengantar yang menjelaskan keterkaitan bab yang bersangkutan dengan bab sebelumnya. Alinea penghubung ini ditulis dalam alinea pertama dari setiap awal bab.

Adapun penjelasan secara rinci sebagai berikut :

I. PENDAHULUAN

a. Latar Belakang Permasalahan

b. Rumusan Permasalahan

c. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

PENJELASAN

a. Latar Belakang Permasalahan

1) Latar Belakang Permasalahan merupakan penjelasan fenomena yang diamati dan menarik perhatian peneliti dan bukan merupakan alasan pemilihan judul.

2) Latar Belakang Penelitian apabila memungkinkan dapat didukung oleh data penunjang, yang dapat digali dari sumber utama dan/atau sumber kedua seperti [1]Biro Pusat Statistik, hasil penelitian terdahulu, jurnal dan internet

3) Latar Belakang Penelitian memuat hasil penelitian terdahulu (dari jurnal) dengan menyebutkan sumber jurnal yang dipakai sebagai referensi.

4) Apabila perusahaan (sebagai sumber utama) belum menyajikan laporan keuangan, misalnya rasio keuangan (financial ratio), maka dalam Latar Belakang Penelitian disajikan minimal 3 periode atau tahun.

b. Rumusan Permasalahan

1) Rumusan permasalahan disajikan secara singkat dalam bentuk kalimat tanya, yang isinya mencerminkan adanya permasalahan yang perlu dipecahkan atau adanya permasalahan yang perlu untuk dijawab.

2) Rumusan permasalahan merupakan inti penelitian, sehingga bisa dipakai pertimbangan menyusun judul dan hipotesa

c. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

1) Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan sasaran yang hendak dicapai oleh peneliti sebelum melakukan penelitian dan mengacu pada permasalahan. Berikut ini beberapa contoh cara pengungkapan tujuan penelitian yang umumnya diawali dengan kalimat tujuan penelitian adalah untuk …………. atau penelitian ini bertujuan untuk …………………dan sebagainya.

2) Kegunaan Penelitian

Kegunaan penelitian, menguraikan kontribusi yang diharapkan dari hasil penelitian itu sendiri.

2. TINJAUAN PUSTAKA

a. Kerangka Teori

b. Hipotesis Penelitian

PENJELASAN

a. Kerangka Teori

1) Kerangka teori sebaiknya menggunakan acuan yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dan acuan-acuan yang berupa hasil penelitian terdahulu (bisa disajikan di Bab II atau dibuat sub-bab tersendiri)

2) Cara penulisan dari subbab ke subbab yang lain harus tetap mempunyai keterkaitan yang jelas dengan memperhatikan aturan penulisan pustaka.

3) Penulisan nama pengarang dalam [2]Endnotes atau Footnotes yang bersumber dari kepustakaan tidak perlu mencantumkan gelar akademik.

4) Untuk memperoleh hasil penelitian yang baik, studi pustaka harus memenuhi prinsip kemutakhiran dan keterkaitannya dengan permasalahan yang ada. Apabila menggunakan literatur dengan beberapa edisi, maka yang digunakan adalah buku dengan edisi terbaru, jika referensi tidak terbit lagi, referensi tersebut adalah terbitan terakhir. Dan bagi yang menggunakan Jurnal sebagai referensi pembatasan tahun terbitan tidak berlaku.

5) Semakin banyak sumber bacaan, semakin baik, dengan jumlah minimal 10 (sepuluh) sumber, baik dari teks book atau sumber lain misalnya jurnal, artikel dari majalah, Koran, internet dan lain-lain.

6) Pedoman kerangka teori di atas berlaku untuk semua jenis penelitian.

7) Dalam kerangka teori, peubah dicantumkan sebatas yang diteliti dan dapat dikutip dari dua atau lebih karya tulis/bacaan.

8) Teori bukan merupakan pendapat pribadi (kecuali pendapat tersebut sudah ditulis di BUKU)

9) Pada akhir kerangka teori bagi penelitian korelasional disajikan model teori, model konsep (apabila diperlukan) dan model hipotesis pada subbab tersendiri, sedangkan penelitian studi kasus cukup menyusun Model teori dan beri keterangan. Model teori dimaksud merupakan kerangka pemikiran penulis dalam penelitian yang sedang dilakukan. Kerangka itu dapat berupa kerangka dari ahli yang sudah ada, maupun kerangka yang berdasarkan teori-teori pendukung yang ada. Dari kerangka teori yang sudah disajikan dalam sebuah skema, harus dijabarkan jika dianggap perlu memberikan batasan-batasan, maka asumsi-asumsi harus dicantumkan.

b. Hipotesis Penelitian

Jika penelitian bersifat korelasional maka:

1) Hipotesis penelitian beraspek empiris disajikan pada akhir bab II dalam sub-sub tersendiri dengan memperhatikan teori pendukungnya, sedangkan hipotesis penelitian beraspek statistik disajikan dalam bab III.

2) Apabila analisis data (akhir bab IV) direncanakan tidak untuk menganalisis data secara luas baik masalah utama (mayor) maupun bagian-bagiannya (minor) maka dalam hipotesis tidak perlu dicantumkan hipotesis mayor dan minor.

3) Hipotesis harus berlandaskan teori, jika ingin mengubah harus mencantumkan alasan mengapa merubah teori tersebut.

3. METODE PENELITIAN

a. Jenis Penelitian

b. Peubah dan Pengukuran

c. Populasi dan Sampel

d. Metode Pengumpulan Data

e. Metode Analisis

PENJELASAN

a. Jenis Penelitian

Penelitian bisa bersifat kuantitaif maupun kualitatif, misalnya:

1) Historis;

2) Deskriptif;

3) Perkembangan;

4) Kasus dan penelitian lapangan;

5) Korelasional;

6) Kausal komparatif;

7) Eksperimen murni;

8) Eksperimen semu;

9) Kaji tindak.

1) Pemilihan jenis penelitian dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan berikut:

a) Daya tarik permasalahan;

b) Kesesuaian dengan kemampuan dan latar belakang pendidikan;

c) Tersedianya alat dan kondisi kerja;

d) Kesesuaian dengan kemampuan untuk mengumpulkan data yang diperlukan;

e) Kesesuaian dengan waktu, tenaga dan biaya;

f) Resiko kegagalan.

2) Jenis penelitian dimaksud dapat dilacak dari judul, latar belakang permasalahan dan tujuan penelitian, sehingga dapat dijelaskan alasan penentuan jenis penelitian tertentu tanpa menyajikan definisi jenis penelitian itu sendiri.

b) Peubah dan Pengukuran

  • “Peubah (Variable) merupakan suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.” ( Sugiyono, 2003, 32)

  • Peubah harus terukur

a) Populasi dan Sampel

  • “Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal dan yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset khusus. Populasi yang akan diteliti harus didefinisikan dengan jelas sebelum penelitian dilakukan.” (Santoso & Tjiptono, 2002, 79)
  • “ Sampel adalah semacam miniatur (mikrokosmos) dari populasinya” (Santoso & Tjiptono, 2002, 80)

b) Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data misalnya:

1) “Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telpon.

2) Kuesioner (angket) dapat dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

3) Observasi merupakan suatu proses yang komplek , suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.” (Sugiyono, 2003, 130-141)

e) Metode Analisis

Metode analisis disesuaikan dengan Rumusan Permasalahan pada Bab I

Jika metode analisis menggunakan regresi dengan Ordinary Least Square (OLS) Estimators, maka uji asumsi klasik harus dilakukan. Lihat buku "Ekonometrika Dasar" oleh Damodar Gujarati alih bahasa Sumarno Zain, 2000.

4. HASIL PENELITIAN DAN BAHASAN

a. Penyajian Data

Pada subbab ini dipaparkan data yang ada relevansinya dengan topik skripsi.

b. Analisis Data dan Interpretasi

5. SIMPULAN DAN SARAN

a. Simpulan

b. Saran

PENJELASAN

1) Simpulan menjelaskan butir-butir temuan (hasil penelitian dan bahasan) yang disajikan secara singkat dan jelas.

2) Saran-saran merupakan himbauan kepada instansi terkait maupun peneliti berikutnya yang berdasarkan pada hasil temuan. Saran sebaiknya selaras dengan topik penelitian

Lampiran: memuat hal-hal atau informasi yang mendukung bab-bab sebelumnya, misalnya: data (hasil Questionaire, data time series), Laporan Keuangan perusahaan (Neraca, R/L dsb), informasi yang terkait dengan hasil (misal: olahan komputer, diskripsi, hasil uji validitas dan reliabilitas) dsb.


[1] Biro Pusat Statistik = BPS

[2] Endnotes atau Footnotes ditulis jika pada pedoman penulisan diharuskan demikian.

»»  Baca Lebih Lanjut...

Posting Kami