Saya sangat terkesan, dengan etos kerja ibu dan bapak-bapak korban merapi, sangat produktive sekali..tak ada satupun yang terlihat santai di barak pengungsian, semua beraktifitas..ibu-ibunya ada jadwal masak nasi..sedangkan bapak-baknya sudah kemana-mana mencari nafakah..sekalipun banyak bantuan datang dari berbagai eleman. swasta maupun pemerintah..tetapi mereka tetap produktive dengan
»» Baca Lebih Lanjut...
Tampilkan postingan dengan label Pemberdayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemberdayaan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 03 Maret 2011
Korban Merapi dan Etos Kerja
Kamis, 24 Februari 2011
Kemiskinan karena lemanya akses pasar
Salah satu pointer penting kemiskinan adalah lemanya akses pasar, sekalipun banyak faktor lain yang mendukung (mental pribadi), tetapi menurut saya akses pasar sangat berpengaruh keberlangsungan perekonomian secara jangka panjang. Saya ingin mengungkapaka filosofi yang saya kutip dari sumber buku yang saya juga lupa nama sumber bukunya” tanamlah apa yang kalian jual, bukan menjual apa yang kalian
»» Baca Lebih Lanjut...
Cara Jitu Berdayakan Masyarakat : Buka Akses Pasar
Mengutip data survei tenaga kerja nasional tahun 2009 yang dikeluarkan oleh Badan Perencanaan Nasional (Bappenas), dari 21,2 juta masyarakat Indonesia yang masuk dalam angkatan kerja, sebanyak 4,1 juta orang atau sekitar 22,2 persen adalah pengangguran.
Dengan banyaknya pengeguran secara otomatis tingkat kemiskinan akan naik sehinga perlu adanya solusi. Banyak solusi yang di tawarkan
»» Baca Lebih Lanjut...
Dengan banyaknya pengeguran secara otomatis tingkat kemiskinan akan naik sehinga perlu adanya solusi. Banyak solusi yang di tawarkan
Selasa, 22 Februari 2011
Trobosan Pemberdayaan Nelayan
Resensi oleh:ibnoecalm
Corporation nelayan adalah bentuk usaha pemberdayaan nelayan, dengan cara membentuk sejenis koperasi yang mampu menaungi seluruh kebutuhan nelayan, baik dalam permodalan untuk operasi para nelayan, selain itu bisa membentuk pusat pasar sendiri, juga tempat peminjaman keuangan jika nelayan tersebut, kehabisan uang pada saat musim barat, sehingga mereka tidak tergantung pada
Langganan:
Postingan (Atom)