Tampilkan postingan dengan label Pasar Modal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pasar Modal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Agustus 2012

Kontrak Opsi di Saham BEI

Kontrak Opsi Saham (KOS) adalah efek yang memuat hak beli (call option) atau hak jual (put option) atas saham induk (underlying stock) dalam jumlah dan harga pelaksanaan (strike price/exercise price) tertentu, serta berlaku dalam periode tertentu. Sebagaimana layaknya saham, KOS adalah surat berharga yang juga dapat diperjualbelikan, namun yang diperjualbelikan adalah hak beli atau hak jual.
1)      Call option
Hak beli (call option) adalah suatu kontrak dimana pembeli (taker call) KOS diberi hak oleh penjual (writer call) KOS untuk membeli saham acuan (underlying stock) dalam jumlah dan pada harga pelaksanaan (strike price/exercise price) tertentu dan berlaku dalam periode waktu tertentu. Taker call berhak sepenuhnya untuk meng-exercisehak belinya atau tidak, sampai dengan waktu jatuh tempo. Penjual call option (writer call), wajib untuk menyerahkan atau menjual saham acuan (underlying stock) dalam jumlah dan pada harga pelaksanaan (strike price/exercise price) dimaksud kepada pembeli call option (taker call) karena telah menerima call premium (harga call option) dari pembeli call optiontersebut.

2)      Put option
Hak jual (put option) adalah suatu kontrak dimana pembeli (taker put) KOS diberi hak oleh penjual (writer put) KOS untuk menjual saham acuan (underlying stock) dalam jumlah dan harga pelaksanaan (strike price/exercise price) tertentu dan berlaku dalam periode waktu tertentu. Taker put berhak sepenuhnya untuk meng-exercisehak jualnya atau tidak, sampai dengan waktu jatuh tempo.

Beberapa manfaat Kontrak Opsi Saham bagi investor:
1)      Berfungsi sebagai sarana lindung nilai (hedging) investasi terhadap pada saham acuan (underlying stock).
2)      Bagi investor yang telah memiliki saham acuan (underlying stock option) dapat menerima tambahan incomeselain dari dividen, yaitu dengan menerbitkan call option (call option writer/seller) atas saham mereka, untuk itu investor memperoleh pasif income berupa call premium yang dibayarkan oleh taker call.
»»  Baca Lebih Lanjut...

Saham dan Obligasi dilihat Sebagai Opsi

Saham
Dalam Options Trading, kita tidak memperdagangkan saham itu sendiri. Sebaliknya, kita hanya memperdagangkan hak untuk memiliki atau menjual saham tersebut, dan kontrak untuk menjual atau membeli saham yang berada di bawah kontrak inilah yang dikenal sebagai Stock Options. Stock Optionshanya membutuhkan biaya yang sedikit untuk membeli sementara memperbolehkan kita untuk mengatur keuntungan dari Stocksyang ada di bawahnya, seperti kita memiliki saham tersebut sendiri. Hal ini sangat menyerupai pilihan untuk membeli (Option To Purchase) yang kita tandatangani sewaktu kita membeli rumah. Jika harga dari saham menguat setelah kita membeli Stock Options, maka kita dapat menghasilkan keuntungan yang sama tanpa membeli saham tersebut sama sekali.

Ada 2 tingkatan dari options yaitu Call Options dan Put Options.
1)      Call Option(Opsi Beli)
Call Optionsadalah stock options yang memberikan sebuah hak, bukan kewajiban, untuk membeli saham yang berada di bawahnya dengan harga yang sudah ditentukan pada masa yang akan datang. Investor dapat membeli Call Options pada saat berpendapat bahwa saham tersebut akan naik. Jika membeli Call Options, dengan hak untuk membeli saham dengan harga yang ada sekarang, investor dapat menjadikannya keuntungan yang besar saat harga stock tersebut naik, karena memilik hak untuk membelinya dengan harga yang lebih murah. Call Options sangat efektif untuk memperbolehkan mengatur keuntungan yang sama seperti saat membeli saham tersebut sendiri, hanya saja dengan bagian kecil dari harga yang sebenarnya. 
2)      Put Option(Opsi Jual)
Put Options adalah stock options yang memberikan Hak, bukan kewajiban, untuk menjual saham yang berada dibawahnya dengan harga tertentu pada masa yang akan datang. Investor dapat membeli Put Options saat berpendapat bahwa saham tersebut akan turun. Jika membeli Put Options dengan hak untuk menjualnya dengan harga yang ada sekarang, investor dapat menghasilkan keuntungan yang besar jika harga sahamturun, karena memilik hak untuk menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Put Options sangat efektif sehingga dapat mengatur keuntungan yang sama seperti jika menjual terlebih dahulu sebagian kecil dari sahamyang dimiliki tanpa membutuhkan margin apapun.  

Obligasi
Obligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut. Dilihat dari hak penukaran/opsi, obligasi dibedakan menjadi:
1)      Convertible Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk mengkonversikan obligasi tersebut ke dalam sejumlah saham milik penerbitnya.
2)      Exchangeable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk menukar saham perusahaan ke dalam sejumlah saham perusahaan afiliasi milik penerbitnya.
3)      Callable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.
4)      Putable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada investor yang mengharuskan emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.

»»  Baca Lebih Lanjut...

Hedging, Covered Call, Protective Put, dan Portfolio Insurance

Penggunaan Opsi untuk Lindung Nilai (Hedging)
Hedging adalah tindakan yang dilakukan untuk melindungi sebuah perusahaan dari exposure terhadap nilai tukar. Exposure terhadap fluktuasi nilai tukar adalah sejauh mana sebuah perusahaan dapat dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar. Melindungi satu saham dengan suatu opsi disebut dengan hedge yang didefinisikan sebagai suatu cara menggunakan turunan-turunan untuk mengurangi atau kalau mungkin saling menghilangkan risiko dari aktiva yang akan dilindungi.
Opsi jual digunakan untuk melindungi dari penurunan harga saham yang dimiliki oleh investor. Karena opsi jual di gunakan untuk memproteksi penurunan harga suatu saham, maka strategi penggunaan opsi untuk prlindungan ini disebut dengan protective put. Sebaliknya opsi beli digunakan untuk perlindungan kenaikan harga saham yang harus dibeli oleh investor yang melakukan transaksi penjualan pendek.

Teknik-Teknik Hedging Jangka Pendek
Teknik-teknik yang biasanya dapat digunakan dalam menghedge sebagian atau seluruh transaksinya dalam jangka pendek, dijelaskan oleh Madura antara lain:
1.      Hedging memakai kontrak future
Kontrak future adalah kontrak yang menetapkan penukaran suatu valuta dalam volume tertentu pada tanggal penyelesaian tertentu.
2.      Hedging memakai kontrak foward
Suatu kontrak antara nasabah dan bank untuk melakukan sejumlah penjualan atau pembelian valuta terhadap valuta lainnya dimasa yang akan datang dengan rateyang telah ditentukan pada saat kontrak dibuat.
Keuntungan foward antara lain:
·         Menghindari dan memperkecil risiko kurs
·         Dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan nasabah
Tujuan dari foward adalah:
a)      Foward digunakan untuk mengkoversi risiko exchange rateuntuk pembelian/penjualan valuta di masa mendatang
b)      Jika ada suatu transaksi bisnis, foward kontrak dapat menghilangkan currency exposure karena kurs valuta untuk masa yang akan datang telah ditetapkan.
c)      Perhitungan kalkulasi biaya yang pasti
d)     Untuk tujuan spekulasi
3.      Hedging memakai instrumen pasar uang
Hedging memakai instrumen pasar uang melibatkan pengambilan suatu posisi dalam pasar uang untuk melindungi posisi hutang atau piutang di masa depan.
4.      Hedging memakai opsi (option) valuta
Opsi menyediakan hak untuk membeli atau menjual suatu valuta tertentu dengan harga tertentu selama periode waktu tertentu. Tujuan dari option ini untuk hedging.

Teknik-Teknik Hedging Jangka Panjang
Ada 3 teknik yang sering dipakai untuk meng-hedge exposure jangka panjang yaitu:
a)      Kontrak foward jangka panjang (Long foward)
Long Foward adalah kontrak foward jangka panjang. Sama seperti kontrak foward jangka pendek, dapat dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan khusus dari perusahaan. Long foward sangat menarik bagi perusahaan yang telah menandatangani kontrak ekspor atau impor bernilai tetap jangka panjang dan melindungi arus kas mereka jangka panjang.
b)      Currency Swap
Currency Swap adalah kesempatan untuk mempertukarkan satu valuta dengan valuta lain pada kurs dan tanggal tertentu dengan menggunakan bank sebagai perantara antara dua belah pihak yang ingin melakukan currency swap.
Tujuan dari swap antara lain:
1.      Mengkoversi risiko exchange rate untuk pembelian/penjualan valuta
2.      Transaksi swap akan menghilangkan currency exposure karena pertukaran kurs pada masa yang akan datang telah ditetapkan.
3.      Perhitungan kalkulasi biaya yang pasti
4.      Untuk tujuan spekulasi
5.      Strategi gapping

Keuntungan swap:
1.      Menghindari resiko pertukaran uang
2.      Tidak menganggu pos-pos di balance sheet
c)      Parallel Loan
Parallel Loan adalah kredit yang melibatkan pertukaran valuta antara dua pihak, dengan kesepakatan untuk menukarkan kembali valuta-valuta tersebut pada kurs dan tanggal tertentu di masa depan. Parallel Loan bisa diidentikan dengan dua swap yang digabungkan menjadi satu, satu swap terjadi pada permulaan kontrak parallel loan dan satunya lagi pada tanggal tertentu di masa depan.
Perlindungan Penurunan Harga Saham (Protected put)
Investor membeli suatu saham dengan harapan harganya akan naik sehingga jika dijual akan mendapatkan return yang positif. Kenyataan harga sahan dapat turun untuk menghindari kerugian besar dari penurunan harga saham ini investor dapat menggunakan opsi menjualnya. Dengan demikian opsi jual dapat di gunakan untuk memproteksi penurunan harga saham. Strategi lindung nilai harga saham dengan opsi jual ini disebut dengan nama jual terproteksi (protected put).
Melindungi Opsi (Covered call)
Covered call adalah strategi membeli terlebih dahulu sahamnya dan pada saat besamaan menjual opsi jualnya. Kondisi ini terjadi jika penerbit opsi jual akan mengalami kerugian jika saham naik. Pembeli opsi akan menggunakan haknya untuk membeli sahamnya dengan harga lebih murah dibandingkan dengan harga pasar yang naik tersebut. Penjual opsi harus menyediakan saham ini dan membelinya di pasar dengan harga jual yang lebih tinggi. Untuk mengatasi kerugian ini penjualopsi jual dapat membeli terlebih dahulu dan pada saat bersamaan menjual opsi jualnya.
Portfolio Insurance
Portofolio insurancemerupakan strategi investasi di mana berbagai instrumnets keuangan seperti hutang dan ekuitas dan derivatif digabungkan sedemikian rupa sehingga degradasi nilai portofolio dilindungi. Ini adalah strategi lindung nilai dinamis yang menggunakan indeks saham di masa depan. Ini menyiratkanmembeli dan menjual sekuritas secara berkala untuk mempertahankan batas dari nilai portofolio.Kerja dari portofolio asuransi ini mirip dengan membeli sebuah put option indeks, dan juga dapat dilakukan dengan menggunakan opsi indeksyang terdaftar.

»»  Baca Lebih Lanjut...

Istilah-Istilah dan Mekanisme Perdagangan Opsi

Opsi, sebagaimana dijelaskan sebelumnya, adalah suatu kontrak yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli (call options) atau menjual (put options) underlying assets pada harga tertentu yang ditetapkan sekarang (strike/exercise price), untuk penyerahan pada waktu tertentu di masa yang akan datang (expiration date). Dalam opsi terdapat beberapa istilah (terminologi) dasar yang digunakan, yaitu:
  1. Exercise (strike) price, yaitu harga per lembar saham yang dijadikan patokan pada saat jatuh tempo. Untuk call option, exercise price berarti harga yang harus dibayar (dibeli) pemilik opsi beli pada saat jatuh tempo. Sedangkan bagi pemegang put option, exercise price berarti harga yang akan diterima oleh pemilik put option dari penjual put option.
  2. Expiration date, yaitu batas waktu dimana opsi tersebut dapat dilaksanakan. Ada dua model expiration date, yaitu model Amerika dan model Eropa. Opsi dengan gaya Amerika dapat dilaksakan kapan saja sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan (expiration date). Sedangkan, opsi gaya Eropa dilaksanakan hanya pada saat expiration date.
  3. Premi opsi, yaitu harga yang dibayar oleh pembeli opsi kepada penjual opsi.
Mekanisme perdagangan opsi
Seperti halnya sekuritas lainnya, sekuritas opsi bisa diperdagangkan pada bursa efek ataupun pada bursa parallel (over-the-counter market). Pada berdagangan opsi, ada sejenis lembaga kliring opsi (Option Clearing Corporation/OCC) yang berfungsi sebagai perantara antara broker yang mewakili pembelio dengan pihak yang menjual opsi. Lembaga kliring opsitersebut bertugas untk memastikan bahwa masing-masing pihak memenuhi kewajibannya.
Dalam mekanisme perdagangan opsi, pihak penjual call option melalui broker yang ditunjuk menyerahkan sejulah saham yang dijadikan patokan kepada OCC, dan pembeli opsi yang akan melaksanakan call option membeli saham tersebut dari OCC sehingga transaksi pelaksanaan  opsi dilakukan menggunakan perantara OCC, dimana OCC menjadi pembeli untuk semua penjual dan sekaligus menjadi penjual untuk setiap pembeli. Oelh karena itu OCC dapat menjamin bahwa semua hak dapat terpenuhi sesua dengan yang ditetapkan dalam kontrak opsi.
Selanjutnya, investor yang akan melaksanakan opsi akan menghubungi broker mereka, dan broker tersebut akan menghubungi OCC untuk melaksanakan opsi tersebut. Kemudian OCC secara random akan memilih broker yang menjual opsi tersebut dan menunjuk mereka untuk melaksanakan kewajibannya. Dalam proses tersebut, penjual opsi tidak boleh melaksanskan transaksi yang sebaliknya untuk menghindari kewajiban, sehingga penjual call option yang menerima penugasan dari OCC harus menjual saham yang sudah disepakati, dan untuk penjual put option harus membeli saham tersebut.
»»  Baca Lebih Lanjut...

Definisi dan macam-macam sekuritas derivatif

Sekuritas derivatif yaitu sebuah sekuritas yang nilainya tergantung pada aset yang mendasarinya. Macam-macam sekuritas derivatif yang umumnya ditransaksikan dalam suatu pasar modal, yaitu futures, options, forward, swaps. Mekanisme perdagangan futures dan options dapat dilakukan melalui dua sarana, yaitu perdagangan di bursa efek maupun melalui over the counter market. Sementara untuk forward dan swaps, umumnya dilakukan melalui over the counter marketsaja.
1)      Futures
Futures adalah sebuah kontrak berjangka yang bersifat mengikat (obligation) bagi kedua belah pihak untuk membeli (long position) atau menjual (short position) suatu underlying assets (aset finansial atau non finansial) tertentu yang penyerahannya dilakukan secara cash settlement di masa yang akan datang (expiration date), dengan harga yang ditetapkan sekarang.

2)      Options
Options (Opsi) adalah suatu kontrak yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli (call options) atau menjual (put options) underlying assets pada harga tertentu yang ditetapkan sekarang (strike/exercise price atau harga patokan/tebus), untuk penyerahan pada waktu tertentu di masa yang akan datang (expiration date).
3)      Forward
Forward serupa dengan future. Dalam hal konsep tidak ada perbedaan yang signifikan antara futures dan forward. Yang membedakan adalah future mempunyai kekuatan hukum yang lebih kuat dibandingkan forward, karena diperdagangkan secara resmi di bursa efek dan kontrak yang telah terstandardisasi. Sementara forward diperdagangkan melalui over the counter market sehingga kontrak dapat diformulasikan sesuai kebutuhan kedua belah pihak. Perbedaan lainnya terletak pada delivery date. Dalam future terdapat beberapa delivery date dalam satu rentang waktu, namun dalam forward hanya terdapat satu delivery date.
4)      Swaps
Swaps adalah kesepakatan antara dua pihak (perusahaan) untuk saling mempertukarkan arus kas di masa tertentu (selama kurun waktu tertentu) yang akan datang. Dalam kesepakatan di tentukan secara spesifik tanggal pembayaran tunai dan cara menghitung jumlah tunai yang akan saling di pertukarkan (dibayarkan masing-masing pihak). Biasanya di dalam perhitungan telah di pertimbangkan nilai yang akan datang, tingkat bunga, kurs mata uang, dan variabel lainya yang relevan.
»»  Baca Lebih Lanjut...

Senin, 11 Juni 2012

Bond Rating

Obligasi merupakan salah satu surat berharga yang ditawarkan di bursa efek. Obligasi merupakan salah satu cara investor untuk menanamkan dananya diperusahaan. Obligasi (bond) merupakan suatu perjanjian yang mengharuskan peminjam untuk membayar kembali pokok pinjaman ditambah dengan bunga dalam kurun waktu tertentu yang sudah disepakati. Obligasi (bond) termasuk salah satu jenis efek atau surat berharga yang dapat memberikan pendapatan tetap (fixed income securities) dan juga memperoleh pendapatan tetap berupa uang kepada pemegangnya. Obligasi sebagai surat utang jangka panjang yang memiliki resiko tinggi, umumnya memberikan tingkat bunga yang tinggi pula. Karena semakin panjang jangka waktu, maka di dalamnya juga terkandung ketidakpastian (uncertainly).

Peringkat Obligasi (Bond Rating)
Peringkat merupakan sebuah pernyataan tentang keadaan penghutang dan kemungkinan apa yang bisa dan akan dilakukan sehubungan dengan hutang yang dimiliki. Dapat dikatakan bahwa peringkat mencoba mengukur risiko kegagalan, yaitu peluang emitan atau peminjam akan mengalami kondisi tidak mampu memenuhi kewajiban keuangan (Rosten, 1986), peringkat obligasi perusahaan memberikan petunjuk bagi investor tentang kualitas investasi obligasi yang mereka minati.

Peringkat obligasi (bond rating) adalah simbol-simbol karakter yang diberikan oleh agen peringkat untuk menunjukkan risiko dan obligasi. Dua buah agen peringkat obligasi terkenal di dunia adalah Standard & Poor’s (S&P) Corporation dan Moody’s Investor Service Inc. Di Indonesia obligasi diperingkat oleh PT PEFINDO yang didirikan tanggal 21 Desember 1993 dan PT KASNIC Creding Rating.
Fungsi utama lembaga pemeringkat adalah memberikan rating yang obyektif, independen dan kredibel terhadap resiko kredit dari sekuritas pinjaman (debt) yang diterbitkan secara umum melalui kegiatan rating. Lembaga peemeringkat juga menghasilkan dan pempublikasikan informasi kredit berkaitan dengan pasar modal pinjaman. Publikasi ini meliputi opini kredit terhadap emiten obligasi dan sektor-sektor yang berkaitan. Proses penilain rating ini dilakukan dengan mempertimbangkan segala yang berhubungan dengan keuangan dan informasi non keuangan, antara lain opersional perusahaan, manajemen perusahaan, laporan keuangan perusahaan, dan perencanaan perusahaan.

Tabel peringkat obligasi dari Moody’s, Standard & Poor’s beserta interpretasi untuk setiap peringkat
No.
Moody’s
Standard and Poor’s

Peringkat
Interpretasi
Peringkat
Interpretasi
01.
Aaa
Kualitas utama
AAA
Peringkat tertinggi
02.
Aa
Kualitas tinggi
AA
Peringkat tinggi
03.
A
Peringkat cukup  tinggi
A
Peringkat cukup tinggi
04.
Baa
Peringkat menengah
BBB
Peringkat menengah
05.
Ba
Peringkat cukup menengah
BB
Peringkat kurang spekulatif
06.
B
Peringkat spekulatif
B
Peringkat cukup spekualtif
07.
Caa
Peringkat sangat spekulatif
CCC
Peringkat spekulatif
08.
Ca
Peringkat mendekati kebangkrutan
CC
Peringkat lebih spekulatif
09.
C
Peringkat paling rendah
C
Peringkat sangat spekulatif
10.


DDD
Peringkat gagal
11.


DD
Peringkat lebih gagal
12.


D
Peringkat sangat gagal

 
Tabel peringkat obligasi menurut PEFINDO
Peringkat
Keterangan
AAA
Efek utang yang peringkatnya paling tinggi dan beresiko paling rendah yang didukung oleh kemampuan obligor yang superior relatif dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya sesuai dengan perjanjian.
AA
Efek utang yang memiliki kualitas kredit sedikit dibawah peringkat tertinggi, didukung oleh kemampuan obligor yang sangat kuat untuk memenuhi kewajiban financial jangka panjangnya sesuai dengan perjanjian, relatif dibanding dengan entitas Indonesia lainnya. Dan tidak mudah dipengaruhi oleh perubahan keadaan.
A
Efek utang yang beresiko investasi rendah dan memiliki kemampuan dukungan obligor yang kuat dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansialnya sesuai dengan perjanjian namun cukup peka terhadap perubahan yang merugikan.
BBB
Efek utang yang beresiko investasi cukup rendah didukung oleh kemampuan obligor yang memadai, relatif dibanding entitas Indonesia lainnya untuk memenuhi kewajiban finansialnya sesuai dengan perjanjian namun kemampuan tersebut dapat diperlemah oleh perubahan keadaan bisnis dan perekonomian yang merugikan.
B

Efek utang yang menunjukkan parameter perlindungan yang sangat lemah. Walaupun obligor masih memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka panjangnya, namun adanya perubahan keadaan bisnis dan perekonomian yang merugikan akan memperburuk kemampuan tersebut untuk memenuhi kewajiban finansialnya.
C
Efek utang yang tidak mampu lagi memenuhi kewajiban finansialnya serta hanya bergantung kepada perbaikan keadaan eksternal.
D
Efek utang yang macet atau emitennya sudah berhenti berusaha.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Peringkat Obligasi
Rating obligasi membantu investor dalam penilaian hutang dan risiko kegagalan (default risk) dari obligasi. Peringkat obligasi mencoba mengukur adanya risiko kegagalan berupa ketidakmampuan emiten sebagai penghutang dalam membayar bunga selama umur obligasi dan pelunasannya pada jatuh temponya. Penetapan rating sekuritas lembaga peringkat, seperti halnya agen peringkat internasional Standard & Poor’s (S&P’s) dan Moody’s terdapat kriteria kualitatif dan kuantitatif.
Faktor-faktor yang mempengaruhi peringkat obligasi menurut Bringham dan Houston adalah sebagai berikut:
1.      Berbagai macam risiko rasio-rasio keuangan, termasuk debt ratio, current ratio, profitability dan fixed charge coverage ratio. Semakin baik rasio-rasio keuangan tersebut semakin tinggi rating tersebut.
2.      Jaminan aset untuk obligasi yang diterbitkan (mortage provision). Apabila obligasi dijamin dengan aset yang bernilai tinggi, maka rating pun akan membaik.
3.      Kedudukan obligasi dengan jenis hutang lain. Apabila kedudukan obligasi lebih rendah dari utang lainnya maka rating akan ditetapkan satu tingkat lebih rendah dari yang seharusnya.
4.      Penjamin. Emiten obligasi yang lemah namun dijamin oleh perusahaan yang kuat maka emiten diberi rating yang kuat.
5.      Adanya singking fund (provisi bagi emiten untuk membayar pokok pinjaman sedikit demi sedikit setiap bulan).
6.      Umur obligasi. Cateris Paribus, obligasi dengan umur yang lebih pendek mempunyai risiko yang lebih kecil.
7.      Stabilitas laba dan penjualan emiten.
8.      Peraturan yang berkaitan dengan industri emiten.
9.      Faktor-faktor lingkungan dan tanggung jawab produk.
10.  Kebijakan akuntansi. Penerapan kebijakan akuntansi yang konservatif mengindikasikan laporan keuangan yang lebih berkualitas.

PT PEFINDO
PT. PEFINDO atau “PT Pemeringkat Efek Indonesia” didirikan di Jakarta pada tanggal 21 Desember 1993, atas prakarsa BAPEPAM dan Bank Indonesia. Pada tanggal 13 Agustus 1994, PT. PEFINDO memperoleh lisensi dari BAPEPAM (No. 39/PM-PI/1994) dan menjadi salah satu institusi pendukung di pasar modal Indonesia. Fungsi utama PT. PEFINDO adalah memberikan peringkat yang obyektif, independen dan dapat dipercaya terhadap risiko kredit (credit risk) sekuritas utang (debt securities) secara publik. Perusahaan ini berafiliasi dengan S&P’s dan secara aktif terus berpartisipasi dalam ASEAN Forum of Credit Rating Agencies (AFCRA), yang mendukung pengembangan dan penyempurnaan standar dimasa mendatang. Guna meningkatkan metodologi pemeringkatan yang digunakan dan kriteria dalam melakukan pemeringkatan, maka PEFINDO didukung oleh mitra global yaitu Standard & Poor’s Rating Services (S&P’s).
Disamping melaksanakan kegiatannya dalam melakukan pemeringkatan surat hutang, PEFINDO juga menerbitkan dan mempublikasikan informasi kredit sehubungan dengan pasar perdagangan efek. Publikasi ini terdiri dari opini kredit atas perusahaan-perusahaan penerbit obligasi beserta sektor aset acuannya.
PEFINDO adalah merupakan Perseroan Terbatas yang sahamnya per Desember 2006 tercatat dimiliki oleh 96 perusahaan domestik, yang terdiri dari dana pensiun, perbankan, asuransi, Bursa Efek Indonesia, dan perusahaan sekuriti.

Metodologi Pemeringkatan PEFINDO untuk Sektor Korporasi (non financial)
Metodologi Pemeringkatan PEFINDO untuk Sektor Korporasi (non financial) secara umum, mencakup tiga risiko utama penilaian, yaitu risiko industri (industry risk), risiko bisnis (business risks) dan risiko finansial (financial risks).
Penilaian risiko pada masing-masing jenis industri adalah sama, berdasarkan analisis mendalam lima faktor risiko utama, yaitu pertumbuhan industri dan stabilitas (growth and stability), pendapatan dan struktur biaya (revenue and cost structure), hambatan masuk dan tingkat persaingan dalam industri (barriers to entry and competition), regulasi dan de-regulasi industri (regulatory framework), dan profil keuangan dari industri (financial profile).
Penilaian risiko pada masing-masing profil keuangan perusahaan juga sama, berdasarkan analisis menyeluruh dan rinci pada empat bidang utama, yang mencakup kebijakan keuangan manajemen perusahaan (financial policy), dan tiga indikator keuangan termasuk struktur modal (capital structure), perlindungan arus kas (cash flow protection) dan fleksibilitas keuangan (financial flexibility).
Sementara itu, faktor kunci dalam analisis penilaian risiko profil bisnis perusahaan sedikit berbeda dari satu perusahaan ke yang lain, tergantung pada Faktor-faktor Kunci Kesuksesan (Key Success Factors) dari industri dimana perusahaan tersebut digolongkan. Juga penting untuk dicatat bahwa semua analisis akan mencakup analisis perbandingan terhadap pesaing-pesaing sejenis dalam industri yang sama maupun industri itu sendiri dengan industri lainnya.
Penilaian risiko industri untuk peringkat KORPORASI (non financial):
  • Pertumbuhan industri dan stabilitas (growth and stability),, yang terkait dengan kondisi permintaan dan penawaran, prospek, peluang pasar (ekspor vs domestik), tahapan industri (awal, pengembangan, matang, atau penurunan), dan jenis produk (produk yang bersifat pelengkap vs produk yang bisa disubstitusi, umum vs khusus, dan komoditas vs diferensiasi).
  • Penghasilan dan struktur biaya dari Industri (revenue and cost structures), yang mencakup pemeriksaan komposisi aliran pendapatan (Rupiah vs US Dollar), kemampuan untuk menaikkan harga (kemampuan untuk dengan mudah meneruskan kenaikan biaya kepada pelanggan/para pengguna akhir), tenaga kerja dan bahan baku, struktur biaya dan komposisi (Rupiah vs Rp dolar), komposisi biaya tetap vs biaya variabel, dan pengadaan bahan baku industri (domestik vs impor).
  • Hambatan masuk dan persaingan didalam industri (barrier to entry and competition within the industry), yang mencakup penilaian terhadap karakteristik industri (padat modal, padat karya, terfragmentasi, menyebar, diatur ketat, dan sebagainya) untuk menentukan tingkat kesulitan masuk bagi para pemain baru. Penilaian juga mencakup analisis jumlah pemain dalam industri (global vs domestik), pesaing terdekat (domestik vs global), potensi perang harga (domestik vs global), dan lain-lain untuk mengetahui tingkat kompetisi yang ada dan yang akan datang.
  • Peraturan dan de-regulasi industri (regulation and de-regulation), pembatasan jumlah pemain, lisensi, kebijakan pajak (ekspor, impor, kuota, tarif, bea, cukai, dan lain-lain), kebijakan harga pemerintah (peraturan pemerintah Indonesia mengatur harga di beberapa sektor seperti listrik, jalan tol, dan telepon) dan persyaratan lingkungan (khususnya untuk sektor pertambangan) dan lain-lain.
  • Profil Keuangan (financial profile) industri umumnya dikaji dengan analisis beberapa tolak ukur keuangan yang diambil dari beberapa perusahaan besar dalam industri yang sebagian besar dapat mewakili industri masing-masing. Analisis Kinerja Keuangan Industri meliputi analisis marjin, keuntungan, leverage, serta perlindungan arus kas.
Penilaian risiko keuangan untuk Peringkat KORPORASI (non financial)
Kebijakan keuangan (Financial Policy). Analisis yang mencakup tinjauan filosofi manajemen, strategi dan kebijakan keuangan terhadap risiko (historis, sekarang dan proyeksi kedepan). Selain itu, pemeriksaan manajemen atas target keuangan (pertumbuhan, leverage, struktur utang, kebijakan dividen, dan sebagainya), kebijakan lindung nilai, dan kebijakan lain dalam upaya mengurangi resiko keuangan perusahaan secara keseluruhan (sejarah masa lalu vs kedepannya). Rekam Jejak Perusahaan pada pemenuhan kewajiban keuangan di masa lalu juga dikaji untuk menentukan tingkat komitmen, kesungguhan dan konsistensinya untuk membayar kewajiban-kewajibannya secara tepat waktu.
Sruktur Permodalan (Capital Structure). Analisis mencakup pemeriksaan dari sejarah perusahaan, saat ini dan proyeksi leverage kedepan (total hutang dan nilai bersih hutang dalam hubungannya dengan besar modal, total modal dan arus kas), struktur utang dan komposisinya (Rupiah vs mata uang asing, utang jangka pendek vs hutang jangka panjang, dengan tingkat suku bunga tetap vs suku bunga mengambang, dan lain-lain). Cara pengelolaan kewajiban juga dikaji secara mendalam.
Perlindungan Arus Kas (Cash Flow Protection). Analisis yang menyeluruh meliputi kajian dari arus kas perusahaan dan kemampuan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Tingkat Kemampuan Melayani Pembayaran Utang diukur oleh rasio pembayaran bunga dan rasio pembayaran utang. Tingkat likuiditas perusahaan di dalam memenuhi kewajiban jangka pendek juga dikaji secara mendalam.
Fleksibilitas keuangan (Financial Flexibility). Analisis meliputi evaluasi gabungan semua ukuran finansial di atas untuk sampai pada pemahaman yang menyeluruh tentang kesehatan keuangan perusahaan. Analisis tentang faktor-faktor lain yang terkait atau angka angka yang tidak secara khusus ditelaah diatas, seperti klausul perlindungan asuransi, batasan atas perjanjian pinjaman/obligasi atau hubungan dengan induk perusahaan dan bantuan-bantuan juga ditelaah. Penugasan analitis lain yang dibahas adalah evaluasi pilihan yang bisa diambil oleh perusahaan dalam tekanan, termasuk rencana-rencana atas kejadian tidak terduga dan kemampuan serta fleksibilitas untuk berurusan dengan berbagai skenario yang merugikan. Dukungan Pemegang Saham dan komitmennya juga sangat dipertimbangkan.

Metodologi Pemeringkatan PEFINDO untuk Lembaga Keuangan
Metodologi Pemeringkatan PEFINDO untuk lembaga keuangan (Perbankan, Multifinance, Sekuritas dan Asuransi) mencakup penilaian atas tiga risiko utama, yaitu risiko industri, risiko bisnis dan risiko finansial.
Penilaian risiko pada masing-masing jenis industri adalah sama, berdasarkan analisa mendalam lima faktor risiko utama, yaitu pertumbuhan industri and stabilitas (Growth and Stability), struktur pendapatan dan struktur biaya (Revenue and Cost Structure), tingkat persaingan dalam industri (competition), regulasi (regulatory framework), dan profil keuangan dari industri (financial profile).
Penilaian risiko pada masing-masing profil keuangan perusahaan juga sama, berdasarkan analisis menyeluruh dan rinci pada lima bidang utama, yang mencakup kebijakan keuangan manajemen perusahaan (financial policy), dan empat indikator keuangan termasuk profitabilitas (profitability), struktur permodalan (capital structure), perlindungan arus kas (cash flow protection) dan fleksibilitas keuangan (financial flexibility).
Sementara itu, dalam analisis penilaian risiko bisnis perusahaan sedikit berbeda dari satu perusahaan ke yang lain, tergantung pada Faktor-faktor Kunci Kesuksesan (Key Success Factors) dari industri dimana perusahaan tersebut digolongkan. Juga penting untuk dicatat bahwa semua analisis akan mencakup analisis perbandingan terhadap pesaing-pesaing sejenis dalam industri yang sama maupun industri itu sendiri dengan industri lainnya.
 
Penilaian Risiko Industri untuk sektor Lembaga Keuangan
  • Pertumbuhan industri dan stabilitas (growth and stability), yang terkait dengan kondisi permintaan dan penawaran, prospek, peluang pasar, tahapan industri (awal, pengembangan, matang, atau penurunan), dan jenis produk yang ditawarkan pada industri terkait (produk yang bersifat pelengkap vs produk yang bisa disubstitusi, umum vs khusus, dan sebagainya).
  • Struktur pendapatan dan struktur biaya dari Industri (revenue and cost structures), yang mencakup pemeriksaan komposisi aliran pendapatan, kemampuan untuk menaikkan harga (kemampuan untuk dengan mudah meneruskan kenaikan biaya kepada pelanggan/para pengguna akhir), tenaga kerja dan bahan baku, struktur biaya dan komposisi, komposisi biaya tetap vs biaya variabel, dan pengadaan sumber pendanaan.
  • Persaingan didalam industri (competition within the industry), yang mencakup penilaian terhadap karakteristik industri untuk menentukan tingkat kesulitan masuk bagi para pemain baru. Penilaian juga mencakup analisis jumlah pemain dalam industri, pesaing terdekat, potensi perang harga, dan lain-lain untuk mengetahui tingkat kompetisi yang ada dan yang akan datang.
  • Peraturan (regulatory framework), pembatasan jumlah pemain, lisensi, kebijakan pajak, persyaratan yang terkait dengan tingkat kesehatan perusahaan, kebijakan harga pemerintah, dan persyaratan lainnya.
  • Profil Keuangan (financial profile) industri umumnya dikaji dengan analisis beberapa tolak ukur keuangan yang diambil dari beberapa perusahaan besar dalam industri yang sebagian besar dapat mewakili industri masing-masing. Analisis Kinerja Keuangan Industri meliputi analisis marjin, keuntungan, leverage, serta perlindungan arus kas.
Ketika PT. Pefindo menyatakan peringkat obligasi suatu entitas menjadi naik (upgrade) berarti PT. Pefindo menganggap kinerja perusahaan baik. Informasi tersebut akan direspon oleh investor dengan cara mengalokasikan dananya ke perusahaan karena investor menganggap perusahan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraannya, akibatnya abnormalreturn akan meningkat. Sebaliknya, jika terjadi penurunan peringkat obkigasi (downgrade) menunjukkan kinerja perusahaan mengalami penurunan. Akibatnya tidak ada investor yang tertarik menginvestasikan dananya ke perusahaan tersebut atau bahkan menjual saham yang dimiliki. Hal ini mengakibatkan abnormal return mengalami penurunan.

DAFTAR REFERENSI
Adrian, Nicko. 2011. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peringkat Obligasi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi pada Universitas Diponegoro Semarang.
Atas Aji, Ardian. 2009. Pengaruh Pengumuman Perubahan Bond Rating Terhadap Abnormal Return Saham Perusahaan Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi pada Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Hartono, Jogiyanto. 2008. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemeringkat_Efek_Indonesia
http://new.pefindo.com/scrm_korporasi_index.php
http://new.pefindo.com/scrm_lembagakeuangan_index.php?
»»  Baca Lebih Lanjut...

Posting Kami